Isekai Tensei Shita Kokosei

Isekai Tensei Shita Kokosei
Vol.1 Perjalanan Panjang



Esok harinya aku membuat alasan kepada orang tuaku agar bisa mengantarkan Aria-san pulang ke kampung halamannya.


“Ehem….A-anu, etto…jadi gini, ayah ibu aku diajak menginap di rumah temanku selama 5 hari, apa boleh aku pergi.”


Aku membicarakan hal ini saat makan bersama di meja makan.


“Siapa temanmu itu, dan dimana letak rumahnya?” tanya ayah.


“itu, namanya Aria, rumahnya ada di kota lumberk, aku diajak Aria kesana ke rumahnya, dan juga aku mau diajak jalan-jalan disana.”


“Bolehkan aku pergi?” Tanya Sheiki dengan wajah menggemaskannya.


“O-oh, yah kalau hanya jalan-jalan sih boleh aja tapi, kau naik apa kesana?” tanya ayah.


“naik gerobak dengan pelayannya temenku jadi aman kan.”


“Yah boleh aja, tapi tanya pendapat ibumu dulu.” Kata ayah.


“Bu, bolehkan~.” Kata Sheiki memohon dengan tulus dan lembut.


“Ya, ibu bolehin tapi jangan nakal-nakal disana, Sheiki harus menurut sama orang tua temenmu yah.” Kata ibu.


“yes, kalau gitu aku akan siap-siap dan berangkat sekarang.”


“lah, dibolehin aja tuh dia, yaudah lah aku gak akan menghentikannya, adikku kan juga butuh udara segar di luar, selama bertahun-tahun ini dia hanya ada dirumah terus, kasihan.” Kata kakak dalam hati.


Setelah itu aku berpamitan kesemua anggota keluargaku dan berangkat menemui Aria-san, aku sudah membawa sedikit uang untuk perjalanan kita.


Setelah sampai di penginapan, Aria-san menungguku diluar.


“Oh! Aria-san! Yuk kita berangkat.”


“emm…Ayuk!” kata Aria ceria.


Saat perjalanan ini, aku hanya memiliki waktu 5 hari untuk sampai disana lalu pulang lagi. Kita menaiki gerobak dari seorang pedagang yang akan berangkat ke kota lumberk, untung saja gak bayar ongkos, jadi bisa hemat uang dikit.



Saat di tengah perjalanan….


“Ne-ne, Sheiki-kun.” Tanya Aria menghadap ke jendela gerobak yang terbuka.


“Ada apa, Aria-san?”


“tuh disana sepertinya ada seseorang yang lagi memburu moster kecil.” Kata aria.


“Eh, coba kulihat.”


“Ohhh, itu seorang petualang yang lagi bertugas berburu slime, itu sudah kewajiban seorang petualang untuk menyelesaikan questnya.”


“oh gitu.” Kata aria.


Lalu haripun menjelang siang dan kitapun sampai di kota lumberk.



Kami berterimakasih kepada paman pedagang lalu kita berpisah dengan paman pedagang karena tujuan kami berbeda.


“Bay-Bay paman, makasih tumpangannya!”


kita berdua melambaikan tangan ke paman pedagang.


“yah, hati-hati di jalan kalian berdua!, sampai jumpa lagi.” kata paman pedagang dari jauh.


Selepas itu kita pergi ke pasar untuk mengisi stok makanan untuk perjalanan nanti.


“hey-hey! Sheiki-kun, lihat-lihat! Itu ada buah-buahan segar, itu ada daging besar juga, wohh, itu ada orang yang sedang memasak dengan gaya! Hebat!” kata aria tergiang-giang ceria.


“Oh yayaya, itu bagus, itu kelihatannya enak juga.”


Lalu aku membeli beberapa buah-buahan setelah itu kusimpan ke dalam ruang dimensi, yah gunain tuh skill harus sembunyi-sembunyi dulu, jka dilihat orang jadi ribet tuh nanti.


“huh….merepotkan aja nih skill, hmm....apa lagi yang aku butuhkan lagi yahh?”


“eh, Aria-san, apa yang sedang kamu lihatin itu.”


Aku melihat ia sedang mengawasi orang yang menjual semacam aksesoris.


Lalu Aria-san menoleh dan menatapku dengan wajah imutnya yang menunjukkan dia sangat menginginkan aksesoris itu.


“Y-yaudah pilih saja aksesoris yang kau mau.”


“Yay!, makasih banyak Sheiki-kun!” kata aria gembira.


Lalu Aria-san memilih-milih dan setelah memilih dengan matang, dia menunjuk ke arah cincin kembar yang berkilau putih mengkilap.


“Eh, wadaww nih anak pinter amat cari barang mahal, yaudah lah aku beliin aja.”


“Oh! Nona kecil ingin cincin ini, coba pakai.” Kata penjual.


Aria terus memakai cincin itu.


“Waw! Ini cocok sekali dengan nona, dan juga cincin ini memiliki kemampuan unik loh, kemampuannya saat cincin ini dikenakan nanti ukurannya bisa berubah sesuai jari penggunanya, hebat kan.”kata mbak penjual.


“Woh! Hebat juga kak, kalau gitu, berapa nih harganya?”


“Yah, karena sangat cocok dengan gadis kecil ini aku akan memberikan setengah harga.”kata mbak penjual.


“Nah gitu dong, makasih ya kak.”


“ gak masalah, harganya 20 koin perak.”kata mbak penjual.


“Hoi Mbak!! Itu kemahalan Oi!! nih orang katanya setengah harga, kok bisa segitu mahalnya kamvret, huh… yaudah lah, aku beli ajah, yang penting Aria-san suka dengan aksesorisnya.”


“N-nih uangnya.”


“oh, makasih dek, kapan-kapan mampir lagi yah~” kata mbak penjual.


“gak ah, lu meras duit orang ajah.”


“Jadi gimana Aria-san, apa kau menyukainya.”


“Emm!! Makasih banyak Sheiki-kun.” Kata aria dengan senyum manisnya.


“yah, bukan apa-apa kok, oh iya kan itu cincin kembar, lalu satunya untuk siapa?”


“ya untuk kamu lah, nih pakai.” Kata aria memberikan cincin yang satunya.


“oh yah, ketimbang gak kepakek aku pakai aja, wow! pas juga dengan jariku, makasih aria-san.”


“Emm~.” Kata aria dengan wajah tersipu malu.


“eh, ada apa? Kok dia malu-malu gitu, ah bodoh amat, yang penting dia seneng ajah.” ( nih bocah gak peka amat, dengan memberikan cincin yang sama dengan gadis, itu sama aja lamaran kamvret😒)


Setelah itu kami pergi mencari-cari kendaraan yang akan pergi ke arah kota pelabuhan azurium.


Lalu kami mendapat angkutan yang membawa orang-orang yang bertujuan pergi ke kota tujuan kita. Yah, untuk ikut numpang bayar lagi 10 perak untuk perjalanan seharian, nih kota akan sangat jauh tempatnya.


Lalu kamipun berangkat ke kota pelabuhan Azurium...


Kami juga melewati dungeon yang terkenal di penjuru dunia, nama tempat itu disebut dungeon Galius, biasanya ada yang ke-sana untuk cari material-material untuk buat senjata, baju zirah maupun barang-barang lainnya dan juga untuk menaikkan level para petualang yang ada disana dengan membunuh monster-monster di dalam dungeon.


Hari menjelang malam, kami semua istirahat untuk tidur malam di sekitar wilayah padang rumput Azuria.



“hah… tidur aja dah, ngatuk nih gw.”


“Eh… loh, nih anak malah bersandar tidur di pundak kananku.”


Hari menjelang pagi, kami berangkat lagi setelah istirahat tidur malam.


“oh, pagi Sheiki-kun.” Kata aria bangun dari tidur.


“Oh, pagi juga aria-san.”


“Anjay!! Nih bocah seperti orang kagak punya dosa aja, gw semalaman gak bisa tidur gara-gara lo anyingk, pundak kanan gw malah jadiin bantal. Sekarang tidur aja dah, ngatuk gw nyingk!!.”( nih Mc gak ada romantisnya amat anjingk! 😒)


Perjalanan panjangpun berlanjut, sampai siang harinya kitapun sampai di kota pelabuhan Azurium.


...TO BE CONTINUED...