Leticia

Leticia
Bab 16 : Kenapa Harus Aku?



Leticia merasa terkejut, ketika ia melihat dan mendengar perkataan itu dari Toma.


“Oh Tuan, ini Bibi yang menyuruh neng Leticia untuk makan terlebih dahulu sebelum neng Leticia pulang.. tadi neng Leticia sudah membantu Bibi merapihkan ruang tamu, dan Bibi juga masak banyak karena tuan yang meminta Bibi, jadi.. Bibi” Bi Tutik yang berusaha menjelaskan tentang hal ini kepad Toma.


“Sudah tidak perlu di jelaskan lagi Bi” ucap Toma kepada Bi Tutik.


“Aduh tuan marah gak ya sama Bibi” Bi Tutik yang merasa tidak enak hati.


Melihat Toma dan Bi Tutik seperti itu, Leticia merasa tidak enak kepada Bi Tutik.


“Maaf Toma, seharusnya aku tadi langsung pulang saja” ucap Leticia kepada Toma dengan kepala yang tertunduk.


“Kau lanjutkan makan saja” Toma yang meninggalkan mereka di meja makan.


“Tuan.. kalo ada apa apa, tuan bisa panggil bibi” Teriak Bi Tutik kepada Toma.


“Aduh, sepertinya tuan suasana hatinya sedang tidak baik hari ini, tetapi sebelumnya tidak seperti ini.. dan tuan jarang sekali seperti ini” ucap Bi Tutik kepada Leticia.


“Sepertinya ini semua salah ku Bi, aku seharusnya segera pulang.. aku merasa tidak enak hati dengan bibi” ucap Leticia kepada Bi Tutik sembari ia membereskan barang-barangnya.


“Tidak perlu merasa tidak enak hati dengan Bibi, neng lanjutkan makan saja seperti yang tuan katakan” Bi Tutik menenangkan Leticia dengan kata-katanya.


Mendengar hal itu Leticia merasa sedikit menjadi lebih baik, walaupun Leticia tetap merasa tidak enak hati dengan Bi Tutik dan Toma.


Leticia pun melanjutkan makannya di rumah Toma, dan setelah itu ia pun membereskan alat makan yang telah ia gunakan terlebih dahulu.


“Tidak perlu repot-repot neng, bibi saja” Bi Tutik yang mengambil piring dari tangan Leticia.


“Tidak apa apa bi” ucap Leticia kepada Bi Tutik.


“Sebaiknya neng pulang saja, takut tuan tambah marah ketika melihat neng lebih lama di sini” ucap Bi Tutik dengan memberikan barang-barang Leticia.


Mendengar hal itu dari Bi Tutik, ia pun teringat kembali dengan wajah Toma yang melihatnya tadi dengan wajah yang terlihat marah.


“Sebaiknya aku pulang sekarang sebelum Toma melihat ku kembali, agar Bi Tutik tidak mendapatkan masalah karena aku” ucapnya di dalam hati.


Leticia akhirnya pun berpamitan dengan Bi Tutik.


“Terimakasih banyak Bi Tutik, dan terimakasih banyak atas minuman dan makanan Bibi hari ini, makanan yang di buat Bi sangat lezat.” ucap Leticia dengan tersenyum manis kepada Bi Tutik.


“Sama sama neng, jangan kapok untuk main lagi di sini jika tuan mengajak neng main ke rumah ya.. hati hati di jalan, Bibi tidak bisa mengantarkan neng sampai di depan gerbang depan, karena masih banyak yang harus Bibi lakukan” Bi Tutik yang membalas senyum manis Leticia.


Leticia pun keluar dari rumah Toma dan menuju gerbang depan.


“Kak Roy, kak Roy sibuk atau tidak? Aku sudah selesai kerja kelompok di rumah teman ku. Apakah kakak bisa menjemput ku" Leticia berbica dengan Roy di dalam telepon.


“Baik tunggu kak Roy di sana, kak Roy akan langsung berangkat dari rumah” Roy menjawab pertanyaan Leticia.


“Baik kak Roy, hati hati di jalan ya kak” Leticia yang masih berbicara di telepon dengan Roy.


Beberapa menit kemudian Leticia pun melihat Roy menuju ke arahnya, dengan tangan yang melambai lambai kearah Leticia.


Leticia yang melihat Roy dengan tingkah seperti itu, ia pun merasa sedikit terhibur. Leticia pun memberikan senyuman manis, sebagai balasan atas lambaian tangan Roy terhadapnya.


“Ini helmnya kamu pakai dulu” Roy memberikan helm kepada Leticia.


“Baik kak” Leticia mengambil helm itu dari tangan Roy, dan langsung memasang helm itu di kepalanya.


“Sudah? Kalau sudah ayo naik” ucap Roy.


“Sudah kak” Leticia menaiki motor Roy.


Terlihat seseorang sedang mengintip Roy dan Leticia dari balik jendela lantai dua rumah Toma.


“Hah siapa itu? Mungkin Bi Tutik?” ucap Leticia dalam hati.


“Leticia, ada apa?” Roy yang menyadari bahwa Leticia melihat sesuatu di rumah Toma itu.


“Oh tidak ada apa apa kak”.


“Baik kita berangkat” Roy menyalakan motornya.


Leticia pun pulang dari rumah Toma menuju kosannya dengan Roy yang menjemputnya.


********


Sesampainya di kosan, Roy memberhentikan motornya tepat di kamar Leticia. Namun Leticia tidak bereaksi apapun.


“Leticia? Leticia? Kita sudah sampai..” sambil menepuk nepuk kecil kaki Leticia.


Leticia sedikit terkejut melihat hal itu, Leticia pun langsung tersadar bahwa ia sudah sampai di kosan dan Leticia segera turun dari motor Roy.


“Oh? Iyaa kak.. makasih banyak sudah mau menjemput dan mengantar ku tadi” sembari memberikan helm milik Roy.


“Tidak apa apa” Roy mengambil helm itu.


Saat Leticia ingin pergi ke kamarnya, Roy memberhentikan Leticia untuk menanyakan sesuatu kepadanya.


“Tunggu dulu Leticia” Roy memberhentikan Leticia dengan memegang tangannya.


“Hah? Kenapa kak Roy memegang tangan ku?” Leticia yang bertanya tanya.


“Iya ada apa kak Roy?” Leticia bertanya mengenai hal ini kepada Roy.


“Kaka boleh tanya sesuatu sama kamu? Kamu tidak apa apa? Dari tadi kak perhatikan kamu sangat tidak fokus dan kamu diam saja saat Kakak ajak ngobrol tadi di jalan.. kalau kamu ada masalah, kamu bisa bicara dengan kakak” ucap Roy dengan penuh perhatian.


“Oh aku tidak apa apa kak, aku minta maaf sama Kakak kalau aku tidak merespon kakak dengan seharusnya.. aku berfikir saja kak, tapi aku benar-benar tidak apa apa” Leticia menenangkan Roy.


“Kalau menurut mu kamu sungguh tidak apa apa.. kakak menjadi sedikit lebih tenang, tetapi jika kamu sedang mengalami masalah kamu bisa bicara dengan kakak” ucap terus terang Roy.


“Baik kak.. aku masuk kamar kosanku ya kak” Leticia meninggalkan Roy dan ia memasuki kamarnya.


...********...