Leticia

Leticia
Bab 13 : Dia Lagi?



...********...


Beberapa menit yang lalu di rumah Toma.


“Sepertinya Bi Tutik lihat-lihat dari sini, di depan gerbang ada orang tuan” Bi Tutik berbicara dengan Toma, sembari melihat ke luar rumah dari jendela rumah Toma.


“Oh... sepertinya teman ku sudah datang” mengikuti Bi Tutik, melihat ke luar rumah dari jendela.


“Ya sudah, Bi Tutik bilangin ke Pak Galih ya.. untuk membukakan gerbang masuk” Bu Tutik yang sudah siap mengirimkan pesan kepada Pak Galih, yang merupakan satpam rumah Toma. Dengan menggunakan Bel yang dapat mengirimkan pesan suara, tersambung dari dalam rumahnya Toma hingga ke dalam pos satpam.


“Biar saya aja Bi yang memberi pesan kepada Pak Galih” ucap Toma sembari melangkah menuju bel tersebut.


“Tumben banget Tuan melakukan ini sendiri, biasanya selalu bibi.. ada yang aneh dengan Tuan” ucap Bi Tutik dalam hati.


“Halo Pak Galih, ini saya Toma.. gerbang masuk.. biar Toma saja yang bukain ya Pak” Toma yang berbicara melalui bel suara itu.


“Iya Tuan, Pak Galih tidak akan membukakan pintu gerbangnya”. Jawab Pak Galih dalam bel suara.


Setelah mendengarkan perkataan dari Pak Galih, Toma langsung keluar dari rumahnya menuju gerbang depan untuk membukakan gerbang masuk untuk Leticia.


“Aduh? sepertinya ada yang salah sama tuan? Kenapa tuan yang membukakan gerbang masuk nya sendiri? Tuan benar-benar aneh hari ini, apalagi sikapnya kepada temannya yang akan masuk itu” Bi Tutik yang berbicara dalam hati, sembari melihat Toma menuju gerbang masuk.


“Sresskkk..” bunyi pintu gerbang yang Toma buka.


Toma terkejut dengan apa yang ia lihat di depan matanya, ia melihat Roy sedang membantu melepaskan tali helm yang Leticia gunakan.


“Hah?! Gitu aja di bantuin orang lain?! Memang sepertinya dia tidak bisa apa-apa!” ucap Toma dalam hati.


Leticia terkejut mendengar suara pintu gerbang masuk yang di buka, dan Leticia tambah terkejut ketika mengetahui Toma lah yang membukakan pintu gerbang masuk untuknya.


Mata Leticia dan Toma saling bertatapan mata, kemudian Leticia mengalihkan perhatian Toma dengan memulai pembicaraan pada Toma.


“Oh.. Toma!” menyapa Toma, dengan yang yang sibuk melepaskan tali helm itu.


“Oh.. Hai temannya Leticia ya! Salam kenal” Roy menyapa Toma, dengan tangan yang masih sibuk membantu Leticia.


“Ha..ha... ha.., hai.. sini mari masuk” respon bingung Toma terhadap sapaan Leticia.


Tali helm yang di gunakan Leticia pun terlepas, dan Leticia langsung buru buru melepaskan helm itu dari kepalanya.


“Akhirnya lepas juga, malu banget aku di liatin Toma” Leticia berbicara dalam hati sembari memberikan helm itu pada Roy.


“Eh iya sebentar lagi aku masuk” Leticia merespon ajakan Toma.


“Aku gak masuk ya.. Leticia kak Roy pulang ya kalau kamu udah selesai, kamu bisa hubungi kakak jadi nanti kakak jemput kamu.. kakak lagi senggang, jadi kamu gak perlu merasa tidak enak sama kakak” ucap Roy sembari membelokkan motornya.


“Iya sama sama, kak Roy pulang ya..” melambaikan tangan ke Leticia.


Roy pun sudah pergi dari rumah Toma, dan meninggalkan Leticia di sana.


“Oh... Nama pria itu Roy.. tapi kenapa Leticia memanggil pria itu dengan sebutan kakak? Tapi dia siapa? apa pria itu Kakak kandungnya Leticia?” Toma yang berbicara dalam hati, dan berpikir kalau Roy adalah kakaknya Leticia.


“Ayo kamu masuk ke rumah ku!” menarik lengan Leticia.


“Akch... Sakit” Leticia berbicara dalam hati.


Melihat Leticia memasang wajah yang kesakitan, akhirnya Toma melepaskan tangannya dari lengan Leticia.


“Ah maaf” Toma sembari memimpin jalan Leticia.


Toma dan Leticia pun masuk kedalam rumah Toma, dan Leticia terkesima dengan yang dia lihat tentang rumah Toma itu.


”Wahh.. besar dan luas sekali rumah Toma, dinding rumahnya di isi full dengan keramik mahal dan seluruh lantainya di lapisi Karpet", kagum Leticia dalam hati mengenai rumah Toma.


“Kenapa Leticia kamu diam saja? Kamu iri dengan rumah ku, Hahaha hahaha", Toma yang mengejek Leticia.


Leticia yang mendengarkan itu mencoba untuk mengabaikan dan tidak membahasnya.


Leticia pun sudah berada di ruang tamu dengan Toma yang memimpin jalannya.


“Kami duduk dulu disini aku mau ambil beberapa buku” Toma meninggalkan Leticia di ruang tamu dan Toma menuju kamar tidurnya.


Beberapa menit kemudian, Bi tuti datang membawa cemilan dan minum untuk Toma dan Leticia.


“Ini minuman dan cemilannya ya Neng, kalau boleh tau nama Eneng siapa?” Bi Tutik yang berbicara dengan Leticia.


“Makasih sebelumnya Bu, Nama saya Leticia” Leticia yang tidak tau bagian harus memanggil Bi Tutik, akhirnya Leticia memanggilnya dengan sebutan Ibu.


“Panggil saja saya dengan panggilan Bi Tutik, Tuan Toma memanggil saya seperti itu” merapihkan susunan minuman dan cemilan di meja ruang tamu.


“Baik Bu Tutik sudah selesai, Bibi tinggal ya neng” Bi Tutik meninggalkan Leticia.


“Temannya tuan Toma yang namanya Leticia ini sangat amat cantik dan manis, dan dia sopan sekali” Bi Tutik yang memuji Leticia di dalam hatinya.


Kemudian tidak lama dari itu, Toma kembali dari kamarnya setelah mengambil beberapa buku dan membuka topik pembicaraan kepada Leticia, hingga Toma pun mulai membahas mengenai tugas kelompok mereka.


Toma dan Leticia mengerjakan tugas kelompok mereka bersama tanpa adanya masalah di antara mereka, karena mereka hanya membahas tentang tugas itu.


“Tengnong....” tiba-tiba suara bel rumah Toma berbunyi.