KINGDOM CEO'S

KINGDOM CEO'S
Rencana jahat Surya.



Sepuluh menit setelah lepas,pesawat jet tersebut mengalami masalah engine,kemudian meledak di udara dan jatuh di Kepulauan Seribu.


Berita ini sangat mengguncang dunia bisnis tanah air,stasiun televisi pagi ini sibuk memberitakan kejadian tersebut.


Setiap pagi seperti biasanya Pak Rahmat,tidak pernah menonton televisi,jadi ia tidak mengetahui berita ini,sedangkan koran-koran Nasional sudah memberitakan di Headline mereka.


Tim SAR masih sibuk memberikan pertolongan dan mencari jika kemungkinan ada korban yang selamat.


Tak lupa Surya memberikan beberapa koran yang ada Headline kecelakaan tersebut.kemudian Pak Rahmat melihat semua judul berita utama tersebut.


"Saya akan mempercepat proses surat pengangkatan Dani sebagai anak angkat Pak Liem,sesuai amanatnya yang terakhir".Kata Surya.


"Lalu?".kata Pak Rahmat.


"Jika dalam beberapa hari tidak diketemukan salah seorang antara Pak Liem,atau istri atau anaknya yang selamat,maka artinya Dani bisa menjadi ahli warisnya yang sah,dan kemungkinan juga untuk ahli waris Tuan Besar Liem".kata Surya.


Surya sudah mengetahui,bahwa sudah dipastikan tidak ada Keluarga Liem yang selamat,Jika tidak ada ahli waris,tentunya harta mereka akan diambil dan diurus oleh yang berwenang,itu bukanlah aset yang sedikit,setidaknya bernilai lebih dari 100 juta Dollar dan itu adalah nilai yang sangat besar pada masa itu.Surya berencana mempergunakan Dani sebagai alatnya untuk menghisap harta keluarga Liem,dan ia sudah mempunyai semua dokumen yang mendukung semua rencananya.


"Untuk sementara waktu,saya mohon Pak Rahmat tidak memberitahukan tentang masalah ini kepada Dani agar ia tidak shock,nanti saya yang akan memberitahukannya perlahan,selanjutnya saya yang akan mengurusnya sebagai walinya",Kata Surya.


"Baiklah jika memang begitu,jika itu jalan yang terbaik",kata Pak Rahmat yang tidak menyadari maksud jahat Surya.


"Bokehkah saya bertemu dengannya sekarang?",tanya Surya.


"Saya akan mengantarkan anda ke kamarnya".kata Pak Rahmat.


Tak lama kemudian,Dani sudah terlihat dalam kondisi siap pergi,ia sudah memakai kemeja terbaiknya dan sudah mengikat dua buah kardus barang-barangnya dengan tali.


"Nak Dani,ini Pak Surya,ia adalah asistennya Pak Liem,ia yang akan menjemputmu dikarenakan Pak Liem ada urusan keluarga yang mendesak",Jelas Pak Rahmat.


"Perkenalkan,saya adalah Surya Adiyana,saya diperintahkan oleh Pak Liem untuk menjemputmu nak",jelas Surya memperkenalkan dirinya.


"Baiklah saya sudah siap Pak",jelas Dani


"Panggi saja saya Kak Surya".


"Jika begitu sekarang kita berangkat,pastikan barang bawaanmu tidak ada yang tertinggal,dan berpamitlah kepada guru-gurumu!",perintah Surya sambil membantu membawakan kardus-kardus Dani.


Dani kemudian berpamitan kepada keluarga sekolahnya,ia mengucapkan banyak terima kasih karena selama ini telah dibantu oleh mereka.kemudian Dani pergi mengikuti Surya.


Surya,mengajak ngobrol Dani,ia berusaha meraih simpati dan kepercayaannya,tak lupa ia mengajak Dani makan di Pizza Hut.


Setelah itu Surya malah membawa Dani pergi ke rumahnya di perumahan Bintaro Jaya.Dani merasa bingung karena setibanya disana ia tidak bertemu dengan Pak Liem dan Cici Ica.


Surya memasang sebuah video,sebuah video yang berisi pernyataan adopsi dari Pak Liem dan istrinya,serta penyerahan pengurusan kepada Surya dikarenakan mereka harus ke Amerika.


"Sekarang adik sudah paham maksud Kak Surya bawa kesini bukan?,tanya Surya.


"Kita harus segera menyelesaikan surat-surat adopsimu,agar kita bisa cepat menyusul mereka ke Amerika".jelas Surya.


"Baik Kak"


"Jika begitu kamu sekarang istirahat di kamar ini dulu",kata Surya sambil mengajak Dani menuju ke kamar yang telah ia persiapkan.


Dani memasuki sebuah kamar yang terlihat bagus menurutnya,kamar tersebut berada di lantai atas dan mempunyai kasur Springbed yang empuk.


Surya meninggalkan Dani di kamar tersebut,ia merasa sudah mendapatkan awal kepercayaan dari Dani dan ia berpikir akan sangat mudah memuluskan rencana aksinya.


Dua minggu sudah berlalu ,Surat-surat adopsi telah selesai,sebenarnya untuk proses ini bisa memakan waktu berbulan-bulan,akan tetapi Surya telah membayar biaya yang sangat besar untuk mempercepat prosesnya,Kemudian di pagi hari Pak Surya mengajak Dani ke kantor seorang notaris yang sudah diaturnya,ia juga datang bersama dengan seorang pengacara.


"Dani,ini adalah Ibu Lies,ia adalah seorang Notaris,dan ini adalah Pak Rudi ia adalah seorang Pengacara",kata Surya.


Kemudian Surya mengeluarkan sebuah Surat,dan ia berkata membutuhkan tanda tangan Dani,ia hanya berkata bahwa ia membutuhkan tanda tangan tersebut atas perintah Pak Liem.


"Kamu tanda-tangani di sebelah sini Nak!",perintah Surya lembut kepada Dani.


"Baik Kak",jawab Dani menurut.


Dani tidak mengerti isi dari surat tersebut,yang ia tahu bahwa semua adalah perintah dari Pak Liem.


"Akhirnya aku bisa menjadi kaya",gumam Surya dalam hati,karena surat tersebut telah selesai ditanda tangani.


Isi dari surat tersebut adalah menerangkan bahwa Surya adalah bertindak sebagai dari Wali Sah Dani sementara,ia berhak mengelola harta peninggalan keluarga Liem sampai kelak Dani berusia 21 tahun.


Dani akan diberikan rumah tinggal dan uang untuk biaya hidupnya hingga ia berusia 22 tahun.


Surya mengantarkan Dani ke sebuah rumah kecil,berukuran 7x11 meter,rumah itu sangat sederhana akan tetapi sudah direnovasi oleh pemiliknya agar dapat terjual cepat,terdapat 2 kamar tidur dan sebiah kamar mandi.didepannya ada jalan yang hanya bisa dilewati oleh sebuah mobil.Surya membelinya atas nama Dani sekitar seminggu yang lalu.Letak rumah tersebut berada di perkampungan daerah Pinang yang tidak jauh dari sekolah Dani.


"Selanjutnya mulai sekarang kamu tinggal disini,rumah ini menjadi milikmu,saya akan menyerahkan sertifikat rumahnya kepadamu,kamu harus menyimpannya hati-hati,ini semua adalah kemauan Pak Liem agar kamu mandiri",kata Surya yang jelas berbohong.


Dani mempercayai Surya,karena ia sudah melihat video Pak Liem yang mempercayakan dirinya kepada Surya.ia menurut saja.


"Iya Kak,terima kasih"


"Setelah ini kita ke rumah Pak Rt"


Tiba di rumah Pak Rt.Surya menjelaskan bahwa ia baru membeli rumah milik Ibu Rumi,dan ia berniat bersilahtuhrahmi,sekalian menitipkan adiknya karena ia bertugas di Singapura,sedangkan adiknya bersekolah tidak jauh dari sini.,kemudian Surya memberikan amplop yang berisi uang untuk sumbangan warga.Ia juga berkata Pak Rt tidak perlu khawatir karena adiknya biasa hidup mandiri.


Dani kemudian ikut dengan Surya,kemudian ia membereskan semua barang-barangnya,Surya juga memberikan sebuah koper yang didalamnya sudah berisi sertifikat rumah.ia juga memasukkan barang-barang Dani ke dalam koper besar tersebut.


"