
Leticia menghentikan tangisnya dan mulai memakan makanan yang Roy berikan kepada Leticia. Leticia memakan makanannya dengan lahap.
“Nasi goreng buatan kak Roy sangat enak”, ucap Leticia dalam hati.
Leticia pun menghabiskan makanannya dan mencuci perlengkapan makannya, untuk dikembalikan kepada Roy esok hari.
Leticia menuju tempat tidurnya dan mulai berbaring, dengan cara tidak sengaja Leticia mengingat hal itu yang terjadi di sekolah. Leticia cemas akan esok hari tentang bagaimana nasibnya.
“akan kah esok aku baik baik saja? bukankah besok mereka merundung ku kembali? Apa yang harus aku lakukan esok?”Leticia yang bertanya tanya di dalam kecemasannya.
“hiks...hiks...hiks...” air matanya mengalir kembali membasahi kedua pipinya.
Leticia berusaha tertidur, kemudian ia mulai menutupi tubuh dan wajahnya dengan sebuah kain. Leticia pun terlelap dari tidurnya dengan keadaan seperti itu.
*******
“Tok...Tok...Tok...” seorang pria mengetuk sebuah rumah.
Karena tidak mendapat respon, akhirnya pria itu bertanya dengan ibu ibu yang sedang berkumpul di lapangan umum.
“permisi Bu.. saya mau bertanya, perempuan yang tinggal di sini bernama Lola kemana ya Bu? Kok saya ketuk pintunya tidak ada respon? Dan rumahnya gelap” tanya pria itu dengan seorang tetangga yang tinggal dekat rumah itu.
“saya kurang tau mas, tapi sepertinya Lola sudah pindah rumah karena beberapa hari ini tidak ada kabar dan keadaan rumahnya terlihat sepi tidak ada orang, mungkin tetangga sebelah tau?” bertanya dengan seseorang disebelahnya.
“oh itu saya pernah liat, Lola pergi dengan baju bajunya ketika saya sedang membereskan sendal di malam hari.. mungkin sekitar jam 10 malam.” jawab seorang tetangganya yang lain.
Mendengar pernyataan dari tetangga, pupil mata pria itu membesar seakan akan dia sangat terkejut dengan kejadian hari itu.
“terimakasih banyak ibu-ibu, atas informasinya” dengan memberikan senyuman kepada ibu ibu itu.
Kemudian pria itu berjalan perlahan meninggalkan ibu ibu tersebut. Pria itu dari kejauhan terlihat tampak marah dan kesal, karena ia terlihat mengerutkan dahinya.
“sialan Lola!! Pergi kemana kamu? Kenapa kamu pergi ninggalin aku dan memutuskan untuk pergi!! Aku akan cari kamu, tunggu saja Lola” ucap pria itu dalam hati dengan memberikan senyuman kecil.
******
Suasana dingin pagi hari seakan menyambut Leticia untuk bangun dari tidurnya, karena sinar matahari pagi tidak terlihat menyinari kamar Leticia.
Leticia terbangun dari tidurnya dan berusaha melupakan hal telah terjadi di sekolah kemarin dan ia mencoba memulai harinya kembali.
Leticia pergi mandi dan mulai mempersiapkan diri, dengan memakai seragam sekolahnya dan menyiapkan beberapa buku di tasnya.
Leticia keluar dari kosan dan tidak lupa ia juga membawa piring Roy untuk dia kembalikan.
“Tok...Tok...Tok...”, Leticia mengetuk pintu Roy.
“pagi kak Roy, ini aku mau kembalikan piring kakak, omong-omong nasi goreng buatan kak Roy enak banget kak” memberikan piringnya dengan memuji masakan Roy.
“wah syukur deh kalau kamu suka”, senyum Roy.
“aku berangkat dulu ya kak”, perlahan meninggalkan kamar Roy.
“jangan lupa pulang sekolah datang ke kafe XX ya!!”, teriak Roy.
“okke kak”, terik Leticia membalas ucapan Roy.
Leticia pergi ke sekolah seperti biasa dengan jalan kaki.
“Tiitt..” suara klakson mobil.
Leticia yang mendengarnya secara tiba-tiba ia terkejut, dan heran siapa yang mengklakson kan mobil kepadanya. Kemudian mobil itu perlahan mulai menepi mendekati Leticia.
“jalan kaki? Aduh gak jaman! Jaman sekarang tuh pake mobil!” ucap orang itu yang ternyata Toma.
Leticia terkejut dengan Kata-kata yang terucap dari bibir Toma.
“sini deh kamu naik mobil bareng aku, biar kamu ngerasain rasanya naik mobil mahal, pasti kamu belum pernah naik mobil mahal kan?” dengan suara mengejek.
Leticia hanya bisa berjalan perlahan untuk menolak ajakan Toma dengan mengabaikannya. Leticia yang hanya punya harga diri, merasa Toma menyakiti harga dirinya dengan kata kata ejekannya.
“kenapa dia bisa berbicara seperti itu? apakah aku sangat terlihat buruk dimatanya?” Leticia yang sedih atas perilaku Toma terhadapnya.
“kok gak jawab? Ya udah kalau kamu tidak mau, nih abil saja ini! Pasti kamu belum sarapan bukan?” Toma melemparkan sepotong roti.
Roti itu jatuh tepat di kepala Leticia, Leticia yang telah murka mengembalikan rotinya ke dalam mobil dengan cara yang sama dengan melemparnya.
“terimakasih aku tidak butuh” Leticia langsung meninggalkan Toma.
“Hah apa apaan ini?! kenapa dia meninggalkan aku gitu aja secara tiba-tiba?! maksudnya dia apa!” Toma yang marah kepada Leticia.
Toma yang merasa marah dan kesal terhadap Leticia, akhirnya ia mengendarai mobilnya dengan cepat dan ia hampir ingin menabraknya.
Leticia terkejut dengan tindakan balasan dari Toma, hingga Toma berbuat seperti itu yang membuat dirinya mudah terluka. Akhirnya Leticia berhenti menepi sebentar untuk menenangkan dirinya dan kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke sekolah.
*******
Leticia memasuki area sekolah dan hendak pergi menuju ruang kelas, sesampainya Leticia di pintu ruang kelas seseorang membuka pintunya dan..
“pakk...” seseorang menampar pipi kiri Leticia.