
selepas itu waktu malam telah usai dan berganti pagi hari , kita berdua melanjutkan perjalanan ke kota lumberk.
Saat matahari semakin panas kita berduapun sampai di kota lumberk.
“Disini ramai seperti biasanya yah… oh iya apa kamu punya uang sedikit fiena-san?”
“Eh?, Hmm…. Coba kuingat-ingat. hmm........”
“Oh iya aku ingat uangku kuletakkan di dalam lemari, dan sekarang uangku tertinggal dipenginapan kota galius, waduh gimana ini!?” Ucap panik fiena.
“Alamak, hadehh… kalau gitu fiena-san ayo kita cari bahan mentah dihutan untuk dijual ditoko, itu adalah cara yang paling simpel.”
“Oh! Ide yang bagus, mari kita pergi kehutan terdekat untuk mencari beberapa bahan mentah!”
“wadaww, kakak-kakak yang semangat. Kalau gitu kita harus mengumpulkan bahan mentah seperti tanaman obat saja, aku sudah membaca buku tentang tanaman-tanaman obat, dengan begini pasti akan terasa ringan.”
Kita berdua-pun pergi ke hutan yang dekat dengan kota.
Dalam 1 jam kita berdua sudah mengumpulkan banyak tanaman herbal kelas rendah.
Setelah itu kita kembali kedalam kota dan mencari toko yang menjual obat-obatan.
Dan sampailah kita ketoko tersebut..
“hmm…. Tanaman yang kalian jual berjumlah 130, dan semuanya kelas rendah, aku akan membelinya seharga 90 koin tembaga dan 3 koin perak, bagaimana?” tanya paman pemilik toko.
“begitu yah, satu biji tanaman seharga 3 koin tembaga, oke lumayan untuk bekal makanan perjalanan kita.”
“Baiklah paman saya akan menjualnya.”
_______
Setelah itu kita menggunakan 90 koin tembaga untuk membeli buah-buahan.
Setelah itu kita mencari angkutan yang bertujuan pergi ke desa Aaru.
Setelah beberapa menit kita menemukan seorang pedangang yang bertujuan pergi kedesa Aaru, kita meminta ikut numpang ke gerobaknya dengan membayar 3 koin perak. Dan sang pedagang memperbolehkan kita naik.
Lalu kita ikut bersama sang pedagang menuju ke desa Aaru.
“Yah…. Disepanjang perjalanan kita sangat menikmatinya, pemandangan waktu sore yang sangat indah sambil memakan buah-buahan segar, terasa sangat nyaman dan damai~”
_______
Haripun berganti malam, kita berduapun sampai di desa Aaru.
“Huh… akhirnya aku sampai di kampung halamanku... Aku tidak sabar ingin bertemu kakak yang usil itu :v, kalau begitu yuk kita kerumahku Fiena-san!😁”
“O-oke aku akan mengikutimu.”
Kita berjalan santai menuju kerumahku sambil membahas sesuatu.
“oh iya fiena-san jika kau bertemu dengan mereka jangan bilang kalau aku memiliki pedang legendaris dan juga aku biasanya merendah dan bersikap polos dihadapan orang-orang, karena untuk memenuhi tujuanku.”
“oke, dan juga tujuan seperti apa yang ingin kau capai?”
“yah, aku juga bermaksud untuk merekrut fiena-san bergabung kedalam organisasiku.”
“Eh, akupun mau kau rekrut kedalam organisasimu? Organisasi apa yang ingin kau dirikan? Sampai mau merekrutku?”
“Aku ingin membuat organisasiku sendiri, Black Shadow~, Organisasi yang merangkak didalam bayangan dan memburu bayangan~, Dan aku akan mengatakannya sekali lagi, FIENA aku mengajakmu bergabung kedalam organisasi Black Shadow~”
Sheiki mengajak Fiena masuk kedalam organisasinya, sembari mengajaknya Sheiki mengeluarkan aura sihirnya dan memancarkan tekanan yang sangat dasyat sampai Fiena bertekuk lutut dihadapan Sheiki.
“ini sangat besar… aura serta tekanan sihir milik sheiki-kun sangat berbeda dengan sebelumnya, akupun sampai di buat bertekuk lutut didepannya, jika dia memiliki kekuatan sebesar ini maka, impiannya pasti akan terkabul, aku pasti memutuskan untuk mengikutinya, jika dia ingin memberantas sisi gelap dari dunia ini, maka aku akan mengikutinya!, Demi kedamaian dunia ini maka aku akan mengikuti jejaknya!” kata fiena dalam hati.
“Baik, saya akan bergabung dan mengikuti kemanapun Sheiki-kun pergi.” Ucap fiena sembari membungkuk hormat dihadapan sheiki.
“Oh, Keputusan yang bijak jadi mulai sekarang, mari kita berteman Fiena-san.” Ucap sheiki sembari menghapus tekanan aura sihirnya.
“O-oh, baiklah sheiki-kun~”
Organisasi yang inginku dirikan dari dulu akan berdiri mulai sekarang.
_______
...TO BE CONTINUED...