
“Untuk merubah kerajaanku menjadi lebih baik, aku tidak boleh sampai mati disini, keberadaanku masih diperlukan oleh rakyatku, karena itu aku…. Ku akan tuntun manusia ke jalan yang benar!!” teriak Fiena.
“ langsung saja mari kita mulai! tuan putri!”
“Majuuu!!!/ Hyaaahhh!!!
TRIIIING!!! Suara pedang nyaring yang saling bertabrakan sampai menimbulkan gelombang angin yang dasyat disekitar mereka.
“woy! Woy! Wooy!, Sekali hantam berefek seperti itu coeg!, Gilee!, Eh lah kok... Gelombang anginnya mengarah kepadaku cuyy, akh! Aku terpentaall!!, Sialan!!!”
WUSSSSHHH!!! Gelombang angin mementalkanku sampai ke pinggiran dungeon.
Wussshhh….. “ huh, untung selamet gw, oh iya gimana keadaan pertarungan mereka? Eh??”
Cring! Tring! Crassh! Brakk!! Bomm! Broomm!!
Seketika aku melihat pertarungan mereka, kecepatan yang tidak bisa ku capai, serangan yang cepat, mereka bertarung di udara dari sudut sampai sudut lain, pertarungan yang amat dasyat. Dedua mataku hampir tidak bisa mengikuti gerakan mereka.
“jadi inikah pertarungan sesama ksatria suci, mereka sampai membuat batu di langit-langit dungeon runtuh sedikit demi sedikit karena terkena gelombang serangan mereka. Cih jika terus begini dungeon galius ini akan runtuh, aku harus menghentikan mereka!, Tetapi bagaimana caranya?.”
“cih, dia bisa mengimbangi kecepatanku, aku harus menyusun rencana. Eh? Kenapa bisa ada anak kecil dibawah sana, anak kecil yah… akan kubuat dia menjadi sandra agar fiena-sama menyerahkan dirinya karena dia tidak bisa mengabaikan anak kecil yang terancam nyawanya, hihihi… rencana telah dibuat~” kata kesatria wanita dalam hati.
Lalu di tengah pertarungan si kesatria wanita menukik ke bawah dari langit-langit menuju kearahku.
Swooosh!!!
“Eh?, Akh!!”
Kesatria wanita langsung mencekik leherku sesampai dibawah.
“Heh, aku penasaran kenapa ada tikus tersesat disini?. Heh, itu bukan masalah bagiku tapi malahan kau sangat membantuku anak kecil~” ucap kesatria wanita mencekik sheiki.
Sambil tercekik topeng matakupun terlepas. Dan saat itu Fiena melihatku.
“eh? Itukan Sheiki-kun!, Kenapa kau keluar dari ruanganmu!, Cih… lepaskan dia freya!, Dia tidak terlibat pada pertarungan kita!.” Teriak Fiena dari atas sembari mendarat kebawah.
“Heh… melemaskan anak ini katamu, jangan mimpi! Jika kau ingin aku melepaskan anak ini maka menyerahlah dan serahkan dirimu.” Kata Freya.
“Akh!!, Fiena-san jangan menyerahkan hidupmu padanya, karena nyawa adalah hal paling berharga bagimu, jika kakak kehilangan nyawa kakak, maka seluruh tujuan kakak yang sangat kakak idamkan, hanya akan jadi hayalan belaka. Maka dari itu, jangan menyerah Fiena-san!.”
“Tutup mulutmu dasar bocah tengik!” ucap Freya sembari memperkuat cekikan di leher sheiki.
“akh!!, Cih sialan jika terus begini maka aku yang akan mati, aku tidak ingin mati, karena aku ingin membuat organisasiku sendiri dan menjadi bayangan kuat dibalik layar, menjadi bayangan untuk memburu bayangan adalah tujuanku!!, Karena itu, aku akan membalasnya.”
“Cih, sihir angin, tiupan pemental”
FIUUUSSSHH!!!
Freya terkena serangan sheiki tiba-tiba dan terpental mundur.
“Cih! Dasar bocah sialan.” Marah freya.
“heh…he-he-he~, hahahahaha!!, Kau mau membunuhku dengan mudah seperti itu hah. Jangan main-main denganku bibi!”
“Heh, kau hanya bocah kecil, jangan belagu sok kuat didepanku bocah kecil, bagiku kau hanya kroco untuk alat pencapai tujuanku, jadi serahkan dirimu, jika urusanku selesai maka kau akan kulepaskan.” Kata freya.
“jika aku menolak?.”
“Cih sialan dasar wanita ******, dia sudah memojokkanku, bagaimana ini? Apakah aku melawan saja, atau lari dari sini?, Cih… tidak ada jalan lain selain kabur!, Langkah pertama aku harus berada dekat ke sisi fiena-san.”
“Angin Petir bergabunglah dan buat aku bergerak cepat, kombinasi sihir, tunder dash!!”
WOOSSSHH!!!! Aku bergerak menerjang dengan cepat mengarah ke sisi fiena.
“Cih, jangan kabur kau bocah, Scarlets pinjamkan aku kekuatanmu, Blood Claw!” Ucap freya.
melancarkan serangan ke sheiki berupa darah membentuk cakaran.
“Eh, serangannya mengejarku!, Tidak ada pilihan lain.”
“Hydra pinjamkan aku kekuatanmu!, Auman sang naga!!”
GRAAAAWWWW!!!!!! Serangan tersebut lenyap terkena auman besar sheiki dan mengarah ke freya, tetapi ia bertahan dan tidak terpental sedikitpun, dan pada saat itu pula sheiki sudah sampai di sisi fiena.
“Fiena-san! Mari kita kabur dari sini!, Jika kita berurusan dengan dia, kemungkinan dungeon disini bisa runtuh karena kekuatan kalian, jadi mari kita pergi.”
“Eh?, O-oke, sepertinya itu pemikiran yang bagus.” Jawab fiena.
“Hoi!!, Jangan kabur kalian dasar buronan!, Aku pasti akan menangkapmu!, Wahai pedang Scarlets! Berikan aku kekuatan terbaikmu!, bumi hanguskanlah semua yang berada di depanku-!”
“hah! Gawat sheiki, dia mengaktifkan Skill Ultimate dari pedang scarlets! Jika terus begini, maka dungeon ini akan runtuh seketika!” Ucap fiena panik.
“cih, sialan aku akan menghentikannya dengan caraku sendiri, jadi tenanglah fiena-san” ucap sheiki sembari mendekati freya.
“eh, kau mau kemana sheiki! Kita harus secepatnya kabur dari sini!” teriak fiena.
“ tenang saja fiena-san, aku pasti akan menghentikannya!”
“bumi-hanguskanlah semua yang berada di hadapanku!, dan aku memanggilmu! Dragon blood fire!”
“Eh? lah, kok Skill Ultimatenya mensummon sih, bukannya serangan?”
Skill Ultimate yang rapalkan ileh freya membuat dungeon bergetar dan pada permukaan tanah, sebuah ukiran rune sihir terbentuk berwarna merah gelap, dan pada saat itulah, muncul makhluk yang sangat besar dan mengerikan, membuat tekanan di dalam dungeon terasa beratnya.
“A-apa-apaan itu, besar sekali! i-itukan, Dragon!!”
...___________________________...
...______________________...
..._________________...
...____________...
...________...
...____...
...__...
...TO BE CONTINUED...