
Surya sangat senang sandiwara ia sudah berhasil,ia sudah mendapatkan bukti kuitansi pembelian rumah,perabot,baju,jam dan transfer ke Bank.Selain itu Surya sudah mendapatkan surat pernyataan wali yang lengkap dengan notaris termasuk bukti video Pak Liem dan Dani,inilah bukti-bukti yang dia perlukan kepada perusahaan dan pemilik saham lainnya untuk menunjang rencananya.
Surya telah pergi meninggalkan Dani sendiri,mobilnya telah hilang dibalik jalan,sepasang mata melihat Dani yang sedang berdiri karena ditinggalkan oleh Surya.
Bu Leha,wanita berusia 40 tahun Ibu dari 2 orang anak yang tinggal persis di depan rumahnya Dani.
"Kakaknya sudah berangkat ya dik?" sapa Bu Leha.
"Iya Bu" jawab Dani.
"Beberapa hari yang lalu kakaknya titip tolong lihatin adiknya karena ia kerja di luar negeri,kalo adik kesepian main saja kemari"
"Iya Bu,terima kasih"
Dani segera masuk ke dalam rumahnya,kemudian ia berjalan menuju ke dapur untuk mengambil air minum,lalu ia menuju ke kamarnya.
Dibukanya amplop pemberian Kak Surya tadi yang berisi uang 1 juta rupiah,dan disimpannya buku tabungannya tanpa ia melihatnya.
Dani ingin menangis,tetapi ia cukup lelah,dan ia akhirnya tertidur.
Esok harinya Dani bangun pagi.ia merasa perutnya sudah berbunyi,lalu ia membuka jendela kamarnya,jendela kamar tersebut menghadap ke depan jalan,ia melihat di depannya beberapa Ibu-Ibu yang sedang mengantri nasi uduk di warung nasi udu Mpok Leha.
"Pagi Bu" sapa Dani.
"Mau beli apa Dik?"
"Saya mau nasi uduknya sama semur tahu"
Mpok Leha mengambilkan pesanan Dani dan sambil berbincang-bincang dengan beberapa Ibu-Ibu tukang gosip.
"Oh jadi tinggal sendirian yaa dik?" tanya salah Bu Atmo.
"Iya" jawab Dani.
"Iya tuhh kakaknya yang biasanya parkir mobil Kijang di depan sini,semalam berangkat kerja katanya ke luar negeri,ngakunya sih ke suami saya kontraknya kerja 3 tahun",sahut Mpok Leha memotong pembicaraan.
"Terus sekolahnya dimana Dik?" Tanya Bu Jayadi.
"Saya baru masuk SMP OL Bu" jawab Dani.
"Wahh...sekolah di dalam PI,tempatnya anak-anak orang kaya itu" kata Bu Atmo.
"Pantes saja bisa masuk,kakaknya juga kerja di luar negeri,Mpok itu telornya tinggal 2 lagi buat saya saja" kata Bu Jayadi,
"Saya permisi dulu ya Bu"Pamit Dani sambil membawa bungkusan nasi uduknya.
"Tuhh.. anaknya dari kemarin juga sopan,mudah-mudahan aja betah disini" bela Mpok Leha.
Beberapa hari telah berlalu,Dani sudah terbiasa di lingkungan barunya.ia juga rajin ke lapangan umtuk latihan bersepeda,ia sekarang sudah bisa mempergunakannya.
Tiba saatnya memasuki sekolah baru,murid kelas 1 wajib masuk seminggu lebih cepat karena masa Orientasi Siswa baru.
Dani memakai sepatu Warrior lamanya,ia merasa sepatu wariornya masih enak dipakai,kemudian ia membawa uang 15 ribu Rupiah.Lalu ia berangkat menggunakan sepeda Federalnya.
Dani datang sesuai jadwal,ia melihat di depan sekolahnya banyak mobil-mobil mewah yang terparkir untuk mengantarkan murid-murid baru.
Semua murid baru berkumpul di aula sekolah,tetapi belum banyak yang datang dikarenakan masih jam 6.20 pagi.
Dani duduk di sisi dalam aula,kemudian ia berusaha maendekat ke beberapa siswa baru,akan tetapi mereka mencibirnya,karena melihat penampilan Dani yang terlihat kampungan,jelas terlihat dari sepatu Warriornya,juga tas lusuhnya.apalagi model rambutnya,nggak banget.
Kebanyakan siswa-siswa baru hanya bergerombol dengan kawan-kawan dari sekolah lama mereka.
"Ehh...iya.."jawab Dani kikuk.
"Sorry gw ngerti kok lo masih sedih,Sherly best friend kakak lo juga sama...tapi loe ga perlu sedih lagi kita Genk PL banyak kok yang ke OL,ntar gw kenalin" kata Bernie.
Tak lama kemudian datang siswa baru keturunan bule,mengagetkan mereka.
"Woii...Pada gosipin apa loe...? teriak Gavin mengagetkan.
"Kaget bedon...dasar bule sarap" jawab Bernie terkaget sambil memiringkan jari telunjuknya ke depan dahi kepalanya.
"Hahahaha..." tawa Gavin.
"Nih kenalin Dani" kata Bernie.
Gavin agak ragu sejenak karena melihat tampilan Dani,ia menjulurkan tangannya dengan terpaksa.
"Gw Gavin"
"Dani" kata Dani.
Gavin mengacuhkan Dani,ia hanya berbicara kepada Bernie.
"Hai Genks" tiba-tiba datang Sherly sobatnya Cici Ica yang langsung memeluk Dani dan terlihat mau mengeluarkan air mata.
"Gw ikut berduka yaa...Ica sobat gw yang paling deket" kata Sherly.
"Kenapa nihh cewek meluk Dani" gumam Gavin dalam hatinya.
"Gw juga mau donk dipeluk" kata Bernie berharap.
"Enak aja..Loe mau kena murka Nyokap gw?" kata Sherly.
"Berarti habis ini loe siap-siap kena murka Nyokap Loe" kata Bernie.
"Kalo Dani sih gak apa-apa,kan Nyokap gw deket udah kaya sodara sama Mamanya Almarhum Ica.
"Terus apa hubungannya sama Dani?" tanya Gavin.
"Dani kan adiknya,dasar Bule sarap" kata Sherly.
Semenjak mengetahui jika Dani adiknya Ica,Gavin mulai dekat dan banyak bercanda dengan Dani.
Sudah jam 7 pagi,tetapi acara ospek sepertinya diundur,ternyata gerombolan mereka Genk PL sudah berjumlah 16 orang,terdiri dari 9 anak perempuan dan 7 anak laki-laki.
Diantaranya ada beberapa yang dikenal Dani sewaktu di HD yaitu Sherly,Bernie,Roger,Mario dan Ivanka yang katanya gak jadi berhianat masuk ke....
Sedangkan yang lainnya Genk anak PL yang baru dikenal Dani hari ini seperti Gavin,Miska,Laura,Brenda,Farah,Sheila,Ika,Michael,Gerard,Diandra dan seorang anak cewek bule bernama Jenny.
Kemudian acara penyambutan siswa baru dimulai ,beberapa orang guru di mimbar aula segera memberikan ucapan selamat datang,selain itu mereka memberikan daftar-daftar barang keperluan yang harus dibawa untuk Ospek besok.
"Selamat datang di sekolah OL anak-anak,semoga kalian...blablabla..."Kepala Sekolah berpidato karena datang terlambat sebab tadi ada tamu dari Yayasan Pusat.
Tiba- tiba datang seorang siswa yang terlambat karena gagal bangun pagi.Siswa tersebut berdiri di belakang memisahkan diri dari kumpulan murid-murid yang berbaris di tengah Aula.
"Untuk yang terlambat baru datang,silahkan maju ke depan dan bergabung,hari ini Bapak masih memaklumi karena pasti kalian terbiasa bangun siang saat liburan,akan tetapi besok jika ada yang terlambat saat Orientasi maka akan dihukum " kata Kepala Sekolah yang terpaksa memaafkan sebab ia sadar juga datang terlambat.
"Nel..kesini..." teriak beberapa anak Genk PL kepada Daniel yang datang terlambat dan baru mau maju ke depan.