
Seminggu sudah berlalu dan tibalah saatnya acara Perpisahan Kelas.Semua murid dan orang tua Siswa hadir,sedangkan beberapa adik kelas menyumbangkan beberapa acara hiburan,Setelah itu Kepala Sekolah naik ke mimbar kelas dan mengumumkan wisuda kelulusan siswa disertai pemberian Ijazah Sekolah
Kepala Sekolah juga mengumumkan hasil pencapaian tahun ini,karena ada salah seorang murid yang dapat juara tingkat Kotamadya dan 5 besar Provinsi,baginya ini dapat menambah daya tarik bagi calon siswa baru di sekolah tersebut karena adanya prestasi tersebut.
"Anak-anakku ,..ayo mari kita berfoto bersama!",ajak Kepala Sekolah.
"Ayoo....",teriak semua siswa bersemangat.
Salah seorang juru Foto yang dibayar,mengatur letak berdiri para siswa,kemudian ia mengatur kameranya dan mengabadikan foto perpisahan para siswa tersebut.
Dua hari setelah acara perpisahan,pendaftaran sekolah baru dibuka.Sebenarnya Dani sangat ingin mendaftarkan dirinya menuju ke SMP Negeri 1, sekolah paling favorit dan terbaik,akan tetapi ia ternyata pada hari tersebut datang Pak Rahmat yang memberikan Surat undangan beasiswa selama 3 tahun,termasuk buku dan seragam dari sekolah swasta terkenal walaupun bukan favorit terbaik yaitu SMP OL.
"Kamu pertimbangkan saja dulu Nak,mana yang lebih baik masing- masing sekolah ada kelebihan dan kekurangannya",kata Pak Rahmat.
"Saya pikir-pikir dulu Pak,besok saya berikan jawabannya ke Bapak".jawab Dani.
Dani mulai memikirkan kedua penawaran beasiswa tersebut,jika ia memilih sekolah Favorit SMPN 1,maka ia bisa mendapatkan beasiswa selama 3 tahun tetapi nanti ada syaratnya yaitu nilai minimal setiap tahun untuk mendapatkan beasiswa di tahun berikutnya,jika ia memilih Beasiswa sekolah swasta SMP OL,maka ia akan mendapatkan beasiswa selama 3 tahun tanpa syarat,dan mendapatkan seragam dan buku pelajaran.
Keesokan harinya,Dani menemui Pak Rahmat di kantor sekolah.walaupun sekolah libur tetapi beberapa orang guru bergantian masuk karena bertugas menjadi penerima calon siswa baru.
"Selamat Pagi Pak",Salam Dani kepada Pak Rahmat.
"Pagi Nak"
"Mohon Maaf Pak ,setelah saya memikirkan semalam,saya akan masuk ke sekolah OL saja Pak,pertimbangan saya karena jika sekolah OL memberikan jaminan kepastian beasiswa selama 3 tahum,buku dan seragam Pak.Ini sangat berguna agar kelak uang tabungan saya nanti kemungkinan bisa dipergunakan untuk saya melanjutkan ke SMA,Bagaimana pendapat Bapak,mohon saya diberikan masukan?",tanya Dani
"Semua pilihan adalah bagus nak,asalkan kamu bersungguh-sungguh dan mantap akan pilihanmu",nasehat Pak Rahmat.
"Saya sudah mantap Pak,besok pagi saya akan pergi mendaftar ",jawab Dani,walaupun ia belum mengetahui sekolah OL itu sekolah apa dan dimana letaknya.
"Bapak Doakan semoga kamu lancar dan berhasil Nak,dan tunggu sebentar nak,ini adalah sisa uang kamu beserta perinciannya".ucap Pak Rahmat dambil menyerahkan sebuah amplop yang berisi uang dan kerta s tulisan perincian biaya-biaya yang dikeluarkan,mulai dari seragam,baju,jaket,radio,biaya makan,biaya perpisahan dan lain-lain.
"Terima kasih Pak,Saya permisi dulu",pamit Dani.
Keesokan paginya ,tiba saatnya Dani pergi mendaftarkan diri ke sekolah barunya,ia mempersiapkan diri mendaftar dan memakai kemeja terbaiknya,serta sepatu wariornya yang sudah ia cuci bersih,tak lupa ia membawa tas sekolahnya yang berisi ijazahnya dan undangan beasiswanya,serta sebuah kertas alamat sekolah tersebut yang ia taruh di saku kemejanya.
Dani pergi membawa uang sebesar 50 ribu rupiah yang sudah dipecah-pecah menjadi ukuran mata uang kecil,kemudian ia berjalan menuju ke halte bis kota,ia masih bingung dan tidak tahu akan naik bis jurusan kemana.
Ibu tersebut kemudian membaca kertas alamat yang Dani berikan kemudian memberikan jawaban.
"Adik nanti naik bis bersama saya menuju ke terminal Blok M,akan tetapi saya tidak turun di terminal,hanya adik saja saja harus mengingat atau rajin bertanya pada kondektur bisnya untuk turun di dalam terminal,kemudian adik setibanya di terminal Blok M adik naik bis jurusan ke terminal Lebak Bulus jangan lupa adik bilang ke pak kondektur agar diturunkan di bundaran perumahan PI,nanti jika sudah turun tanya kembali sama orang yang ada disana",jelas Ibu tersebut.
Tak lupa sambil menunggu bis,Ibu tersebut mengingatkan agar hati-hati jangan mudah percaya orang asing dan banyaknya copet di Jakarta.
Dua jam kemudian,setelah mengalami kemacetan ibu kota,tibalah Dani turun di bundaran perumahan PI,kemudian ia bertanya terhadap salah seorang yang sedang berdiri di pinggir jalan,orang tersebut menunjukkan letak sekolah tujuan Dani yang ternyata tidak terlalu jauh dan cukup hanya lurus berjalan kaki santai selama 10 menit.sepanjang perjalanan ia melihat banyaknya rumah besar dan mewah yang membuat ia kagum dan belum pernah ia lihat secara langsung sebelumnya,hanya pernah melihat di potongan koran atau majalah yang pernah ia temukan saat bekerja menjadi pemulung.
Dani tiba di sebuah gerbang sekolah,dan ia melihat gedung sekolah itu sungguh jauh lebih besar dan terlihat mewah lebih dari sekolahnya dulu,terlihat banyak para calon siswa yang ingin mendaftar bersama orang tuanya,mereka semua turun dari mobil mewah dengan baju dan model sepatu yang belum ia pernah lihat sebelumnya.
"Sudah jam 9 pagi,lebih baik aku bertanya kepada petugas satpam itu"gumam Dani dalam hati sambil melirik ke arah jam tangannya kembali.
Tanpa diduga seorang satpam memperhatikannya dan mencoba menanyainya.
"Selamat pagi Dik,Adik mau mencari siapa,dan ada yang bisa Bapak bantu?",tanya Satpam itu ramah.
"Apa betul ini sekolah OL Pak?",jawab Dani sambil bertanya dan menunjukkan surat undangan.
"Betul Nak,Adik masuk saja dan tunjukkan surat ini kepada petugas yang ada di gerbang bagian dalam",jawab Pak Satpam.
"Baik,terima kasih Pak",jawab Dani sambil berlalu menuju ke tempat yang ditunjukkan.
Dalam 15 meter Dani tiba di gerbang bagian dalam.
"Selamat pagi Pak,saya mendapatkan surat undangan ini untuk mendaftar sekolah".tanya Dani sambil menunjukkan sebuah surat.
"Iya betul surat ini nak,silahkan masuk dan mengantri dan duduk di dalam",jawab petugas tersebut.
Kemudian petugas tersebut setelah memeriksa surat undangan beasiswa selanjutnya memberikan sebuah nomor antrian.
Dani kemudian masuk ke dalam sebuah aula yang luas tempat antrian penerimaan siswa baru.ia kemudian duduk mengantri bersama para orang tua calon murid dan para calon murid,mereka banyak yang melihat dan memandang Dani yang terlihat sangat aneh bagi mereka karena datang sendirian dan baju dan sepatunya terlihat sangat kampungan.
Dani juga memperhatikan mereka,karena dia melihat banyak warga keturunan yang mendaftar dan beberapa diantaranya ada juga orang bule,didepan Dani ada 3 meja wawancara penerimaan dan diatasnya ada sebuah spanduk besar bertuliskan SELAMAT DATANG PARA CALON SISWA BARU SEKOLAH OL Tahun ajaran....