
Dani langsung berjalan pergi setelah diancam dan diusir oleh para preman pemilik lahan.Ia pergi menyusuri jalanan yang biasanya sering ia lalui saat mencari barang rongsokan bersama Nyak,sambil berharap ada keajaiban untuk bisa bertemu dengan Nyak.
Setelah terus berjalan hingga menjelang sore ia menghentikan langkahnya,dan melihat ada penjual nasi bandeng yang sudah dibungkus yang menjadi langganan Nyak.Ia baru tersadar jika perutnya sudah berbunyi karena minta di isi dan ia dari pagi belum makan dan juga merasa haus.
'Sore Mbok Lastri,apakah tadi mbok melihat Nyak?',tanya Dani berharap Nyak mampir di warung mbok Lastri.
'Sudah dua hari Mbok tidak melihat Nyak mampir kemari,Mbok dengar tempat tinggal Nyak kebakaran yaa...?' ,jawab dan tanya Mbok Lastri.
'Iya Mbok,sudah dari siang saya berjalan mencari keberadaan Nyak'.jawab Dani
kemudian Dani memilih dan mengambil satu bungkus nasi bandeng,ia mengambil sendok lalu membuka bungkusan tersebut yang didalamnya berisi nasi,secuil ikan bandeng dan sambal.kemudian Dani memakannya dengan raut wajah sedih,ia memandang ke arah bangku kayu tempat ia dan Nyak biasa makan bersama.kemudian tampak ia menahan air matanya agar tidak menjadi perhatian orang-orang yang sedang makan.
Setelah makan,ia mengambil air minum dari teko air seperti biasanya.kemudian ia menyerahkan uang sebesar 50 Rupiah karena ia sudah hafal di kepala harga sebungkus nasi bandeng.
'Ini Mbok uangnya,terima kasih,saya harus segera pergi ke penampungan,mungkin Nyak sudah menunggu disana'.kata Dani .
'Iya nak hati-hati di jalan,semoga kamu lekas bertemu dengan Nyak',jawab Mbok Lastri sambil menerima uang pembayaran.
kemudian Dani segera pergi,dan tujuannya yang pertama adalah kembali ke balai kelurahan dan berharap Nyak masih hidup dan sudah menunggunya disana.
Satu jam kemudian Dani tiba di kelurahan,ia mencari beberapa orang yang ia kenal,setiap orang yang ia temui jawaban mereka nihil,seharian ini tidak ada diantara mereka yang melihat Nyak.
Setelah lama bertanya kesana-sini mencari Nyak,Dani merasa badannya sangat lelah ditambah ia tadi terlambat makan,ia duduk diatas sebuah tikar yang disiapkan oleh petugas kelurahan.Dani berpikir kembali dan akhirnya ia tersadar bahwa benar apa yang dikatakan oleh tetangganya tadi yang melihat Nyak bersujud,dan ia tahu tetangganya adalah orang yang jujur dan baik,dan ia pernah merasakan kebaikan dari orang itu karena ia beberapa kali ditawari makan olehnya sewaktu pulang sekolah,karena Nyak sudah berangkat kerja.Dani semakin paham karena mengingat bekas roda besi gerobak Nyak yang terbakar,ia tahu sebab Nyak pergi kerja pasti selalu membawa gerobaknya.
Beberapa orang laki-laki dewasa baru pulang dari lokasi kebakaran,dan tampang mereka sangat kesal,marah dan sedih,ternyata mereka mendapatkan masalah disana,kemudian mereka adabyang berteriak meminta bertemu pak lurah.Tetapi pak lurah sudah pulang dan akan menemui mereka besok pagi.Dani hanya mendengarkan mereka sekilas dan tidak menghiraukannya.
Setelah termenung lama,akhirnya Dani merasa mulai mengantuk,dan ia menaruh tas ranselnya,dan mengeluarkan isinya yaitu satu pasang pakaian pergi dan sebuah selimut kecil seukuran tubuhnya yang tipis ,ia kemudian mengganti seragam pramukanya dengan satu-satunya baju dan celana panjang terbaiknya yang dibelikan oleh Nyak saat lebaran kemarin,rencananya akan dia pakai sebagai baju ganti untuk kegiatan dihari minggu di akhir acara perkemahan,kemudian ia melipat baju Pramukanya dan memasukkan kembali ke dalam tas sekaligus menjadikan tasnya sebagai bantal tidur.Dani akhirnya tertidur pulas diatas tikar itu bersama-sama beberapa orang.
Esoknya sekitar jam 6 pagi,Dani terbangun dan badannya sudah tidak lelah lagi,ia melihat beberapa orang temannya yang tampaknya akan berangkat ke sekolah.Kemudian salah seorang teman sekelasnya menghampirinya.
'Dani,kamu kenapa belum bersiap,apakah kamu tidak berangkat ke sekolah?",tanya Sugeng teman sekelasnya
"Tolong aku ya ...,sampaikan ke pak guru jika hari ini aku tidak bisa hadir karena seragam merah-putihku beserta buku pelajaran sudah hangus terbakar" ,terang Dani kepada Sugeng kawannya sekelas.
Pagi-pagi sekali terlihat para Ibu-ibu sudah menyibukkan diri di dapur umum dadakan.Dani ingin sekali mencuci mukanya dan ia pergi ke kamar mandi umum dan darurat,yaitu tiang bambu yang disekelilingnya diberi kardus bekas sebagai dindingnya setinggi badan pria dewasa dan tanpa atap.didalamnya terdapat sebuah ember besar dan air yang terus mengalir dari sebuah selang air.Terlihat beberapa orang yang sedang mengantri.
"Dik,jika kamu mau berangkat ke sekolah langsung maju ke depan,tidak perlu mengantri !",seru salah seorang Bapak-bapak.
"Saya tidak ingin ke sekolah,hanya mau cuci muka saja",kata Dani yang sadar bahwa ia tidak mempunyai peralatan mandi.
"Jika begitu tetap sesuai antrian",kata Bapak tersebut.
Setelah antri cuci muka Dani kembali ke tempat tikar dia tidur tadi,kemudian dia kembali duduk dan mulai melamun.
Dani tidak tahu harus bagaimana selanjutnya,ia tidak mempunyai keluarga dan tempat tinggal.Mau sekolah saja ia tidak mempunyai buku dan seragam.
Kemudian ada pengumuman dari pegawai kelurahan bahwa nanti akan ada rapat pertemuan antara Pak Camat,Pak Lurah,Kapolsek dengan perwakilan warga sekitar jam 10 pagi.
Dani cuek dan tidak peduli hal itu karena ia bukan pria dewasa selain itu ia masih belum paham tujuan dari pertemuan itu.
Sekitar jam 8 pagi Kepala Sekolah datang ke penampungan,ia dibantu dengan empat guru beserta salah seorang pegawai kelurahan datang untuk mendata para siswanya,mulai dari kelas satu hingga kelas 6 SD.Kepala sekolah membagikan kertas edaran surat pemberitahuan kepada seluruh wali murid ataupun murid yang ditemuinya.Isi dari surat tersebut adalah dikarenakan ada musibah kebakaran,maka para siswa dapat hadir ke sekolah untuk sementara waktu tanpa seragam dan sepatu,Jika masih dalam kondisi trauma dan tidak memungkinkan untuk hadir ke sekolah maka diwajibkan datang pada saat ujian kenaikan kelas,khusus kelas 6 wajib hadir sesuai tanggal Ebtanas.waktu ujian dan jadwal terlampir.
Setelah membaca surat pemberitahuan tersebut,Dani segera menyimpannya ke dalam tas sekolahnya.
"Aku harus lulus dari sekolah SD,aku tidak mau pengorbanan Nyak selama ini sia-sia jika aku tidak lulus".gumam Dani dalam hati.
Lima menit kemudian datanglah rombongan Ibu-ibu yang keluar dari dapur umum membawa tumpukan nasi bungkus,mereka membagikan kepada para warga korban kebakaran.
"Terima kasih Ya Allah, hari ini masih diberikan rezekimu",Doa Dani sambil membuka nasi bungkus dan juga air minumnya.