Isekai Tensei Shita Kokosei

Isekai Tensei Shita Kokosei
Vol.1 Latihan Di Umur Balitaku



Di waktu malam hari itu aku, membuat nama panggilan baru dari skill petapa agung menjadi Dhai Kenja.


“Dan sekarang apa lagi yah…. Oh coba lihat statusku aja, Dhai Kenja! Tunjukkan statusku yang sekarang.”


...BAIK, MENGANALISA STATUS BARU… STATUS BARU TELAH DIDAPATKAN… MEMPERLIHATKAN STATUS…...



“Wahh!, Muncul layar hologram di depanku! Coba kita lihat apa isinya.”


“Hmm… nama benar, umur benar, level masih satu yah wajar sih kan aku masih balita :v, teruss….nih sihir gw banyak amat coeg!, Apakah ini hal biasa?, hmm…. Nanti pagi coba lihat-lihat di buku aja dulu biasa apa kagak, dan juga kenapa sihir cahaya memiliki tulisan yang berbeda sama yang lain?, Apakah langka?, Dah ah yang penting sihirnya bisa digunain gitu aja kok pikir panjang :v. Skill petapa agung masih level 1?, Apakah bisa naik level nih skill?, Dhai Kenja apa kau bisa naik level?”


...IYA, SAYA BISA MENINGKAT KE LEVEL YANG LEBIH TINGGI....


“Oh..begitu toh…terus iventory nih… oh aku ingat kata dewa dulu, katanya ada sarung tangan yang bisa menghilangkan aura sihirku, coba lihat……oh ini sarung tangannya, tapi agak kebesaran, saat udah gak balita lagi akan ku kenakan ini, agar tidak mencolok di kalangan orang ramai :v.”


“Hoooaahhh……” Sheiki menguap.


“Sudah ngantuk, tidur aja dah, besok saatnya latihan mengembangkan kapasitas manaku, semakin sering menggunakan sihir maka akan semakin besar kapasitas mana yang kumiliki. Dan sekarang saatnya tidur duluh….hoaahh...mm..mm.”


Hari menjelang pagi, seperti biasa di pagi hari aku dan keluargaku sarapan pagi bersama, selepas itu kedua orang tuaku pergi bersiap-siap untuk berangkat bekerja.


Nama belakang keluargaku adalah Kageru.


Aku anak ke-2 dari keluarga Kageru. Nama Papaku Sinru Kageru, nama ibuku Artia Kageru dan nama kakakku, Silia Kageru. Serta nama pembantu dirumahku bernama Mairu Shinki.


setiap pagi papa dan ibu selalu menyiapkan persediaan untuk menjadi petualang, mereka berdua berangkat setelah sarapan dan menyiapkan perlengkapannya, pembantu dan kakakku pergi ke pasar untuk belanja. semua orang pergi dari rumah, mereka tidak kawatir kalau aku dirumah sendirian, karena mereka sudah tahu kalau aku tidak akan bertindak ceroboh, dengan kata lain mereka sangat mempercayaiku kalau aku tidak akan melakukan hal-hal yang berbahaya.


“Hah….mereka semua pergi, cih bayi seperti aku apa bisa keluar menghirup udara segar, hmmh…”. Kata Sheiki ngambek dalam hati.


“Lebih baik pergi ke lantai dua dan masuk di ruangan buku, rumahku memiliki rumah yang cukup besar, halaman depan rumah juga luas, dan di dalam rumah memiliki dua tingkat, aku biasanya pergi ke ruangan buku di lantai dua.”


Aku merangkak sampai ke ruangan Rak-Rak buku berada, seperti perpustakaan pribadi yang kecil.


“Nah…kalau disini tidak ada yang bisa menggangguku berlatih.”


Aku berlatih memperbesar kapasitas manaku, jika aku menggunakan sihir secara berkala dan tidak melebihi kapasitas manaku yang sekarang, aku tidak akan mengalami pusing dan akan membuat kapasitas manaku menjadi lebih besar.


“etto...saatnya memikirkan sihir yang bisa digunakan diruangan ini tanpa meninggalkan jejak apapun, jika menggunakan api aku bisa membakar buku-buku disini, itu akan gawat. Lalu jika menggunakan sihir air akan membuat lantai basah, nanti bisa di kira aku ngompol lagi. Hmm….oh iya, aku akan menggunakan cahaya aja, jika ku gunakan cahaya nanti tidak akan meniggalkan bekas apa-apa, oke kalau gitu mulai aja.”


“ untuk yang pertama aku akan menggunakan sihir dasar dulu saja, jangan sampai sihir yang ku keluarkan sampai menghabiskan seluruh manaku, nanti aku bisa pingsan dan lemas karena kehabisan mana. Gunakan sihir dasar untuk membuat kapasitas manaku semakin besar, Sihir Cahaya-Bola Cahaya Kecil. Waw…keluar sebiji cahaya kecil di telunjuk jariku. Dengan ini aku manaku hanya terkuras 5 Mp, sip…hanya separuhnya saja, untuk mengembalikan manaku butuh 3 detik untuk kembali seperti semula, yosh… aku bisa mengulang-ulang metode ini.”


Aku menggunakan sihir cahaya untuk memperbesar kapasitas manaku, hari demi hari aku mengulang-ulang penggunaannya, tapi hanya disaat aku sendirian saja agar tidak ketahuan orang tuaku, saat mau tidur, saat sendiri di kamarku,dan juga di waktu makan, aku menggunakannya di bawah meja makan, terlihat seperti kunang-kunang yang menghinggap di bawah meja saat malam hari.



“Wah…hebat sekarang kapasitas manaku mencapai 2.000an, dalam 2 bulan ini usahaku tidak sia-sia sampai sihir cahayaku mencapai Lv 3, pasti karena aku terlalu sering menggunakannya :v. Tapi…jika aku terus meggunakan bola cahaya kecil ini peningkatan sihirku semakin melambat, yosh.. saatnya menggunakan sihir cahaya ditingkat yang lebih tinggi lagi, coba ku ingat-inga saat aku mempelajari sihir cahaya di tempat dewa dulu, hmm….yang ku ingat hanya sihir tingkat tinggi saja dengan menggunakan mana puluhan ribu digit, sekali pakai bisa mati gw coeg!, Hmm….apa yah… yang sering kupelajari disana hanya sihir kegelapan saja, karena dewa suka dengan sihir kegelapan, jadi aku hanya seperti terbawa arus saja…hah…, oh iya tanya Dhai Kenja aja dah, Dhai Kenja! Beritahu aku sihir cahaya tingkat menengah!


...BAIK, SEDANG MEMPROSES PENJELAJAHAN SIHIR KUNO ATRIBUT CAHAYA, INFORMASI DIDAPATKAN PADA INGATAN ANDA, SAYA AKAN MEMBERIKAN REKOMENDASI SIHIR CAHAYA DENGAN KAPASITAS MANA YANG ANDA MILIKI SEKARANG....


“Wah, kau menjelajahi ingatan semua buku yang kulihat dulu ya, bagus, dan juga kau memberikan rekomendasi, apa saja itu? Coba jelaskan.”


...BAIK, ADA 3 REKOMENDASI SIHIR YANG COCOK DENGAN KAPASITAS MANA ANDA SEKARANG....


• SIHIR CAHAYA ( SINAR ILAHI ) MENGKONSUMSI 2500 MANA, SIHIR YANG BISA MENYEMBUHKAN SEMUA LUKA PADA TUBUH.


• SIHIR CAHAYA ( SINAR PENETRAL ) MENGKONSUMSI 2000 MANA, SIHIR YANG BISA MENETRALKAN SEMUA RACUN MAUPUN PENYAKIT PADA TUBUH.


• SIHIR CAHAYA ( PENYERAPAN ATRIBUT CAHAYA ) MENGKONSUMSI 2500 MANA, SIHIR YANG BISA MENYERAP SINAR CAHAYA UNTUK MEMPERKUAT SIHIR CAHAYA PENGGUNA.


...ITU SEMUA SIHIR YANG SAYA REKOMENDASIKAN SEKARANG....


“He-hebat!, Sihir tipe penyembuhan, penetral dan menyerap atribut sihir itu sendiri, dan juga semua yang kau rekomendasikan bukan sihir tipe serangan, sangat cocok dengan kondisiku sekarang, karena aku tidak ingin meninggalkan bekas apa-apa, kau sangat hebat Dhai Kenja!, Thanks yah! Atas semua bantuanmu. Dan sekarang saatnya memilih apa yang harus kugunakan sekarang, etto… hmm….ah!...hemm….oh!...., Oke sudah ku pikirkan, saat aku didalam ruangan, aku akan menggunakan Sihir Sinar Ilahi dan saat di luar ruangan aku akan mengunakan Sihir Penyerapan Atribut Cahaya dengan begitu aku bisa mengembangkan kapasitas manaku beserta memberkuat sihir cahayaku, tapi… jika aku menggunakan Sinar Ilahi, apakah aku harus memiliki luka dulu?, Dhai Kenja Bagaimana dengan itu!?”


...IYA, SIHIR CAHAYA ( SINAR ILAHI ) HANYA AKTIF SAAT BERHADAPAN DENGAN LUKA DAN TIDAK AKAN AKTIF JIKA TIDAK ADA LUKA YANG HARUS DISEMBUHKAN....


“Waduh, jika butuh luka, aku harus melukai tubuhku dong. wew... ini pasti akan terasa sakit nih, hmm… untuk membuat lukanya gunain jarum aja, hanya terasa sakit sedikit nanti tuh, mantaps… sekarang tinggal penyerapan cahaya, apakah nanti tubuhku terselimuti cahaya seperti bersinar gitu?, Dhai Kenja bagaimana dengan itu!?”


...IYA, DALAM PENYERAPAN ATRIBUT CAHAYA, TUBUH AKAN BERSINAR TERSELIMUTI CAHAYA PUTIH KEKUNINGAN, SOLUSI AGAR TIDAK TERLIHAT MENCOLOK, ANDA HARUS MENGGUNAKANNYA DENGAN PENYERAPAN PERLAHAN, DENGAN PENYERAPAN YANG LAMBAT, TUBUH TIDAK AKAN TERSELIMUTI CAHAYA TETAPI PENGGUNAAN MANA MENJADI METODE PENGURANGAN TERUS-MENERUS....


“Ettoo….maksudnya?”


...PENGGUNAAN MANA AKAN BERKURANG TERUS MENERUS SAMPAI MENCAPAI NOL. ANDA HARUS MENGHENTIKAN PENYERAPANNYA SENDIRI AGAR TIDAK KEHABISAN MANA....


“Ohhh, jadi aku harus menghentikan penyerapannya saat manaku hampir habis, oke aku akan mengingat itu, terimakasih untuk solusinya, Dhai Kenja! Hihi…”


Dan mulai pada waktu itu aku memulai pelatihanku, aku melukai jariku dengan jarum dan menyembuhkannya dengan Sinar Ilahi, dan juga membutuhkan waktu 15 menit untuk mengembalikan semua manaku yang terkuras tadi lalu mengulangi pelatihan ini terus-menerus.


Aku berlatih hanya saat berada di ruang buku, sekarang aku memiliki banyak waktu luang untuk latihanku karena sekarang kakakku pergi bermain dengan temannya dan tidak menggangguku lagi dengan pembantu rumahku menemaninya, dengan begitu waktu latihanku bertambah sedikit.


Dan pada saat sendirian di rumah dalam waktu panjang, aku pergi merangkak ke belakang rumah dan menggunakan Sihir Penyerapan Atribut Cahaya Dengan Metode biasa, tidak menggunakan metode penyerapan lambat, karena tidak ada siapa-siapa yang melihatku dan juga belakang rumahku sudah dipagari dengan tembok batu, jadi terasa aman bagiku untuk berkeliaran di sekitar dalam tembok rumah.


Hari demi hari pelatihanku terus kulakukan, tapi sesekali aku juga perlu istirahat, penawar untuk rasa lelahku seperti makan bersama keluarga dan bermain dengan keluargaku yang hangat dan nyaman disaat waktu libur kerja, saat malam sesekali aku bermain dengan kakakku, walau dia terlalu banyak bertingkah menjahiliku sih. sungguh mengganggu, tapi wajahnya sangat imut :v.


...TO BE CONTINUED...