Kingsley & Queenza

Kingsley & Queenza
Berbagai kaum bersatu



Selasa (07.23), 14 April 2020


----------------------------


Dua puluh empat guardian yang terdiri dari dua belas pasangan mendadak membeku begitu ujung pedang tertancap di dada Queenza, tepat di mana jantungnya berada. Mereka merasakan perubahan energi yang nyata di sekeliling mereka. Begitu kuat dan terasa membelit hingga menyesakkan, seolah ada banyak sekali makhluk yang mengepung mereka.


“Apa yang terjadi?” tanya guardian berambut cokelat yang bertugas membawa Queenza ke tengah hutan.


Tidak ada sahutan karena semua juga tidak mengerti. Sementara Emily menahan senyum namun masih dalam posisi siaga dengan pedang melintang di depan tubuhnya.


Guardian berperawakan tinggi besar yang tadi menancapkan pedang di dada Queenza membelalak lalu mundur hingga membuat yang lain turut mundur waspada. Pandangannya mengarah pada tubuh Queenza di tanah yang seolah menjadi debu lalu terbang hingga tak bersisa, meninggalkan pedang yang masih menancap di tanah. Bahkan darah Queenza yang membasahi beberapa pedang para guardian juga berubah menjadi debu yang kemudian menghilang, membuat pedang-pedang itu bersih seolah tak pernah digunakan.


“Apa ini jebakan?” seorang wanita guardian menghubuskan pedang ke arah Emily.


Kali ini Emily tidak menahan senyum lebarnya. “Walau terkadang tampak bodoh dan konyol, sekarang kuakui Kingsley adalah pengatur strategi yang luar biasa cerdik dan licik. Apa kalian punya permohonan terakhir?”


“Jalang—”


“Itu bukan permohonan,” gumam Emily lalu memukulkan pedangnya dengan keras ke arah pedang di yang menghunus ke dadanya.


TRAAANG!


Lalu gadis itu melesat mundur ke arah pepohonan. Saat dua orang guardian hendak mengejarnya, langkah mereka membeku mendengar geraman keras dari arah hutan.


GRRRAAAUUUMMMM!


Seolah itu adalah tanda, mendadak kumpulan werewolf, vampir, troll, ogre, dan ghoul menyerang mereka secara bersamaan. Meski makhluk-makhluk itu termasuk makhluk rendahan dengan kekuatan tak seberapa, tapi jika bersatu seperti sekarang, bahkan makhluk sekelas guardian pun akan tewas mengenaskan.


Dan itu terbukti beberapa menit kemudian, tanpa belas kasihan para guardian dicabik dengan brutal. Perlawanan kedua puluh empat guardian serasa tak berarti di hadapan lebih dari seratus makhluk yang menyerang mereka. Saat seorang guardian berusaha menyerang sekumpulan ghoul di depannya, dari arah samping para werewolf menerjangnya. Begitu pula yang dialami guardian yang lain.


“Wow, ini menyenangkan!” seru seorang lelaki muda dari bangsa vampir. Dia tampak tak berbahaya dengan wajah kekanakannya. Namun tampilan menipu itu seketika menghilang saat dia menggigit leher seorang guardian dengan brutal hingga nyaris putus.


“Ya, sangat menyenangkan! Kapan lagi kita bisa menginjak-injak makhluk sok berkuasa ini?” timpal seorang ogre yang bahkan tidak mau repot-repot menunjukkan wujud aslinya untuk bertarung.


Sementara itu dibalik pepohonan bersama sekelompok harpy, Emily memalingkan wajah dengan iba dan mual. “Mengerikan. Bagaimanapun aku adalah bagian dari guardian.”


“Seharusnya kau menuruti nasihat Kaisar untuk tidak ikut dalam rencana.” Jervis yang memimpin penyerangan berkata.


“Aku akan penasaran setengah mati kalau tidak ikut. Jadi aku tidak menyesal meski yah, agak sedih melihat mereka.”


“Itu juga yang kurasakan saat melihat teman-temanku dibantai para guardian. Dan pasti juga yang mereka rasakan.” Hendri mengedikkan dagu ke arah makhluk-makhluk yang menyerang para guardian dengan perasaan geram yang tak bisa ditutupi.


Emily tersenyum miris. “Takut dan hormat sangat bertolak belakang, iya kan? Meski kaum guardian dianggap sebagai pelindung Immorland, rakyat Immorland tunduk karena takut. Itu sebabnya saat kaum guardian jatuh rakyatnya bukan menolong, malah menyoraki dan malah membantu menginjak mereka.”


“Ya, benar.” Timpal Jervis. “Itu sebabnya Kaisar Kingsley selalu menjadi kaisar di hati rakyat Immorland. Kami tunduk bukan karena takut melainkan rasa hormat. Bahkan aku yang tidak hidup di masanya dan hanya mendengar cerita tentangnya, tidak bisa menahan rasa hormat.”


“Aku sungguh masih tidak percaya makhluk konyol itu seorang Kaisar,” Emily meringis. “Bisa-bisa Errie terkena serangan jantung begitu tahu.”


“Tolong jaga bicaramu.” Jervis masih berbicara dengan nada tenang namun sarat akan ancaman. “Beliau adalah Kaisar kita. Jangan membuat panggilan seenaknya.”


Emily membalas tatapan Jervis dengan sorot menantang. “Sebelum aku tahu bahwa Kingsley adalah seorang Kaisar, dia adalah temanku. Atau setidaknya teman bertengkar. Jadi aku tidak mau serta merta mengubah pandanganku tentangnya.”


Lalu Emily berbalik dengan gaya angkuh sambil mengibaskan rambut panjangnya. Pedangnya masih tergenggam mantap di tangan kanan.


“Kau mau ke mana?” tanya Hendri.


“Ke tempat Queenza. Tontonannya sama sekali tidak menarik,” sahut Emily seraya terus berjalan semakin ke dalam hutan.


“Memangnya kau tahu jalannya?”


Mendadak langkah Emily terhenti. Matanya melirik sekeliling tanpa menggerakkan kepala. Lalu ia menoleh kembali ke arah sepuluh harpy di belakangnya sambil meringis. “Ada yang bisa jadi pemanduku?”


Terdengar gerutuan dari para harpy termasuk Hendri. Lalu Jervis memberi isyarat pada salah seorang anak buahnya yang berambut gondrong untuk mengantar Emily ke rumahnya, tempat Queenza tengah menunggu dengan gelisah.


***


“Apa masih jauh?” tanya Kingsley akhirnya setelah mereka berjalan cukup lama.


Mochi berhenti lalu menoleh ke arah Kingsley. Lagi-lagi dia melompat-lompat sambil menunjuk ke arah selatan.


Kingsley menghela napas lalu duduk di atas daun kering dengan menyandarkan punggung pada batang pohon yang menjulang tinggi. “Mochi, kemarilah.” Panggilnya sambil melambaikan tangan meminta Mochi mendekat.


Mochi yang mengerti isyarat itu langsung melompat duduk di pangkuan Kingsley. Kingsley tersenyum melihat peliharaannya bergelung nyaman di pangkuannya. Dengan sayang, ia membelai lembut kepala Mochi.


“Kita sudah berteman sangat lama. Bahkan kita sudah berteman saat semua orang masih menghindariku seperti wabah mematikan.” Kingsley tersenyum mengenang itu. “Masa remaja adalah masa yang paling sulit dalam hidupku. Aku terpuruk dan kelaparan, hanya menunggu belas kasihan Queenza yang terus menemuiku secara diam-diam di hutan. Tapi saat dia tidak bisa datang lagi, aku tidak punya siapapun yang menguatkan langkahku. Hingga akhirnya kita bertemu, saat sekelompok troll mengejarmu karena mencuri buah-buahan milik majikan mereka.


Kingsley menghela napas. Sejenak memejamkan mata lalu kembali menatap mata besar Mochi. “Karena itu, sulit sekali bagiku menerima fakta bahwa kau tidak pernah benar-benar menjadi temanku. Bahwa pertemuan kita memang telah diatur. Dan bahwa seseorang mengawasi gerak-gerikku melalui dirimu.”


Seolah paham yang Kingsley katakan, mata Mochi semakin membesar. Lalu dia menggeliat hendak melarikan diri dari pangkuan Kingsley karena merasa nyawanya terancam. Namun Kingsley mengeratkan tangannya yang kini memegang erat tengkuk Mochi.


“Kau takut padaku?” Kingsley tersenyum sedih. Luka yang tampak jelas di matanya bukan sekedar akting. “Aku sudah tahu sangat lama, Mochi. Bahkan hanya dalam beberapa bulan kita saling mengenal. Aku melihat matamu, dan aku tahu bukan aku tuanmu. Tapi kupikir itu bukanlah masalah. Asal kau tidak mencoba menyakitiku atau orang-orang didekatku. Sama sekali bukan masalah. Kita adalah teman. Itu yang paling penting.


“Sekarang aku tidak bisa diam lagi. Kau dan tuanmu berusaha melukai pasanganku. Itu sudah diluar batas toleransiku. Tapi mengingat kita sudah berteman sangat lama meski kau tidak peduli dengan pertemanan kita, aku akan melepasmu untuk kembali pada tuanmu. Aku juga tidak akan bertanya siapa tuanmu. Biarlah waktu yang memberitahuku.”


Perlahan Kingsley melepas tangannya dari tengkuk Mochi namun hewan itu tidak langsung melompat pergi. Dia masih terus menatap Kingsley.


“Kalau kau bertanya bagaimana aku bisa tahu, jawabannya karena semua terlalu kebetulan.” Kingsley menyandarkan kepala sambil menatap langit Immorland yang tampak cerah. Ingatannya melayang pada kejadian semalam saat dia menemui Jervis.


Melihat Tristan dan Emily, Kingsley tahu ******** yang mengaku kaisar saat ini tengah menyiapkan pasukan yang terdiri dari para guardian terpilih dan pasangan manusianya untuk membunuh Kingsley dan Queenza. Dan mereka pasti tidak akan menunggu waktu lebih lama untuk menyerang karena akan lebih sulit melawan Queenza jika kekuatannya yang lama mulai muncul dan menyatu dengan tubuh manusianya seiring usia.


Tapi sungguh, saat itu Kingsley belum ada kecurigaan bahwa semua yang menimpanya di masa sekarang ada hubungannya dengan tuan pemilik Mochi. Kingsley bahkan berpikir pemilik Mochi sudah meninggal dan tidak hidup di masa sekarang.


Semalam Kingsley hanya menceritakan kegelisahannya pada Jervis tentang para guardian yang bisa bertindak licik untuk melancarkan aksinya. Dan ternyata Jervis juga sudah mendapat laporan dari Dixon yang ia tugaskan menjaga Queenza saat di luar rumah. Ada beberapa guardian yang mengawasi Queenza dan rumahnya.


“Memang sangat sulit melawan guardian apalagi dengan kemampuan yang tidak setara,” ujar Kingsley. “Tapi bukan mustahil. Saat menyerang mereka, kita harus memastikan mereka kalah jumlah dan dalam keadaan tidak siap. Serang mereka secara tiba-tiba dan ganas. Bukankah kau bilang kau juga memiliki beberapa makhluk kalangan bawah yang menyerahkan kesetiaan padamu? Mereka akan sangat membantu.”


“Ya, ada banyak.”


“Pasti kaum guardian tidak tahu.”


“Kalau mereka tahu, saya akan dianggap hendak memberontak lalu kami pasti dihabisi diam-diam. Padahal bukan begitu tujuan saya. Saya bahkan tidak pernah memaksa makhluk-makhluk itu menyerahkan kesetiaan pada saya. Mereka yang sukarela melakukannya.”


Kingsley tersenyum tipis. “Memang seharusnya begitulah seorang pemimpin. Tapi tidak bisa dipungkiri juga, ada beberapa orang yang tidak tahu diri hingga perlu diancam untuk menyadari batasnya.”


Jervis mengangguk setuju. “Menurut Anda kapan para guardian akan menyerang? Saya akan segera menyiapkan pasukan. Tinggal menunggu perintah Anda.”


“Bisakah kau membuat mereka siap bertarung sebelum fajar?”


“Tentu bisa. Saya hanya perlu memberitahu beberapa orang yang akan meneruskan informasi itu. Urusan di medan perang, mereka tinggal menggunakan insting alami mereka untuk menyerang.”


“Para guardian pasti akan menjauhkanku dari Queenza sebelum menyerang. Kita tunggu satu dua hari. Jika tidak ada tanda-tanda dari mereka, sepertinya kita yang harus bergerak lebih dulu memberi kejutan.”


“Tapi kaum guardian bisa teleportasi. Bagaimana jika mereka membawa Nona Queenza ke tempat yang jauh?”


“Jangan khawatir. Kalian juga akan pindah ke mana pun mereka membawa Queenza. Aku hanya perlu membuat segel di tubuh Queenza dan di tubuh kalian.” Kingsley diam sejenak sebelum melanjutkan. “Tapi yang jadi masalah adalah Queenza sendiri. Aku khawatir jika dia terlibat dalam rencana maka ratuku akan muncul kembali.”


“Bukankah itu bagus?”


“Sama sekali tidak bagus. Aku sudah memikirkan ini sejak Queen tetap bertahan di tubuh Queenza meski aku sudah memberi darahku. Sepertinya jika Queen semakin sering menguasai tubuh manusia Queenza, maka akhirnya jiwa Queenza yang sekarang akan menghilang. Dan bahkan saat usia dua puluh satu, Queenza tidak akan pernah memiliki tubuh abadinya kembali. Dia akan tetap hidup sebagai manusia biasa namun dengan jiwa sang ratu dryad dan beberapa kekuatan yang menyertai.”


“Tapi akhirnya dia akan menua dan mati,” Jervis menyimpulkan.


Kingsley mengangguk. “Dan juga terluka yang hanya bisa sembuh jika diobati, atau meminum darahku.”


“Itu berbahaya sekali.”


“Karena itu aku tidak bisa melibatkan Queenza. Harus ada yang menggantikannya.”


Jervis diam sejenak lalu dengan hati-hati mengutarakan yang dia pikirkan. “Ada seseorang dari bangsa harpy yang menjalin hubungan dengan manusia hingga memiliki anak. Ini memang melanggar aturan dan termasuk aib karena mereka hanyaa menikah dengan adat manusia. Tapi putri mereka bisa menyerupai wujud makhluk lain. Bahkan aroma dan aura tubuhnya juga.”


Kingsley tersenyum tipis. “Dulu aku kenal beberapa orang dengan kemampuan seperti itu. Segera kumpulkan mereka. Aku akan langsung menciptakan segel di tubuh mereka.”


“Baik, Yang Mulia Kaisar.”


Dan ternyata mereka tidak perlu menunggu lama. Baru saja tiba di rumah Queenza kembali, Kingsley merasakan Mochi memanggilnya. Awalnya masih tidak ada kecurigaan. Tapi setelah berbincang dan merasakan betapa Queenza sangat gelisah, Kingsley sadar Mochi juga bagian dari rencana para guardian. Karena itu dia langsung mengubah strategi dadakan, membawa Queenza ke kediaman Jervis dan membiarkan Queenza palsu bersama Emily karena Emily menolak ikut ke rumah Jervis.


Saat Queenza palsu dan Emily pergi, Kingsley tidak langsung menuju gerbang dimensi. Melainkah pergi ke rumah Jervis untuk memastikan pasukan mereka tahu apa yang harus dilakukan agar tidak ada yang terluka.


Kini Kingsley bisa merasakan bahwa segelnya mulai bekerja. Saat tubuh yang menyerupai Queenza terluka parah, dia hanya perlu memikirkan tubuhnya bertukar tempat dengan mereka yang telah menunggu dan juga memiliki segel Kingsley. Segel itu juga yang akan melindunginya dan membuatnya tidak terluka begitu pertukaran dilakukan.


“Sekarang pergilah, Mochi. Rencana tuanmu gagal. Sebaiknya kau hibur dia karena dia pasti sangat gusar.”


Ragu, Mochi turun dari pangkuan Kingsley lalu berjalan menjauh. Tapi baru tiga meter, dia berbalik menatap Kingsley seolah tidak rela pergi.


Kingsley menyunggingkan senyum lalu melambai. Hatinya sakit tapi dia sanggup bertahan. Satu lagi perpisahan yang harus terjadi dalam hidupnya.


-----------------------------


♥ Aya Emily ♥