Isekai Tensei Shita Kokosei

Isekai Tensei Shita Kokosei
Vol.2 Exscalibur Hydras



Setelah memgobrol dijalan sampailah kita didepan rumahku.


“Haap…Fiuhh💨.” Sheiki menarik nafas panjang karena gugup.


Tok! Tok! Tok! Suara pintu diketuk. Dalam sekejap ada yang membuka pintunya dari dalam.


“Yah… ada apa?” Suara Silia (kakak sheiki) sembari membuka pintu.


“Aku pulang kakak~” Ucap sheiki tersenyum.


“eh, S-sheiki!” Ucap Silia sembari langsung memeluk sheiki.


“Selamat datang kembali sheiki~” ucap halus Silia.


“ aku pulang kakak.”


Lalu aku juga menyapa semua keluargaku, mereka sangat lega dan juga mereka menanyakan semua hal yang aku lakukan disepanjang perjalananku, tentu saja aku hanya membual untuk menutupi kejadian yang aslinya dan juga aku memperkenalkan fiena-san kepada mereka.


“semuanya aku perkenalkan ini fiena-san, mulai sekarang dia akan menjadi guruku…”


“perkenalkan nama saya Fiena, saya disini karena Sheiki-kun memintaku menjadi gurunya, tentu saja aku menyetujuinya karena aku juga menginginkan seorang murid, apakah boleh saya tinggal disini untuk mengajari sheiki-kun tentang sihir maupun teknik pedang?”


“Yah, jika itu keinginan sheiki maka aku akan mengijinkanmu untuk tinggal disini dan mengajarinya.” Ucap ayah.


“salam kenal fiena-can, namaku Artia, aku ibunya sheiki~”


“kalau aku kakaknya sheiki, namaku Silia-desu~”


Dan semuanyapun memperkenalkan nama mereka masing-masing.


“semuanya, mulai sekarang mohon bimbingannya, maaf kalau saya merepotkan kalian.” Ucap fiena sembari membungkuk hormat setengah badan.


Semuanya tampak senang saat fiena datang kerumahku, dan disaat malam itu kita makan bersama dan merayakan kepulanganku dan bergabungnya fiena ke dalam keluargaku.


___________


_______


___


“Huh… hari ini terasa melelahkan, akhirnya aku bisa merasakan kembali kasurku yang empuk dan nyaman~” ucap sheiki di dalam kamar.


“Jadi apa yang akan terjadi besok pagi…, aku akan latihan bersama fiena, berlatih cara menggunakan pedang legendaris, tetapi kita akan latihan ditempat lain, jika di sekitar rumah maka identitasku penbawa pedang legendaris akan terbongkar, maka aku akan cari tempat yang sepi dan tiada penghuninya, oh iya jika begitu aku akan kehutan disekitar gua goblin yang pernahku jarah dulu, disana tiada orang dan tempatnya lumayan tenang. Yosh… aku tidak sabar ingin menggunakan pedang legendaris ini.”


______________


__________


______


__________


______________


Hari berganti pagi, seperti biasa orang tuaku pergi bekerja setiap waktu dan juga kakakku pergi ke guild untuk berlatih menjadi petualang, dia sekarang sudah berumur 8 tahun jadi ayah membawa kakak keguild untuk dilatih dengan anggota-anggota baru lainnya.


“kalau gitu kami akan berangkat! Tolong jaga rumah yah~” ucap ibu.


“Oke, hati-hati dijalan ibu.”


___________


________


“Yosh, fiena-san mari kita berlatih kesuatu tempat.”


“okey, saatnya latihan-kan? aku sudah siap melatihmu kapan saja sheiki-kun.”


“okey, mari kita berangkat!”


Kita berdua juga keluar dari rumah dan pergi kepegunungan dekat dengan desa, aku membawa fiena-san ketempat dimana sarang goblin yang sudah pernah kubasmi dulu, disana menurutku tempat yang cocok untuk latihan, karena jarang orang melewati tempat itu, jadi saat latihan tidak akan ada orang lain yang mengganggu.


__________


_______



“Eh bukannya itu sarang goblin?”


“yah itu bekas sarang goblin, santai saja goblin yang ada didalam sudah kubantai semua.”


“Njir, kejem amat.”


“Yah tinggalkan tentang hal itu, sekarang, latihannya seperti apa?.”


“O-oke, hal pertama agar bisa menggunakan pedang legendaris exscalibur kamu harus memiliki spirit.”


“spirit-kah…, jika spirit dengan elemen kegelapan apakah bisa nanti disatukan untuk membangkitkan kekuatan exscalibur?”


“eh? Kalau soal itu, aku masih belum tahu?”


“yaelah, kita tidak akan tahu jika belum dicoba.”


“eh? Ngomong-ngomong kamu sudah memiliki spirit?”


“yah, aku memiliki satu yang sangat merepotkanku dulu. yosh! ayo kita coba! Hydra!”


“baik tuan saya akan bersatu dengan pedang anda.”


“yosh! Lakukan hydra!”


“Saatnya bersatu wahai spiritku!, Dan jadikan pedang ini menjadi pedang yang hebat!.”


Seketika asap gelap menyelimuti sang pedang, lalu wujud pedang-pun berubah menjadi berbeda.


WUUUSHH!!!



“saya berhasil bergabung dengan pedang legendaris exscalibur, dengan terbentuknya pedang ini, maka berikanlah julukan untuk memanggil saya untuk bergabung kapan saja.”


“yah hydra, akan kunamai wujud pedang ini, namanya adalah… hydras, singkat dan jelas :v”


“Yah begitu saja tidak apa tuan.”


“ yosh, pedangku sudah jadi fiena-san!, lihat ini!”


“A-A-Apa!! Eh!? Kok bisa seperti itu!?” kesan Kaget fiena.


“yah aku hanya menuruti petunjukmu, untuk menggunakan pedang ini, aku menggabungkan spirit yang kumiliki kedalam pedang exscalibur dan jadinya malah hitam begini.”


“Apa-apaan dengan tekanan yang dipancarkan oleh pedang itu, energi sihir yang sangat besar sekali!, Jika aku melatihnya sampai menguasai pedang itu sepenuhnya maka dia pasti akan menjadi yang terkuat diantara para holy knight, dan juga aku sudah menjadi salah satu bawahan didalam organisasi yang dia buat, untuk menjalankannya dia harus bertambah kuat, lebih kuat dari bawahannya, dengan kata lain, dia harus melampaui kekuatanku.”


“yah sheiki-kun, sepertinya wujud pedang itu sangat berbeda dengan julukan sang pedang aslinya.”


“Yah memang wujudnya begini, karena aku menggabungkannya dengan spirit elemen kegelapan.”


“O-oh, jadi seperti itu, sepertinya spirit kegelapan juga bisa memasuki sang pedang, coba sekarang kita adu pedang. Aku akan mengajarimu cara menggunakan pedang legendaris, Keluarlah! Aquarius!!”


Wushh!!! Angin berhembus disekitar fiena.


“Yosh, aku juga akan mengajarimu kekuatan pedang legendaris fase kedua, aku akan memperlihatkan padamu sekali lagi sheiki-kun. Aquarius! Bergabunglah kedalam jiwa dan ragaku! Transformasi! Aquarius!”


Fiena-san berubah seperti saat berada di dungeon galius, dia terlihat kuat dan juga keren.


“wow, perubahan yang menakjubkan shisou( shisou dalam bahasa indonesia artinya guru)”


“mari kita berduel sebentar sheiki-kun.”


“Okey, mari kita berduel! Shisou!”


...TO BE CONTINUED...