
Hidup yang dilalui Dani kecil sangatlah sulit dan terlihat sangat berat untuk seorang anak seusianya.tapi itu semua terbayarkan oleh kasih sayang dari seorang Nyak.Setiap malam sebelum tidur Nyak selalu membelai kepala Dani kecil.
Nyak seorang wanita tua yang menjelang umur 60 tahun,hidup dalam kesendirian,ceritanya jaman perang dulu orang tuanya dibunuh oleh penjajah ,ia sedari kecil di Jakarta tidak tahu dimana kampung halamannya berasal dan tidak tahu siapa keluarganya.Ia pernah menikah muda,tetapi suaminya juga sama dibunuh oleh penjajah.ia sekarang hidup sendirian tanpa keluarga hingga q
Setelah sekian tahun,waktu berlalu dengan cepat tak terasa,sekarang Dani sudah kelas 6 SD dan berumur 11 tahun,Ia sudah menjadi juara 1 di kelas dan sudah mempunyai beberapa kawan di sekolah,ini semua akibat dari kecerdasannya.
Sore ini Dani sudah bersiap dengan seragam Pramukanya,rencananya para Pramuka Siaga kelas 4 hingga 6 mau ada kemping di sekolah.
" Nak,ini Nyak sudah bungkuskan nasi untuk bekalmu juga air minum,jangan lupa dibawa,ini ada uang 200 rupiah kamu bawa mungkin nanti kamu ada keperluan",Nyak terlihat sedih karena ini pertama kalinya ia akan tidur sendirian kembali,karena setiap malam Dani selalu tidur disampingnya.
Dani tak menyangka ini adalah pertama kalinya ia diberi uang sama Nyak,air mata bahagia keluar melewati wajahnya.Ia menggenggam 2 keping uang logam 100 Rupiah tersebut."Terima kasih Nyak",peluk Dani kepada Nyak.
"Semoga kamu berhasil nak,Nyak berharap kamu bisa cepat lulus sekolah menjadi anak yang sukses,hati-hati kamu dijalan dan patuh terhadap gurumu",nasehat Nyak sambil memeluk dan mencium kening Dani.
Dani segera berpamitan sambil mencium tangan Nyak,ada perasaan tidak nyaman,berat,khawatir dan sedih karena harus meninggalkan Nyak sendirian di gubug walaupun hanya semalam,akan tetapi ia tetap harus berangkat karena bulan depan ia sudah harus ujian Ebtanas agar lulus dari sekolah.Mata pelajaran Pramuka adalah salah satu syarat ekstra kurikuler wajib dan juga menjadi salah satu syarat untuk menjadi peserta Ebtanas.
Setibanya di sekolah Dani segera mengumpulkan anak buahnya,dan mengeceknya satu persatu,mulai dari peralatan dan terutama kesehatan anak buahnya.Dalam pertemuan kemarin ia ditunjuk menjadi pemimpin Regu.Regu dani berjumlah 7 orang anak laki-laki,nama regunya adalah regu kancil.
"Dua puluh menit lagi acara akan dimulai kenapa Yudi belum datang,semoga ia tidak terlambat",tanya Dani kepada anggota regunya.
Tidak lama kemudian terlihat seorang anak bertubuh gendut terlihat datang berlari dan terlihat lucu,"Maaf kawan, aku baru datang,setidaknya ini tidak terlambat",bela Yudi tanpa memberitahukan alasannya,padahal jelas tadi dia tertidur di rumah karena perut kenyang sehabis makan sepring penuh nasi,untung saja Ibunya membangunkannya.
Acara dimulai dengan didahului upacara Pramuka,kemudian Kepala sekolah yang bertindak sebagai kakak pembina membuka acara perkemahan siaga sambil tak lupa memberikan nasehat dan contoh yang baik untuk seorang Pramuka.
Para kakak pembina mengajari kami baris berbaris,serta beberapa cara untuk membuat tandu dengan tali simpul,kemudian diadakan permainan beregu.Dani terlihat sangat senang dan bersemangat,ini adalah pengalaman pertama baginya.
Menjelang Maghrib acara dihentikan,karena para siswa harus beribadah. kemudian acara dilanjutkan jam 7 malam untuk acara makan malam.Dani membuka bekal nasi bungkusnya,terlihat ia kembali menangis bahagia."Terima kasih Nyak,ini adalah nasi bekal terbaik seumur hidup Dani",ucap Dani dalam hati sambil memandang sepotong Ayam goreng didalam bungkus nasinya.
Tepat jam 11 malam para Siaga kembali ke dalam tendanya dan mereka harus segera tidur malam.Tenda regu Kancil cukup untuk menampung semua anggota.walaupun mereka harus tidur berdesakan.Dani masih belum bisa tidur,ia teringat dan khawatir sama Nyak.ia hanya bisa memandangi kawannya yang sudah lelap tertidur khususnya si gendut Yudi yang boros tempat dan mendengkur dengan keras.
Tak lama kemudian Dani akhirnya tertidur juga.
kembali ke masa depan tahun 2019,di restoran Michellin Zeeva mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berisi dua buah uang logam,satu uang 25 Rupiah dan satunya uang 100 Rupiah."Ini adalah uang pemberian dari Nyak yang masih selalu Ayah simpan baik-baik,dari 200 Rupiah yang 25 Rupiah Ayah pergunakan untuk jajan membeli Es dan jajanan pada saat istirahat sewaktu perkemahan,ini adalah pertama kalinya Ayah jajan di sekolah dan juga menjadi yang terakhir kalinya.Lalu 50 Rupiah Ayah pergunakan untuk membeli nasi bungkus keesokan harinya karena pada saat itu setelah kebakaran pemukiman kumuh, belum datang bantuan dan perut Ayah terasa sangat lapar".cerita Zeeva sambil menunjukkan uang logam tersebut kepada mas Arga juga kepada Mila.
"Sungguh saya tak menyangka dibalik kehebatan Tuan Rezber,ternyata beliau mempunyai masa kecil yang sungguh berat",ucap Arga.
"Menurut Ayah hal yang paling membuatnya sedih dan terpukul adalah saat meninggalnya Nyak dan meninggalnya Ibu"terang Zeeva.
Kemudian Zeeva melanjutkan ceritanya kembali dan cerita berlanjut kembali kemasa perkemahan Dani kecil di tahun 1989.
Pukul 3 pagi tiba-tiba kakak pembina membangukan para siswa,ini lebih cepat dari yang direncanakan,karena sesuai jadwal acara siswa akan bangun pada pukul 4.15 pagi.Dani dan kelompoknya ikut terbangun karena diluar sekolah juga terdengar suara ribut warga yang membunyikan kentongan dan berteriak kebakaran.Semua murid dikumpulkan dia lapangan sekolah ,dan tampak beberapa kakak pembina berteriak memanggil nama-nama para siswa yang berasal dari lingkungan kumuh dan setelah semuanya berkumpul,mereka semua dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam kelas dan tidak boleh keluar,itu juga berlaku untuk para siswa yang lainnya.
'Perintahkan kepada para guru yang lainnya agar jika wali murid yang datang yang menjemput anaknya agar dilarang dahulu sampai acara selesai,agar siswa yang berasal dari kampung pemulung tidak panik dan nantinya malah menganggu proses penyelamatan,Tugas ini saya serahkan kepada Pak Arif,Pak Yoga dan Ibu Dewi'.Perintah kepala sekolah.
'Baik Pak,akan segera kami laksanakan',jawab ketiga orang guru tersebut.
Ketiga guru tersebut segera menuju ke gerbang sekolah dan menjaga dari luar gerbang agar tidak ada wali murid yang masuk.
Dani terlihat tampak gelisah,ia hanya bisa mendengarkan suara sirene mobil pemadam kebakaran saja yang baru tiba,sedangkan ia sudah tidak bisa mendengarkan suara warga lagi karena ia disuruh masuk ke dalam kelas yang letaknya agak berjauhan dari kelas,didalam kelas yang dijaga oleh beberapa orang guru,dan terlihat raut wajah kekhawatiran diantara mereka semua.
'Para siswa harap kalian semua tenang,kami belum mengetahui rumah warga yang kebakaran,tapi kalian semua dilarang meninggalkan kelas agar tidak mengganggu proses pemadaman api',Terang Pak Sadikin yang menjadi guru kelas 4.
Para guru paham bahwa lebih dari sekitar 20 persen muridnya berasal dari kampung pemulung.