Leticia

Leticia
Bab 12 : Roy Membuat Ku Merasa Nyaman



Tangan itu adalah tangan Roy, yang membantu Leticia untuk mengambil kunci itu.


“Ini kunci kamar mu,aku masukan ke dalam tas kamu ya”, Roy membantu Leticia menaruh kunci kamar itu, karena Leticia sibuk dengan sepatunya.


“Kak Roy membantuku lagi dan lagi, Kak Roy baik banget sama aku” ucap Leticia dalam hati sembari mengikat tali sepatunya.


“Makasih banyak kak, iya kak.. kak Roy bisa taruh kuncinya di dalam tas aku”, ungkapan terima Leticia terhadap Roy.


Roy yang melihat Leticia berpakaian rapi saat hari libur dengan membawa beberapa buku di tasnya, membuat Roy menjadi penasaran kepada Leticia.


“Kamu rapih banget, terus juga kamu ada bawa buku di dalam tas, kamu ada les kah atau ke perpustakaan kah dan sebenarnya kamu ingin pergi kemana?” tanya Roy kepada Leticia.


“Oh aku mau ke rumah teman ku kak, ada kerja kelompok” Leticia yang menjawab pertanyaan Roy.


“Omong-omong kakak juga ingin pergi kemana kak di hari libur seperti ini?” Leticia yang penasaran dengan Roy yang sedang memanaskan kendaraan motornya.


“Oh.. itu kakak hanya memanaskan motor itu saja, karena kebiasaan kakak itu setiap pagi harus memanaskan motor walaupun gak kemana-mana... Hahaha hahaha” Tawa Roy.


Leticia yang baru pertama kali melihat Roy tertawa, ia pun merasa ikut senang dan Leticia tersenyum kecil melihat Roy yang tertawa.


“Oh iya.. kalau aku boleh tau di mana rumah teman mu itu?” tanya Roy dengan senyuman manisnya.


“Rumah teman ku di sini kak”, Leticia menunjukkan alamat rumah Toma melalui layar handphone miliknya.


“Wah jauh juga ya.. pakai apa kamu ke sananya?” Roy kembali menanyakan sebuah pertanyaan kepada Leticia.


“Aku sih paling menggunakan transportasi umum kak” Leticia yang telah selesai menggunakan kedua sepatunya.


“Wah kamu pakai transportasi umum? Bagaimana kalau kak Roy saja yang mengantarkan kamu ke rumah teman mu.. bagaimana?” Roy menawarkan dirinya untuk mengantarkan Leticia.


“Apa kakak gak sibuk? Kakak gak papa anterin aku ke rumah teman ku?” tanya Leticia kepada Roy dengan rasa tidak enak hati.


“Iya kakak gak papa nganterin kamu, dan kakak juga gak ada kerjaan lain kok jadi gak sibu.. lagi pula kakak juga sudah selesai panasin motor kakak” Roy mencoba meyakinkan Leticia.


“Ya sudah kalau itu mau kakak” Leticia menyetujuinya.


“Oke.. sekarang kamu tunggu dulu disini, kakak mau ganti baju dulu biar rapih ya”, Roy masuk kedalam kamar kosannya.


“Baik kak” Leticia menuruti perintah Roy.


“Kak Roy baik sekali pada ku, dia mau mengantar ku ke rumah Toma” ucapnya dalam hati.


Setelah menunggu Roy beberapa menit, Roy akhirnya keluar juga dari kamar kosannya dengan pakaian yang rapih.


“Ayo.. kakak sudah siap.. kita berangkat”, sembari mengunci pintu kamar kosannya dan menyalakan kendaraan motornya.


Leticia pun menaiki motor Roy, dan mereka berangkat menuju rumah Toma.


********


“Kryukkk....” perut Leticia berbunyi, karena ia belum makan sama sekali.


Roy yang mendengar suara perut Leticia berbunyi, ia pun menawarkan sesuatu pada Leticia.


“Leticia kamu sudah makan atau belum? Kamu lapar tidak?” Roy bertanya kepada Leticia.


Leticia terkejut mendengar pertanyaan dari Roy tentang itu secara tiba-tiba.


“Kenapa kak Roy secara tiba-tiba bertanya tentang hal itu? Apakah kak Roy mendengar suara perut ku yang berbunyi” Leticia berbicara dalam hati, karena ia malu dengan hal itu.


“Oh itu.. kak” Leticia yang tidak bisa menjawab pertanyaan Roy.


“Kakak lapar nih, belum makan.. kalau kamu belum makan, kita bisa berhenti di depan sana untuk sarapan bubur ayam” Roy yang mencoba menutupinya dengan hal itu, walaupun sebenarnya Roy telah sarapan.


“Oh kak Roy lapar karena belum makan, kalau kak Roy mau makan kita bisa mampir dulu kak” Leticia yang tenang ketika mendengar hal itu dari Roy.


Roy dan Leticia pun berhenti di depan jalan, bubur ayam untuk sarapan mereka.


“Bang, bubur ayam dua porsi, makan di tempat ya bang” Ucap Roy kepada penjual bubur ayam.


Leticia terkejut karena Roy membeli dua porsi bubur ayam, sedangkan Leticia tidak berbicara apapun tentang dirinya yang belum makan.


“Kak, kok kak Roy beli dua porsi bubur ayam, satu lagi buat siapa kak?” Berbisik Leticia kepada Roy.


“Kau juga belum makan kan, jadi kamu gak bilang apa-apa di motor. Sudah kamu duduk saja di sana.. dan kita makan bersama, untuk sarapan ini kakak yang teraktir kamu” berbisik kepada Leticia sembari menunjuk ke arah sebuah kursi.


“Huh? Kenapa kak Roy teraktir aku, aku bayar sendiri saja” ucap Leticia berbisik kepada Roy.


“Udah gak papa, kan kakak yang ajak kamu berhenti makan ke sini.. jadi ini kak Roy saja yang mentraktir kamu” berbisik Roy yang mencoba menjelaskan kepada Leticia.


Leticia yang mendengarkan hal itu dari mulut Roy, ia pun merasa sedikit lega. Akhirnya Leticia duduk ke kursi kosong yang di tunjuk Roy itu.


“Ini buburnya kamu tidak perlu merasa tidak enak dengan hal itu, anggap saja ini sebagai balas Budi atas waktu mu sedikit terbuang, akibat aku yang mau berhenti terlebih dahulu untuk aku makan.” sambil tersenyum dengan tangan yang membawa bubur ayam itu.


Leticia dan Roy pun mulai makan, dan mereka segera menghabiskan makanannya. Setelah mereka selesai makan, mereka langsung melanjutkan perjalanannya kembali menuju rumah Toma.


********


Roy dan Leticia akhirnya sampai di tempat tujuan, mereka berhenti di depan gerbang masuk kedalam rumah Toma.


“Sresskkk..” bunyi pintu gerbang yang di buka.