KINGDOM CEO'S

KINGDOM CEO'S
Mempunyai buku tabungan



Masih di sekolah,setelah Kepala sekolah menandatangani surat keterangan pelajar untuk Dani,Kepala Sekolah mulai bertanya beberapa hal kepada Dani sang juara kelas.


"Sekarang kamu tinggal dimana nak,bersama dengan siapa?",tanya Kepala Sekolah.


"Saya belum punya tempat tinggal Pak,karena saya tidak mempunyai keluarga selain Almarhum Nyak",kata Dani sambil bersedih.


"kalau begitu bagaimana untuk sementara waktu kamu tidur di ruang UKS,ini hanya bersifat sementara hingga kelulusanmu,Ebtanas sekitar 3 minggu lagi,kamu hanya boleh tidur setelah jam sekolah berakhir dan bangun sebelum sekolah dimulai,agar tidak mengganggu fungsi ruang UKS,Apakah kamu mau?",Tanya Kepala Sekolah.


"Saya mau pak,terima kasih",jawab Dani senang karena untuk sementara ia mempunyai tempat tinggal.


"Ingat ini adalah hanya bersifat sementara,sampai kamu lulus,setelah itu kamu harus pindah dan tidak boleh tinggal di UKS lagi karena kamu sudah bukan siswa lagi,kemudian kamu setiap hari harus tetap sekolah ".jelas Kepala Sekolah.


"Mudah-mudahan nanti kamu menemukan orang tua angkat",harap Kepala Sekolah kembali.


Kemudian Kepala Sekolah memanggil Pak Nonot sia penjaga ke sekolah dan menjelaskan bahwa Dani akan tidur di UKS.lalu kembali lagi kepada Dani untuk menyerahkan 2 buah kunci utama yang dimiliki oleh sekolah,satu kunci ruangan UKS dan yang satunya Kunci gerbang sekolah.Pak Nonot juga memegang semua kunci ruangan sekolah,tetapi itu adalah kunci serep,karena sudah tugasnya jika jam pelajaran usai ia harus mengunci semua ruangan kelas,dan jika pagi sebelum sekolah dimulai ia harus membuka semua ruangan kelas dan juga membersihkan kantor sekolah.


"Ini kuncinya nak,ingat jika setiap kamu keluar masuk ruangan kamu harus selalu menguncinya,dan ingat jika kamu pergi keluar kamu harus selalu mengunci gerbang depan sekolah,sebelum sekolah kamu wajib mandi pagi sebelum jam 6 pagi,kemudian kamu harus sarapan pagi,karena jam 6.30 murid-murid dan guru sudah mulai datang ",jelas Kepala Sekolah.


"Baik Pak,saya berjanji akan berusaha tertib dan patuh Pak",jawab Dani bersungguh-sungguh.


Kemudian menjelang jam 1 siang,Sekolahan sudah mulai sepi hanya ada beberapa murid yang baru selesai bermain bola di lapangan upacara,beberapa guru juga sudah pulang,sisanya masih memeriksa buku tugas siswa untuk diberikan nilai.


"Ayo nak kita berangkat!",ajak Pak Rahmat kepada Dani.


"Kalau begitu saya permisi dulu Pak",pamit Dani kepada Kepala Sekolah sambil mencium tangannya.


"Tas kamu lebih baik ditinggal saja di ruang UKS,tidak usah kamu bawa",kata Pak Rahmat


Dani segera pergi sebentar ke ruang UKS,ternyata ruang tersebut belum dikunci,kemudian ia memasukkan tasnya,dan mengunci ruangan tersebut saat ia keluar.


Terlihat Pak Rahmat sudah menunggu diatas motor Vespanya.Dani segera duduk di kursi penumpang.


Sepuluh menit kemudian mereka tiba di Bank,terdapat papan nama Lippo Bank,sebuah Bank yang sedang trendy saat itu.Pak Rahmat ternyata juga adalah salah seorang nasabah di Bank tersebut,malah ia nasabah aktif karena setiap minggu ia selalu menyetorkan uang hasil jualan toko sembako miliknya ke Bank,untuk dimasukkan ke rekening atas nama dirinya dan dua orang anaknya sebagai bekal masa depan mereka.


Sebelum masuk Pak Rahmat menjelaskan bahwa ia tidak akan menyetorkan semua uang milik Dani,Ia hanya menabungkan sebesar 1,4 juta Rupiah saja,sisanya yang 100 ribu Rupiah akan dipergunakan untuk membeli keperluan Dani,diantaranya uang makan sebanyak 3 kali sehari untuk sebulan sebesar 20 ribu Rupiah kepada istri Pak Nonot yang akan menyediakan makan bagi Dani selama sebulan,lalu uang jajan sebulan sebesar 10 ribu rupiah untuk Dani jajan sehari-hari di kantin sekolah yang dijaga oleh istrinya Pak Nonot,jika ada sisa atau Dani tidak jajan maka uang tersebut bisa ditabung.


Mengenai uang sisa yang 70 ribu Rupiah,akan digunakan untuk membeli buku dan alat tulis,juga beberapa baju dan celana ganti dan sebuah jaket agar Dani tidak kedinginan jika malam hari,juga sprei pribadi untuk Dani agar tidak menggunakan milik UKS,dan tetap bersih setiap pagi termasuk juga peralatan mandi dan makan minum.Selain itu Pak Rahmat juga akan membelikan sebuah radio kecil yang ada saluran SW band agar Dani bisa belajar dan mendengarkan siaran berbahasa Inggris ,termasuk buku cara belajar bahasa Inggris lengkap dengan kamusnya.Pak Rahmat sangat paham jika Dani sangat tertarik dan mulai belajar bahasa Inggris,ia juga murid yang cerdas dan mudah mencerna pelajaran.


Pak Rahmat paham ia sengaja akan membelikan radio kecil untuk Dani,agar Dani bisa mempunyai hiburan karena ia akan sendirian di kamar,selain itu juga dapat mengalihkan kesedihan yang berlarut.


Sedangkan uang sisa setelah pembelian barang-barang nanti akan dipergunakan untuk biaya acara perpisahan siswa.


Pak Rahmat dan Dani memasuki Bank,lalu seorang petugas keamanan memberikan mereka nomor antrian sambil menyapanya.


Pak Rahmat mengangguk dan tersenyum sambil menerima nomor antriannya.Ia memilih nomor antrian custumer servis.


Setelah itu mereka berdua mengantri selama kurang lebih 15 menit,hingga pada saatnya giliran dipanggil


"Nomor antrian 23",teriak Mbak Inggrid seorang pegawai custumer servis Lippobank yang dikenal oleh Pak Rahmat.


"Ayo nak",ajak Pak Rahmat kepada Dani.


"Selamat siang Pak Rahmat,ada yang bisa saya bantu?",sapa Mbak Inggrid,seorang wanita muda cantik berusia sekitar 22 tahun.


"Selamat siang Mbak Inggrid,ini saya mohon dibantu untuk membukakan rekening pelajar untuk murid saya",mohon Pak Rahmat.


Kemudian Pak Rahmat mengeluarkan surat keterangan pelajar sebagai persyaratannya dan menyerahkan kepada Mbak Inggrid.


Mbak Inggrid menjelaskan panjang lebar mengenai jenis Tabungan Pelajar kepada Dani,mulai dari penyetoran hingga pengambilan,dan untuk pelajar jika mempunyai tabungan saldo diatas 500 ribu Rupiah akan diberikan hadiah sebuah peralatan tulis dan tas sekolah,sedangkan jika saldo mencapai 1 juta Rupiah maka bisa mendapatkan sebuah jam tangan anak merk Casio yang sedang trendy saat itu tetapi dengan syarat uang tersebut akan dikunci oleh Bank dan tidak boleh diambil selama satu tahun.Artinya jika saldo tabungan tersebut ada 1,4 juta Rupiah maka Dani boleh mengambil hingga sebanyak 400 ribu Rupiah saja,sedangkan yang 1 juta Rupiah dikunci oleh Bank,ini seperti syarat Deposito setahun tetapi bukan Deposito.


Dani memilih tabungan yang di kunci selama setahun,itu juga atas saran dari Pak Rahmat.


"Silahkan tanda tangan disini!",tunjuk Mbak Inggrid kepada Dani.


"Saya belum pernah tanda tangan Bu",jawab Dani kebingungan.


Lalu Mba Inggrid menjelaskan apa fungsi tanda tangan kemudian mengeluarkan sebuah kertas kosong dan memberikan beberapa contoh tanda tangan dan juga memperlihatkan ia sedang menndatangan di kertas tersebut berkali-kali dengan bentuk yang sama.


Mbak Inggrid adalah seorang petugas yang profesional,ia sudah terbiasa menghadapi anak-anak jika dalam kondisi seperti ini.


"Coba kamu ikutin Mbak,kamu menulis seperti Mba dan tulisan itu harus sama berkali - kali,tetapi jangan sama persis seperti Mbak yaa..!",kata Mbak Inggrid.


Memang pada dasarnya Dani adalah anak yang cerdas,ia dengan cepat sudah bisa bertanda tangan.


Mbak Inggrid memberikan formulir nasabah baru dan juga buku tabungan untuk ditanda tangani oleh Dani.


Tak lama kemudian buku tabungan berwarna merah yang sudah jadi dan didalamnya sudah tertera tanggal penyetoran dengan saldo sebesar 1,4 juta Rupiah, lengkap dengan slip setorannya kemudian juga ada satu buah jam tangan Casio hadiah dari jenis tabungan yang Dipilih kepada Dani.


"Pak Rahmat ini ada 2 buah voucher KFC yang baru dibuka tepat disebelah Bank,jika bisa Bapak mengajak Dani makan disana",ucap Mbak Inggrid sambil memberikan 2 lembar voucher tersebut.ia mendapatkannya dari manager restoran cepat saji itu karena ia satu kost dengannya ,dan letak tempat kost mereka tepat dibelakang KFC.


"Terima kasih Mbak Inggrid,kami permisi".pamit Pak Rahmat bersama Dani.


Dani sangat senang bisa mempunyai buku tabungan dan jam tangan baru,akan tetapi perasaan tersebut ia sembunyikan.