
Setelah semua barang dimasukkan ke mobil,Surya mengajak Dani ke LippoBank,sebelumnya ia sudah mengetahui dari cerita Dani jika mempunyai sebuah tabungan di Bank itu.
Surya memang berniat jahat,akan tetapi ia tidak berniat terlalu jahat,ia masih terlalu hati-hati agar tidak menjadi masalah karena dianggap merampas harta orang dan terlihat terlalu frontal.
Surya mau semuanya terlihat rapih,ia hanya ingin mengambil kedudukan tertinggi di perusahaan dengan menjadi walinya Dani,dengan itu ia akan mendapatkan gaji yang sangat besar dan fasilitas yang mewah,selain itu ia berencana untuk mencari celah keuntungan besar-besaran dari setiap proyek,setelah ia mendapatkan semuanya ia akan mengembalikan perusahaan kepada Dani saat berusia 21 tahun,Tentunya nantinya ia akan terhindar dari tuntutan hukum.
Pagi itu sekitar jam 9 pagi mereka sudah ada di Bank.
"Selamat pagi Bu,saya ingin menabung untuk adik saya ini"Kata Surya kepada petugas teller Bank.
"Iya Pak,silahkan"jawab teller Bank sambil menerima buku tabungan dari Surya.
Kemudian petugas teller tersebut membaca kertas slip setoran sebesar satu juta rupiah.
"Ini uangnya",kata Surya sambil menyerahkan uang sebesar 10 ribuan sebanyak 100 lembar kepada teller.
Teller Bank tersebut kemudian membuka buku tabungan tersebut dan mencetaknya,kemudian ia sedikit terkejut karena di rekening junior tersebut juga telah masuk transferan dana sebesar 100 juta rupiah.Pada saat itu uang sebesar itu cukup untuk membeli sebuah rumah di lingkungan real estate Bintaro.
Dani yang sedang menunggu di sofa tidak mengetahui jika di rekeningnya ada uang lebih dari 100 juta Rupiah.
"Ayo Dik,Sudah selesai,sekarang kita pergi ke Ratu Plasa.",ajak Surya.
"Iya Kak"
Ratu Plasa pada saat itu adalah pusat perbelanjaan yang mewah,disana terdapat brand-brand terkemuka di dunia.Dani merasa sangat kagum,ternyata ada yang lebih bagus lagi daripada Aldiron Plasa.ia melihat kapsul Lift yangbterlihat transparan karena orang yang di dalamnya bisa terlihat dan itu berpindah antar lantai.
Mereka memasuki toko sepatu Brand Nike,La Gear ,Adidas dll.kemudian Surya menyuruh Dani memilih sepatu untuk ia sekolah,Dani kaget melihat harga sepatu-sepatu tersebut yang mencapai ratusan ribu rupiah,ia tidak berani memilihnya.
"Sepatu ini semua harganya sangat mahal Kak"kata Dani,ia tak berani memilih sepatu-sepatu tersebut setelah melihat bandrol harganya.
"Baiklah jika begitu biar Kak Surya yang memilihnya untuk kamu",
Surya memilihkan sebuah sepatu yang diambilnya secara acak yang sekiranya seukuran dengan Dani.
"Ini sedikit kebesaran kak",ujar Dani.
"Ini pas kok,kan kamu belum memakai kaos kaki".
Kemudian Surya mengambil beberapa kaos kaki tebal dan menyuruh Dani memakainya kembali bersama dengan sepatu.
"Tuhh kan ,apa yang kak Surya bilang pasti pas kan".jelas Surya.
Setelah Surya mengetahui ukuran sepatu Dani,ia kemudian membeli 5 buah sepatu untuk Dani,diantaranya Nike Air Jordan untuk basket,Nike Runner untuk lari,Reebok dan LA Gear,selain itubia juga membelikan Dr Martens sebagai sepatu kulitnya, selain itu ia membeli 20 pasang sepatu lagi dengan peningkatan 2 nomor,itu sengaja ia lakukan agar Dani punya stok sepatu yang mencukupi hingga ia dewasa.Tak lupa di toko tersebut Surya membelikan Dani Baju-baju dan tas Nike,Reebok dll,yang menurutnya cukup hingga ia dewasa.
Kemudian mereka pergi makan siang dan dilanjutkan kembali berbelanja pakaian branded untuk Dani dengan stok yang cukup hingga ia dewasa,terakhir mereka pergi membeli peralatan sekolah,mulai dari buku tulis hingga set peralatan melukis dan lainnya dengan jumlah yang banyak.
Setelah itu mereka ke toko jam tangan Branded dan membeli beberapa buah.
Hari sudah menjelang sore,sebelum pulang Surya membungkus makanan untuk makan malam Dani,dirinya dan juga Adit kawannya yang sudah menunggunya di rumah baru Dani,lalu akhirnya mereka pulang menuju ke rumah baru Dani.
Setibanya disana Dani merasa takjub dalam sekejab rumah tersebut sudah penuh dengan perabotan dan isinya,mulai dari AC,Springbed,Sofa,kompor Rinnai 4 tunggku beserta tabung gasnya,juga beberapa lemari,selain itu ada 2 buah televisi Sony Trinitron yang besar yang terletak di kamar dan ruang tamu,dengan antena parabola,Video Player Sony dan sebuah game Nintendo Player,selain itu juga ada meja komputer lengkap dengan komputernya.
Mereka semua kemudian bekerja kembali untuk menata semua barang-barang di dalam lemari agar barang-barang tersebut tidak rusak hingga Dani dewasa.
Sedangkan di dapur peralatan memasak juga sudah lengkap,kulkas juga sudah terisi penuh.Lemari makanan juga sudah penuh makanan.Di garasi juga sudah ada sebuah sepeda Federal untuk ia sekolah,hanya saja Dani belum bisa naik sepeda.
Setelah semuanya selesai dan tertata rapih mereka bertiga kemudian makan malam,setelah itu Surya mengeluarkan Handycam Sony miliknya,ia memberikan arahan kepada Dani agar didalam rekaman tersebut Dani meminta para pemegang saham lainnya tidak perlu mengganggunya,ia ingin hidup mandiri,ia sudah membeli rumah di dekat sekolah lengkap dengan isinya,selain itu ia sudah membeli banyak pakaian dan sepatu,termasuk jam tangan.ia juga sudah menerima uang untuk membiayai pengeluaran selama hidupnya hingga saatnya ia mengambil alih perusahaan,ia telah menunjuk Surya sebagai walinya dan tak lupa menitipkan perusahaan kepada mereka,sekali lagi ia ingin mandiri dan tidak ingin diganggu,Jika ia ada masalah ia akan menghubungi mereka melalui Surya.
"Baik,cukup,tolong kamu pegang kamera ini Dit",kata Surya .
"Ok Bos"Kata Adit
Dani tidak tahu dan tidak Paham,jika ia akan mewarisi harta Keluarga Liem,ia masih 11 tahun dan yang ia tahu bahwa didalam video Pak Liem telah memerintahkan kepada Surya untuk mengurusnya,artinya ia harus menurutinya.
Sebelum pulang Surya akhirnya memberitahukan kepada Dani mengenai meninggalnya Pak Liem sekeluarga karena kecelakaan pesawat terbang,dengan memberikan bukti beberapa koran dan ia mengatakan sudah menjalankan amanat Pak Liem yang menjadi walinya dengan memberikan semua keperluan sekolah Dani,termasuk rumah dan tabungan untuk biaya masa depan Dani,tetapi ia tidak memberitahukan jika Dani mewariskan harta keluarga Liem.
"Ini adalah sertifikat rumah ini,kamu jaga baik-baik,dan juga ini buku tabungan kamu,sudah kakak isi dengan uang yang cukup sebagai bekal hingga kamu dewasa,Pak Liem sudah melaksanakan kewajibannya dengan memberikan ini semua,tugas kak Surya hanya sampai disini,artinya kita tidak bertemu kembali,kamu boleh mencari Kak Surya jika kamu sudah jadi orang kaya dan sukses.Semua ini untuk memicu kamu agar kamu tidak bergantung dengan Kakak,kamu harus bisa menunjukkan kepada Almarhum Pak Liem bahwa kelak kamu bisa sukses dan mandiri,Kamu mau berjanji ?",Kata Surya agar terlihat berwibawa dan baik hati.
"Saya berjanji Kak",ucap Dani berjanji akan tetapi sebenarnya ia menangis karena kepergian Pak Liem dan Cici Ica.
Dani merasakan kejamnya Dunia,disaat ia merasa senang karena akan mendapatkan sebuah keluarga baru,akan tetapi semuanya hilang begitu saja,selain itu Kak Surya orang baik yang mulai dekat dengannya selama 2 minggu dan sudah dianggap sebagai kakak ini tidak akan bertemu lagi dengannya, Dani merasa sakit hatinya dan menangis mengeluarkan air matanya,ia akan sendirian kembali.
"Jika begitu kak Surya permisi dulu,kamu harus jadi anak yang baik dan sukses",kata Surya sambil berjalan pamit pulang setelah menyalami dan berakting memeluk Dani.
"Kak Surya..."panggil Dani.
Surya kembali menghadap kebelakang
"Bolehkah saya mendapatkan bebarapa foto Pak Liem sekeluarga?",tanya Dani penuh harap.
"Baiklah,besok akan kakak suruh orang mengantarkannya kesini,tapi setelah ini kamu harus melaksanakan janjimu untuk tidak mengganggu Kak Surya".kata Surya.
"Baik Kak Dani berjanji setelah ini tidak mengganggu Kak Surya lagi".jawab Dani sedih.
Dani mengantarkan Kak Surya hingga ke dalam mobilnya,dan ia berdiri diluar jalan sampai mobil itu menghilang di ujung jalan.