
“akhh!!..” teriak spontan Leticia yang terkejut.
Ternyata orang yang menampar Leticia adalah Oledia, ia menampar pipi kiri Leticia setelah ia mengetahui kejadian yang terjadi pada Toma pada hari ini.
Leticia terkejut karena kejadian itu terjadi secara tiba-tiba ia tidak bereaksi sedikitpun, ia hanya bisa menahan rasa sakit pipi kirinya yang perlahan mulai memerah.
Leticia tidak bisa berbuat apa apa, dia hanya merasakan sakit di pipinya dan Leticia juga merasakan cemas akan dirinya.
“kamu teriak?!”, marahnya Oledia.
“bisa bisanya kamu Leticia berbuat seperti itu sama Toma? Bukannya itu tidak sopan? Kamu masih anak baru di sini”, teriak odelia.
Leticia kembali terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Odelia, kemudian Leticia mencoba membalas penyataan Oledia dengan lembut.
“sebelumnya, aku tidak bermaksud apa apa dengan melakukan itu kepada Toma, aku hanya ingin mengembalikan tindakan Toma yang tidak sopan terhadap ku”, ucap Leticia dengan wajah yang tertunduk.
“hah?! Kamu bilang apa?, Memangnya kamu pantas berbuat seperti itu kepada toma”, tangan kanan Oledia yang terangkat seakan ingin menampar kembali pipi Leticia.
Kemudian sebuah tangan mencoba menggenggam dan berusaha menghentikan tindakan Oledia.
“sudah cukup! Oledia! Kita tinggalkan saja dia di sini sendiri dan ayo kita masuk kedalam kelas”, Toma menggenggam tangan Oledia dengan menyeretnya kedalam kelas.
Setelah itu Toma dan Oledia masuk ke dalam kelas meninggalkan Leticia di depan pintu kelas sendirian, lalu Leticia masuk kedalam kelas dengan wajah yang tertunduk menahan sakit dan malu.
Ketika Leticia ingin duduk di kursinya ia sangat terkejut, karena kursi yang ia duduki di sebelah kursi Oledia di pindahkan ke belakang pojokan kelas yang tidak mendapatkan cukup cahaya matahari dan dengan keadaan hanya ada 1 kursi dan meja Leticia.
Kemudian seseorang berteriak cukup lantang dan keras.
“sudah lah kamu duduk saja di belakang sendirian, di sini gak ada yang mau Nerima kamu jadi teman sebangku! Kamu juga gak cocok bergabung dengan kita! Sudah lah kamu di belakang saja”, ucap salah satu orang anak yang berada di ruang kelas itu.
“HAHAHAHAHAHA!” kemudian semua orang tertawa terbahak-bahak mendengar kalimat itu.
Leticia yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa menuruti keinginan mereka, dan akhirnya ia menuju kursinya dan mulai duduk di belakang sendiri.
Beberapa menit kemudian suara bel masuk kelas berbunyi, yang menandakan jam pertama pembelajaran akan di mulai.
“kring... Jam pertama akan segera di mulai di mohon semua murid, staf, dan guru mempersiapkan diri”, suara bel sekolah.
Leticia dan murid lainnya sibuk membereskan meja mereka, kemudian mereka mulai mengeluarkan buku pelajaran satu persatu.
“kreyekk....”, pintu kelas terbuka dan seseorang memasukinya.
Ternyata itu adalah seorang guru biologi yang masuk ke dalam kelas untuk memberikan pembelajaran pada hari ini di jam pertama mengajar.
“sedikit ada informasi dari ibu, karena kita sudah mempelajari bab ini dengan seksama ibu ingin memberikan kalian tugas untuk bekerja kelompok”, siaran mendadak dari guru biologi.
“hah?!”, hal itu membuat semua murid di dalam kelas teriak terkejut.
“kenapa tiba tiba ada kerja kelompok Bu? mendadak banget bu”, ucap protes salah satu anak di kursi depan.
“alasannya karena tadi dalam pembahasan, ibu lihat sepertinya kamu semua sudah mengerti dengan materi pembahasan ini, maka dari itu ibu ingin kamu berkelompok dan mengerjakan tugas kelompok.” penjelasan dari guru biologi.
“iya Bu saya juga tidak mau satu kelompok dengan Leticia”, seketika satu kelas dengan kompak menyatakan kalimat itu.
Leticia yang mendengar itu kembali cemas dan mulai kembali menundukkan kepalanya tanpa bisa berbuat apa apa.
“loh... kenapa seperti itu?, Ibu lihat nilai Leticia bagus bagus kok di sekolah lamanya, bahkan Leticia terlihat bisa menyingkirkan nilai biologi kamu Toma, hahaha..”, ibu guru yang meledek Toma.
“hah dia..? Nilainya bagus di biologi? kenapa harus biologi sih?”, terkejutnya Toma.
“ah.. ibu jangan bercanda deh..”, Toma yang berusaha menyangkalnya.
“loh.. kok Toma jadi seperti itu?, Gini saja.. satu kelompok di isi oleh dua orang, nah kelompok pertama diisi oleh Leticia dan Toma, baik?”, keputusan Bu guru.
“tugas yang harus di buat adalah presentasi tentang materi ini, dan kelompok pertama yang melakukan presentasi adalah kelompoknya Toma dan Leticia, dengan waktu pengerjaannya dalam 2 hari”, sambung Toma.
“wah.. pasti hasilnya bagus nih... sama sama pintar biologi mereka”, Bu guru yang tidak sabar melihat hasilnya.
Seketika satu kelas itu terkejut dengan keputusan Bu guru, Leticia pun ikut terkejut dan ia lagi lagi merasa cemas akan hal itu.
Pembagian kelompok telah selesai dan guru biologi meninggalkan kelas.
******
“Kring....”, bel sekolah menandakan istirahat.
“bisa bisanya aku satu kelompok dengan Leticia?! mana waktu pengerjaannya cuma dua hari!”, keluh kesah Toma dalam hati.
“hai Toma! Wahh rambutnya model baru nih.. aku baru sadar loh.., hehehe. Makin tampan aja kamu Toma”, puji Oledia.
“uh.. akhirnya ada yang sadar juga”, Toma yang menyembunyikan perasaannya.
“ah.. apa sih?! aku tuh tampan udah tampan dari dulu ya..” meledek Oledia.
“ya sudah gini aja.. untuk mengembalikan suasana hati kamu, bagaimana kalau kita menyuruh Leticia untuk mentraktir kita makan siang?” mengalihkan pembicaraannya dengan ide yang Oledia dapatkan.
“wah ide yang bagus tuh.. boleh juga..”, Toma yang setuju dengan pendapat Oledia.
Kemudian Toma dan Oledia langsung pergi dan mulai mendekati Leticia di kursi itu.
“hei Leticia! Bukankah kamu harus mentraktir kita makan siang di kantin?” ucap Oledia.
Leticia yang terkejut, akhirnya menanyakan kejelasannya.
“hah? Kenapa aku? Memangnya dalam rangka apa yang membuat ku harus mentraktir makan siang kalian” ucap Leticia dengan pelan dan wajah yang tertunduk.
“dalam rangka kamu bersyukur karena satu Kelompok sama aku ini.. kamu belum pernah kan satu kelompok sama orang kaya yang tampan dan pintar?” Toma yang mendorong kecil kepala Leticia
Leticia yang tanpa bisa berbuat banyak, akhirnya menuruti permintaan mereka. Di dalam perjalanan menuju kantin, Leticia dikejutkan dengan sesuatu.