
Pak Liem dan anak-anaknya,akhirnya tiba di Pasaraya Blok M,Lalu Pak Liem mengajak mereka ke lantai bawah tanah tempat berkumpulnya Food Court Pasaraya,kemudian ia membeli makanan siang untuk mereka semua.
"Ayo nak dimakan makanannya"ajak Pak liem kepada Dani yang dilihatnya masih malu-malu.
"Baik Pak",jawab Dani yang memulai memakan makanannya mempergunakan sendok.
Pak Liem memperhatikan cara Dani makan,ia melihat Dani kesulitan memotong Ayam gorengnya,karena hanya mempergunakan sendok saja.
Dani merasa kesulitan memotong ayam gorengnya hanya dengan sendok saja,kemudian ia menahan ayam goreng tersebut dengan tangannya,kemudian memotongnya dengan sendok,hingga akhirnya dengan mudah ia memotongnya menjadi kecil-kecil semua.Dani tidak mempergunakan garpu,karena seumur hidupnya ia belum pernah mempergunakan garpu,dirumah Almarhum Nyak jika makan malah tanpa sendok.
"Anak ini ternyata terlihat belum paham garpu,lebih baik nanti akan saya ajarkan dirumah saja",gumam Pak Liem dalam hati.
Setelah makan nasi,Pak Liem membeli bubur candil Pasaraya favoritnya, bubur yang terbuat dari ubi manis yang dibentuk bulat dan diberi gula aren asli dan santal kental asli yang harum daun pandan.
Dani merasa ternyata di dunia ini beginilah rasanya rasa makanan enak,ini adalah kedua kalinya ia merasakannya setelah sebelumnya pengalaman di KFC bersama Pak Rahmat.
Kurang dari sejam mereka selesai makan siang,setelah beristirahat sejenak untuk melegakperut,mereka semua pergi berjalan Kaki ke HD yang tidak jauh dari Pasaraya.
Tibalah mereka di pertokoan Aldiron Plasa,sebuah pertokoan yang menurut Dani sangat megah,mereka semua masuk ka dalam dan berjalan menuju ke HD lewat tangga eskalator.
Dani melihat takjub karena banyaknya lantai yang ia lewati dan di setiap lantai ia melihat banyak barang- barang bagus yang dijual disana,mulai dari pakaian hingga mainan.
Akhirnya mereka tiba di lantai paling atas di ujung eskalator,kemudian mereka melanjutkan menaiki sebuah lift hingga menuju ke lantai dimana ada HD.
Tiba di lantai HD,Dani membaca tulisan HAPPY DAY Rollers Skates,ia belum paham maksudnya,akan tetapi dari kamus bahasa Inggris yang pernah ia pelajari artinya adalah roda sepatu.
"Tiga orang mbak",kata Pak Liem membeli tiket masuk.
Mereka semua memasuki sebuah arena bermain sepatu roda,yang terdengar bising dan terlihat seperti diskotik.
Di waktu liburan sekolah,tempat ini penuh dengan anak ABG atau remaja gaul yang bermain sepatu roda disana,termasuk juga anak-anak SD.artinya tempat ini bukan sebuah diskotik yang khusus untuk orang tua saja.
Dikarenakan Pak Liem masih muda dan berjiwa gaul,ia sangat paham mana saja tempat yang bisa didatangi oleh putrinya.asalkan masih dalam batas kewajaran bukan pergaulan narkotik,atau mabuk minuman keras,oleh karena itu ia memperbolehkan anaknya mengunjungi tempat seperti HD asalkan didampingi olehnya dan tidak jauh dari pengawasannya,itupun hanya boleh selama ia berada di Jakarta,sebab Pak Liem paling sering tinggal di Singapura untuk mengurus usahanya yang berpusat disana.
Biasanya jika ke HD,Pak Liem hanya mengantarkan Ica saja yang senang berkumpul dengan kawan-kawannya bermain sepatu roda.ia akan duduk di kursi kafetaria bersama istrinya,yang kebetulan hari ini tidak bisa ikut karena baru saja orang tua istrinya mendarat dan harus di jemput ke bandara bersama Pak Yanto supir mereka.Mertua Pak Liem tinggal di Kalimantan,sedangkan orang tua Pak Liem tinggal satu kompleks perumahan dengannya di PI,tetapi berjauhan blok.
Pak Liem membantu kedua anaknya untuk memesan sepatu roda yang seukuran kaki mereka.Ia membantu Dani untuk memakai sepatu rodanya.
"Mohon maaf Pak,saya tidak bisa bermain sepatu roda,saya takut",harap Dani.
"Kamu harus berani nak,Jika kamu berani dan mau belajar kamu pasti bisa".
"Iya ga usah takut,nanti Cici Ica ajarin sampe bisa",kata Ica sambil ia memakai sepatu rodanya.
Setelah selesai memakai sepatu rodanya Dani mencoba berdiri,akan tetapi ia terjatuh ke belakang.
Ica menuntun Dani yang sedang mencoba berjalan dengan sepatu rodanya,beberapa kali Dani jatuh dan Ica menariknya kembali,sedangkan Pak Liem mengawasinya dari kafetaria.
Ica menuntun Dani ke arah tempat berkumpul genk sekolahnya,setibanya disana ia memperkenalkan adik barunya kepada kawan-kawannya,sekumpulan anak-anak baru lulus SD.
"Icaaa...",teriak Sherly kawan Ica
Lalu kawan-kawan Ica yang lainnya menoleh ke arah Ica sambil mereka berteriak senang memanggil namanya.
"Gw kira lo ga dateng,soalnya kalo ga ada lo ga seru,lo kan konyol...."kata Sherly.
"Ya gw pasti datenglah,tar kalo gw ga dateng bisa dibubarin nih HD sama bokap gw...hahaha...",kata Ica sambil menunjuk ke arah Pak Liem,ia mulai terlihat konyolnya.
Dani memperhatikan mereka,ia melihat Ica masih merangkul memegang tangannya,ia juga melihat baju yang dikenakan mereka sangat bagus,juga jam tangan mereka.terlihat mereka semuanya pasti anak orang kaya.
"Trus ini siapa yang gandeng?"tanya Daniel,sambil memperhatikan Dani yang terlihat kampungan,dari pakaian,hingga potongan rambut,hanya jam tangan Casio seri termurah yang menurutnya cukup lumayan, Daniel adalah seorang anak laki-laki yang berpenampilan modis,ia memakai celana Hawai,lalu kaus Benetton berkerah dan topi jepang yang semuanya merk branded dan asli,bukan KW seperti yang ada di sepanjang Blok M.
"Hehehe...gw sampe lupa kalo dari tadi gw habis giring-giring,nihh kenalin adik gw Dani,"kata Ica sambil memperkenalkan kepada kawan-kawannya.
"Dani",kata Dani memperkenalkan diri sambil bersalaman dengan seluruh kawan-kawan Ica.
Ica mulai merasa beberapa kawannya menatap adiknya dengan sinis.ia tak mau adiknya dilecehkan.
"Genks...sori banget adik gw orangnya agak pendiam,dan agak Kuper,secara dia dulu ngikut sodara di daerah,selanjutnya kalo kita kopdar lagi gw janji bikin gaul dia".
"Gitu donk Ca...masa kita kalah saing sama genk anak TarQ",kata sherly sambil menunjuk ke arah seberang tempat ngumpulnya anak-anak TarQ.
"Lo jangan ngomonk gitu donk Sher,gw kan masuk ke SMP TarQ...Gw jadi merasa tersungging nihh...",kata Ivanka sambil cemberut.
"Yee ..belon tentu juga lo keterima di TarQ"kata sherly membalas.
Dani sudah duduk di sebuah kursi panjangdan ia ikut berkumpul bersama genk sekolah Cici,ia merasa sakit di badannya gara-gara terjatuh dari sepatu roda.
Dani duduk sambil menikmati suasana di HD,dilihatnya semua orang yang datang memakai baju yang sangat gaul dan keren,berbeda dengan kemeja kampung yang ia pakai,ia duduk sambil menikmati beberapa lagu yang sedang diputar oleh para DJ,terdengar alunan musik disko,seperti Silent Morningnya Noel,Never give you upnya Rick Astley sampai U can touch thisnya MC Hammer.
****************************************
Sekedar Flash Back,jika Author boleh tau apa ada beberapa pembaca yang dulu pernah mengalami kumpul sama teman-teman di HAPPY DAY?...
HAPPY DAY adalah sebuah arena disko sepatu roda yang terletak di lantai atas Aldiron Plasa di daerah Blok M,Tempat itu dulu menjadi tempat nongkrong favorit para remaja hingga sekitar akhir sekitar tahun 80an,setelah itu mulai redup dan ditutup.
Author akan berusaha update setiap hari di tengah kesibukan Author,Mohon dukungannya dengan LIKE atau KOMENTAR yang positif agar Author menjadi lebih bersemangat lagi untuk terus update.
Terima kasih.