
setelah perjalanan yang sangat panjang, sampailah kita di kota pelabuhan Azurium yang dekat dengan Pohon roh suci.
“ Aria-san, kita akan turun disini dulu untuk mengisi stok makanan kita dulu.”
“Oky!” Kata aria saat turun dari gerobak.
Setelah itu kita pergi ketempat penjualan makanan. Kita juga mampir sebentar untuk makan-makanan laut, sangat enak dan segar rasanya.
“yummy!! nih ikan enak sekali, gak pernah aku makan makanan seenak ini! yakan Aria-san.”
“iya! ini sangat enak sampai aku tidak bisa berhenti memakannya.” ujar Aria dan makan dengan lahap.
“hihihi!!”
“ wah... dia sangat imut saat makan-makanan itu dengan lahap, sepeti bocah kecil ajah hihihi~”
selepas makan bersama, kitapun melanjutkan perjalanan ke arah pohon roh suci. jarang sekali manusia kesana karena di sana hanya ditinggali oleh ras elf, manusia biasanya pergi kesana untuk berdagang ajah dengan suku elf.
Hari menjelang sore dan sampailah kita di pohon roh suci, pohon yang sangat besar nan agung.
“Woooaaahh!! Apa-apaan ini! Pohonnya sangat besar dan terlihat menakjubkan!, hebaat!!”
“Ah! Itu dia kota para elf!, Jadi rumahmu ada di sekitar sana Aria-san?!”
“yah, itu benar, disana tempat tinggalku berada, akhirnya aku kembali kerumah ayah~ibu~…..hiks..” ucap aria dengan tangis lembutnya.
“Yah, sebelum hari mulai gelap aku akan langsung mengantarnya kesana lalu pulang kembali ke desa Aaru, jadi ini perpisahan kita yah…agak serasa sedih sih, tapi apa boleh buat.”
“yuk kita kesana sebelum hari mulai gelap.”
“emm~” ucap aria menganggukkan kepala.
Kitapun melanjutkan perjalanan dan juga makan-makanan yang kita beli tadi, dan sampailah kita di sekitar pinggiran kota itu.
“oh jadi, aku sudah di ikuti para elf, penjagaan disini diperketat kah… kalau gitu kita akan berpisah disini Aria-san, aku juga tidak ingin merepotkan para elf disini, jadi selamat tinggal Aria-san, aku pasti akan terus mengigat dirimu.”
“oh!!, Aria-san didepan ada bunga-bunga cantik tuh! Ayuk kesana!”
“wahh!!” kata aria lari ke bunga-bunga itu.
“yah…sangat mudah memancing dia ke ladang bunga itu, jadi aku pamit dulu aria-san, jaga dirimu baik-baik.”
“Sayonara Aria-san~” / “ Selamat tinggal Aria~”
“Sihir api dan air menjadi kabut untuk menghilangkan hawa keberadaan, Stealth~”
“Eh, Sheiki-kun?” ucap Aria menoleh kebelakang dan hanya melihat sepucuk surat.”
“Sheiki-kun!!, Tidak, jangan tinggalkan aku, aku tidak ingin berpisah denganmu, Sheiki-kun!!Hiks..hiks..ahaaahaa!!!” kata Aria menangis dengan keras.
Sesudah tenangkan diri Ariapun membaca sepucuk surat tersebut.
“Hallo! Ini surat perpisahan dariku, jadi… etto... jaga dirimu disana yah, dan jangan nakal-nakal sama orang tuamu, lalu aku ingin bilang… perjalanan kita sangat menyenangkan loh!, Aku sangat menikmatinya, itu adalah perjalanan terbaik seumur hidupku!..., Terimakasih aria-san sudah menunjukkan petualangan panjang itu padaku hihi!, Lalu jika aku sudah besar, pasti aku akan mengunjungimu kapan-kapan, jadi jangan lupakan aku yah~, salam Sheiki. Jaga dirimu baik-baik!, Sampai jumpa lagi!!.”
“Em Sheiki-kun, aku tidak akan melupakanmu, dalam perjalanan yang singkat ini, aku sangat bahagia, aku sangat senang bisa bersamamu walau hanya sesaat, jadi…aku tidak akan melupakanmu, karena aku…menyukaimu Sheiki-kun~~” kata Aria dalam hati, Sambil memeluk sepucuk surat tersebut.
Tidak lama kemudian para elf yang bersembunyi-bersembunyi tadi muncul dan membawa Aria ke kota, untuk mencari orang tuanya.
aria menceritakan perjalannya kepada para elf tadi tentang perjalannya dengan senang gembira.
“huh…jadi perjalananku sudah berakhir kah~, walau singkat tapi aku bisa melihat dunia luar yang sangat luas ini!!. Hari udah malam, untuk sekarang saatnya kembali kekota Azurium dan berangkat ke kota lumberk lagi besok.”
“ahhh!!! Enaknya nanti makan apa yah dikota, roti, daging, sup, atau buah-buahan aja!, Hmm….Dhai kenja apa yah yang enak dimakan hari ini~~…………”
...TO BE CONTINUED...