Lifeless Wedding

Lifeless Wedding
Cinta Cesil



Setelah kepulangan Via dan keluarganya, belum ada topik pembicaraan yang dikeluarkan oleh Cesil dan Beny. Mereka sibuk dengan urusannya masing masing. Cesil yang asik menonton film di TV yang berada diruangannya dan Beny asik dengan laptop nya yang Cesil tebak berisikan kerjaan atau hanya hal tidak penting.


"Sil, kamu engga mau makan apa gitu, biar aku beliin?" Kata Beny tiba tiba.


"Tumben banget kamu nawarin aku kaya gitu?" Kata Cesil dengan nada meremehkan.


"Jangan mulai deh, aku lagi baik bukannya di syukurin malah di curigain." Jawab Beny tidak terima.


"Ya, siapa tau kamu mau beliin makanan buat aku terus kasin racun gitu biar aku cepet matinya." Kata Cesil dengan lancarnya tanpa memikirkan hal yang akan terjadi karena perkataannya sendiri.


"Gila banget kamu mikirnya kaya gitu." Ucap Beny dengan nada ketus.


"Kalau aku mau kamu mati, ngapain aku bolak balik bawa ke rumah sakit. Udah cape, buang duit pula. Mendingan aku biarin aja tuh kamu sampe mati sendiri. Gampang kan, engga perlu beli racun juga." Kata Beny lagi dengan nada yang lebih emosi.


"Santai kali Ben, aku cuma bercanda doang padahal." Kata Cesil dengan hati hati karena takut setelah mendengar nada bicara Beny.


"Engga usah mikir aneh aneh makannya. Aku emang jahat sama kamu selama kita nikah, tapi ya aku juga pernah jadi sahabat kamu yang selalu jaga kamu. Menurut kamu rasa sayang seorang sahabat itu bisa hilang dengan sekejap gitu? mikir makanya kalau punya otak!" Kata Beny.


"Iya Ben, maaf ya aku udah ngomong aneh aneh kaya gitu yang seharusnya aku banyak bilang terima kasih ke kamu udah cape cape keluarin uang dan tanaga untuk bawa aku ke rumah sakit." Jawab Cesil dengan penuh penyesalan.


Beny sangat bisa membuat keadaan seakan Cesil lah orang paling salah dengan perkataannya. Perkataan Beny tadi memang benar adanya. Cesil yang mendengar itu pun sangat merasa bersalah karena mengucapkan hal tersebut.


Tetapi pada nyatanya, kejahatan yang Beny lakukan pada Cesil juga membuatnya sakit hati walaupun dia masih memiliki rasa seoarang sahabat tersebut.


Cesil mulai menitihkan air matanya.


"Kenapa malah nangis?" Kata Beny sambil beranjak dari sofa tersebut dan menghampiri Cesil di brankar nya.


"Aku minta maaf atas semua kesalahan aku." Kata Cesil dengan sesenggukan.


"Iya buat yang tadi aku maafin, tapi jangan diulangin lagi, ya." Kata Beny dengan nada yang lembut.


"Bukan, aku minta maaf.. karena gara gara aku kamu harus nikah sama aku dan nambahin beban hidup kamu. Aku berasa lagi bersenang senang diatas penderitaan kamu." Kata Cesil dengan nada sedihnya dan tak lupa air matanya tak tertahan.


"Kenapa gitu? bukannya kamu tersiksa nikah sama aku yang jahat? kenapa kamu bilang kamu bersenang senang sekarang?" Tanya Beny karena Ia bingung maksud perkataan dari Cesil.


"Aku sayang dan bahkan cinta sama kamu Beny." Kata Cesil memberikan pengakuannya.


"Aku cinta sama kamu sebelum kamu tertarik sama Via." Kata Cesil lagi.


"Ya kamu bodoh namanya kalau mikir kaya gitu! Mana mungkin aku bilang sama kamu kalau au mau punya pacar yang kaya kamu persis atau bahkan kamu." Kata Cesil dengan nada tinggi.


"Kenapa engga mungkin? apa susahnya buat bilang kamu suka sama aku dari dulu itu? kenapa harus bilang aku bukan tipe cowo kamu?" Kata Beny.


"Saat itu, aku masih menjunjung tinggi kalau yang ungkapin perasaan duluan itu harus cowo sampai akhirnya aku terlambat ungkapin rasa cinta aku karena kamu lebih dulu bilang kamuasuka sama Via." Jawab Cesil dengan nada yang lebih pelan dan penuh penyesalan.


"Berat buat aku awalnya buat berteman sama Via karena aku tau kamu suka dia. Aku bantu kamu dapet info tentang Via dengan harapan aku akan bahagia saat kamu bahagia dan seekarang aku sadar, itu cuma harapan bodoh." Cesil menjelaskan pada Beny.


"Sampai suatu ketika saat hari ulang tahun kamu, aku pikir kamu udah lupain Via tetapi nyatanya engga. Kamu minta aku untuk ajak Via biar dia hadir di acara itu." Rasanya Cesil sudah tidak kuat lagi untuk menahan hati nya yang sakit menceritakan kisah cintanya pada seseorang yang menjadi cintanya.


"Aku sayang sama kamu dan di sisi lain aku juga sayang sama Via. Aku tau sifat kalian berdua dan aku pikir engga ada salahnya buat dukung kalian biar bisa selalu sama sama." Cesil kembali menitihkan air matanya saat mengatakan hal itu.


"Aku bisa nebak maksud kamu malam itu Ben, aku tau maksud buruk kamu buat jebak Via karena kamu ngerasa udah engga punya jalan lain untuk dapetin Via." Kata Via sambil tertawa ringan menertawakan dirinya sendiri.


"Dan dengan jahatnya aku lepasin Via gitu aja ke kamu...." Ucap Via dengan nada lemah.


Ia sangat merasa bersalah pada Via  semenjak malam itu. Cesil merasa menjadi penghianat bagi Via karena saat itu hanya Cesil satu satunya sahabat dan teman Via.


"Tapi malam itu, Tuhan berpihak sama aku dan mungkin juga sama Via. Rencana kamu gagal karena ada Delfa yang jadi penggantinya."  Kata Cesil.


"Sampai pada saatnya dimana aku merasa amat sangat terberkati saat orang tua kamu nawarin perjodohan kita berdua. Kalau menurut kamu aku langsung terima gitu aja, kamu salah. Saat itu pun aku masih mikirin perasaan kamu. Aku tau kamu akan marah banget sama aku kalau aku terima. Tapi karena aku udah engga punya jalan lain, aku akhirnya terima perjodohan itu." Hal ini adalah hal yang sering di ungkit oleh Beny kalau Cesil mengeluh tentang sikap Beny yang jahat pada dirinya.


"Tapi ternyata, dengan semua yang udah terjadi bertahun tahun silam, hati kamu masih buat Via. Bahkan hari ini pun, aku masih lihat tatapan yang sama saat kamu ngeliat Via. Tatapan memuja kamu yang selalu aku lihat dan selalu buat aku sakit." Kata Cesil.


"Sekarang kamu mau apa Go? Via udah bahagia sama keluarganya. Apa kamu tega untuk hancurin kebahagiaan orang yang kamu cinta? Udah engga ada yang bisa kamu harapin dari Via. Aku engga minta kamu berpaling ke aku, aku mau kamu cari wanita lain yang bisa tulus sayang sama kamu dan pastinya kamu juga sayang dia." Kata Cesil pada Figo.


"Aku baru bisa bilang kaya gini sekarang, karena anak kita udah engga ada. Kamu engga punya tanggungan apapun kalau kamu pisah dari aku dan pastinya engga ada yang kecewa karena perpisahan kita, selain aku dan keluarga aku." Ucap Cesil.


--------


Halo pembaca cerita Anster


makasih udah maua baca dan semoga suka yaaa


salam sayang, Anster


#06/08/20