Isekai Tensei Shita Kokosei

Isekai Tensei Shita Kokosei
Vol.3 Seleksi Akademi Zurios



Esok harinya....


Di depan gerbang akademi banyak para pendaftar baru yang sedang mengantri termasuk diriku sendiri, kami dipandu ke tempat seleksi di selenggarakan.


Untuk ujian seleksi akademi Zurios dibagi menjadi 3 opsi yaitu ujian tulis, ujian praktek dan penilaian Inti Mana.


Ujian di mulai dengan ujian tulis, disaat menjalankan ujian tertulis aku tidak mendapatkan kendala dan berjalan dengan lancar.


1 jam terlewat ujian praktekpun akan dimulai. Dalam ujian praktek terdapat 2 tantangan, yaitu pertempuran jarak dekat dan  serangan sihir.


Sampai saat ditempat ujian praktek di laksanakan...



“wihh~, gila nih akademi kaya sekali bisa bangun tempat kek gini, kayak colloseum lagi.”


“para peserta bersiap untuk ujian kedua, nama yang saya panggil harap bersiap untuk maju kedepan dan berhadapan dengan guru yang siap menguji di ujian kedua ini.” Ucap guru pembimbing.


“ Hmm~ apakah si guru pengujinya terlihat kuat?”


Sang pengujipun datang...



“yo~ apakah kalian sudah siap, sini dan lawan aku, akan ku beri nilai sebanding dengan usaha kalian nanti. Jika ada yang bisa memberikanku 3 pukulan padaku, maka akan kuberi nilai tambahan bagi yang bisa melakukannya. Bagaimana~ menarikkan~” ucap si penguji. dengan bangga dan angkuh ia menantang para peserta ujian.


“wanjir~ om-om sixpack :v” ucap sheiki didalam hati sembari menahan tawanya.


Dalam ujian kedua ini, para peserta diperbolehkan menggunakan senjata berbahan kayu. Seperti pedang panjang, pedang pendek, tombak, belati, pedang dan tameng,dll.


Peserta pertama maju, dengan nama “ akashi ryuu” ia peserta laki-laki yang terlihat mencolok dengan rambut merahnya.


Disaat akashi berhadapan dengan sang penguji ia mengucapkan beberapa kata dengan tatapan tajamnya “ janganlah sombong dengan apa yang kamu miliki sensei. Setiap orang memiliki kelemahan maupun kelebihan dalam diri mereka sendiri, karena itu aku akan membuatmu memberikan nilai plus padaku”



Si penguji menjawabnya dengan santai “ wow~ anak yang bersemangat~, okey, sini lawan aku dengan seluruh kemampuanmu bocah~”


Akashi memilih pedang satu tangan untuk senjatanya, begitu juga dengan penguji yang memilih senjata pedang satu tangan.


Sang pembimbing memberikan aba-aba dengan suara keras “1,2,3, ujian dimulai!!”


Akashi melesat dengan cepat dan bersiap menyerang penguji sembari berkata “ aku tidak akan memberimu kesempatan sensei!”


Si penguji menahan serangan akashi, mereka beradu pedang dengan lihay dan cepat. Mereka bertempur sangat sengit.


7menit berlalu dan akhirnya akashi berhasil memberikan 3 pukulan kepada sang penguji, namun di akhir pertandingan si penguji mengalahkannya, karena perbedaan kekuatan dan tsamina yang mereka miliki sangatlah berbeda.


Sang pengujipun berkata “ nak, kau cukup ahli dalam menguasai pedang, kau memiliki potensi yang menjanjikan. Jadi.. kau lulus dalam ujian praktek jarak dekat ini, selamat anak muda~”


Akashipun menjawab dengan dingin “hehh, itu bukanlah apa-apa, aku masih ingin menggapai puncak yang lebih tinggi dari pada langit. Jadi tunggu debutku saat berada di akademi ini, aku pasti akan berdiri di atas para murid lainnya, tunggu saja...”


Selepas pertandingan itu, peserta berikutnya pun maju, satu persatu mereka bertanding dengan sang penguji, namun tidak ada yang memberikan 3 pukulan kepada si penguji seperti yang dilakukan akashi tadi. Dan pada akhirnya giliranku dimulai di urutan terakhir.


“yosh, yang terakhir dirimu yah, etto.. sheiki?, Oke tunjukkan kemampuanmu padaku” ucap si penguji.


“siap sir!!” ucap sheiki tegas.


“hmm~ senjata apa yang harus kupilih?, Aku sudah hebat dalam segala senjata, hmm.... Okey! Kupilih senjata yang unggul pada kecepatan aja, nah ini dia” ucap sheiki dalam hati yang sedang memilih senjatanya.


“ho~ kau mengambil rapier?, Okey sini dan mulai pertandingannya” ucap si penguji.


Aku mendekat dan berhadapan dengan sang penguji.


Sang pembimbing memberi aba-aba “pertandingan dimulai!”


“maju sini bocah” ucap penguji memprovokasi sheiki.


“sesuai permintaanmu!” ucap sheiki sembari melaju menghadap penguji.


“tenik rapier sangatlah mudah, dengan motif penyerangan menusuk dengan cepat, ditempat titik-titik inti otot berada, itu akan membuat dia nyeri otot, lalu membuat celah dan memanfaatkannya untuk serangan fatal.” Renung sheiki dalam hati.


Dengan begitu aku melesat dan menyerang titik-titik inti otot dengan cepat, namun sang penguji masih bisa memblokir setiap seranganku, serangan setiap serangan terus ku lepaskan dengan tenaga sedang dan lembut.


“wow~ dia menggunakan rapiernya dengan tenang dan lembut, seperti sedang menari layaknya seorang akrobatik, dia memiliki potensi~, namun segi kekuatannya dalam memberikan serangan sangatlah lemah. Akan ku kacaukan irama pedangnya dengan kekuatan dan kemampuanku, karena kita memiliki kekuatan yang berbeda bocah~, jadi maaf saja jika kau kalah dalam pertandingan ini.” Renung sang penguji dalam hati.


Disaat rapier sheiki menusuk dan mengenai bilah pedang si penguji, sang penguji memblokir dengan kuat, sheiki terpental dan tidak sengaja membuat celah yang besar, si penguji menghunuhkan pedangnya di hadapan sheiki dan berkata “ ini adalah kekalahanmu anak muda, kau memiliki potensi tetapi tidak memiliki kekuatan yang besar, kau harus lebih giat lagi untuk melatih segi kekuatan itu”


“baik pak, t-terimakasih atas sarannya” ucap sheiki tegas setengah gagap.


Dengan begitu ujian praktek pertama telah berakhir dan dilanjut dengan ujian kedua, praktek sihir serangan.


Kami di pandu ke tempat ujian ke dua tsb..


Sesampai di tempat itu, terdapat balok tembok yang besar berwarna hitam.


Pada ujian tersebut, peserta ujian harus menyerang tembok tersebut dengan sihir serangan mereka masing-masing.


“urutan pertama, peserta akashi dipersilahkan menyerang balok tersebut menggunakan sihir serangan milikmu, keluarkan kemampuan sihirmu sekarang” ucap si pembimbing memerintah dan menunjuk akashi.


 Akashi maju kedepan balok hitam. Iya berkonsentrasi dengan sungguh-sungguh sembari merafalkan mantra sihirnya “ kobaran merahmu membuat suhu panas, panasmu kupadatkan dan membetuk sebuah tombak, sihir tingkat menengah Tombak Api!!”


K!Boom! Serangan akashi mengenai balok tersebut sampai memberikan berkas terhadap balok hitam tersebut.


Para peserta lainnya ikut tercengang dengan apa yang akashi tunjukkan.


Lanjut untuk peserta berikutnya, ia juga terkenal dengan peringkat kebangsawanannya, anak seorang bangsawan peringkat Duke yang berada di kerajaan Azura ini, ia bernama “ Amelia Rose”.



Sang pembimbingpun menyebutkan namanya untuk maju “ Amelia Rose, giliran anda sudah dimulai“


“ baik” ucap Amelia. Ia menghadap ke balok  tersebut.


Ia berfokus dengan sungguh-sungguh dan merafalkan matranya “membara tanpa arah, menyembur bagaikan ombak merah, sihir tingkat menengah Semburan berapi!!”


Para peserta lainnya sangat terkejut membeku, melihat balok tersebut sampai meleleh dibuatnya.


Balok meleleh tersebut dipindahkan dan diganti dengan balok yang baru.


Setelah pertunjukan mereka, murid lain ikut berpartisipasi dan tidak memberikan kesan istimewa seperti yang dibuat Amelia dan akashi.


Sampai saat giliran sheiki berpartisipasi..


“ peserta sheiki, maju kedepan” ucap pembimbing.


“baik”


Aku mendekat dan berhadapan dengan balok, dengan tubuh tegak yang siap terlihat seperti seorang ahli.


Namun kenyataannya...


“ njirr gimana nih, gw akhir-akhir ini gak ningkatin mana gw lagi, dan sekarang saat tes kek gini mana gw tinggal 100/100 aja anjirr!!” renung sheiki dalam hati yang sedang panik.


“ salah sendiri lupa, buat kontrak Ama Sciel telah menguras semua mana anda master” ucap frenza telepati.


“Maaf telah merepotkanmu master” ucap Sciel merasa bersalah.


“ yah gakpapa, ini juga kesalahanku karena tidak peka. Klo gitu gw hanya bisa keluarin sihir tingkat rendah aja dong, duhh nilai gw bakal anjlok total nih.. dah lah yang penting dapet nilai” gumam sheiki dalam hati.


Aku bersiap merafalkan mantra “ cahaya terang menyinari sekitarmu. Sihir api! Bola api kecil penerang jalan!!”


Aku menahan malu dan melancarkan sihirku ke balok tsb. Dan tentu saja tidak memberikan bekas apapun pada balok tersebut.


Semua peserta terdiam sesat dan serentak menertawakanku.


“hahahahaha!! Apaan tuh tadi! Sihir tingkat rendah!? Wkwkwk!!”


“ lucu sekali dia saat tes malah kek gitu wkwkwk”


“ hahaha!! Semoga lo lulus dalam ujian masuk ini bro!”


Para peserta menertawakan dan mengejek sheiki habis habisan..


Sheiki membalikkan badan dan menundukkan kepala sembari menahan malunya “njirr malu bet gw njingk!, Tapi itulah yang sangat ku nantikan! Seorang murid baru yang akan direndahkan! Dengan begini gw gak akan terkenal dan menjalani kehidupan sekolah dengan biasa! Hehehe~, tapi klo dirasa-rasa tetep memalukan juga sih” ujar sheiki dalam hati.


Selepas ujian sihir, kami dipandu ke tempat penilaian kualitas mana para peserta.


Dengan begitu, orang yang akan maju duluan tentu orang yang sangat mencolok dari ujian pertamanya, akashi da!.


“akashi, silahkan sentuh bola penilaian mana ini” ucap sang pembimbing.


Akashi mendekat dan menyentuh bola penilaian tersebut. Tak lama setelah itu cahaya merah, biru dan hijau serentak muncul didalam bola tersebut dan sejumlah angkapun muncul.


...[ ELEMEN SIHIR API, AIR, ANGIN]...


...[MANA POIN : 50.000/50.000]...


Para peserta dan guru pembimbing tercengang dengan hasil yang dikeluarkan akashi. Seorang yang ahli  pedang serta memiliki 3 elemen yang ada 1:1000 di dunia ini, orang yang sangat langka bagaikan permata ditumpukan batu.


Sang pembimbing dengan kerasnya menyatakan “ sang murid jenius telah datang kedalam akademi ini lagi! Jenius baru kita akashi ryuu! Dengan ini aku menyatakan akashi ryuu telah diterima sebagai murid resmi akademi Zurios!”


Plak! Plak plak plak plak!!! Suara tepukkan tangan yang sangat megah dari para peserta dan para pembimbing terdengar keras.


Setelah kemegahan itu, dilanjut peserta berikutnya Amelia...


 Amelia menyentuh bola penilaian dengan tenang dan terlihat dia sangat percaya diri akan hasil yang didapatkannya.


Tidak lama setelah itu keluar cahaya merah dan biru serta nilai mana miliknya...


...[ELEMEN API DAN AIR]...


...[MANA POIN : 45.000/45.000]...


Amelia tidak kalah dengan hasil yang didapatkan oleh akashi, ia langsung diangkat sebagai murid resmi dan juga mendapatkan tepuk tangan meriah dari peserta lainnya.


Dan peserta selanjutnya dipersilahkan maju sampai giliranku yang terakhir dimulai.


Aku mendekat ke bola penilaian sembari bertelepati dengan dhai kenja


“dhai kenja, kunci semua elemen selain elemen api”


DILAKSANAKAN MASTER.


Akupun menyentuh bola tsb, dan tidak lama setelah itu keluar cahaya merah..


...[ELEMEN API]...


...[MANA POIN : 100/100]...


“Njirr, dah lah pasti diolok-olok lagi gw-_-”


 


HAHAHAHA!!! Tawa keras para peserta.


“apaan tuh bang!, Lu niat sekolah gak!? Wkwkwk”


“pasti anak manja tuh, gak pernah latihan sihir apa gimana!?”


“anak mami wkwkwk!!”


Olokan yang sangat membabi buta datang menusuk sheiki..


“Ughh!! Damagenya gak ngotak anying! Malu bet gw”


Dengan begini seleksi pendaftaran murid baru akademi Zurios telah usai.


...TO BE CONTINUED ...