Leticia

Leticia
Bab 10 : Kejadian yang Tak Terduga



Pada saat itu juga Roy menanggapi pelukan Leticia, dengan mengusap punggungnya sambil berusaha menenangkan tangisan Leticia.


“Ada apa Leticia? Kenapa kamu menangis? Kamu kasih tau kakak hasilnya dong.. dan jangan menangis saja” mengusap kepala Leticia.


“Huh? kenapa aku memeluk kak Roy, dan menangis di pelukannya?” sadarnya dalam hati.


Leticia yang menyadari hal itu ia pun akhirnya tersadar, dan langsung melepaskan pelukannya dari Roy. Kemudian Leticia menghapus air mata di pipinya dan memberhentikan tangisnya itu.


Lalu Leticia mengatakan hasil wawancaranya kepada Roy dengan segera.


“Kak.. Roy aku di terima” berbicara dengan keadaan wajah yang sembab.


Roy yang terkejut setelah mendengarkan Leticia membagikan hasil wawancaranya itu kepadanya, Roy pun tidak bisa menahan kebahagiaannya dan langsung memeluk erat Leticia.


“Huh?” terkejutnya Leticia, melihat reaksi Roy setelah mendengar hasil wawancaranya.


“Kenapa kak Roy tiba tiba memelukku seperti ini?” tanya Leticia dalam hati.


Leticia tidak bisa berbuat apa apa, ia hanya terdiam kaku saat Roy memeluknya karena Leticia terkejut tentang hal itu.


Roy yang menyadari bahwa Leticia tidak merespon tindakannya, ia pun mengalihkan perhatiannya dengan melompat lompat kecil.


“Waahh selamat Leticia!!” memberi selamat kepada Leticia.


Leticia yang ingin merespon tindakan Roy itu, akhirnya ia pun ikut melompat lompat kecil dengan senyum dan keadaan mukanya yang sembab sehabis menangis.


“Kak Roy, karena kakak yang membantuku mendapatkan pekerjaan ini, sebagai balas Budi aku ke kakak, aku ingin di gajian pertama ku.. Aku traktir kakak untuk makan sepuasnya” ucap niat baik Leticia dengan mengeluarkan senyum bahagianya.


“Sungguh? Wahh janji ya.. dan jangan di ingkari...” Roy yang menjadi bersemangat sehingga mengeluarkan suara imutnya.


“Iyya aku sungguhan kak...aku janji dan gak akan aku ingkari janji ku ini” Leticia menekankan pernyataannya kepada Roy atas janjinya.


Setelah perbincangan itu selesai, Roy pun mengantarkan Leticia keluar dari kafe XX.


“Hati-hati di jalan Leticia”, Roy yang melambaikan tangannya ke arah Leticia.


Leticia pergi dari kafe XX menuju kosannya, di perjalanan ia melihat sebuah mobil yang berlaju cepat itu melewatinya kembali. Ketika melihat itu Leticia dikejutkan dengan fakta, bahwasanya mobil itu adalah mobil yang dikendarai Toma saat ia memberhentikan Leticia pada pagi hari.


Leticia yang tidak ingin ambil pusing dengan hal itu, akhirnya ia mengabaikannya dan melanjutkan perjalanannya menuju kosan.


*******


Pada saat itu Toma tidak menyadari, bahwa seorang wanita yang ingin tertabrak oleh mobilnya saat itu adalah Leticia.


Karena saat itu Toma sedang fokus bermain ponselnya dan tidak menyadari bahwa ada seseorang berjalan berdekatan dengan mobil yang dikendarainya.


Pada saat Toma menyadari bahwa ia ternyata hampir ingin menabrak wanita itu, fokus Toma saat itu hanyalah memberhentikan mobilnya di tepi jalan. Sayang saat itu Toma melewati wanita itu, dan ia sedang terburu buru akan sesuatu.


Jadi Toma berinisiatif untuk berputar arah kembali ke jalan itu, untuk meminta maaf kepada wanita itu dan menunggunya di pinggir jalan sebrang kafe XX.


Toma sudah menunggu wanita itu cukup lama di pinggir jalan itu , karena Toma yakin bahwa wanita itu masuk ke kafe XX itu.


Setelah menunggu lama di pinggir jalan, wanita itu terlihat oleh Toma. Dan betapa kagetnya Toma saat mengetahui wanita itu adalah Leticia.


Pada saat Toma ingin keluar dari mobil karena ingin menghampiri Leticia, ia di kejutkan lagi karena melihat seseorang pria keluar dari kafe itu dan melambaikan tangannya kepada Leticia.


Dan pada saat itu juga Toma mengetahui dan menyadari, bahwa pria yang melambaikan tangannya kepada Leticia itu adalah pria yang sama yang menjemput Leticia di sekolah hari itu.


Toma pun mengurungkan niatnya untuk turun dari mobil, akhirnya Toma memutuskan untuk pulang dan pergi dari situ.


*******


“Apa yang telah terjadi di hari ini? Apakah ini merupakan awal dari kebahagiaan ku, akankah aku akan terus mengalami kebahagiaan seperti ini dalam hidup ku? Ini pertama kalinya aku merasa bahagia dan beruntung.. aku tidak percaya hal sebaik ini terjadi padaku” ucapnya dalam hati.


Dan di perjalanan menuju kosan, Leticia tiada henti bersenandung kecil dengan memasang wajah yang tersenyum penuh kegembiraan.


Leticia pun sampai di kosannya, kemudian ia membuka pintu kamar kosannya dan mulai membersihkan dirinya.


Setelah Leticia selesai membersihkan dirinya, kemudian ia makan malam dengan makanan yang ia beli pada waktu istirahat di sekolah untuk Toma hari ini.


“Walapun sudah dingin, rasanya tidak berubah dan saat dimakan rasanya masih sangat lezat”ucapnya sambil menyendok makanan itu.


“kring....kring....kring...” suara ringtone handphone Leticia berbunyi, menandakan ada yang menelponnya.


Leticia yang sedang makan saat itu dikejutkan karena secara tiba-tiba handphonenya berbunyi. Karena Leticia jarang mendapat telepon dari seseorang, dan ia pun baru mengganti nomor teleponnya, respon yang Leticia keluarkan ia merasa terkejut dan ia merasa cemas.


“Siapa yang menelpon ku di malam hari begini? Apakah Dia? Bagaimana jika dia? Dari mana dia mendapatkan nomor telpon baru ku?” pikirnya dengan cemas.


Kemudian Leticia mendekati, mengambil dan melihat handphonenya itu, setelah melihat layar handphone miliknya Leticia pun terkejut ketika mengetahui siapa yang menelponnya malam itu.