
"Yang gw tunggu akhirnya sampe juga." Kata Cesil melihat kedatangan Via, Delfa, dan beserta kedua anak mereka.
"Maaf ya Sil telat sampenya karena nih anak dua susah bangunnya karena malem diajak nonton sama Bapaknya tuh." Kata Via memojokan Delfa.
Delfa yang merasa disalahkan langsung mengeluarkan suaranya."Aku lagi nonton terus mereka ikut di samping aku jadinya keasikan deh mereka." Kata Delfa membela dirinya.
"Berantem aja dulu, gw tungguin kok." Kata Cesil pada Via dan Delfa. Bukan menjadi hal asing lagi jika Via dan Delfa bertengkar hanya karena hal sepele dan untungnya mereka cepat melupakan masalah sehingga masalah sepele itu tidak menjadi besar.
"Onty, tadinya Fina mau beliin es krim buat Onty, tapi kata Mommy aku modus. Jadinya engga jadi beli deh." Merasa tidak mengerti dengan obrolan orang dewasa, Fina kecil nan imut membuka topik mengenai es krim kesukaannya.
"Yah sayang, padahal Onty lagi mau banget makan es krim nih sekarang." Jawab Cesil memelas. Cesil juga suka menyukai es krim dan bukan hal yang aneh kalau Via memarahi Cesil yang sering membelikan es krim secara diam diam pada kedua anaknya.
"Kamu sih Fin, kebanyakan makan es krim." Kata Fian menyalahkan Fina.
"Ih Kakak, kan kamu juga makan es krim banyak." Jawab Fina tidak terima. Mereka berdua sangat juara dalam hal es krim, tidaka ada siapa yang lebih banyak makan. semua sama.
"Wah Om Beny ketinggalan apa nih." Tiba - tiba saja Beny datang dan bergabung bersama mereka. Suasana menjadi sedikit canggung saat Beny datang.
Via tidak menyukai Beny yang selalu menyakiti hati Cesil setelah mereka menikah, Delfa yang tidak menyukai Beny karena adik sepupunya itu sangat berambisi mendapatkan Via, Cesil yang terus sakit hati karena cinta tulusnya tidak terbalaskan oleh Beny.
"Untuk kalian berdua, Kami turut sedih ya atas kegugurannya Cesil." Kata Delfa pada Beny dan Cesil untuk mencairkan suasana.
"Ya mungkin memang belum waktu yang tepat buat kita berdua, kita berdua masih harus belajar mengerti satu sama lain untuk bisa membahagiakan anak kami kelak." Jawab Beny sambil merangkul Cesil.
Cesil jujur saja mual rasanya mendengar penuturan Beny tersebut. Ya memang tidak salah dan memang benar adanya, tetapi itu hanyalah gimik saja yang entah untuk apa Beny tunjukan kepada Delfa.
Tidak hanya Cesil, Via dan Delfa pun merasa tidak suka dengan sikap Beny yang ingin terlihat sebagai suami yang sangat mencintai istrinya. Beny sangat salah jika bermain akting di depan Via dan Delfa yang sudah hafal bagaimana sikap Beny yang asli.
"Pokoknya Cesil harus jaga kesehatan. Makan yang sehat dan jangan lupa olahraga ya." Kata Via pada Cesil.
"Sejak kapan lu jadi orang yang inget olahraga gitu Vi?" Tanya Cesil dengan heran.
"Sejak gua tau dampak positif olahraga teratur di badan gua lah dan itu keren banget sis hasilnya." Kata Via dengan bangganya.
"Oh, paham gw. Lu takut kan kalau Delfa tergoda sama cewe cewe yang sudah jelas lebih cantik dan sexy dibandingkan lu jadinya lu mulai memperhatikan bentuk badan lu." Kata Cesil.
"Kurang ajar emang lu ya, Sil." Kata Via tidak terima.
"Emang kamu mau tinggalin aku dan milih cewe lain yang lebih cantik dan sexy, sayang?" tanya Via sambil menatap tajam mata Delfa.
"Engga dong, Vi." kata Delfa dengan bangga nya.
"Mommy, Daddy, kan Onty Cesil sakit kenapa kalian berantem terus." Kata Fian dengan nada kesal.
"Kita sedang bercanda sayang, tidak ada yang berantem disini." Kata Delfa pada Fian.
"Yaampun, Fian sayang Onty perhatian sekali. Kamu pasti sayang banget ya sama Onty." Kata Cesil dengan bahagia.
Ya, untuk sejenak Cesil ingin melupakan Beny yang menjadi sumber masalah terbesar dihidupnya. Cesil rindu suasana seperti ini, bercanda dengan Via dan kedua anaknya.
"Kalau Onty sakit terus, kita engga bisa beli es krim sama sama." Kata Fina dengan kejujuran tinggi karena kepolosannya.
"Onty Cesil berisik tau." Kata Fina dengan nada tidak kalah kencang.
"Uncle Ben juga punya es krim kalau kalian mau." Kata Beny menimbrung begitu saja karena merasa tidak dihiraukan keberadaannya.
"Daddy punya lebih banyak es krim dari Uncle Ben." Kata Delfa yang seakan tidak mau kalah dari Beny.
"Kalian ributin tentang es krim terus dari tadi asik banget ya, emang siapa sih yang bolehin nih anak dua makan es krim banyak?" Kata Via dengan garang.
"Nah kan, tau rasa deh tuh Nyai nya udah keluar. Emang kalian pikir ngasih tuh anak dua es krim segampang itu." Kata Cesil pada Beny dan Delfa yang sempat meributkan tentang pemberian es krim terbanyak.
"Daddy, kita tunggu es krimnya ya di rumah!" Kata Fian dengan semangat.
"Asik! Daddy punya banyak es krim. yeyey!" Kata Fina tidak kalah semangatnya karena sampai melompat lompat kegirangan.
"Yah, sayang sekali tawaran Uncle terkalahkan dengan Daddy kalian." Kata Beny berpura pura sedih di depan Fian dan Fina.
"Uncle tanya Mommy aja boleh atau engga kalau kasih kita es krim juga." Kata Fina pada Beny.
"Coba Fina yang tanya sendiri, Uncle takut dimarahi oleh Mommy kalian." Kata Beny.
"Kakak Fian tuh coba tanya Mommy." Fina yang tidak berani bertanya pada Via menyuruh Fian untuk melakukannya.
"Sayang, ini Onty Cesil sedang sakit tapi kalian mau ributin es krim?" Tanya Via dengan tegas.
"Kita lagi bercanda, Mom" Kata Fian.
"Onty cepat sembuh ya, kata Mommy dede bayi pasti lagi digendong sama Tuhan sekarang." Kata Fina.
Sebelum sampai di rumah sakit untuk menjenguk Cesil, Fina selalu membicarakan tentang Cesil mengenai Cesil sakit apa, kenapa bisa dede bayi menghilang di perut Cesil, dan masih banyak lagi menyangkut tentang Cesil.
Fian dan Fina sangat amat menyangi Cesil karena sebelum Delfa datang, Cesil lah tempat mereka bercanda dan belajar melakukan beberapa hal konyol yang Cesil sering lakukan. Berbeda dengan Via yang menjadi tempat bercanda tetapi Via lebih tegas dan jarang sekali melakukan hal konyol di hidupnya.
Cesil sangat bahagia atas kedatangan keluarga kecil Via, apalagi adanya Fian dan Fina. Setidaknya Cesil dapat melepas sedikit penatnya bersama Beny. Beny yang sedari tadi memandang kagum dan penuh Cinta kepada Via. Menjijikan sekali.
"Uncle Beny harus menjaga Onty.." Kata Fina pada Beny dengan nada lembut.
Beny mendengar itu pun sedikit merasa aneh karena Fina seperti memohon, apa Fina merasakan jika dirinya tidak memperlakukan Cesil dengan baik.
-----------------------------------
**halo pembaca cerita Anster
makasih ya udah mau baca cerita ini dan semoga kalian suka sama ceritanya
dengan sayang,
Anster**