KINGDOM CEO'S

KINGDOM CEO'S
Orientasi Siswa Baru



Guru-guru memberikan pengumuman lanjutan kemudian mereka memberikan daftar barang yang harus dibawa besok.


Dani segera mengayuh sepedanya untuk pulang ke rumah,ia berniat mencari barang- barang yang harus dibeli untuk dipergunakan dalam ospek besok,diantaranya adalah harus membuat topi berbentuk perahu dari kertas karton yang didalamnya harus dilapisi oleh kain warna biru sedangkan diluarnya dilapisi kertas koran,tugas tersebut ada lampitan gambar petunjuk cara membuatnya.


Kemudian harus memakai sepatu yang mayoritas berwarna putih dan memakai kalung yang terikat wortel sebagai liontinnya dengan tali kalung dari tali rapiah.


Yang terakhir adalah memakai tas sekolah dari bahan karung beras yang dijahit sesuai petunjuk gambar,terakhir memakai kaos kaki sebelah kanan merah dan sebelah kiri putih polos.


"Baru pulang Nak?",sapa Mpok Leha yang sedang kebetulan sedang di depan rumahnya menyiramkan air ke jalan dengan selang.


"Iya Mpok" jawab Dani yang mulai terbiasa akrab dengan Mpok Leha.


"Tadi tukang listrik kemari,kayaknya mau menagih biaya listrik,sebaiknya nanti malam ke rumah Pak Rt saja biar ikut bayar listrik kolektif" kata Mpok Leha.


"Baik Mpok"


"Cepat dibayar ya nak,daripada nanti diputus sama PLN" kata Mpok Lela.


"Iya Mpok nanti malam saya akan membayarnya,terima kasih" jawab Dani kemudian membuka kunci pagar depan rumahnya.


Keesokan harinya Dani bersiap- siap untuk berangkat ke sekolahnya,seperti biasanya setiap pagi ia sarapan nasi uduknya Mpok Leha.


Dani segera memakai perlengkapan orientasinya sebab perintahnya adalah semua harus dipakai dari rumah.Ia sudah mengganti tali sepatu Nike Air Jordannya yang kebetulan berwarna putih dengan tali rapiah,selain itu ia juga sudah memasukkan sebuah buku tulis sesuai panduan ke dalam tas yang terbuat dari karung beras.


"Buku sudah,pulpen sudah,uang sudah,sarapan sudah,saatnya berangkat" gumam Dani di dalam hatinya.


Pintu pagar rumah Dani terbuka,terlihat Dani keluar dari pagar rumahnya dengan menenteng sepedanya.


"Mau berangkat sekolah ya nak...hahaha..? tanya Bu Jayadi yang sedang membeli nasi uduk,ia melihat Dani terlihat lucu dengan dandanannya yang menurutnya seperti orang stress.


"Iya Bu,saya permisi berangkat dulu" jawab Dani sambil menaiki sepedanya.


Pagi ini di situasi di sekolah SMP OL.Semua murid saling mentertawakan kawan mereka masing-masing,selain itu ada beberapa siswa yang lupa membawa salah satu barang atau ada juga yang salah memakai sisi kaos kakinya.


"Gila loe Yo..itu yang merah di sebelah kanan" hardik Bernie kepada Mario.


"Masalahnya gw bingung sama sebelah kanannya kita atau yang melihat kita" jawab Mario.


"Tuhh loe lihat si bule Sarap aja tau bedanya kiri sama kanan" tunjuk Bernie ke arah Gavin yang baru datang.


"Tuhh orang kan sarap,ngapain lo ikutin" jawab Mario ngeyel.


"Tuhh loe lihat Dani juga baru datang,masa loe mau bilang dia ikutan sarap juga..hehehe.." kata Bernie tertawa akan kebodohan Mario,selain itu ia semakin kesal akibat sifat ngeyelnya Mario.


"Pagi Genks",sapa Bernie dan Gavin ke Dani yang baru datang,sedangkan Mario sedang melepaskan sepatunya untuk merubah posisi warna kaos kakinya..


"Iya Genks,pagi..."jawab Dani kepada mereka,ia merasa sudah mulai akrab dengan mereka.


Dani sudah dianggap sebagai bagian dari Genks PL karena ia dianggap menggantikan posisinya Almarhum Ica di Genksnya tersebut.


"Wihh Air Jordan baru...Loe beli dimana?kemaren soalnya mau gw beli di Ratu Plasa tapi katanya udah habis nomer tiga delapannya,pasti loe yang beli yaa kemaren? tanya Gavin ke Dani.


Gavin adalah penggila Michael Jordan,ia selalu mengoleksi barang-barang keluaran Air Jordan.


"Air Jordan apa?" tanya Dani gak paham,Dani tidak mengenal siapa itu Michael Jordan,ia juga tidak tahu jika sepatunya adalah merk branded.


"Apa katanya MJ kalo sepatunya talinya dari Rapiah...hahaha.."tawa Mario.


"Ini Jordan sepatu baru loe" kata Gavin yang dengan jelas melihat kalau sepatu yang dipakai Dani masih sangat baru.Ia merasa kemarin sudah kalah cepat dengan Dani waktu membelinya.


"Ohh ini udah semingguan kok belinya" jawab Dani.


"Berarti loe aja yang telat belinya Vin...dasar o'on" kata Bernie sambil menekan dahi kepala Gavin dengan jari telunjuknya.


Kemudian Daniel datang, " Hai Genks" sapa Daniel.


"Nil kemaren gw lihat loe di Gramed,emangnya di Gramed jualan karung ya? tanya Mario yang terkenal o'onnya yang hanya bisa disaingi oleh Berto adiknya yang sekarang naik ke kelas 6 di SD PL.


"Iya gw beli karung kemaren di Gramed" jawab Daniel berbohong.


"Hahaha..."ketawa Gavin, Bernie dan Dani.


"Loe kenapa pada ketawa semua?" tanya Mario bingung.


"Gak kok gw cuma inget tadi kalo loe pake kaos kaki kebalik" kata Bernie berbohong.


"Gitu aja Loe ketawain,dasar norak lo" kata Mario.


Kemudian Sheila bareng dengan Ivanka datang.


"Hai Genks" sapa mereka berdua.


"Hai Vanka,loe tambah cantik aja hari ini" rayu Gavin,yang memang pada dasarnya kalo Ivanka adalah cinta monyetnya.


Flash Back on beberapa hari yang lalu


Gavin rela mengikuti Ivanka daftar ke TarQ,akan tetapi setelah ia mengetahui Ivanka pindah ke OL ia rela memohon ke Daddynya untuk memindahkannya agar diterima di OL,padahal Daddynya sudah membayar uang muka di TarQ.Pendaftaran di OL saja sudah ditutup,Kemudian Daddynya yang bule Amerika akhirnya mempergunakan koneksinya dengan keluarga Sanjaya pemilik OL agar bersedia menyediakan sebuah bangku yang sebenarnya sudah penuh terisi.


Daddy Gavin sempat kalang kabut begitu mendengar bangku di OL sudah penuh,ia takut jika anaknya Gavin mau mogok sekolah,sebagai gantinya ia janji akan memindahkan Gavin ke OL begitu kelas 2 yang biasanya ada bangku kosong dari siswa yang tidak naik kelas.


Tiga hari kemudian ada telpon ke kantor Daddynya Gavin dari Pak Sanjaya yang mengatakan jika tiba-tiba ada sebuah bangku kosong,ternyata bangku tersebut adalah peninggalan yang tidak jadi dipakai oleh Almarhum Jessica.


Flash Back Off...


"Ya jelas lahh gw cantik abiss,kan Nyokap artis" jawab Ivanka menyombongkan Ibunya artis terkenal yang menjadi pemain film bersama Roy Marten.