
Sudah beberapa hari setiap pulang dari sekolah,Dani langsung menuju ke ruang UKS,terkadang Kepala Sekolah datang memeriksa,beberapa kali Kepala Sekolah,Pak Rahmat dan beberapa orang guru datang ke ruang UKS untuk menjenguknya,mereka ada yang datang untuk memberi makanan ada juga yang memberikan nasehat,termasuk Kepala Sekolah yang saat ini sedang mencarikan orang tua asuh untuk Dani.
Setiap pulang sekolah Dani selalu membuka buku pelajarannya kembali dan mengulangnya sampai bisa.ia berusaha keras untuk belajar,biasanya sekitar jam 1 siang ia sudah berada di tempatnya Pak Nonot untuk makan siang bersama-sama Pak Nonot,karena jam 1 siang Pak Nonot sudah selesai mengunci semua ruangan sekolah.
"Setelah lulus sekolah rencana kamu apa nak?",tanya Pak Nonot.
"Saya belum tahu Pak,yang jelas saya ingin meneruskan ke sekolah SMP",jawab Dani.
"Lalu bagaimana dengan biayanya Nak?"
"Untuk biaya saya ada sedikit tabungan,mudah-mudahan cukup hingga saya menyelesaikan SMP".terang Dani.
"Syukurlah jika begitu,hanya saja mohon maaf Bapak tidak bisa bantu apa-apa,Bapak hanya bisa mendoakan semoga kamu bisa sukses dan meraih cita-citamu".Doa Pak Nonot.
"Terima kasih Pak,Doa dari bapak akan menjadi bagian dari keberhasilan saya,Amin".
Setial hari Dani selalu berusaha giat belajar,sore hari itu ia sedang belajar di atas pohon jambu,sewaktu sedang belajar ia merasa gatal pada bagian dalam daun telinga bagian bawah dikarenakan sebuah semut merah yang jatuh dari atas pohon jambu menggigitnya.
"Aduhh...semut merah,pantas saja sakit sekali",gumam Dani sambil ia turun dari pohon dan menuju ke kamarnya di ruang UKS.
Setibanya ia diruang UKS,ia mengambil botol minyak tawon yang ada di kotak P3K,lalu sambil berkaca dan memegang bawah daun telinganya,terdapat bentol kecil akibat gigitan yangbterasa sedikit perih dan gatal.
Dani mengoleskan minyak tersebut ditempat yang terkena gigitan sambil menghadap cermin besar yang ada di UKS,sewaktu ia mau mengoleskan minyak ke bagian dalam bawah telinganya ia melihat tato tanda lahir berupa bulan kecil.
"Tanda apa ini?,seperti tanda bulan",gumam Dani.
Tanda bulan itu sangatlah kecil,terletak di bagian kecil telinga bawah kanan yang sekilas tidak terlihat.Ia baru menyadarinya sekarang karena selama ini ia tidak pernah mempunyai cermin selama tinggal di lingkungan pemulung,ia sebenarnya setiap habis mandi selalu menyisir rambutnya menghadap ke cermin selama tinggal di UKS,tetapi ia tidak pernah membalikkan bagian dalam telinganya.
Kemudian setelah mengobati gigitan semut tersebut,Dani tidak memperdulikan daun telinganya,ia kembali fokus belajar untuk menghadapi ujian,sambil mendengarkan lagu-lagu Love First Degree dari Bananarama yang sedang hits saat itu yang sedang di siarkan oleh radio Prambors.Biarpun ia kuper dan ga paham lagu-lagu yang sedang trend saat itu,ia menikmati setiap lagu yang bisa membuatnya semangat belajar.
Hari Ujian telah tiba,Dani sudah memasuki kelas dan ia berdoa semoga ia diberikan kemudahan.ia mengecek kembali peralatan tulisnya,kemudian ia duduk di bangku yang sudah ditentukan.
Bel tanda masuk kelas berbunyi,dua orang guru yang tidak dikenalnya memasuki kelas dengan didampingi oleh Kepala Sekolah,mereka memperkenalkan diri nama dan asal sekolah tempat mereka mengajar.
"Anak-anak,selama kalian ujian maka nanti pengawas kalian akan berbeda-beda,karena akan ada sistem silang pengawas",kata salah seorang guru.
"Baik Bu Guru",jawab semua murid,kebetulan kali ini semua pengawas adalah guru wanita.
Salah seorang guru menyobek sebuah map coklat yang masih tersegel,dan mengambil soal-soal ujian dari dalam map tersebut,lalu membagikannya kepada para siswa.
"wahh ternyata soalnya sangat sesuai dengan buku PMP yang kubaca",gumam Dani senang dalam hati,setelah membaca soal ujian tersebut,ia sudah membaca dan menguasai mengenai arti Pasal- Pasal dalam UUD45,dan ada soal mengenai REPELITA dalam soal ujiannya yang menyatakan bahwa setelah itu Indonesia akan tinggal landas yang diajarkan oleh guru-guru sekolah pada masa itu.
"Terima Kasih Ya Allah,karena dimudahkan dalam ujian ini",Doa Dani dalam hati.
Sudah tiga hari ujian terlewati dan seminggu terlewati dan tibalah saat pengumuman hasil ujian.Kepala Sekolah dan Wali Kelas memasuki kelas.Para siswa kelas 6 sudah tidak sabar untuk menerima hasil nilai ujian mereka.
"Anak-anakku sekalian,hari ini Bapak akan membagikan amplop yang berisi nilai hasil ujian kalian,dengan hasil NEM ini semoga kalian mendapatkan nilai yang bagus dan cukup untuk memasuki Sekolah lanjutan yang kalian idam-idamkan,dan Bapak harap setelah kalian menerimanya kita kan membukanya bersama-sama",kata Kepala Sekolah.
"Baik Pak,terima kasih",jawab para siswa.
Kemudian Kepala sekolah memanggil nama kami satu persatu dan membagikan sebuah amplop tertutup yang berisi nilai total hasil ujian.
"Dani Rezber",panggil Kepala Sekolah sambil tersenyum.
"Iya Pak",jawab Dani sambil maju kedepan menerima amplop.
Setelah semua siswa dipanggil dan menerima amplop mereka.
"Ayo kita buka bersama sambil mengucapkan doa Bismillah",ajak Kepala Sekolah.
"Bismillah...",teriak semua siswa sambil membuka amplop tersebut.
"Alhamdullilah Ya Allah,nilaiku 46,93",gumam Dani dalam hati senang sambil memeluk amplop nilainya dan menitikkan air matanya karena senang.
Dani teringat Nyak,seandainya Nyak masih ada tentunya Nyak akan senang melihat hasil nilainya,dan ia bisa berbagi kebahagiaan ini.
"Anak- anak,kali ini ada 2 orang siswa kita yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke sekolah SMP, sedangkan untuk nilai tertinggi di sekolah kita,selain itu ia juga menjadi juara tingkat Kotamadya serta juara lima besar tingkat Provinsi adalah Dani Rezber....Selamat Nak",Panggil Kepala sekolah maju.
"Terima kasih Pak",jawab Dani.
"Berapa NEM kamu nak?",tanya Kepala Sekolah.
"46,93 Pak",jawab Dani.
Semua murid terkejut dan senang mendengarnya,karena sang ketua kelas bisa meraih 5 besar tingkat Provinsi.
"Selamat Nak,ini adalah sejarah nilai tertinggi di sekolah kita".kata Kepala Sekolah.
Acara pengumuman pembagian nilai hasil ujian telah selesai,dan semua siswa dinyatakan lulus.
Kepala sekolah mengajak Dani ke ruangannya,ia memberikan selamat kembali,setelah itu memberitahukan bahwa setelah ini akan membantu Dani mencari tempat tinggal baru di sekolah yang Dani pilih,dan akan membicarakannya setelah acara Perpisahan Kelas,selain itu Dani di beri izin untuk tinggal di UKS,agar ia bisa mencari sekolah lanjutannya hingga sebelum tahun ajaran baru dimulai.