KINGDOM CEO'S

KINGDOM CEO'S
Nyak meninggalkan dunia selamanya



Lahan Perkampungan kumuh para pemulung adalah suatu lahan yang lumayan luas ,seluas sekitar 3 hektar,lahan tersebut tiba-tiba sudah menjadi milik perusahaan pengembang properti terkemuka di Jakarta dan konon katanya dimiliki oleh beberapa orang pejabat.


Banyak warga pemulung yang menetap disana semenjak dari jaman kemerdekaan,akan tetapi mereka tidak punya surat kepemilikan lahan.karena tadinya lahan tersebut berfungsi sebagai TPA,dan lebih dari separuh lahan tersebut menjadi tempat pembuangan sampah dan setiap ada truk sampah yang datang,maka para warga akan berkumpul untuk mencari tumpukan barang bekas yang masih laku dijual.


Semua rumah warga pemulung terbuat dari bambu dan kayu bekas dan semua mayoritas berdinding tambalan kayu dan kardus bekas.


Pukul 3 pagi semua warga berteriak keluar dari gubugnya,terlihat beberapa gubug serentak sudah terbakar hebat,ini diakibatkan oleh banyaknya plastik dan kardus disetiap rumah yang dikumpulkan oleh para pemulung.


Nyak sedang tertidur pulas,sebab ia baru bisa tertidur sekitar jam 1 pagi karena ia merindukan Dani,dan ia sudah terbiasa tidur jika ada Dani disisinya.Tiba-tiba Nyak terbangun karena suara teriakan para pemulung,dan api sudah hinggap diatas atap gubugnya


Nyak Berteriak,'Tolong...tolong...tolong...',akan tetapi tidak ada warga yang menolongnya karena mereka juga terlihat kesulitan untuk menyelamatkan diri mereka.


Akhirnya Nyak berhenti berteriak setelah salah satu atap gubug menimpa tubuh tuanya,dan Nyak berdoa,'Ya Allah jika ini adalah akhir dari hidupku,semoga engkau melindungi kehidupan anakku',Doa Nyak sambil mengeluarkan air mata dan mengucapkan kalimat Syahadat.


Nyak Pasrah di dalam gubugnya hingga semua atap rumah rubuh dan ia menimpa tubuhnya,ia terlihat dalam posisi menangis dan bersujud dan kobaran api telah membakar hangus tubuhnya.


Jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi dan murid-murid yang dijemput sudah diperbolehkan pulang,hanya untuk para siswa yang dipanggil oleh guru yang bisa meninggalkan kelas.dan akhirnya hanya tinggal dua siswa yang belum dipanggil,yaitu Dani dan Rogayah.


Salah seorang guru keluar kelas kemudian menyuruh rekannya untuk mencari keberadaan orang tua kami.


Dani merasa cemas karena Nyak belum datang menjemputnya.


'Pak guru,mengapa saya dan Rogayah tidak boleh pulang ?',tanya Dani kepada Pak Agus guru yang menjaganya sekarang.


'Sabar ya nak..ini Pak Rahmat sedang diperintahkan oleh Bapak Kepala untuk memanggil orangtua kalian',jawab Pak Agus.


'Nyak pasti tidak ada dirumah Pak,karena Nyak selalu berangkat pergi kerja sebelum jam 7 pagi',jelas Dani.


'sabar dulu dan tunggu dulu ya nak...',jawab Pak Agus


Setelah 30 menit Pak Rahmat tiba dan mengajak kami berdua untuk pulang,kami diantar oleh 5 orang guru termasuk bersama kepala sekolah.Ternyata kami tidak dibawa pulang ke rumah akan tetapi kami dibawa ke balai Kelurahan.


'Paman...',teriak Rogayah sambil berlari setelah melihat Pamannya ditempat penampungan korban kebakaran.


'Rogayah...',kata paman dengan wajah senang setelah melihat keponakannya itu yang datang berlari menghampirinya.


Terlihat Kepala sekolah berbincang dengan Paman Rogayah dan disiru diketahui mengapa Rogayah tidak dijemput karena Ayahnya sedang menemani Ibunya yang sedang dirawat di rumah sakit karena terkena luka bakar.


Kemudian Dani diajak oleh salah seorang guru untuk menemui petugas kelurahan yang bertugas mendata korban.


'Sementara tidak ada korban yang bernama Ibu Warnih Pak,mungkin beliau bagian dari warga yang menyelamatkan diri yang tidak kemari atau berlari ke tempat lain jafinya tidak terdata'',jawab Ibu petugas tersebut setelah memeriksa daftar nama para korban.


'Saya akan menunggu disini saja Pak,nanti Pasti Nyak mencari saya disini',jawab Dani


'Baiklah jika itu maumu,Bapak akan menitipkan kamu kepada petugas disini,jika terjadi sesuatu kamu bisa kembali ke sekolah mencari kami',jelas Pak Rahmat.


Kemudian Pak Rahmat meninggalkan Dani setelah menitipkan kepada salah seorang petugas kelurahan.


Lima belas menit setelah kepergian para guru,ada salah seorang tetangga sebelah gubug Nyak yang Dani kenal menghampirinya,orang tersebut baru keluar dari balai pengobatan di kelurahan,terlihat dia nampak di perban di tangan dan kakinya dan terlihat lukanya tidak terlalu serius.


'Dani....',sapa Bu Lina,ia adalah seorang wanita berumur sekitar 55 tahun dan juga kenal baik dengan Nyak.


'Bu Lina',jawab Dani senang walaupun Dani terlihat sedih melihat perban yang ada di tubuh Ibu Lina.


'Apakah Bu Lina melihat Nyak?'',tanya Dani


Terlihat Bu Lina meneteskan air mata kemudian ia menceritakan apa yang sudah dilaluinya.


'Kamu yang kuat dan tabah ya nak,Sewaktu kebakaran,kejadiannya sangat cepat nak,Ibu sedang berusaha menyelamatkan diri sedangkan Ibu juga terluka,sewaktu Ibu lewat depan gubug Nyak Ibu melihat Nyak sedang berdoa dan langsung bersujud,kemudian...',terlihat Bu Lina menangis tanpa dapat melanjutkan kata-katanya.ia tidak dapat menolong Nyak karena ia telah ditarik oleh warga yang lainnya agar menyelamatkan diri.


Mendengar cerita dari Bu Lina yang belum selesai Dani segera berlari menuju ke perkampungan pemulung,disana terlihat sudah rata,yang ada hanya garis Polisi saja,tidak ada gubug lagi yang tersisa,ia berlari menuju ke gubugnya,Dani mulai membongkar tumpukan kaleng yang sudah gosong terkena api,berharap menemukan Jasad Nyak.


Setelah satu jam mencari hasilnya masih nihil,jasad Nyak tidak ditemukan,hanya sepasang roda besi gerobak Nyak yang tersisa dan itu telah gosong.Kemudian Dani menangis sekeras-kerasnya sambil duduk diatas puing-puing gubugnya dan terus berteriak memanggil Nyak,air mata terus mengalir dengan deras di pipinya.


Dani terus membayangkan jika kemarin sore di tempat ini ia masih berbincang-bincang bahagia dengan Nyak karena diberikan uang saku untuk pertama kalinya dan itu membuatnya bahagia.Ternyata Uang saku 200 Rupiah itu beserta nasi bungkus yang berisi ayam goreng adalah hal terindah yang diberikan oleh Nyak untuk terakhir kalinya.


'Nyak,aku tidak butuh uang 200 rupiah dan ayam goreng,aku rela tidak mendapatkannya asalkan Nyak tidak pergi meninggalkanku.aku tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini selain dirimu ,kemana aku harus pergi tanpa Nyak...'.tangis dani.


Dani sangat terpukul atas kejadian ini,hatinya terasa sangat sakit karena ditinggal oleh orang yang paling disayanginya.hanya tangisan duka dan kesedihan yang masih tersisa yang terus dia tumpahkan.


Tak lama kemudian datanglah beberapa orang yang bertampang seram mengusirnya dari tempat itu,mereka menyuruh Dani pergi menuju ke kelurahan agar berkumpul dengan warga yang lainnya.


'Ayo dik,pergi dari tempat ini,disini sangat berbahaya,lebih baik kamu berkumpul dengan warga yang lainnya di kelurahan'.perintah orang tersebut.


Dani masih belum mau beranjak dari tempat itu,dan ia masih terus menangis memanggil Nyak,kemudian karena hilangnya kesabaran para preman tersebut menarik Dani keluar dengan paksa hingga keluar dari area pemukiman yang terbakar.


Kemudian datanglah truk yang berisi puluhan preman,mereka menjaga lahan itu dari para warga yang selamat yang akan kembali untuk membangun gubugnya kembali agar tidak menempati kembali lahan itu.