Leticia

Leticia
Bab 19 : Ada Apa Dengannya?



Akhirnya Roy memutuskan untuk menggedor-gedor pintu kosan Leticia itu, dan Roy mencoba menelpon ke nomor Leticia.


“Ring..ring..ring”... “Dakg..dakg..dakg..” bunyi suara handphone Leticia dan bunyi suara gedoran pintu kamar kosan Leticia yang di buat Roy.//


“Huh?” suara Leticia yang kebingungan.


“Ada apa ini? Banyak sekali suara” Leticia melihat handphonenya itu.


“Oh ini dari kak Roy” Leticia segera mengangkat telepon dari Roy.


“Hah.. Leticia mengangkat telepon dari ku..” Roy langsung mendekatkan handphonenya itu ke telinga kirinya.


“Kak Roy.. ada apa kak? Kenapa kakak telepon aku pagi pagi seperti ini?” tanya Leticia kepada kak Roy lewat telepon itu.


“Kamu sedang di mana sih? Kakak dari tadi ketuk pintu kamar kosan kamu tapi gak ada jawabannya sama sekali.. Pagi? Ini sudah siang Leticia.. sekarang buka pintu kamar kamu.. ini kakak ada di luar dari tadi” Roy menjawab pertanyaan Leticia.


Mendengar hal itu dari Roy, Leticia pun beranjak dari tempat tidurnya dan menuju pintu kamarnya itu.


“Ugh!! Badan aku sakit sakit semua.. apalagi kepala, kening dan lengan kiri ku ini.. sepertinya karena semalam aku tidak buru-buru mengobatinya luka luka ku ini” Leticia berbicara dalam hati sembari berjalan menuju pintu kamarnya itu.


“Kryeekkk...” pintu kamar kosan Leticia terbuka.


“Hah?!! Apa yang terjadi sama kamu Leticia?!!” Roy yang terkejut melihat Leticia dengan kening terluka dan lengan bajunya yang penuh darah.


Roy langsung menaruh makannya itu di atas meja Leticia, dan segera menuju ke Leticia kembali untuk melihat keadaannya yang lebih jelas.


“Ada apa Leticia? Bilang sama kak Roy.. apa yang sebenarnya terjadi sama kamu” dengan melihat kening dan lengan kiri Leticia dengan seksama.


“Aku tidak ingin membuat kak Roy khawatir karena aku, aku tidak bisa dan tidak boleh menceritakan apa yang telah terjadi semalam, aku sudah banyak menyusahkan kak Roy.. dan sekarang aku tidak ingin membuatnya khawatir karena diri ku ini”


Leticia berbicara kepada dirinya sendiri untuk meyakinkan dirinya, agar ia sebisa mungkin tidak akan pernah menceritakan semua hal yang terjadi semalam kepada Roy.


“Kak Roy tenang dulu kak, masuk dulu ayo jangan di depan pintu gak enak di lihat nya” Leticia menarik Roy masuk ke dalam kamarnya.


“Ini aku gak ada apa apa kok kak, sungguh.. aku cuma jatuh aja kemarin” Leticia mencoba menenangkan Roy dengan kata-katanya.


“Bagaiman bisa kamu jatuh dengan luka luka yang seperti ini? luka luka ini tidak terlihat luka akibat jatuh..Terus kenapa kamu belum ganti baju mu? Bukankah ini baju kemarin yang kamu gunakan untuk ke rumah teman mu itu?”


“Aku sungguh tidak apa apa kak, aku hanya..”


“Apa luka luka ini sudah kamu obati?” Roy memotong pembicaraan Leticia.


“Belum kak”


“kenapa belum Leticia? Sini duduk biar kakak obati.. kak Roy ambil dulu obat luka di rumah kakak” Roy membuat Leticia duduk di ranjang itu dan pergi menuju pintu keluar kamar kosan Leticia.


“Kak Roy.. tidak perlu” Leticia menarik lengan Roy dan menunjukkan kepada Roy bahwa dirinya mempunyai obat luka itu.


“Luka luka yang ada di lengan kiri dan kening mu itu.. kakak bersihkan terlebih dahulu menggunakan alkohol sebelum kakak memberikan obat luka itu pada kamu oke?.. kalau sakit bilang kakak, kak Roy akan lebih pelan-pelan mengoleskannya”


Roy pun mulai mengobati luka luka yang ada di tubuh Leticia dengan sangat pelan dan hati-hati.


“Ughh perih..” Leticia merasakan kesakitan.


Roy yang melihat raut wajah Leticia yang terlihat kesakitan, akhirnya Roy pun lebih pelan dan hati-hati saat mengobati luka Leticia itu.


“Kak Roy sudah selesai, hati hati dengan luka dan tubuh mu itu.. seorang wanita tidak baik mempunyai bekas luka apalagi di wajahnya.. kalau kamu terluka lagi langsung segera di obati ya.. kejadian seperti ini kakak harap tidak terjadi lagi” Roy membereskan obat luka itu kembali.


“Terimakasih banyak kak Roy, kakak mau membantu aku” dengan memberikan senyum yang tulus.


“Iyaa Leticia, sebaiknya kamu juga segera mengganti pakaian mu itu, dan segera makan.. kamu pasti belum makan bukan? makanannya ka Roy taruh di sana” menunjuk ke arah makanan itu.


“Baik kak terimakasih banyak sekali lagi”


“Kak Roy ada di kamar kakak, kalau kamu butuh sesuatu panggil kakak saja ya Leticia.. jangan seperti ini lagi” Roy memberikan senyuman kepada Leticia dan meninggalkan Leticia di dalam kamarnya.


Di dalam kamarnya Roy masih tidak habis pikir, dan masih bertanya tanya tentang semua hal yang terjadi pada Leticia ini.


“Ada apa dengan Leticia? Bagaimana dia mendapatkan semua luka itu di tubuhnya? Sebelumnya ia tidak kenapa kenapa.. lantas bagaimana itu bisa terjadi padanya” pikir Roy mengenai Leticia.//


Tidak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu dari kamar Roy.


“Tok..Tok..Tok..” suara ketukan pintu.


“Kryeekkk...” Roy membuka pintu kamar kosannya itu.


“Hah? Leticia ada apa? Apa ada sesuatu yang terjadi pada kamu?” Roy yang terkejut karena ternyata yang mengetuk pintu kamar kosannya adalah Leticia.


“Aku mau mengembalikan piring kakak, terimakasih banyak ya kak atas makanannya.. makanan yang kak Roy buat lezat sekali” memberikan piring itu kepada Roy.


“Oh iyaa.. sama-sama Leticia, omong-omong kamu mau pergi kah?” Roy mengambil piring itu dari tangan Leticia, dan ia bertanya kepada Leticia karena Roy melihat Leticia berpakaian rapi seperti ingin pergi.


“Iyaaa kak.. aku ingin pergi sebentar ke pasar swalayan dan ke toko baju di dekat sini” ucap Leticia.


“Apa perlu kakak antar kamu ke sana?”


“Tidak perlu kak, aku bisa sendiri terimakasih banyak atas tawarannya kak Roy” Leticia meninggalkan Roy dengan senyuman manis.


******


“Wah ternyata pasar swalayan di dekat sini cukup besar ya” Leticia melihat sekeliling pasar swalayan itu.


“Aku harus membeli yang aku butuhkan sekarang.. aku harus pergi ke sana sepertinya” Leticia menuju ke suatu tempat.