
Esok harinya sembari menunggu surat kelulusan yang akan memutuskan nasibku akan datang dari academi, aku berjalan-jalan di sekitar kota untuk mengenal jalan dan bangunan yang ada di sekitarnya agar tidak gampang tersesat lagi.
Suara berisik seorang pedagang mempromosikan barang jualannya dengan semangat dan pembeli yang tertarik dan membeli barang jualan itu serta Suara seseorang bernegosiasi maupun penjual yang memberikan potongan harga agar para pembeli tertarik. Tempat yang sangat ramai dan damai ini sangat membuatku tenang.
“Huh~ kota yang sangat damai~, ini membuatku merasa sangat nyaman~” kata sheiki sembari duduk santai di bangku pinggir jalan.
“Eh? Apakah itu Sheiki?” suara seseorang menyebut namaku dari samping tempat duduk.
Sheiki menoleh kesamping dan tersentak “ eh? Kau kan Akashi! Si paling hebat di ujian masuk academy itu?”
“kau terlalu berlebihan memujiku sheiki-_- . Ngomong2 ngapain kau santai2 tidur siang disini?” tanya akashi.
“ aku sih sekedar menikmati hidup aja, sama bosan sehh~” jawab sheiki lesu.
“yaelah dibanding kek gitu lebih baik cari uang aja buat kebutuhan entar di academy” ucap akashi memberi saran.
Sheiki menghela nafas panjang “haahhh... Kalo uang dah gak ada masalah bagiku”
Akashi menatap sheiki dengan tatapan jijiknya “uwah~~ anak orang kaya emang beda.”
Sheiki memegang pundak kiri akashi sembari mengucapkan beberapa kata dengan mata sombongnya “ heh, gw bukan anak sultan bre, melainkan kerja dari kecil dulu dan sekarang tinggal menikmati hasilnya, he-he-he”
“idih, terserah lu dah, aku mau pergi dulu” ucap akashi
“mau kemana bre?” tanya sheiki.
“ mau buat kartu anggota guild, aku sih butuh pekerjaan buat dapet uang untuk biaya hidup Ama sekolah” jawab akashi.
“wow~ disini ada guild juga toh” ucap sheiki.
“pastinya ada lah~ malah di ibukota ini adalah pusat dari semua cabang guild yang ada di benua ini.” Ucap akashi.
“wow! Menarik juga, hei akashi! Gw ikut buat kartu anggota guild juga dong” ucap sheiki.
Akashi menatap dengan sinis dan berkata “ woy bang, kenali juga batas kemampuanmu, jika mau jadi anggota guild minimal kau punya pengalaman, kekuatan maupun sihir yang sudah terasah, jika kau tidak kompeten kau bisa saja mati konyol entar.”
“njirr, kau jangan menilai orang dari luarnya aja, gw tuh punya kekuatan dan pengalaman dalam berburu jadi pastinya tidak masalah, hehehe” ucap sheiki dengan wajah sombongnya.
“gw gak yakin cuyy, yaudah terserah lu bruh, gw buru2” ucap akashi sembari berjalan menuju guild.
“oii!! Tunggu, jangan tinggalin gw Bambang!”
Mereka berdua pergi menuju pusat guild house berada.
Sesampai disana mereka bergegas masuk kedalam gedung tersebut.
Sheiki melihat sekeliling sembari berkata “ wow! Ramai juga tempat ini. Banyak orang yang terlihat kuat dengan armor yang mereka kenakan maupun senjata mereka terlihat keren dan kuat.”
Mereka mendekati tempat resepsionis guild berada.
Akashi menayakan kepada resepsionis tentang cara pembuatan kartu guild.
Guild pusat memiliki perbedaan dengan guild-guild kecil lainnya, pada guild pusat memiliki quest yang berbeda seperti quest yang diberikan oleh seorang bangsawan maupun orang yang memiliki kedudukan yang tinggi.
Pada rank SS mereka biasanya disebut yuusha/ pahlawan yang ada di ibukota.
Guild ibukota memiliki quest dengan tingkatan berbeda dari :
Rank E ( quest bagi pemula seperti mengumpulkan tanaman herbal )
Rank D ( quest bagi pemula berpengalaman dalam membunuh monster tingkat rendah seperti slime maupun goblin)
Rank C ( quest bersekala sedang seperti pembasmian sarang monster tingkat rendah/ mengangkap para bandit jalanan. Pada pelaksanaan quest diwajibkan membuat grup/ party dalam menyelesaikan quest tsb.”
Rank B ( quest bagi petualang yang sudah berpengalaman luas dalam berburu monster tingkat menengah maupun tinggi)
Rank A ( semacam quest pembantaian monster kelas tinggi maupun quest yang memiliki kesulitan tingkat tinggi)
Rank S ( semacam quest pembasmian sarang monster tingkat tinggi maupun monster yang memiliki tingkatan bisa meratakan satu desa)
Rank SS ( quest yang hampir mustahil untuk di selesaikan seperti penyelesaian dungeon, memburu monster tingkat mistic dsb)
Akashi dan sheiki mendaftarkan diri dan memulai dari Rank E ( terendah)
Setelah mendapatkan kartu guild, mereka keluar guild house.
“oi akashi. Setelah ini kau mau melakukan apa?” tanya sheiki.
“aku mau pulang dan menunggu surat kelulusanku, klo begitu sampai jumpa lagi” ucap akashi sembari jalan santai pergi.
“oh gtu, yaudah sampai bertemu lagi!, Pastinya di asrama academy nanti! Hehehe~ ” ucap sheiki sambil tertawa.
“kalau kau bisa lulus :v” ucap akashi.
Mereka kembali ke penginapan mereka masing-masing.
Saat dipenginapan sheiki...
Sheiki berbaring di kasur sembari berkata lesu “ huh~ aku jadi terikat sama guild lagi nih. Dengan identitas asliku ini lagih”
Hydra berkata dengan telepati “ apakah master mau menjadi petualang dan berburu naga lagi? Itu pasti akan seru!”
“tidak hydra. Untuk sekarang aku ingin fokus menikmati kehidupan sekolahku ini.” Ucap sheiki.
Tidak lama kemudian terdengar suara ketukan dari pintu kamar sheiki.
Tok!tok!tok! “ ada surat untuk anda dari academy zurios” ucap pengantar surat.
“oh oke, aku segera datang” ucap sheiki sembari bangun dari tempat tidur.
Sheikipun menerima sebuah surat dari academy Zurios dan ia membuka surat tsb dan membacanya.
“wow! Aku ternyata diterima di academy Zurios! Asyik! Akhirnya aku lulus!” ucap sheiki bersemangat dan senang.
“aku tidak sabar ingin menjalani kehidupan sekolahku yang damai ini. Tunggulah diriku academy Zurios. Aku pasti akan datang!”
...To Be Continued...