KINGDOM CEO'S

KINGDOM CEO'S
Pak Surya



Musik Disko mengalun keras di HD,beberapa anak cowok kawannya Cici mengajak Dani untuk berkeliling dengan sepatu roda.


"Ayo Dan,lo ga usah takut ntar gw ajarin deh",ajak Daniel.


"Iya gw dulu juga belajar sehari langsung bisa",kata Mario yang ternyata berkata berbohong walaupun ia tidak berniat jahat.


"Ca,gw pinjem adek loe yaa...mau gw ajak muter,sama anak-anak",kata Bernie meminta ijin ke Ica,tapi maksa soalnya dia sambil menarik dan mendorong Dani.


"Eh awas loe yaa,ntar loe balikin adek gw,gw mau dia balik utuh,kalo gak loe semua kudu gantiin",kata Ica bercanda dengan teman-teman yang cowok.


"Iye ntar gw gantiin sama,kalo perlu Berto gw jadiin jaminan",kata Bernie.


"Enak aja,gila kali loe adek gw loe bawa-bawa",kata Mario,sebab Berto adalah adiknya Mario yang menjadi adik kelas mereka,dan sekarang Berto naik ke kelas 6 SD.


Tidak Lama kemudian ke delapan teman anak-anak laki temannya Ica mulai menarik Dani yang sedang berdiri diatas sepatu roda,akan tetapi masih belum bisa berjalan,mereka mengajari Dani cara mengayun sepatu roda,selain itu mereka sudah mulai ramah terhadap Dani.


Beberapa orang anak TarQ memperhatikan mereka,kemudian timbul niat iseng dari anak TarQ,salah satu dari mereka ada yang menendang bagian belakang dari sepatu roda Dani dan itu membuat Dani terjatuh ke belakang dengan keras.


"Ehh,dasar g*bl*k loe,sini fight sama gw",tantang Daniel kesal ke rombongan anak-anak TarQ.


"Saya baik-baik saja kok,tidak perlu berkelahi dengan mereka".kata Dani yang sudah mulai berdiri setelah tadi terjatuh.


Beberapa anak perempuan TarQ memarahi teman-temannya,agar tidak membuat keributan dengan anak-anak PL.


"Loe jangan pada ribut donk sama anak-anak PL,siapa tau aja lo SMPnya satu sekolah sama mereka.",kata salah satu anak perempuan TarQ.


Hari sudah menjelang sore,Pak Liem memanggil kedua orang anaknya untuk segera pulang,hari ini mereka akan mengantarkan Dani ke SD tempat Dani tinggal kemudian besok pagi jam 10 akan menjemput Dani untuk pindah tinggal di rumah Pak Liem.Selain itu Pak Liem ingin berkenalan dengan Pak Rahmat.


"sebelum pulang kita beli makan malam dulu untuk adik",kata Pak Liem.


"Tidak perlu Pak,sebab saya sudah membayar biaya makan saya,dan sudah ada Bu Nonot yang memasak,kasihan ia nanti makanannya tidak ada yang memakan"


"Baiklah jika begitu,kita langsung ke tempatmu saja".kata Pak Liem.


Setengah jam kemudian mereka tiba di sekolah tempat tinggal Dani.Pak Liem hanya mengantarkan saja sampai di depan sekolah,ia sengaja tidak masuk ke dalam karena menghormati Dani yang hanya menumpang di sekolah,bukan tuan rumah pemilik sekolah,jadi Dani tidak sepantasnya membawa orang luar masuk tanpa ada izin dari pemilik sekolah.jadi Pak Liem berencana besok saja masuk dan bertemu dengan para gurunya Dani.


"Baiklah Nak,sekarang Bapak tinggal dulu,besok pagi jam 10 Bapak jemput,lebih baik sekarang kamu bersiap barang-barang yang akan kamu bawa besok"


"Adik,ini kartu nama Cici,kalo kamu ada apa-apa,kamu bisa telefon ke rumah Cici".kata Ica


"Iya Cici,terima kasih".


"Bapak pergi dulu nak".pamit Pak Liem,langsung masuk ke dalam mobilnya.


Setelah Pak Liem Pulang Dani segera memasuki kamarnya.kemudian setelah melaksanakan kewajibannya ia segera pergi ke rumah Pak Nonot untuk makan malam.


kemudian tepat jam 9 malam Dani mulai mengantuk karena seharian tadi ia beraktivitas.iapun tertidur.


Keesokan paginya,di dalam kantor sekolah Dani menemui Pak Rahmat.


"Selamat pagi Pak"


"Dani.....,kamu kemarin pagi Bapak cari-cari,katanya Pak Nonot kamu sudah berangkat pagi-pagi".


"Iya Pak,maaf Bapak mencari saya ada keperluan apa Pak?".


"Rencananya Bapak mau mengantarmu mendaftar,Bapak Khawatir kamu ada kesulitan disana".


"Awalnya memang ada sedikit masalah Pak,akan tetapi sudah teratasi".Dani kemudian bercerita lebar mengenai kejadian di OL,termasuk rencana Pak Liem yang akan datang jam 10 pagi ini.


Kemudian tepat jam 10 pagi,datanglah sebuah mobil Toyota Kijang Super,lalu turun seorang pria berusia sekitar 27 tahun,ia adalah Surya asisten Pak Liem yang paling setia.ia berjalan menuju ke kantor sekolah.


"Selamat pagi Pak",Sapa Surya.


"Selamat pagi,ada yang bisa saya bantu?"jawab Pak Rahmat yang ternyata sedang menunggu kedatangan Pak Liem,akan tetapi dilihatnya pria ini jauh dari gambaran tentang Pak Liem yang seorang keturunan.


"Apakah saya dapat bertemu dengan Pak Rahmat?"


"Iya saya sendiri,ada keperluan apa ya....?",tanya Pak Rahmat yang merasa tidak mengenal lelaki tersebut.


"Saya Surya,asisten Pak Liem,mohon maaf jika boleh apa saya bisa berbicara empat mata dengan Bapak?"


"Bisa Pak silahkan",Pak Rahmat mengarahkan Surya untuk mengikutinya ke ruangan Kepala Sekolah.Mereka berbicara empat mata.


"Kemarin siang sewaktu Nyonya Liem istri dari Pak Liem pulang dari menjemput orang tua kandung Nyonya di bandara..."cerita Surya


Flash Back kemarin....


Nyonya Besar Liem,Ibu dari Pak Liem sedang sakit dan sudah seminggu dirawat di RSPI,hari ini rencananya orang tua istri Pak Liem akan tiba dari Pontianak,mereka berencana untuk menjenguk besannya,Pak Liem berbagi tugas dengan istrinya,sang istri akan ke bandara bersama Surya,sedangkan ia akan mengantarkan Putri kesayangan mereka mendaftarkan sekolah.Baru setelah itu malam harinya Pak Liem dan Jessica akan menyusul ke rumah sakit.


Ternyata kemarin sore terjadi hal yang tak terduga terhadap kondisi Nyonya Besar Liem yang mengharuskan ia saat pindah rawat ke Amerika,Tuan Besar Liem memerintahkan agar semua anaknya ikut serta,mereka menyewa sebuah pesawat jet dan berangkat tengah malam.


"Surya,tadi pagi saya telah mengangkat seorang anak laki-laki,detail dan namanya ada pada surat ini,ini dokumen yang sudah saya dan istri tandatangani,selain itu ini juga ada rekaman video pernyataan saya dan istri sebagai penguatan prosesnya jika diperlukan,tolong besok kamu urus dengan cepat pengesahannya dan masukkan ke dalam Kartu Keluarga saya,setelah itu buatkan ia Paspor dan dan kamu antar untuk menyusul kami ke Amerika",Perintah Pak Liem,dikarenakan ia sudah tidak punya waktu dan harus segera berangkat.


"Baik Tuan,akan segera saya kerjakan dengan baik",jawab Surya.


Tepat tengah malam ,Keluarga besar Liem berangkat menuju ke Amerika untuk menemani Nyonya Besar Liem,sedangkan Besan mereka direncanakan akan menyusul dua hari kemudian karena tidak membawa Paspor mereka.


Sebuah Pesawat Jet pribadi segera lepas landas dai bandara Soekarno-Hatta,Pesawat tersebut membawa 19 orang penumpang,semuanya adalah Keluarga besar Liem.