
“Ha?? Ini sepertinya nomor Toma.. berarti yang menelepon ku adalah Toma?” ucap Leticia di dalam hati.
Kemudian Leticia menjawab telepon dari Toma, dan mendekatkan Handphonenya ke telinga.
“Oy.. Leticia besok kamu datang ke rumah ku.. untuk kerja kelompok mata pelajaran biologi... Datangnya jam 10 pagi saja, biar kita gak perlu kerja kelompok sampai dua hari”ucap Toma di telelpon.
Leticia terkejut dengan pemberitahuan Toma, yang secara tiba-tiba dan mengajak Leticia untuk bekerja kelompok di rumahnya.
“Huh? Besok kerumah kamu?” Leticia bertanya pada Toma.
“Iyaa.. kamu gak mau datang? Kalau kamu gak mau datang kamu bisa aja sih... Tapi jangan harap kamu akan mendapatkan nilai tugas kelompok biologi ini” tegas Toma terhadap Leticia.
“Bukan, aku tidak bermaksud seperti itu...”
“Atau enggak aku yang datang kerumah mu, dan kita kerjakan tugas kelompok ini di rumah mu?” Toma yang menyelak pembicaraan Leticia.
“Di rumah ku?” terkejut Leticia.
“Kamu kok diam saja? Kamu juga gak mau aku datang ke rumah mu?” Toma menegaskan pernyataannya setelah Toma tidak mendengarkan respon dari Leticia.
“Apa kamu benar-benar gak mau mendapatkan nilai kelompok untuk pelajaran biologi?” Toma yang menekankan pertanyaannya kepada Leticia.
“Hmm.. ya sudah aku akan kerumah mu esok.. tetapi aku tidak tau dimana rumah mu itu..” Leticia yang akhirnya membuat sebuah keputusan.
“Nah gitu dong! Menjawab pertanyaan dari orang lain.. kamu kan punya mulut! Untuk alamat aku kirim dalam bentuk pesan!” Toma secara tiba-tiba mematikan teleponnya.
“Huh? Teleponnya dimatikan?” Leticia bertanya tanya.
Leticia terkejut dengan hal itu, karena sejujurnya masih ada yang ingin Leticia bicarakan kepada Toma.
“Ping!...” suara ringtone pesan masuk.
“Oh ini sepertinya pesan dari Toma...” Leticia membuka besan itu.
“Benar ini pesan dari Toma, rumah Toma jika di lihat dari alamat itu sepertinya lumayan jauh untuk di tempuh jalan kaki dari kosan ini” Leticia berbicara dalam hati.
Karena Leticia penasaran dengan jarak tempuh dari kosan menuju rumah Toma, akhirnya Leticia memutuskan membuka google maps dan mencari alamat rumah Toma itu.
“Hah! Jarak tempuh dari kosan ku menuju rumah Toma jauh sekali, sekitar 1,5 jam dari rumah.. pantas saja Toma selalu membawa mobil pribadinya sendiri”, Leticia berbicara dalam hati.
Leticia pun menghabiskan makanannya, dan sebelum pergi tidur ia selalu sempatkan beberapa jam untuk belajar.
*******
Pagi hari telah tiba, Leticia yang baru bangun tidur memiliki inisiatif untuk merapikan dan membereskan kamar kosannya setiap satu Minggu sekali di hari Sabtu.
Leticia pun telah selesai dengan pekerjaannya dan ia pergi mandi setelah itu.
“Habis keringatan gini langsung mandi tubuh jadi segar. Kira kira boleh tidak ya melakukan hal ini?,” Leticia berbicara dalam hati sembari bercermin mengeringkan rambutnya dengan handuk.
Leticia telah rapih dan kemudian ia menyiapkan tasnya untuk membawa beberapa buku pelajaran.
“Sepertinya ini saja yang penting untuk aku bawa ke rumah Toma” ucap Leticia dalam hati.
*******
“Bibi Tutik.. nanti teman Toma mau datang ke rumah.. Bibi tolong siapin makan siang dan cemilan lebih ya Bi..” Toma berteriak kepada Bibi Tutik sembari jalan melewati tangga spiral yang besar di rumahnya.
“Iya tuan siap.. Tuan, yang datang ke rumah Neng Oledia kah?” tanya Bi Tutik kepada Toma.
“Bukan Bi.. bukan Oledia, tapi yang datang teman ku yang lain” jawab Toma.
“Apa? Tuan membawa orang lain masuk kerumah selain Neng Oledia? Tuan tidak pernah mengajak orang lain selain Neng Oledia..” ucap Bi Tutik dalam hati dengan rasa penasaran.
Bi Tutik selaku ART yang sudah lama di keluarga Toma, ia sangat mengetahui bahwa hanya Oledia teman dekat Toma. Karena Oledia merupakan anak teman dari orang tua Toma, sehingga Oledia dan Toma sudah berteman baik sejak kecil.
Karena itu, mengapa Bi Tuti sangat terkejut mengetahui bahwa Toma membawa temannya yang lain ke rumah selain Oledia.
“Oh teman yang lain ya Tuan.... oke deh kalau begitu, Bibi akan segera siapkan” Ucap Bi Tutik.
“Aduh.. kok Bi Tutik berbicara seperti itu? nanti Bibi memikirkan hal yang lain lagi..” Toma berbicara dalam hati dengan pikiran yang khawatir.
“Iya Bi teman yang lain, cuma mau kerja kelompok bareng aja kok bi” Toma menjelaskan kepada Bi Tutik untuk menghindari kesalahpahaman.
*******
Setelah semua yang penting telah Leticia persiapkan dan ia bawa, Leticia pun keluar dari kamar kosan dan mengunci pintu kamar kosannya.
Di depan kamar kosan, Leticia melihat Roy yang sedang memanaskan kendaraan motornya.
“Sepertinya kak Roy juga ingin pergi” ucap Leticia dalam dengan keadaan tangan yang sibuk memasukkan kunci itu ke dalam tas punggungnya, dan dengan kaki yang sibuk memakai sepatu.
“Ting...” suara kunci kamar kosan Leticia yang terjatuh.
Karena Leticia juga masih sibuk dengan urusan sepatunya, akhirnya ia mengabaikan kunci itu dan melakukan hal lain dengan melanjutkan memakaikan sepatu ke kakinya.
Kemudian muncul tangan seseorang secara tiba-tiba, membantu Leticia dengan mengambilkan kunci itu.