
Hidupku sudah berakhir disini, aku sudah kehilangan nyawaku, dan setelah kematian aku tidak bisa merasakan apa-apa, kehampaan yang tidak bisa berbuat apa-apa.
Beberapa saat aku merasa sadar dari kehampaan ini.
“Ehh….dimana ini…” kata sasaki tersadar dari ketidak sadarannya.
Aku hanya bisa melihat kegelapan dimana-mana, dan diriku melayang karena tidak ada permukaan untuk dipijak. aku hanya sebatas jiwa yang tersesat.
Aku hanya mencoba bergerak kedepan dan menelusuri kegelapan yang sangat pekat.
Aku hanya terus bergerak maju, serasa sudah sangat lama aku bergerak melayang, dan hanya terus maju kedepan.
“Huh….sudah dulunya mati, sekarang sudah sadar lagi dan hanya bisa bergerak maju tanpa tujuan, aku sudah tidak bisa pulang lagi, karena aku sudah mati dan hanya tinggal jiwaku yang tersisa, pasti sekarang tubuhku yang asli sudah dimakamkan…huh…”gumam sasaki.
Tetapi saat terus menelusuri kegelapan yang pekat tersebut, aku melihat sebuah kursi besar berwarna merah kehitaman dan kursi tersebut diduduki seseorang berjubah hitam pekat dengan aura-aura hitam yang ada di sekelilingnya.
Akupun mendekatinya dan dia berbicara sesuatu.
“Hei…jiwa yang tersesat, hebat juga kau bisa menjangkau tempatku.” Kata orang tadi.
“Aku hanya melayang lurus tanpa tujuan dan berakhir sampai di tempat anda, hmm…ngomong-ngomong anda siapa?” kata sasaki.
“orang yang duduk di singgasana seperti raja, apakah dia raja? atau dewa kah!, hmm tapi membingungkan, dia mengenakan jubah hitam dan kedua matanya menyala berwarna merah, wajahnya pun hanya terlihat hitam saja, hmm..”pikir sasaki dalam hati.
“Aku? Aku hanya dewa yang akan segera lenyap.” Jawab dewa tersebut.
"oh...sudah kuduga, tetapi kenapa aku sampai disini ya, akibat gabut dan melayang-layang sampailah aku kesini :v, oh.... ngomong-ngomong dewa bisa lenyap yah? hmm...beri pertanyaan aja.”kata sasaki dalam hati.
“Apakah dewa bisa lenyap?” tanya sasaki.
“Pada umumnya tidak, tetapi aku sudah tidak memiliki tugas dan tujuan untuk hidup lagi, aku di asingkan dari dewa-dewa lain karena kerakusanku akan kekuatan, dan sekarang aku akan lenyap karena sudah tidak punya tujuan untuk hidup lagi.” Jawab dewa tersebut.
“anda sama dengan saya, sekarang saya hanya jiwa yang sudah kehilangan raganya dan karena tujuan hidupku sudah lenyap karena sudah mati. sekarang hanya menunggu jiwaku lenyap dengan sendirinya dari tempat tidak dikenal ini.” Kata sasaki.
“yahh...hanya menunggu lenyap saja...kah...”kata sasaki dalam hati.
“apa kau tidak punya penyesalan karena mati saat tujuanmu belum terwujud?” tanya dewa.
“Sebenarnya aku menyesal, karena mati saat masih remaja, dan aku hanya ingin menjalani kehidupan yang sederhana karena alasan tertentu, dan juga aku masih belum menepati janjiku pada seseorang..huh...” Jawab sasaki mengeluh.
“Sepertinya kehidupanmu dulu menarik, ceritakan kepadaku tentang kehidupanmu yang dulu, untuk mengisi kebosananku.” Kata dewa.
“oke, aku juga tidak keberatan.” Jawab sasaki.
Aku menceritakan semua tentang kehidupan masa laluku, aku menceritakan tentang diriku saat kecil dulu, dari berlatih sama kakekku sampai menjadi murid sma yang populer karena menjadi juara ke-3 di prancis.
“hoo….kau dulu seorang pemegang pedang ya, kalo gitu ayo bertanding denganku, aku ingin mengujimu seberapa kuat kamu ini, dan juga untuk menghilangkan rasa bosanku.” Kata dewa menantang sasaki.
“heh…dengan senang hati, tapi kita tidak punya pedang, dan gak ada lantai-lantai untuk pijakan, hanya kegelapan aja yang ada di bawah, dan juga aku melayang :v.” kata sasaki.
“Heh itu mudah jangan remehkan aku bocah, akan ku buat ruangannya dengan kekuatanku.” Kata dewa.
Dewa mengangkat kedua tangannya dan tidak disangka, sebuah balok-balok batu tua muncul dan membentuk sebuah coloseum, tempat bertanding yang luas.
“Dengan bangunan ini kita bisa bertanding, kubuat balok yang terlihat tua, agar terlihat berfantasy gitu, oh.. dan juga aku akan membuat gravitasi disini, agar kita bisa bertanding di lantai-lantai.” Kata dewa.
Ia membuat sebuah gaya gravitasi, dan aku bisa turun memijak lantai-lantai.
“huh...pastinya dewa bisa apa aja seperti itu, ia memang hebat.” Kata sasaki dalam hati.
Dewa turun dari tahta tempat duduknya dan turun ke ruangan, ia membuat 2 pedang kayu yang sama.
“Ini tangkap.” Kata dewa melempar pedang itu ke arah sasaki.
“hap, oke ayo kita mulai, heh..” kata sasaki.
“oke, ayo mulai! ” Kata dewa menerjang maju ke arah sasaki.
Triing…..slash…slashh….sriing…
Gerakan dewa sangat cepat dengan gaya pedang yang tidak pernah ku lihat sebelumnya.
Tang….tang….craassh
Blaakk…
“eh… tidak bisa kupercaya, aku kalah…” kata sasaki terjatuh di lantai-lantai.
“jangan sombong dulu nak, kau masih terlalu cepat 100 tahun untuk bisa mengalahkanku, heh..” kata dewa mengarahkan pedang ke leher sasaki.
“he-hebat, anda memang hebat dewa!, kalau boleh dewa, ajari aku tentang teknik itu, aku ingin mempelajarinya.” Kata sasaki kagum.
“Hoo….kau mau mempelajarinya, oke, kau boleh mempelajarinya dariku, tapi ada syaratnya.” Kata dewa.
“Syarat?, Apa syaratnya?” Tanya sasaki.
“Syaratnya, jika kau bisa mengalahkanku dalam 100 tahun disini, kau akan kuberi hadiah dan jika kau tidak bisa mengalahkanku dalam waktu itu, jiwamu akan kumakan, heh….gimana, berani gak?” kata dewa.
“heh….oke, aku setuju, aku akan mengalahkanmu dalam waktu yang singkat.” Kata sasaki.
“oh dan juga kuberi kau seperempat kekuatanku agar kau bisa menggunakan sihir, aku ingin mengajarimu tentang kombinasi serangan fisik dan sihir.” Kata dewa.
“Oh, ada sihir juga?, Oke akan ku terima itu dengan senang hati.” Kata sasaki.
Dewa memberikan 25% kekuatannya kepadaku, dan kita memulai latihannya.
Untuk mengetahui waktu dewa membuat jam, tanggal dan waktu seperti di bumi, itu sih gampang dibuat karena dia dewa.
Hari demi hari, aku berlatih teknik berpedang yang sangat unik dan hebat dari beliau. Dan berlatih ilmu sihir yang tidak ku ketahui sebelumnya, ia menerangkan semua tentang kekuatan sihir, pengendalian mana, penggabungan elemen, kutukan, dan berbagai pelajaran sihir lainnya. Ia juga memberikan buku kepadaku untuk di pelajari, buku itu dia dapat dari dunia lain...katanya sih gitu.
tulisan bahasanyapun tidak kumengerti, jadi aku belajar bahasa dan tulisan di buku buku lainnya.
dewa membuat tubuh manusia baru untuk jiwaku dan memasukinya, bentuknya sih sama seperti diriku yang asli, dewa sangatlah hebat.
oh..dan juga aku bisa makan makanan enak, yang dibuat dengan kekuatan dewa, karena sekarang aku jadi makhluk hidup lagi, aku harus makan, minum, buang air,dll. dewa membuat rumah untukku, walau dibuat usang :v.
1 tahun terlewatkan, aku sudah mempelajari bahasa.
tahun ke-2, aku mempelajari dasar-dasar sihir dan pemakaian mana yang optimal.
tahun ke-10, aku mempelajari sihir elemen, kombinasi, dan sihir kutukan yang terlarang, tapi diajarin juga sama dewa :v.
dalam waktu-waktu senggang biasa, dewa ikutan makan bersamaku, walau dia tidak perlu makan sih, tapi yasudah sepertinya ia terlihat menikmatinya.
tahun ke-50, aku mempelajari semua teknik berpedang dari dewa, tekniknya sangat banyak, dan juga aku mempelajari teknik pedang sihir. pedang yang di selimuti mana sihir, bisa diberi sihir elemen maupun penguatan ketahanan dan serangan.
tahun ke-51, aku memperkuat mana yang ada dalam tubuh baruku, bersemedi dan mengasah kekuatanku, bertanding dengan dewa terus menerus.
tahun ke-75, dewa mengajarkan tentang formasi strategi berperang, ia membuat pasukan bayangan dan membuat lapangan seperti di bumi, gurun, padang rumput dan tanah bersalju. yahh... dia terlihat senang bermain-main pasukan denganku, karena dia selalu menang, dan juga dia buat semua itu hanya untuk hiburan denganku, walau aku menganggapnya serius.
tahun ke-90, aku membuat pasukan bayanganku sendiri dengan kekuatanku, walau dewa terlihat kesal karena kemampuannya di tiru orang l**ain, selain itu aku mempelajari kekuatan berbasis kegelapan dan bayangan yang lain, dan juga aku diajari dewa tentang beladiri dan teknik yang lain, seperti memanah, menggunakan tombak, teknik assasin dengan belati dan senjata-senjata lainnya. oh dan lagi kelinci percobaannya menggunakan pasukan bayangan, aku agak kasian karena mati dan hidup lagi pasukannya :v. oh ngomong-ngomong dewa memiliki pengetahuan yang luas sekali yah.... dia bisa mengajari semua ilmu bersenjata.
dan sampailah pada tahun terakhir yang menjadi akhir dari kebersamaan kita yang sangat panjang.
Tahun ke-99 Wilayah Kegelapan Abadi
kita akan membuat pertarungan menggemparkan di tempat ini.....
......TO BE CONTINUED......