Jyru

Jyru
17



...Selamat membaca...


...Jangan lupa beri like dan komentar kalian untuk JyRu ya ☺️...


...Terima kasih...



...|JyRu 17|...


“Apa kakak tidak curiga kepada seseorang?” tanya Ghea yang membuatku semakin bingung. Memangnya aku harus curiga pada siapa? Penduduk Folk bukan hanya sepuluh atau seratus orang, walaupun memang tidak banyak yang tinggal di sini.


“Curiga?” tanyaku memancing, meski terlihat jelas di wajah Ghea tentang siapa yang ia maksud.


“Kakak tau bagaimana ciri-ciri fisik penduduk Folk. bukan?”


Aku mulai paham arah tujuannya ketika ‘ciri-ciri’ yang ia maksud, tertuju pada satu orang yang memiliki perbedaan yang begitu mencolok. Apa orang yang dia maksud, sama dengan orang yang ada didalam kepalaku sekarang?


“Tentu saja. Aku juga paham soal itu.” sahutku sekenanya saja, tidak ada tujuan lain selain hanya ingin menjawab pertanyaan lumrah dari Ghea.


“Pasti Kaka tau maksudku 'kan?” tanyanya menelisik dengan mata memicing.


Aku tau, tapi aku akan tetap pura-pura tidak tau agar dia mengatakan sesuatu yang mungkin bisa memberi petunjuk lain.


“Tidak.”


Ghea mengembuskan nafas besar, lalu menatapku sekali lagi.


“Kakak pasti sudah tau rumor tentang ... JyRu, kan?”


Tidak. Aku tidak tau apapun tentang rumor. Aku hanya melihat semua orang menjauhinya, dan itu sangat memuakkan.


“Memangnya, JyRu kenapa?”


Aku dapat menangkap gelagat gelisah dari gerakan badan Ghea. Tatapan matanya juga seperti tidak tenang dan terlihat kalut, takut.


“Ada yang bilang, jika JyRu adalah manusia serigala itu.”


Aku terkejut mendengar hal itu. Bagaimana bisa Ghea berasumsi demikian? Aku hanya menebak, tapi mengapa mereka justru menjudge begitu saja tanpa ada bukti?


“Kamu, bicara seperti itu, apa ada bukti?” tanyaku penasaran dan juga tidak terima mereka menghakimi apa yang belum tentu kebenarannya itu. “Tidak baik menuduhkan sesuatu yang tidak ada bukti, Ghe.”


Ghea tersenyum disudut bibir. “Tapi, apa kak Arthur akan percaya padaku, kalau aku memberitahu kakak jika pernah melihatnya sendiri?”


Melihatnya sendiri? Maksudnya, Ghea melihat JyRu dalam wujud manusia serigala?


“Melihat apa maksudmu?”


“Melihat JyRu dengan wujud aslinya.”


Pandanganku tertumbuk pada manik mata coklat terang milik Ghea. Gadis didepanku terlihat serius dan tidak terlihat sebuah kebohongan di matanya. Apa benar yang dikatakannya itu? Kenapa aku seolah dipaksa ikut percaya pada asumsi yang aku sendiri belum mempercayainya?


“Jadi, apa sebenarnya hubungan kamu sama JyRu?”


Ghea melengos. Dia lebih memilih membuang wajahnya dari pandanganku.


“Aku, pernah menjadi teman dekatnya. Dan aku tau sesuatu tentang dia. Apa kakak tidak ingin tau juga?”


***


Ssssswswsw ...


Swswswwswssss ...


Aku berlari, mencoba mengabaikan semua bisikan menakutkan yang mengejarku. Hingga akhirnya aku sampai di sebuah gubuk tengah hutan yang sunyi. Aku memperhatikan sekitar, dan aku pikir sosok itu sudah pergi. Tapi,


Aku akan memakan hatinya!


Sial! Wajah menakutkan itu menatap tepat didepan wajahku hingga nafasku seolah tercekat dan tertahan.


Aku tidak akan membiarkan dia lolos dariku.


Buat dia patah hati, dan aku akan membuatmu merasa tenang.


Apa ini sebuah manipulasi? Tidak, aku tidak boleh terpengaruh.


Aku harus kembali. Ya, aku harus menemukan jalan untuk kembali.


Aku berlari sekali lagi. Sekencang mungkin, sekuat tenaga yang tersisa, dan makhluk itu masih saja terus mengejar dan membisikkan kata-kata tidak jelas di telingaku.


Aku menyesal sudah mengabaikan pesan nenek JyRu untuk tidak menoleh ke belakang saat mendengar suara bisikan. Sekarang, aku seperti terjebak dan sulit menemukan jalan. Tidak ada seorangpun yang sepertinya mau menolong.


Aku berlari. Terus berlari tanpa peduli sakit pada telapak kaki yang menginjak batu dan tersandung akar pohon. Hingga aku melihat sebuah cahaya terang di kejauhan, yang membuatku berlari semakin cepat dan tidak memperhatikan sekitar.


Tanpa aku sadari, jalanan ini memiliki ujung yang transparan seperti fatamorgana. Tubuhku melayang diantara udara dan kabut yang dingin. Tidak ada suara yang bisa terucap meskipun hanya ingin berkata tolong.


Semakin dingin, dan kurasakan sesuatu menghantam punggungku cukup keras hingga mataku refleks terbuka.


Keringat di keningku begitu banyak. Semua yang baru saja ku lalui adalah sebuah mimpi. Mimpi yang terasa nyata dan mengerikan. Mimpi yang terlihat seperti tidak ada pembatas nyata. Dan mimpi yang membuat sebuah asumsi, tiba-tiba muncul didalam benakku.


Apa semua ini ada hubungannya dengan JyRu dan neneknya?


Mengingat nenek JyRu pernah memberikan minuman yang tidak aku ketahui apa itu, lantas melarangku mendengar dan menoleh pada apapun yang berbisik di telingaku.


Atau, semua itu dampak dari sesuatu yang menghantam tubuhku ketika ingin menyelamatkan JyRu dari sosok yang mendekatinya malam itu?


Tunggu.


Mengapa tiba-tiba aku mengingat sesuatu yang sepertinya tidak pernah aku alami. Atau, hal itu memang terjadi, dan seseorang dengan sengaja menghapus jejak itu dari memori ingatanku?


Sial! Semuanya semakin rumit.


Aku meremas kepalaku yang mulai terasa pening dan berat karena memikirkan banyak hal aneh yang terjadi dalam hidupku akhir-akhir ini.


Jika memang benar ingatanku dengan sengaja di manipulasi agar aku melupakan semua hal buruk yang bersifat mistis yang terjadi padaku, siapa yang melakukannya?


JyRu? Neneknya?


Lalu, siapa mereka sebenarnya?


***


Aku tidak tau harus mengekspresikan diri dan perasaanku seperti apa ketika bertemu JyRu nanti. Menurut mitos yang beredar, seseorang bisa melihat wujud asli sang manusia serigala di malam bulan purnama. Itupun hanya orang terpilih yang bisa melihatnya, dalam tanda kutip, memiliki hubungan tertentu dengan dia.


Mungkin, tidak semua orang bisa dekat dengan makhluk mitologi itu karena mereka juga tidak akan tau jika orang yang dekat dengannya adalah si manusia serigala, pada mulanya. Identitas diri yang sebenarnya akan terus ia tutupi sampai ada orang yang benar-benar tulus menjadi teman yang akan ia Bebani dengan sebuah kata, sebuah kepercayaan.


Tapi, menilai dari apa yang dikatakan Ghea, jika memang benar dia pernah memiliki hubungan pertemanan dekat dengan JyRu, Ghea lah si pembuat masalah karena memilih pergi setelah melihat wujud asli makhluk mitologi yang ia sebut-sebut sebagai JyRu itu.


Ya, aku masih belum percaya sepenuhnya jika JyRu adalah makhluk yang dikatakan Ghea dan dijauhi orang-orang karena keistimewaan yang ada pada dirinya. Menjadi berbeda kadang memang menyulitkan. Aku salut, JyRu bisa bertahan sejauh ini menghadapi semua perilaku tidak mengenakkan dari semua orang padanya.


Sedangkan aku, tidak ingin munafik. Aku terdorong untuk membuktikan ucapan Ghea. Aku menunggu bulan purnama menyapa bumi, beberapa minggu kedepan. Tapi, apa ini setimpal dengan rasa percaya yang sudah diberikan pada ku, oleh JyRu dan juga neneknya?


“Hai Art.” lamunanku buyar ketika JyRu menyapaku. Dia datang begitu saja tanpa aku duga.


“Oh hai. Bagaimana libur akhir pekannya?” tanyaku mencoba mengalihkan topik yang ada di dalam kepalaku..Suara Ghea masih terus mendominasi, juga memprovokasi agar aku mencari informasi lebih tentang JyRu.


“Tidak ada yang istimewa. Hanya membantu nenek mencari kayu bakar dan belajar.”


Terdengar sangat membosankan. Tapi bisa apa? Siklus kehidupan mereka memang seperti itu. Aku terkadang heran, mengapa JyRu bisa hidup kolot di jaman modern ini.


“Boleh aku berkunjung ke rumah kamu lagi?”


Seharusnya ini tidak akan mengganggu JyRu, aku hanya ingin memastikan jika sosok hitam yang terus muncul dalam mimpiku itu, ada hubungannya dengan rumah yang aku lihat juga dalam mimpi, yang ku yakini sebagai rumah tempat tinggal JyRu dan sang nenek.


Jika dugaanku benar, itu artinya aku memang sedang dekat dengan sosok manusia serigala yang menjadi incaran makhluk hitam mengerikan itu.


Apa perlu aku membuktikan terkaanku? []


...To be continue...