Isekai Tensei Shita Kokosei

Isekai Tensei Shita Kokosei
Vol.2 Hari Libur - Spirit Baru



“Hooaamm~”


“Selamat pagi frenza, hydra…”


“Selamat pagi tuan.” Ucap keduanya.


Hari ini hari libur dari latihanku, ayah dan ibuku sudah pergi bekerja pagi-pagi sekali, fiena-san dan mairu-san pergi berbelanja dan kakak pergi ke rumah temennya.


“huh… bosen nih dirumah, udah siang lagi… mereka kok belum ada yang pulang…huh.. hari ini cuacanya sangat panas lagi… males nih…”


“itu benar master, cuaca hari ini sangat panas...” ucap hydra.



“Hey hydra, frenza mari pergi jalan-jalan keluar, dengan wujud baru kalian itu pasti tidak apa-apa keluar, mereka pikir aku memiliki spirit tingkat biasa aja, jadi ayo keluar…oh iya kalian stabilkan mana kalian seperti itu, jangan sampai aura kalian keluar meluap-luap, kalian buat stabil seperti halnya mana seekor binatang kecil…”


“baiklah master…” ucap hydra (si hitam).


“huh…hari ini panas sekali yah… masa keluar panas-panas begini master?” tanya frenza ( si pink).


“yah panas sih panas, tapi dibanding dirumah gak ngapa-ngapain, mending keluar cari udra segar…, oh iya mari pergi berenang di sungai! Pasti sangat segar!”


“oh! Ide bagus master, aku akan ikut!” Ucap semangat hydra.


“aku juga ikutan!” ucap frenza.


“yosh mari pergi bersiap-siap!”


Kita berencana pergi ke sungai dekat dengan desa.


____________


_________


______


__


“Huaaaahhh!! Sungainya indah sekali! Saaatnya berenang!, Ayuk hydra, frenza!”


“okey!/siap!”


Kita bertiga bersenang-senang bermain di sungai dengan senang ceria…


_______


____


“huh… segar sekali yah, sepertinya kalian berdua juga menikmatinya.”


“Tentu saja master!” ucap keduanya.


“Ku keringkan bajuku dulu, kalian berdua bersenang-senanglah.”


“okey, frenza mari kita berduel siapa yang mendapatkan ikan besar di sungai ini maka dia pemenangnya!”


“Baiklah hydra! Aku terima tantanganmu!”


“hee~ mereka sangat bersenang-senang, saatnya menjemur baju dulu dan bersantai~”


____________


________


Beberapa menit kemudian….


“Master! Master! Bangun master!”


“eh… aku ketiduran yah… ada apa kalian berdua…”


“kami mendeteksi aura mana spirit yang sangat besar, dan saat kita telusuri lewat jalur sungai, ternyata ada dua monster yang saling bermusuhan, dan salah satunya sang makhluk legenda sepertiku, dia adalah Leviathan!” ucap frenza panik.


“Apa!, Jika dia makhluk sepertimu? pasti dia kuat. kenapa harus panik?”


“Karena dia dalam keadaan lemah, dan tiba-tiba monster ular beracun menyerangnya! Pasti monster itu ingin menguasai wilayah leviathan. Aku ingin membantunya master!” ucap frenza.


“Oke, aku akan pergi kesana!, Mari kita bantu leviathan! Kalian berdua tunjukkan jalan menuju kesana!”


“Siap tuan!” ucap keduanya.


Kita belari mengikuti arus sungai yang sangat panjang…


1 jam kemudian…


“Woyy!! Jauh amat coeg! Kemana kita mau pergi nih, dah capek kakiku dari tadi berlari, kalian keluyuran sampai mana sih tadi!”


Dan sampailah kita ketempat pertempuran berada.


“Lah! Inikan laut anying!, Aku berlari dari sungai sampai laut! Hadeh.. capek deh guwe…”


“mereka ada disana tuan didalam air!”



“Di sebelah sana monster ularnya!!” teriak hydra.



“kalo dalam air gimana aku dapat bertarung cuyy… aku butuh oksigen untuk bernafas tau.”


“Aku akan bertelepati dengan Leviathan karena kita sesama makhluk legenda dan leviathan dulu adalah teman seperjuanganku!” ucap frenza.


“ Oke aku menunggu rencanamu.”


. . . . .


“Yosh telepati selesai tuan, Leviathan akan mendorong ular itu sampai keudara dengan mana miliknya yang tersisa dan saat ada diudara kita akhiri ular itu!” ucap frenza.


“okey mari kita bakar ular itu sampai jadi debu!! Transformation Frenza!”



“heh… mari kita akhiri dengan sekali serang~”


BYARRR!!! Ular tersebut terpental melambung ke udara.


“okey dia sudah keluar dari dalam air, mari kita akhiri ini~, Ledakan Api Poenix!”


BOOOOMMM!!!!!!!



“Heh… Perfect~”


_______________


___________


Aku kembali kewujud semula dan leviathan keluar ke permukaan air.


“Terimakasih sudah menyelamatkanku dari kematian, jika pertarungan tadi terus berlanjut maka aku yang akan kalah duluan, sekali lagi terimakasih tuan, dan juga terimakasih Poenix, sudah lama kita tidak bertemu teman…” Ucap leviathan.


“Yah! Bukan apa-apa hahaha~”


“syukurlah kau tidak apa-apa leviathan, tapi sekarang aku bukan poenix lagi, sekarang namaku adalah frenza!, Panggil aku frenza! Hihihi!” ucap senang frenza.


“Kalau aku, sheiki! Salam kenal! Dan spirit hitam disebelahku ini bernama hydra.”


“ya, salam kenal semuanya aku leviathan.”


“oh iya leviathan, kenapa kau bisa kalah sama ular tadi, kan kau lebih kuat dibanding ular tadi?”


“itu karena aku kehabisan mana untuk memurnikan air didaerah perbatasan darat. Dan saat aku selesai memurnikan air disekitar sini, ular tadi tiba-tiba muncul dan menyerangku, sekarang tugasku telah selesai, sekarang air di sekitar lautan ini sudah bersih dan murni, sekarang aku tinggal hidup damai didalam lautan.”


“dibanding hidup membosankan didalam air, alangkah baiknya melihat bagaimana kehidupan makhluk darat?”


“Eh? Apa maksudnya itu?”


“heh… master kau sangat cerdik mengambil memontum seperti ini, kau sangat hebat master! Hihihi~” ucap frenza.


“hoo… kau sudah tahu maksudku ya frenza, maka tanpa perlu basa-basi lagi. Leviathan, apa kau bersedia menjadi Spiritku..”


“heh… tidak diragukan lagi, anda adalah manusia yang menarik bisa menawarkan hal seperti itu pada diriku, dan juga aku tidak menyangka anda menjadi masternya poenix sang makhluk legenda, jika anda tidak keberatan dengan segenap hati hamba menerima tawaran anda.”


“Okey mari kita membuat kontrak!”


Setelah itu kita menjalankan kontrak spirit.


“yosh sekarang namamu akan tetap sama leviathan tetapi aku akan memberikan nama julukan kepadamu, nama julukanmu adalah levi, untuk kedepannya aku mengandalkanmu levi..”


“ya, saya senang menjadi salah satu spirit anda, untuk kedepannya mohon bimbingannya master.”


“hmm! okey~”


Hari libur yang sangat terasa panjang, tidak disangka aku mendapatkan spirit baru leviathan, terus ikuti kisahku dalam mengumpulkan para spirit untuk menggerakkan sang pedang cahaya, Excalibur!.


...TO BE CONTINUED...