Leticia

Leticia
Bab 15 : Aku Harus Mengikuti Perintahnya



“Yaa, aku Oledia di sini akan menjadi saksi atas kejadian ini, dan aku harap kamu bisa membayar kembali apa yang telah kamu rusak”, Oledia yang menyatakan dirinya sebagai saksi atas kejadian ini.


Saat itu juga, Leticia merasa terkejut dan merasa bersalah kepada Toma, karena ia tidak bisa menepati omongannya dengan tidak membuat rusak laptop milik Toma.


“Sekali lagi, aku benar-benar minta maaf pada Toma.. dan aku juga benar-benar tidak sengaja atas kejadian ini”, Leticia yang masih berusaha membela dirinya.


“Kamu masih membela diri mu? Yang jelas-jelas kami berdua lihat kamu yang salah! Bagaimana mungkin kamu masih membela diri mu! Dasar gak punya rasa malu!” bentak Oledia pada Leticia.


Saat mendengar ucapan Leticia, Toma tidak bereaksi sama sekali. Yang Toma pikirkan hanyalah tentang, bagaimana laptop itu bisa terganti sebelum orang tuanya pulang.


“Bagaimana ini? Ini laptop pemberian Mama dan Papah.. aku harus segera menggantinya dengan model laptop yang sama, agar mereka tidak curiga” Toma yang pusing memikirkan bagaimana caranya laptop itu bisa terganti secepatnya.


“Bagaimana ini Leticia? Kenapa kamu tidak merespon pernyataan ku dengan benar dan masih membela diri mu? Untung saja data di laptop ini tidak banyak dan tidak terlalu penting, bagaimana jika laptop ini berisikan data penting ku?” ucap Toma.


“Kamu tau? Laptop ini pemberian dari orang tua ku!” Toma melanjutkan kalimatnya dengan membentak Leticia.


“Bagaimana Leticia? Apa kamu masih mau membela dirimu?” Oledia yang terus menerus menyalahkan Leticia.


“Jika kamu masih tidak menjawabnya, aku akan benar-benar marah.. dan mungkin sesuatu buruk yang tidak pernah kamu pikirkan sebelumnya akan terjadi!” ancam Toma kepada Leticia.


Leticia yang terus-menerus menerima tekanan dari Oledia dan Toma, akhirnya ia pun memutuskan untuk menerima semua syarat syarat dari Toma untuk mengantikan laptopnya, walaupun Leticia tidak sepenuhnya bersalah atas itu.


“Baiklah aku akan menuruti semua permintaan mu, dan aku sebisa mungkin akan menyicil uang untuk ganti rugi laptop mu itu.” ucapan Leticia dengan kepala tertunduk.


“Harusnya kamu berbicara seperti itu dari tadi! Buang-buang waktu saja!” Oledia yang terus menerus membentak Leticia.


“Aku harap kamu bisa menepati omongan mu itu, dan Aku harap kejadian ini hanya kita bertiga saja yang tahu. Orang lain tidak boleh tau sekalipun itu Bi Tutik” ucap Toma dengan kata tegasnya itu.


Leticia dan Oledia yang mendengarkan ucapan Toma itu merasa sedikit menyeramkan.


*******


Seseorang turun dari tangga yang membuat Oledia dan Leticia sedikit terkejut.


“Ada apa tuan? Apa ada yang salah? Kenapa semua terlihat tidak baik baik saja? Neng Oledia.. neng Leticia kenapa terkejut melihat Bibi?” Bi Tutik yang tidak tahu apa apa merasa terheran heran melihat reaksi dan situasi mereka saat ini.


”Oh tidak apa apa Bi..” ucap Oledia dan Leticia bersamaan.


Bi Tutik pun menghampiri mereka, dan bergabung dengan mereka di ruang tamu. Saat Bi Tutik ingin duduk di kursi dan ingin mengobrol lebih banyak tentang hal ini, Toma pun pergi ke atas meninggalkan mereka bertiga di ruang tamu.


“Aku ke atas kalian di sini saja” Toma yang beranjak dari duduknya dengan membawa laptop di tangannya.


“Jika tidak ada yang perlu dikerjakan ataupun di lakukan lagi kalian berdua... Oledia dan Leticia, kalian bisa pulang” Toma berjalan menaiki tangga.


Mereka bertiga terkejut melihat Toma meninggalkan mereka seperti itu.


“Tidak ada yang perlu ku katakan lagi” ucap dingin Toma kepada Bi Tutik.


“Loh.. tuan ada apa ini? tidak biasanya tuan seperti ini..” Bi Tutik yang masih bertanya tanya tentang hal ini.


“Sepertinya aku benar-benar melakukan sebuah kesalahan besar hari ini” Leticia yang menyalahkan dirinya atas kejadian ini, walaupun dia tau bahwa ia tidak sepenuhnya bersalah atas kejadian ini.


“Aku tidak menyangka bahwa hal yang aku lakukan hari ini berdampak sangat besar bagi Toma” Oledia yang masih merasa tidak bersalah.


Seketika suasana di antara mereka bertiga terasa menjadi canggung dan tidak nyaman, Oledia pun memutuskan untuk membuka pembicaraan di antara mereka.


“Bi, Oledia pulang ya Bi.. di sini tidak ada lagi yang perlu Oledia lakukan, terimakasih banyak atas minuman dan cemilannya bi” ucap Oledia dengan membereskan barang-barangnya.


Oledia pun meninggalkan rumah Toma, dan di rumah Toma hanyalah tersisa Leticia.


Leticia yang melihat Oledia pergi tanpa melakukan apapun, akhirnya Leticia memutuskan untuk membereskan barang-barang yang berada di ruang tamu Toma.


“Bibi saja neng yang membersihkan ini semua” Bi Tutik yang terkejut dengan Leticia.


“Tidak apa apa Bi, ini akan aku rapihkan” Leticia yang meyakinkan Bi Tutik.


Akhirnya Leticia dan Bi Tutik pun memutuskan untuk membersihkan ruang tamu itu bersama sama.


Setelah semua beres dan rapih, Leticia memutuskan untuk pulang kembali ke kosannya.


“Bi, ini semua sudah rapih dan aku mau pulang.. terimakasih banyak sebelumnya bi” ucap Leticia kepada Bi Tutik.


Bi Tutik yang mendengarkan itu sedikit terkejut dan berusaha memberhentikan Leticia, dan Bi Tutik berusaha mengajak Leticia makan terlebih dahulu baru ia bisa pulang.


“Tunggu neng, sebaiknya kamu makan dulu di sini.. Bibi sudah memasak lebih hari ini, karena tuan yang memintanya sendiri.. jadi neng bibi harap makan terlebih dahulu baru pulang” Bi Tutik menarik Leticia dengan lembut ke arah meja makan.


“Tidak apa apa Bi, saya tidak lapar” Leticia yang berusaha menolak ajakan Bi Tutik.


“Aduh neng.. bibi masak banyak loh ini, dan yang makan ini hanya tuan saja.. jadi kalo neng pulang tanpa makan terlebih dahu malah makan ini terbuang sia sia” Bi Tutik yang memperlihatkan hidangan makanan itu.


Leticia yang tidak bisa menolak ajakan Bi Tutik, akhirnya ia pun memutuskan untuk makan terlebih dahulu di rumah Toma sebelum ia pulang.


*******


“Tak..Tak..Tak..” bunyi langkah kaki yang mendekat.


“Masih belum pulang?!” Toma yang terkejut.