KINGDOM CEO'S

KINGDOM CEO'S
Sekolah Lagi



Di dalam ruangan UKS,Dani menumpahkan tangisannya yang selama ini ia tahan,karena ini adalah tempat dimana ia bisa sendirian dan tidak ada orang yang melihat ia menangis.


setelah menangis ia berdoa dan bertekad untuk menjadi anak yang baik.


Dani belum bisa tidur,ia belum merasakan kantuk,kemudian ia membuka kotak jam tangan Casio dan ia melihat jam tangan digital tersebut dan terlihat masih pukul 8.30 malam.


Setelah membuka kotak jam tangan Dani kemudian membuka kardus radio barunya,ia menancapkan kabel listrik ke lubang saluran listrik,kemudian ia memutar tombol pemutar pencari gelombang radio pada siaran FM,seperti yang diajarkan oleh pegawai toko radio tadi.terdengar suara penyiar siaran radio Prambors yang bercuit dengan bahasa gaul anak masa kini,Dani kemudian memutar mencari saluran radio lainnya lalu terdengar acara suara lawakan dari penyiar radio SK,Dani mulai bisa tersenyum karena mendengarkan siaran komedi yang lucu.


Sambil mendengarkan siaran radio SK,Dani membuka buku pelajaran latihan untuk menghadapi Ebtanas beserta kunci jawabannya.ia berjanji akan berusaha belajar lebih giat lagi,melebihi belajar giat teman-temannya.semua isi buku Ebtanas,khusunya matematika ia coba kuasai rumus-rumusnya hingga ia bisa.


Setelah melihat jam tangannya sudah pukul 10.30 malam,ia segera menghentikan acara belajarnya dan mematikan radionya,kemudian merapikannya dengan menyimpannya ke dalam kardus besar yang berisi buku- bukunyanya.


Dani memasang alarm pada jam digitalnya untuk pukul 5 pagi,agar ia tidak terlambat bangun untuk sekolah,kemudian ia langsung tertidur di atas kasur UKS,ia meradakan kenyamanan karena tidur di kasur yang empuk,sebab selama ini ia tidur hanya beralaskan tikar dan tumpukan kain bekas.


Terlihat air mata yang menetes mengenai bantal di kasur,ia menangis rindu dengan Nyak,karena ia tidur hanya sendiri sekarang,tidak ada Nyak di sampingnya seperti biasanya selama ini.kemudian ia mengirimkan doa kepada Almarhum Nyak hingga akhirnya Dani mulai tertidur lelap.


"Dani...,kemari nak",panggil Nyak.


"Nyak..",teriak Dani berlari kemudian memeluk Nyak."Nyak kemana saja?,Dani sudah seharian mencari Nyak,Dani gak mau ditinggal sendirian Nyak,Dani takut",jelas Dani sambil menangis dan memeluk Nyak.


"Nyak sudah tinggal di tempat yang baik nak,Jika kamu sangat menyayangi Nyak,kamu harus berjanji untuk tidak akan pernah lagi menangisi kepergian Nyak,kamu harus menjadi anak yang baik",tegas Nyak sambil memeluk dan mencium kening Dani.


"memangnya Nyak tinggal dimana,mengapa Dani tidak diajak,Dani ingin ikut bersama Nyak?",Harap Dani sambil menangis.


"Kamu boleh ikut bersama Nyak,tetapi dengan syarat,kamu harus tetap hidup dan menjadi anak yang baik hingga kamu dewasa,jika kamu banyak berdoa dan berusaha giat,kelak kamu akan sukses nak..".nasehat Nyak.


" Tapi Nyak....",belum selesai Dani mengucapkan kata-katanya,terdengar suara alarm jam berbunyi.


"Nyakkk...",teriak Dani terbangun,kemudian ia tersadar itu tadi hanyalah sebuah mimpi.


"Dani berjanji Nyak,mulai hari ini tidak akan menangisi kepergian Nyak,Dani akan menjadi anak yang baik,dan berusaha giat untuk sukses.


Dani segera mematikan alarm jam tangannya yang masih berbunyi,ia melihat sudah pukul 5.02 pagi,kemudian ia segera mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat subuh sambil tak lupa untuk mendoakan almarhum Nyak.


Tepat jam 6 pagi Dani sudah selesai mandi,kemudian ia berjalan menuju ke kantin sekolah.


"Selamat pagi Bu," sapa Dani kepada Bu Nonot.


"Pagi nak Dani,Ibu sudah menyiapkan Sarapanmu,kamu ambil saja di meja makan!",jelas Bu nonot sambil mengarahkan Dani ke meja makan.


"Baik Bu,terima kasih",jawab Dani.


Kemudian Dani mengambil nasi goreng yang ada di di dalam wadah nasi secukupnya,lalu ia mengambil potongan telor dadar,dan mulai memakannya,kemudian Bu Nonot memberikannya teh manis untuk minumnya.


Selesai makan,Dani kemudian menaruh piring dan gelas makannya di dapur dan langsung mencucinya.


Bu Nonot yang sedang memasak air untuk membuat teh yang akan ditaruh di ruang guru, memperhatikan Dani dengan senang.ia menilai Dani adalah anak yang baik dan rajin,walaupun selama ini ia tidak mengenalnya karena Dani tidak pernah jajan di kantinnya.


Setelah sarapan,Dani kembali lagi menuju ke ruang UKS untuk memastikan barang-barangnya tersimpan tersembunyi,dan juga ruangan tersebut sudah bersih dan rapi,sebab tadi ia sudah menyapu da mengepelnya.Setelah terlihat baik semua.ia segera berjalan menuju ke ruang kelasnya.


"Ketua...!,kemana saja baru kelihatan ?",tanya Yudi gendut sambil teriak senang,ia sangat senang melihat ketua kelasnya datang.


"Kemarin aku belum sekolah karena masih tinggal di penampungan",cerita Dani tanpa mengatakan ia sekarang tinggal di UKS.


Terlihat ruangan kelas sudah mulai ramai dengan kehadiran para siswa ,Dani melihat Rogayah yang datang bersama Melati,Rogayah adalah salah satu tetangga Dani di kampung Pemulung.


"Aya...,kamu masih disini?",tanya Dani ke Rogayah.


"Ehh..Dani",kaget Rogayah.


Kemudian Rogayah menceritakan bahwa Ayahnya sekarang mengontrak rumah petakan untuk sebulan karena Ayah masih menunggu Ibunya di rumah sakit,keadaan Ibunya juga sudah membaik dan diperkirakan besok lusa bisa pulang,setelah itu Ayahnya berencana membawa Ibunya pulang kampung,sedangkan Melati ikut tinggal bersamanya karena orang tuanya ikut membayar kontrakan.rencananya Rogayah dan Melati akan tinggal sampai kelulusan dan setelah itu mereka akan pulang kampung.


"Bejo juga nanti masuk kelas",terang Melati yang ikut menimpali pembicaraan kami.


"Iya Bejo kebetulan Ibunya ada tetangga sekampungnya yang warga sini,ia sendirian menumpang sampai kelulusan,sedangkan orang tuanya sudah pulang kampung",cerita Rogayah.


Akhirnya kelas dimulai,Bu Dewi memasuki kelas,dan mengajarkan murid-murid latihan soal-soal untuk menghadapi Ebtanas.


Kemudian jam istirahat tiba,Pak Rahmat mendatangi ruang kelas Dani,kemudian memanggil Dani.


"Dani ini jam weker dari Bapak,nanti kamu pakai supaya kamu tidak bangun kesiangan",kata Pak Rahmat.


"Iya Pak,terima kasih".


"Bagaimana tidurmu di UKS?"tanya Pak Rahmat.


"Nyaman Pak",jawab Dani


"Baiklah jika begitu jika ada masalah kamu bicara dengan Bapak".kata Pak Rahmat.


Dani segera kembali ke mejanya untuk menyimpan jam wekernya ke dalam tas,kemudian ia teringat tadi menaruh uang 100 rupiah ke dalam tasnya,ia berpikir untuk jajan di kantin Bu Nonot,karena ia merasa tidak enak jika sudah dibantu makan,akan tetapi ia tidak pernah jajan.