Isekai Tensei Shita Kokosei

Isekai Tensei Shita Kokosei
Vol.1 Kematian



Sasaki kirisaki merupakan seorang pelajar tahun ke-2 di SMA Hijisaki. Ia seorang murid yang jenius, anti-sosial dan memiliki sikap dingin.


Ia juga seorang ahli dalam mengayunkan pedang kayu.


ia mengikuti klub dojo dan mengikuti setiap pertandingan dojo yang di selenggarakan di sekolah maupun luar sekolah , ia selalu mendapat kedudukan pertama dan menjadi juara.


Di saat masa kecilnya ia sering bermain kerumah kakeknya yang berada di desa, kakeknya sangat ahli dalam dojo karena beliau seorang master dojo yang tak terkalahkan dan memiliki perguruan sendiri.


sasaki sering berkunjung kesana karena tidak terlalu jauh dari rumahnya.


Di kalangan semua murid sekolahnya tentu saja sasaki menjadi seseorang yang populer, tidak hanya jago mengayunkan pedang, dia juga berwajah tampan dan sangat atletis dalam olahraga apapun dan juga ia sangat pintar.


Karena keunggulan pada dirinya itu sasaki menjadi incaran para gadis di sekolahnya.


Setiap hari ia terus-menerus mendapatkan surat cinta dari gadis yang menyukainya.


Tetapi sasaki tidak tertarik pada setiap gadis itu dan menolaknya dengan dingin.


Tapi para gadis tidak kenal kata menyerah dan terus mengincar sasaki.


Sasaki tidak memperdulikan itu dan terus mengasah ilmu berpedangnya.


Karena ayah sasaki seorang bos pengusaha dagang yang terkenal, di saat hari-hari liburan sekolahnya sasaki ikut pergi dengan karyawan perusahaan ayahnya ke berbagai negara-negara lainnya.


Sasaki berlibur dengan bebas karena bisa menjaga dirinya sendiri dan sudah dipercaya oleh orang tuannya. ia pergi ke luar negeri bukan hanya untuk tujuan bersantai saja, ia juga bertujuan mengikuti perlombaan ilmu berpedang di negara lain, dengan kekuasaan yang dimiliki oleh ayahnya, sasaki bisa mendaftar ke pertandingan dimanapun ia inginkan.


ia berpartisipasi ke pertandingan hanya untuk mempelajari ilmu-ilmu berpedang dari para kontestan lainnya. dan juga mengalahkan semua musuh yang jadi lawan tandingnya. sasaki mengunjungi semua negara-negara di penjuru dunia dan mempelajari semua teknik berpedang di semua negara. ia mempelajari semua itu agar bisa mengalahkan kakeknya yang ada didesa karena sebuah janji kecil.


tidak terasa sasaki sudah menjadi murid tahun ke tiga. ia sekarang sangat populer, karena saat sedang liburan sekolah, saat itu ia berpartisipasi ke pertandingan berpedang yang diselenggarakan di prancis, dan sasaki tidak disangka menjadi seorang juara ke-3 di sana dan berita itu tersebar ke seluruh media.


ia menjadi populer, setiap hari sasaki di kerumuni siswa-siswa dari seluruh kelas yang ingin mendapat tanda tangannya, karena berhasil menjadi juara di perancis.


Pada suatu hari sepulang sekolah seperti biasa sasaki harus menghindari siswa-siswa dari sekolahan lain yang ingin menemuinya dengan alasan ingin berfoto dengannya di pintu gerbang, sasaki terpaksa mencari jalan lain walaupun harus berjalan kaki sangat jauh.


"hah...menjadi populer emang melelahkan, oh hari sudah hampir gelap, aku harus secepatnya pulang."


aku melewati gang-gang sempit untuk mencari jalan pintas.


aku terus lewat gang-gang kecil dan tidak terduga, akupun tersesat.


"yaelaah.. malah nyasar lagi, hadehh..., cari jalan lain dah"


sasaki mencari jalan lain dan tiba-tiba.


“toloong!!”


ada seseorang meminta tolong.


“ hah… arahnya di depan sana dirumah tua itu aku harus berhati-hati.” Kata sasaki mengendap-endap menuju ke rumah tersebut.


aku melihat cahaya redup di rumah itu, karena tata letak rumah itu agak jauh dari pemungkiman warga, aku harus berhati-hati.


aku melihat dari cendela rumah tersebut dan ternyata terlihat 2 wanita yang disekap oleh sekumpulan preman berotot dan terlihat kekar.


Preman tersebut beranggotakan tiga.


“cihh… preman sialan mereka pasti ingin melakukan hal-hal aneh pada kedua wanita itu, aku harus menyelamatkannya, untung saja aku membawa pedang kayuku ini untuk senjata, saatnya strategi penyelamatan.”


aku menyelinap ke tempat yang gelap diluar rumah itu dan membuat pengalih perhatian dengan melemparkan batu ke kaca.


Pyarrr!! Suara kaca pecah.


“apa itu?” kata salah satu preman.


“mana guwe tahu, kamu cek kesana ada apa?” jawab pemimpin preman berbadan besar dan kekar.


Lalu salah satu preman keluar dari rumah itu dan melihat kaca yang pecah tadi yang terletak didepan rumah, tempat mereka menyekap 2 wanita tadi ada di bagian belakang rumah.


Saat preman itu melihat kaca yang pecah yang menghadap ke arah rumah, aku langsung muncul dari bayangan dan menyerang preman itu di bagian belakang leher dengan pedang kayuku.


“huh.. dengan begini tumbang satu, saatnya mengatasi sisannya dan menyelamatkan mereka berdua.” Kata sasaki.


Sasaki masuk kerumah itu dengan membawa hp di tangan kirinya, lalu mendatangi musuh dan membuat lampu flash hp menyala.


Sliing!!


“ahhh… silau.” Kata 2 preman.


“saatnya menyerang mereka, kutusuk dibagian perut.” Kata sasaki.


Sasaki menyerang kedua preman itu tepat di bagian perut mereka lalu kedua preman tadi memegangi perut mereka yang kesakitan dan sasaki langsung menghampiri mereka dan menyerang lagi dibagian leher belakang dengan tangan.


Blaakk!! Blakk!


“hah….hah…hah…. Akhirnya aku menang dari mereka hah..” kata sasaki terengah-engah.


“ Apa kalian tidak apa-apa?" tanya sasaki.


aku menghapiri kedua wanita itu dan membuka kain yang menutupi mulut mereka.


“bhah…hah…hah….yah terimakasih sudah menyelamatkan kami, kami tidak apa-apa.” jawab salah satu wanita tadi.


Sasaki membuka ikatan mereka dengan pisau yang ada di salah satu saku preman tadi.


“ cepat kalian pulang dan lari dari sini, nanti aku akan menyusul nanti.” Kata sasaki.


“Baik, sekali lagi kita sangat berterimakasih kepada anda, sampai jumpa.” Kata wanita itu.


Sasaki mengangguk dan sasaki menggeledah preman-preman tersebut kalau mereka membawa barang curian dan ternyata sasaki mendapatkan beberapa dompet seseorang, sasaki mengambilnya untuk dikembalikan ke pemiliknya.


“huh…aku harus mengembalikan dompet-dompet ini, untung didalamnya ada ktpnya.” Kata sasaki berjalan meninggalkan rumah tersebut.


Tapi tiba-tiba….


Scraaattpppp……..


“A-apa a-aku tertusuk, bwahh…” kata sasaki ditikam dari belakang.


“Heh rasakan itu bocah, berani beraninya kau menghajar kami, sekarang terimalah kematianmu sekarang, hahahaha!!.” Kata pemimpin preman tadi.


Scaatt!!! Bukk!! Suara preman mecabut pisaunya dari bagian perut sasaki dan sasaki terpapar di lantai-lantai, para preman tadi langsung pergi dari rumah itu.


“huh…perutku serasa terbakar, kesadaran diriku semakin memudar, penglihatanku semakin buram dan gelap…hah….apakah aku akan mati….tapi aku sudah melakukan kebaikan pada wanita tadi...semoga mereka baik-baik saja nantinya….huh… andai saja aku masih memiliki waktu untuk hidup, aku ingin menepati janjiku kekakek.” Kata sasaki dalam hati.


"huh....aku masih ingat janji yang kita buat hari itu." kata sasaki dalam hati.


 


"kakek... apa aku akan bisa mengalahkan kakek saat sudah besar" kata sasaki masa kecil.


"yah... kau akan bisa mengalahkan kakek saat sudah besar, tapi jika kau masih menggunakan pedang kayu ini hahahaha..." kata kakek.


" aku pasti akan mengalahkan kakek saat sudah besar, aku berjanji." kata sasaki.


"yahh... berjuanglah cucuku." kata kakek mengelus kepalaku.


 


"hah....aku tidak ingin mati, aku masih harus menepati janjiku ke kakek, dan aku tidak ingin meninggalkan ayah dan ibuku, mereka nanti pasti akan sedih kehilanganku, karena aku anak satu-satunya mereka."


"aku masih ingin hid-up... kakek....ayah...ibu.....selamat tinggal..."


disaat itu aku sepenuhnya kehilangan kesadaran dan meninggal....


...TO BE CONTINUED...