
Pertarungan yang menentukan riwayatku kedepannya akan berlangsung saat ini. Aku akan melawannya segenap tenagaku untuk mengalahkan seorang dewa dalam pertempuran.
Kita sudah dalam posisi siap bertanding, saatnya memulai pertarungannya.
“Ayo kita mulai!!” Kata sasaki melesat ke arah dewa yang berada di hadapannya.
“Heh….ini pertarungan terakhirku, aku akan lebih serius di pertarungan ini.” Kata dewa.
“Shadow soldier!” muncul pasukan bayangan yang di panggil oleh dewa.
“heh… oke akan ku kalahkan pasukanmu itu, dalam sekali serang!” Kata sasaki berhenti bergerak.
“Dia mengeluarkan 100 pasukan bayangan, oke aku akan menebasnya dengan salah satu teknik skill berpedangku.” Kata sasaki dalam hati.
“huh….Teknik pedang Air tebasan pertama, permukaan air!” sasaki menarik nafas dan menghunuskan pedangnya dari samping pinggang, dengan tebasan cepat dari samping yang diperkuat dengan sihir air.
Slaasshh!!!
Pasukan bayanganpun tidak tersisa.
“heh….ku perluas area serangannya dengan element air, saatnya berganti menyerang musuh.”
“Teknik pedang api tebasan ke-dua, roda api!”
Aku melesat ke arah dewa dengan teknik pedang api melayang berputar seperti roda.
“Heh…percuma saja, Teknik pedang air tebasan pertama, permukaan air!” kata dewa dalam kuda-kuda dan mengarahkan serangan.
TRIIING!!
Pedang kami bentrokan dan saling mementalkan diri.
“Cihh… sekali lagi, Fire Bullet!” muncul 10 bola api melayang mengelilingi sasaki.
“Lepaskan!” sasaki melancarkan bola-bola api secara beruntun ke dewa.
“hoo…, Barrier Ice!” Dewa mengeluarkan sebuah bongkahan es di hadapanya untuk memblokir serangan sasaki.
“Terjadi bentrokan antara es dan api menyebabkan uap, aku akan memanfaatkan situasi ini”
“stealth.” Kemampuan sasaki menghilangkan hawa keberadaan.
“heh…bocah sialan itu, dia memanfaatkan situasi ini untuk serangan dadakan kah… cepat juga kau bertindak.” Kata dewa kebingungan di sekitar kabut.
“Oke serang dari belakang, teknik pedang petir tebasan pertama, Kirin!”. Sasaki menyerang dari belakang dengan tebasan kilat petir yang sangat cepat.
Slash..
“Yoss kena kau…..eh..”
Bommmss…….
“eh..apa….sebuah ilusi bayangan…. Jadi.. sekarang ia dimana.” Kata sasaki bingung.
Kabutpun hilang dan aku melihat sebuah cahaya terang dari hadapanku.
“Ahhh….apa ini…silau…dan juga panas...” kata sasaki kesilauan.
“Eh....apa dia udah gila! dia membuat bola api yang sangat besar di hadapanku!, itu seukuran meteor besar!, Dan juga sejak kapan dia ada di luar arena, bisa-bisa semua yang ada disini bisa hancur!”
Dewa menghempaskan serangan bola apinya yang sangat besar ke arahku.
“duh wanjay…dia mengarahkannya kepadaku, sekali kena gw bisa musnah woi!….berpikir…berpikir….cara menghadapi serangan api ini….oh iya..”
“serangan atribut sihir element air, Naga Air!”
Sasaki mengeluarkan sihir element air berwujud naga, sebesar meteor dewa.
“okehh… sekarang, balut bola api itu!”
Naga airku membalut bola api itu, bola api menghilang tetapi nagaku masih utuh, aku mengarahkan naga itu pada dewa.
“Yoss…sekarang ganti menyerang… ayo nagaku…” kata sasaki semangat.
“heh….kau mengerti juga akan kelemahan pada setiap element, kalau gitu aku punya saran untuk menyelesaikan ini.” Kata dewa.
Dewa menjentikkan jarinya dan naga airku langsung lenyap.
“hahh!!, Hei itu curang namanya! Langsung dilenyapkan begitu saja!, kalau begitu menang bagimu emang gampang sih....., huh…kalo gitu apa yang kau maksud saran.” kata sasaki kesal.
“Kita beradu satu serangan, dengan itu akan lebih cepat menentukan siapa yang menang, jika kita teruskan akan serasa tidak adil karena manaku lebih besar dari manamu.” Saran dewa.
“oh, benar juga… kalau gitu serangan berbentuk apa?” tanya sasaki.
“ Kita beradu sekali tebas dengan teknik pedang yang kita miliki masing-masing dengan sekuat tenaga, tidak boleh diberi sihir penguat, kalau element masih diperbolehkan, gimana?” kata dewa.
“Oke…aku akan ikut aturanmu.” Kata sasaki.
“Huh sekarang kita sudah siap diposisi. Apa yang harus ku keluarkan untuk mengalahkannya, teknik api, air, petir, hmm…berfikir matang-matang sasaki, apa yang akan ku keluarkan akan menjadi riwayat hidupku. Oh.. bagaimana dengan kombinasi element… oke aku akan menggunakan cara itu.”
“oke…aku siap.” Jawab sasaki bersiap posisi menyerang.
Swosh…
Striiing….Pedang kita saling berbentrokan.
Kreekkk….tarrr…… suara salah satu pedang rusak berkeping-keping.
Pedang yang ternyata rusak tadi milik dewa.
Tidak kusangka aku mengalahkannya dengan kekuatanku.
“Hohoho…. Kau sangat hebat bisa mengalahkanku…apa yang kau keluarkan tadi.”
“Tadi saat mempersiapkan atribut element pada pedang, dewa menggunakan atribut kegelapan pada pedangnya, kuketahui karena dia terlihat agak tergesa-gesa. Aku menggunakan element api, cahaya dan petir dengan kombinasi yang sempurna aku bisa mengalahkannya, aku sendiri tidak menyangka 3 atribut jika digabungkan akan menjadi kekuatan yang sangat kuat dan bisa mengalahkan kegelapan milik dewa.” Kata sasaki dalam hati.
“aku tadi hanya mencoba menggabungkan beberapa atribut elemen dan ternyata, aku berhasil membuatnya, hehe… hebatkan aku heh…” kata sasaki membanggakan diri.
“okeh-okeh….huh….. sekarang aku punya hadiah untukmu.” Kata dewa.
“Oh iya, katamu kalau aku menang dapat hadiah, hadiah apa itu?, Pedang baru kah?, Aku sempet kepikiran dapat pedang katana yang tipis dan tajam.” Kata sasaki.
“bukan itu tau!, Hah…. Aku akan mengirimmu ke dunia lain, disana kau bisa menjalani hidup lagi.” Kata dewa.
“oh wow!, Jadi aku bisa kembali ke dunia, wah… akhirnya aku bisa melihat kakekku lagi, tapi apa kakek masih hidup yah? Kira-kira aku menetap disini sudah berapa lama? Hmm.” Kata sasaki mengingat-ingat.
“bukan bodoh!, kubilang dunia lain! Artinya kau akan ku kirimkan ke dunia yang lainnya bukan bumi tempat asalmu dulu.” Kata dewa kesal.
“yahh…. Gak bisa nepatin janji kakek dulu dong, hmmh…kecewa gw.” Kata sasaki ngambek.
“yaelah, kau menerimanya apa tidak, kau bisa hidup lagi loh.” Kata dewa.
“Oke deh, terus disana tempatnya gimana?” Tanya sasaki.
“Disana sebuah tempat dimana sihir adalah segalanya yang ada di dunia itu, manusia bisa menggunakan sihir dan memiliki mana, dunia dimana makhluk seperti manusia, elf, dwaft, demi human, iblis, monster, peri, dragon dan makhluk mistis lainnya hidup di dunia tsb.” Jawab dewa.
“Woah…seperti terlihat menyenangkan, oh kalau ku ingat-ingat, buku yang ku pelajari itu…” kata sasaki mengingat.
“iya, buku-buku yang kuberikan padamu itu berasal dari dunia itu, kau sudah mempelajari semuanya dari bahasa, sihir, dan makhluk-makhluk yang hidup disana, tapi buku yang ku berikan padamu sekitar 1000 tahun yang lalu, aku juga tidak tahu perkembangan dunia itu di zaman sekarang gimana.” Kata dewa.
“oh kukira tentang makhluk itu semua hanya sebuah cerita doang, untung semua sudah ku baca dan kupelajari, dan juga untuk hiburan sih yang tentang makhluk ituh :v.” kata sasaki.
“baiklah aku akan mengirimmu ke sana, dan juga aku akan memeberikan hadiah lain untukmu.” Kata dewa.
“ Jadi kita akan berpisah disini, huh tidak terasa kita berdua hidup disini selama itu, jadi apa yang ingin kau berikan padaku.” Tanya sasaki.
“aku akan mewariskan kekuatan terakhirku padamu, dalam 99 tahun ini sebenarnya aku mengalirkan kekuatanku sedikit demi sedikit, agar kau bisa mewarisi semua kekuatanku.” Kata dewa.
“Dewa, jika kau mewariskan kekuatanmu padaku, apa yang akan terjadi padamu?” Tanya sasaki.
“yah, aku akan lenyap.” Jawab dewa.
“eh…jadi jika aku mendapatkan kekuatanmu, kau akan lenyap…” kata sasaki sedih.
“Heh….tidak usah mengasihaniku anak muda, aku sudah lelah hidup dan ingin menghilangkan penderitaanku yang ku alami selama ini, walau saat aku bersamamu aku merasa senang, ini adalah akhirnya sasaki, kau harus mandiri dan hidup untukku juga.” Kata dewa.
“Huh…baiklah, aku tidak akan melupakan kebaikanmu, anda sudah kuanggap seperti ayahku sendiri yang mendidik, memberi makan dan memberi tempat tinggal untukku disini selama puluhan tahun, aku mengucapkan, terima kasih banyak telah merawatku sampai saat ini!” kata sasaki membungkukkan tubuhnya dengan hormat.
“Iya-iya, ini adalah perpisahan kita, sekarang duduklah dengan gaya bersemedi dan tutup matamu.” Kata dewa.
“Baik!” sasaki duduk bersemedi dan menutup matanya.
Woosshhh!!!!
mana, sihir dan aura-aura gelap masuk kedalam tubuhku.
“ahhkkk!!! Apa ini, tubuhku serasa panas terbakar, aku harus menahannya…akkkhh!!!”
Wussshh…..
“Selesai dengan begini tubuhku tidak akan bertahan lama, sekarang aku akan memidahkanmu ke dunia lain itu.” Kata dewa dengan tubunya yang transparan.
“baik, terimakasih dengan warisan anda, aku akan menggunakannya dengan baik, heh….selamat tinggal tuanku, anda telah membuat anak ini menjadi kuat dan mengerti berbagai hal, anda telah memberi bekal untukku bertahan hidup disana, saya sangat berterima kasih.” kata sasaki berterima kasih dengan tulus.
Cahaya putih menyelimuti tubuhku, dan tubuhku sedikit demi sedikit terkikis menghilang.
“ ini adalah pesan terakhirku, kau akan mendapatkan kekuatan untuk mengatur semua skillmu yang bernama Skill Petapa Agung itu akan sangat membantumu, dan juga kau bisa melihat statusmu sendiri dengan kekuatan itu, dan juga kekuatan yang kau latih selama ini dan kekuatan yang kuberikan padamu akan muncul saat kau nanti berusia 10 th, aku memberi item kedalam slot Skill Iventory pada sistem skill petapa agung, item itu berupa sarung tangan hitam yang terlihat biasa tetapi memiliki kemampuan untuk menghilangkan semua aura sihirmu dan kau juga bisa mengatur aura sihirmu sendiri, saat kau berusia 10 th terus pakai sarung tangan itu agar kau tidak terlalu menarik perhatian. Dan pesan terakhirku, aku mengirim jiwamu pada seorang bayi yang baru lahir, dan aku mendapatkan tubuh bayi manusia yang cocok untukmu dengan wajah yang sama seperti dirimu sekarang. itulah pesan terakhirku... sasaki…. Selamat tinggal….ingat kata-kataku.” Kata dewa dan ia lalu menghilang lenyap dari dunia hitam itu.
“Baik dewa, aku akan mengingat kata-katamu, selamat tinggal dewa… kita berpisah disini….”
Swoosshhh!!!!! Sliiing!!!!
“hah…apakah aku sudah berenkarnasi ke dunia lain itu, aku tidak bisa melihat apapun, hanya terlihat gelap gulita, eh….apa itu….ada cahaya kecil dari atasku…cahaya itu membesar….aku akan keluar dari kegelapan ini, saatnya melihat kehidupanku yang baru.”
...TO BE CONTINUED...