
“Hari udah makin malam nih, cepet-cepet pulang dah.”
Aku bergegas pulang kerumah. Tetapi saat di perjalan pulangku di dalam desa....
Brakk!!... Aku menabrak orang berkerudung didepanku, ia di rantai dan di bawa oleh orang dewasa.
“Oh…maaf saya tidak liat ada anda tadi, maaf sudah menabrak anda.”
“Hei bocah, jangan dekat-dekat dengan dia, ini seorang budak, aku mau menjualnya jadi jangan terlalu dekat dengannya.” Pria dewasa.
“Oh, maaf pak saya gak sengaja tadi.”
“Yaudah pulang sono, cariin ibu kamu nanti, anak kecil main sampai malam gini gak baik loh.” Kata pria dewasa.
“Oh iya pak, makasih sudah maafin saya, kalau gitu saya pamit pulang dulu, bay-bay~”
Aku pergi ke dalam sela-sela kota dan melirik orang tadi.
“hmm… tuh orang penjual budak ya, sangat mencurigakan, dan budak seperti apa yang mau dia jual?”
Lalu si pria dewasa tadi pergi ke tempat yang agak aneh di desa, tempatnya seperti pasar gelap, ia menuju kesalah satu bangunan, aku terus mengikutinya, lalu pria tadi masuk kerumah itu, akupun mengintip dari jendela.
Selepas itu pria yang turun dari atas tangga muncul, ia menyambut mereka dan membawa pria dan budak tadi keruangan lain.
“Wanjay mau kemana tuh mereka, gw penasaran?, masuk sosor aja dah”
Aku masuk kerumah itu dan mengikuti pria tadi ke ruangan lain.
“Nah kita sampai, disini tempatnya, jadi saya beli budak itu dengan 50 koin emas gimana?” kata pemilik rumah.
“Oke deal, ini adalah budak yang sepesial, dan juga dia itu masih perawan loh.” Kata pria dewasa.
“Wohoho!! Jika dilelangkan di pasar gelap ini, pasti akan mahal nih harganya!! Hahahaha!!” kata pemilik rumah.
“oh jadi budak itu wanita toh.”
Si budak menurunkan kerudungnya dan membuatku terkejut.
“wohh!!! Itukan-Elf!!, Jadi yang mau di jual tuh elf ini, *** dia imut anjir! Jadi ia mau dijadikan mainan oleh om-om bangsat itu!!, cuih! Gak terima gwe, mau slametin elf itu tapi gimana ya? kasian sih kalo dibiarin”
“okelah, selametin elf itu ajah, kasian gw gak tega liat dia di jadikan mainan oleh om-om bangsat itu.”
“fiuhh…. Dhai Kenja kombinasikan bola api dan air di tangan kiriku.”
...BAIK. KOMBINASI BOLA API DAN AIR DIAKTIFKAN....
“Yosshh, Sihir kabut asap!”
Sssssessshhh!!! Kabut asap memenuhi semua ruangan.
“Hooi!! Apaan ini bangsat!!” mereka marah-marah dan kebingungan.
Aku menarik elf tadi keluar dari rumah itu, lari-lari dan terus berlari menggunakan sihir angin dan semakin cepat.
Swosshh!!! Kita berlari sampai di tempat aman dan jauh dari tempat tadi.
“huh…kurasa kita sudah aman, hei kamu, kenapa kau gak kabur aja dari om-om bangsat itu, suku elf kan kuat-kuat dalam hal sihir angin, kau bisa kabur jika di tangkap mereka.”
“ke-kenapa kau menyelamatkanku!!” kata elf.
“eh, kamu mau ya dijadiin mainan om-om bangsat tadi.”
“J-jika kau menyelamatkanku maka kalung budak ini akan mencekikku sampai mati, aku tidak ingin mati, aku sangat takut akan hal itu.”kata elf panik.
Lalu cahaya merah keluar dari kalung yang dikenakan si elf, kalung budak itu mencekik si elf.
“Aakh!!, Aakk..akkhh…sa-kit..” kata elf tercekik meronta kesakitan.
“Cih, dasar om-om bangsat, dhai kenja cari sihir yang bisa melepaskan kalung budak ini!”
...BAIK TUAN....
...…..SIHIR PENETRAL SIHIR BUDAK DI DAPATKAN....
“Yoshh!! Aktifkan sihir itu di tangan kananku!”
...BAIK. SIHIR DIAKTIFKAN....
Aku mengarahkan tangan kananku ke kalung budak itu, lalu kalung budak lepas dari leher si elf.
“A-apa kau sudah baikan.”
“yah, sama-sama itu bukan masalah besar bagiku. Kalau gitu pulanglah ke rumahmu agar aman dari kejaran om-om bgst tadi. Aku juga mau pulang karena ini sudah larut, bay!!”
“Eh.. tunggu!!” kata gadis elf.
“Hmm? Ada apa lagi?”
“A-aku tidak tahu jalan pulang kerumahku.” Kata gadis elf tersipu malu.
“Yaelah!! Nih orang ngrepotin amat, huh… okelah gw anterin kerumahnya tapi agak males, ngantuk.”
“Oh gitu, ini akan merepotkan sih, jadi rumahmu ada dimana?”
“rumahku ada di sekitar pohon suci yang sangat besar ituh.”
“Yaelah bruh ! Itu jauh loh mbak… hadeh… okelah besok aku akan mengantarkannya kesana, jadi sekarang gwe cariin penginapan dulua ajah, udah malem nih soalnya.”
“O-oh gitu, itu akan memerlukan waktu, kalau gitu aku akan mengantarkanmu besok pulang, dan malam ini aku akan mencarikan penginapan untukmu tidur, bukan masalah kan?.”
“oh oke, aku akan ikuti instrukturmu, saya sangat berterimakasih padamu karena bukan hanya menyelamatkanku, kau mau mengantarkanku pulang juga, termakasih adik kecil hihi…” kata gadis elf tersenyum manis.
“uhu**y !! Nih elf kawai banget anyink!!, Andai saja lu kakakku, aku nanti sangat bahagia hwehehe…”
Lalu aku mengajaknya sampai ke salah satu penginapan di desa, untung saja saat itu aku bawa sedikit uang untuk menginap sehari, uang ku sudah cukup, lalu aku membeli makanan juga untuk kak elf dan mengantarnya ke kamar di penginapan.
“hoah!! Nih penginapan ruangannya lumayan juga. Kalau gitu kak, kau bisa makan dulu lali tidur disini, aku akan kesini lagi besok pagi.”
“Eh, tunggu.. aku belum tahu namamu, jadi aku ingin tahu namamu siapa?” kata gadis elf.
“Oh iya, aku lupa memperkenalkan diri, perkenalkan namaku Sheiki Kageru, aku seorang anak dari petualang, umurku 5 tahun.”
“kalau gitu namaku Aria Margaret, aku seorang anak dari keluarga elf di tepi pohon suci, umurku 7 tahun, senang berkenalan denganmu Sheiki-kun.” Kata aria.
“oky, jadi sekarang aku pulang dulu yah, sampai ketemu besok!”
“Hmm…bay-bay Sheiki-kun, sampai ketemu besok.” Kata Aria melambaikan tangan dari depan penginapan.
Hari sudah gelap aku berjalan pulang menuju rumah.
“Njir…ini dah malam lagi, pasti aku nanti diomelin oleh ibu dan kakak, huh…pasrah dah.”
Saat sampai didepan rumah.
“loh, itukan ayah, kenapa dia di depan rumah? Apa dia menungguku pulang?”
“etto... Halo ayah!”
Ayah langsung pergi nyamperin aku, lalu…
Plakk!!! Ia menampar wajahku.
“eh, kenapa ayah menamparku…”
“Cih! Dasar kau anak nakal!, Kenapa kau pulang selarut ini!, Ibumu sangat cemas terhadapmu loh!, kita semua mencari-carimu sampai sekarang, ibumu sangat cemas sampai dia pingsan tadi!” kata ayah dengan kasar menahan marah.
“Eh, ibu!!”
Aku bergegas masuk kerumah lalu menuju kekamar ibu.
Brakk!!
“Ibu!”
Ibu terlihat lemas berbaring dikasurnya.
Aku meminta maaf kepadanya karena aku membuatnya kawatir terhadapku sampai dia pemas seperti ini.
Aku juga meminta maaf pada seluruh keluargaku karena membuat mereka susah payah mencari-cariku.
“maaf semuanya, aku tahu aku salah dan membuat kalian kawatir, aku berjanji jika pergi kemana-mana aku akan bilang dulu kepada kalian, maaf membuat kalian kerepotan tadi.”
Kakak bergerak langsung memelukku dengan erat.
“huh, dasar adik bodoh, kenapa kau membuat kakak kawatir, jika kau melakukannya lagi kakak akan memberimu pelajaran nanti.” Kata kakak sedih.
“Maaf kak, aku tidak akan mengulanginya lagi, aku janji.”
Malam itu aku sangat merasa bersalah karena membuat keluargaku cemas terhadapku, tetapi besok aku udah ada janji dengan aria kalau aku akan mengantarnya pulang, aku harus membuat alasan agar bisa pergi, maaf semuanya, aku akan membohongi kalian lagi, tapi ini adalah janji yang harus kutepati.
Sebagai seorang lelaki aku harus menepati janjiku kepadanya.
...TO BE CONTINUED...