
“Ayo mulai sheiki-kun!”
“Seperti yang kau inginkan, maju!”
Kita berdua melesat saling berhadapan lalu pedang kita berbenturan.
STRIIING!!!! fiena-san memberikan serangan bertubi-tubi kepadaku, tetapi aku menangkis semua serangannya.
TING!!TRANG!!!SRIING!!! TRANG!!TRIING!! Suara semua serangan fiena-san yang kutangkis dengan pedangku.
“apa-apaan dengannya itu, sheiki-kun bisa menangkis semua seranganku dengan pedangnya? Dia sangat berpengalaman menggunakan pedang sampai seranganku dihalau dengan mudahnya, cih sialan bagaimana dengan serangan sihir!”
Setelah menyerang bertubi-tubi fiena-san mundur menjauh dariku.
“eh? Dia mundur? Apa yang mau dia lakukan?”
“Aquarius! Pinjamkan kekuatanmu dan kalahkan musuh didepanku! Ombak Air!”
“Wih, ngeri…. Ombak air yang sangat besar, bagaimana aku bisa melewatinya sampai seisi hutan dipenuhi air seperti ini, yosh! Saatnya ngefly~”
“taruh sihir angin dibagian bawah sepatuku lalu terbang~, wahai angin hembuskanlah udara yang ada disekitar kakiku, Wind boost!”
Aku berhasil menghindari ombak itu dengan terbang ke langit-langit.
“yosh! Giliranku menyerang fiena-san!, Api, Petir menyatulah menjadi satu membentuk bulat, Tunder FlameBall!!”
Sihir gabungan meluncur kebawah mengarah pada fiena.
“heh, percuma saja~” ucap fiena sembari mengayunkan pedangnya.
Ayunan pedangnya diselimuti sihir air dan memblokir sihir sheiki dengan mudahnya.
“Wow, hebat juga fiena-san!, kalau begitu bagaimana dengan ini!, Api, Tanah, Petir, bersatulah membentuk sihir ledakan! Exsplosion!”
Ledakan besar mengarah fiena.
“eh?, Apa-apaan sihir itu!, Pelindung Aquarius, Pusaran Naga Air!.”
Sebuah pelindung menyerupai naga memutari fiena-san.
KAABOOMM!!!!!!!
Ledakan besar terjadi dan membumi hanguskan seluruh hutan.
“alamak! Aku terlalu berlebihan!, Fiena-san! Kamu tidak apa-apa!?”
Saat debu tanah semakin menghilang dari pandangan, fiena-san terlihat dengan pelindung yang sudah tiada dan bentuk perubahannya ikut menghilang. Aku pergi turun kebawah lalu mendekat ke fiena-san.
“Ap-apa yang kamu lakukan tadi sheiki-kun.”
“oh… tadi itu aku hanya menyatukan 3 elemen sihir dan jadilah sihir ledakan.”
“Apa! Menyatukan 3 elemen sihir menjadi satu serangan!”
“eh? Apakah itu salah?”
“Yah tidak sih, tetapi sheiki-kun, ada berapa elemen sihir bawaanmu itu?”
“Hmm…. Aku memiliki elemen api, air, angin, tanah, petir, dan cahaya.”
“A-apa! Memiliki 5 elemen dan juga elemen cahaya!”
“Eh? Kenapa kau sampai kaget begitu?”
“Karena kau memiliki sihir yang tidak pernah ada orang memilikinya, sang pahlawan legendaris dahulu hanya memiliki 3 elemen tau, orang yang memiliki elemen ganda saja sudah terbilang langka, malahan kenapa kau bisa memiliki semuanya?”
“Eh? Pahlawan legendaris?”
“iyah, didalam buku kuno exscalibur, pemiliknya memiliki 3 elemen bawaan, ia menggerakkan pedangnya dengan meminjam kekuatan para spirit.”
“Oh seperti itu.”
“yah, mari kita lanjutkan latihannya.”
_______________
____________
________
Mulai hari itu setiap hari selalu latihan tanpa henti, berlatih fase pergabungan sangatlah sulit, membutuhkan konsentrasi penuh agar pergabungan tidak goyah. Sampai dua tahun telah terlewatkan…
___________
______
Ditempat latihan biasa…
“Sheiki-kun! Coba fase keduamu..”
“Okey, Sensei!”
“perubahan fase kedua, Hydras!”
WUUUSSHH!!!
“Bagaimana dengan Perubahan sempurna ini sensei~”
“Huh… kau yang terbaik sheiki, mendorong kekuatan fase keduamu sampai di titik terakhir, itu adalah perubahan yang sempurna!^_^”
“terimakasih pujiannya sensei…” ucap sheiki sambil kembali kewujud semula.
“Oh iya, sheiki-kun akhir-akhir ini sepertinya kau bertambah tinggi ya.”
“yah, karena aku sudah berumur 7 tahun, udah hal biasa anak kecil tumbuh…”
“Jika sekarang aku sudah menguasai fase kedua sekarang saatnya kita melanjutkan misi kedua…”
“eh? Misi seperti apa itu?”
“mencari spirit yang kuat untuk membangkitkan sang pedang.”
“spirit kuat yah… sheiki-kun apakah ada spirit yang cukup kuat di sekitar hutan gunung ini.”
“Hmm kalo itu sih aku gak tau, coba kita telusuri pegunungan ini.”
____________
_________
_______
Kami berduapun menelusuri kaki gunung yang dekat dengan desa.
Kami juga menjelajahi puncak gunung.
“wah!! Seperti ini pemandangan dari puncak gunungnya, pemandangan desa dari sini terlihat indah~.”
“eh? Sheiki-kun coba lihat dibawah, di bagian sisi lain gunung ini, terdapat gua yang cukup aneh?”
“Okey, coba kita menjelajah kesana.”
Kami menuruni gunung menuju tempat tersebut.
“Woah! Ada sebuah dungeon tersembunyi ditempat seperti ini, sepertinya ini terlihat lama dan juga bangunan luarnya terlihat buatan manusia.”
“tuan, ini saya hydra, aku merasakan aura mana yang sangat besar di dalam dungeon ini, sepertinya ada spirit tingkat tinggi didalam sana, mana yang dipancarkannya sama seperti milik saya ataupun malah lebih besar, tolong lebih berhati-hati tuan.”
“Oh, oke hydra, aku juga sudah menyadari tentang hal itu.”
“Sheiki-kun aku merasakan aura mana yang sangat besar didalam sana, lebih baik kita mundur dulu dari sini, kekuatan yang dipancarkannya sangat besar melebihiku, mari kita kembali.”
“Hoo, fiena-san sampai mengajakku kembali, aku jadi penasaran makhluk seperti apa yang ada didalam sana.”
Kitapun kembali kerumah dan tidak jadi masuk kedalam dungeon tersebut.
_____________
_________
_____
“Huh…aku penasaran makhluk seperti apa yang ada didalam dungeon itu.” Gumamku diatas kasur.
“hmm, kalau gitu aku akan kesana untuk melihatnya, apa kau siap dengan resiko yg akan terjadi hydra…”
“jika tuan siap maka aku juga sudah siap akan hal itu, mari kita takhlukkan makhluk yang ada didalam dungeon itu tuan!”
“oh! Kau juga bersemangat tentang hal ini yah~, oke mari kita berangkat!, dengan mengendap-endap :v”
Aku pergi dari rumah tanpa ketahuan oleh siapapun dan pergi menuju dungeon tadi.
___________
_________
“okey! Akhirnya kita sampai, saatnya masuk~”
. . . . . . . .
“Wow, didalam agak luas juga...”
Grrrr.... Suara moster menggeram.
“ah, tuh didepan ada moster, saatnya berburu~hehe~”
Sekelompok serigala liar keluar dari sudut bayangan tetapi dengan mudahnya mereka kubasmi, seperti halnya serangga.
“huh…cih, ganggu aja nih anjing-anjing, saatnya lanjut menjelajah.”
Aku terus berjalan dan menelusuri tangga menuju kebawah dan semakin dalam.
“Wow… ini dah berapa kilo meter dari permukaan tanah, semakin dalem aja nih dungeon.”
Graaawww!!! Seekor salamander dengan nyala api mendekatiku dari depan.
“wih… salamander tuh, sepertinya sangat panas saat di pegang.”
Graaaww!!! BOOM!! Salamander menyemburkan bola apinya yang sangat besar.
“Wow… ngeri juga kau… tapi itu tidak akan mempan terhadapku, shield poison.”
Serangan salamander lenyap seketika..
“Saatnya giliranku kadal merah!! Tunder spear!!”
Serangan petir menyerupai tombak menancap di tubuh salamander dan mati seketika.
“Huh, ganggu aja kadal tadi..saatnya lanjut berjalan maju~”
. . . . . . .
“Huh...kok sampai disini agak berlava, apa aku semakin dekat dengan dasarnya…, huh rasanya juga gerah lagi...”
Gggrrrrr!!!! Suara dungeon bergetar…
“njirr… ada apa nih?”
Graawww!!!! BRRUUUSSS!!!! Semburan berapi keluar dari langit-langit mengarah kearahku.
“Eh, serangan tiba-tiba!?, Angin, Petir, Fusion! Tunder dash!!”
Wuuusss!! Aku menghindar dari panasnya api dengan cepat.
“huh… untung gak kebakar gw. Eh! Apa itu!? Hah!! Itukan Naga!”
Graawww!!!! BRUUUSSS!!!! Menyembur…
“Wah! Dia menyemburkan api lagi, Shield poison.”
BREESSSSHHH!!!!! Suara api padam mengenai pelindungku.
“Huh, selamat. Cih oke jika kau mau menantangku berduel mari kita adu kekuatan kita!, Transformasion, Hydras!. Mari kita bertanding dasar kadal terbang!”
GRAAA!!! BRAAAWWWSS!!! Menyembur…
“Okey kuladeni seranganmu!, Semburan Naga Hydra!” BRUUUUWWSSS!!!!!
Kedua serangan berbenturan tetapi semburan racunku lebih unggul dibanding naga api itu dan mengenai dirinya. Naga api itu terjatuh dan lumpuh karena serangan racunku.
“Heh, sekarang kau mengerti perbandingan kekuatan kita naga tengik!, Saatnya mengakhiri semua ini…” slasshh!!! kepala naga kupotong dengan pedang hydras.
“Huh…akhirnya selesai..transformasi off.” Jubah kembali seperti semula.
GGGGRRRR!!!!!! Tanah bergetar kembali…
“njirr, ada apa lagi nih sekarang coeg!!”
Sesuatu makhluk muncul dari bongkahan lava.
BBRAAKKKK!!!!! suara bongkahan tanah terhempas...
“ahh… jadi ini asal dari kekuatan maha dasyat itu, ternyata itu terpancar dari aura agungmu itu, makhluk mistis yang melambangkan keabadian, sang burung POENIX!.”
“Wahai manusia kenapa kau membunuh naga itu.”
“Dia menyerangku duluan maka aku membalasnya dengan kematian.”
“Oh jadi begitu, kupikir juga ingin membunuh serangga pengganggu itu, tetapi kau sudah membunuhnya maka aku tidak perlu turun tangan, kuberi ucapan terimakasih karena sudah membunuh pengganggu itu.”
“Oh iya, saya merasa terhormat.”
“Oh, wahai manusia apa ada permintaan yang kau inginkan untuk balas budiku.”
“yah jika permintaan sih aku memiliki satu, Maukah engkau menjadi rekanku Poenix!” kataku sambil menghunuskan tangan kanan.
“Hah? Menjadi rekanmu? Maksudmu kau ingin aku menjadi spiritmu?, Dalam ribuan tahun aku didalam sini sendirian dan sekarang kau mau mengajakku untuk keluar dari sarangku dan melihat dunia luar?. Heh…menarik! Aku akan menerima permintaanmu, aku juga ingin melihat perkembangan didunia luar zaman sekarang seperti apa.”
“okey, mari kita membuat kontrak spirit poenix-san!😁”
“Okey, aku juga tertarik padamu, sepertinya kau memiliki ambisi yang sangat tinggi.”
Setelah itu kita membuat kontrak spirit bersama…
“Tuan Sheiki berikan nama kepada sang poenix ini… untuk ikatan kontrak kita..”
“Yosh…Poenix sekarang namamu adalah Frenza!” kataku semangat.
“mulai sekarang mohon bantuanya Frenza!”
“Yah tuan.”
Tubuh Frenza terserap kedalam tubuhku seperti halnya saat menjalankan kontrak dengan hydra...
“Yosh! Mari kita pulang dan tidur hoaahh!! Dah larut malam nih~”
_______________
___________
________
...TO BE CONTINUED
...