
Besok paginya….
“Hooaahh…” Sheiki berjalan sambil menguap.
Aku pergi ke kamar mandi dan membasuh muka lalu pergi berjalan ke ruang makan, ibu dan Mairu-san menyiapkan sarapan pagi, aku berjalan menuju kursi meja makan.
Setelah selesai memasak kita makan bersama, selepas makan ayah ingin membicarakan sesuatu yang penting.
“Semuanya, jadi begini, aku ingin melatih Silia untuk mewarisi teknik berpedang keluarga kageru mulai sekarang, jadi sayang, apa kau mengijinkannya?”Kata ayah.
“Aku sih boleh-boleh aja, tapi bagaimana dengan silia, apa dia mau berlatih pedang.” Jawab ibu.
“ Okeh!! Aku ingin melakukannya Ayah! Ibu!” kata Silia semangat.
“baiklah mulai sekarang Ibu dan Ayah akan melatihmu, pekerjaan kita akan kita tunda dulu untuk sementara waktu, untuk sekarang ayok pergi ke halaman! Kita berlatih sekarang juga!” kata ayah semangat.
“Kalau begitu Ibu juga akan ikut melatih silia, ayuk kita sama-sama berjuang Silia.” Kata ibu.
“Iya, Mama!” kata silia semangat.
“oh… sekarang kakak akan berlatih pedang, enak yah…. Bisa menghabiskan waktu berlatih bersama ayah dan ibu, jika kakak berlatih maka aku juga akan berlatih lagi agar semakin kuat, hmmh!” kata Sheiki dalam hati dan mengembungkan pipinya.
Setelah itu mereka menuju ke halaman rumah dan mulai berlatih, Mairu-san juga mencuci pakaian di belakang rumah dengan air sumur, akupun pergi ke ruangan biasanya untuk berlatih lagi.
“Jadi sekarang... Apakah aku harus memperluas kapasitas manaku lagi, Eh tapi…. Kapasitas manaku sudah terlalu besar. Hmm…. Latihan apa yang cocok untuk hari ini??? Akhh!!, Dhai kenja! Apa yang harus kulakukan untuk hari ini dan seterusnya!”
...HMM… JIKA ANDA BERKENAN BAGAIMANA DENGAN MENGASAH SEMUA ATRIBUT SIHIR ANDA....
“ tapi bagaimana caranya? Jika aku menggunakan sihir selain cahaya, nanti bisa menimbulkan bekas ataupun kerusakan.”
...TUAN SEBENARNYA DALAM SATU MINGGU INI ANDA MENDAPATKAN SKILL BARU....
“Eh… skill apa itu, dan juga kenapa tidak memberitahuku dari awal!”
...KALAU BEGITU. JIKA ADA SKILL YANG BARU DI DAPATKAN MULAI SEKARANG AKAN SAYA BERITAHUKAN LANGSUNG PADA ANDA....
“Oke, kalau begitu skill baru apa aku dapatkan.”
...“SKILL RUANG DIMENSI”, SATU-SATUNYA SKILL YANG ADA DIDUNIA INI TELAH ANDA DAPATKAN, SKILL RUANG DIMENSI SANGAT BERGUNA UNTUK PEMAKAI, SKILL INI MEMBUAT PENGGUNANYA BISA MASUK KE RUANG DIMENSI LAIN....
“ Woohh!! Terus dimensi apa yang bisa kumasuki.”
...TUAN BISA MEMASUKI DIMENSI RUANG HAMPA, DIDALAM DIMENSI ITU HANYA TERDAPAT RUANGAN PUTIH TIADA BATASNYA. ANDA BISA MELETAKKAN BARANG DISANA MAUPUN MAKHLUK HIDUP. JIKA MENGGUNAKAN RUANG HAMPA, ANDA BISA BERLATIH SEMUA ATRIBUT DISANA TANPA ADANYA KENDALA....
“Oh! Jadi gitu. Tapi jika kelurgaku mencariku disini dan saat itu aku di ruang hampa mereka akan cemas, mereka pikir aku hilang dari rumah dan mereka mencariku dimana-mana nanti. Apa ada cara biar saat ada orang yang masuk kesini aku bisa langsung kembali kesini gitu, apa kau bisa melakukan sesuatu Dhai Kenja.”
...IYA, SAYA AKAN MEMBERITAHUKAN TUAN KALAU ADA ORANG YANG AKAN MASUK KERUANGAN INI, ALIRAN WAKTU DI DUNIA INI DAN RUANG HAMPA SANGAT BERBEDA. MISALKAN JIKA DISINI WAKTU TERLEWAT 1 JAM MAKA DIRUANG HAMPA HANYA TERLEWAT 6 MENIT....
...TUAN JANGAN KAWATIR, JIKA TUAN MASUK KE DALAM RUANG HAMPA, ANDA MASIH BISA BERNAFAS SEPERTI BIASA WALAUPUN TIDAK ADA OKSIGEN. SAYA TIDAK TAU PENYEBABNYA TETAPI SEMUA MAKHLUK HIDUP YANG MASUK KE RUANG HAMPA BISA BERNAFAS, WALAUPUN ITU IKAN MAUPUN MAKHLUK LAINNYA....
“Oh… hebat nih, oh iya kenapa tiba-tiba aku dapat skill seperti ini.”
...SKILL TERSEBUT TUAN DAPATKAN KARENA TUAN ADALAH KETURUNAN CAHAYA. SEIRING MENINGKATNYA LEVEL ATRIBUT CAHAYA TUAN, TUAN AKAN MENDAPATKAN SKILL-SKILL BARU DARI DEWA CAHAYA....
“Oh… jadi gitu, mulai sekarang aku akan berlatih diruang hampa aja dah, kalau ada orang yang mencariku beritahu aku yah, Dhai kenja.”
...BAIK TUAN....
“Yosh.. saatnya masuk ke dalam ruang hampa. Skill Ruang Dimensi Aktifkan!”
Tiba-tiba di depanku terdapat sebuah gelombang-gelombang kabut putih. Akupun memasukinya dan sampailah ke ruang hampa tersebut.
“Oh! Wow! Disini luas sekali! Semua serba putih!”
“ jadi untuk latihan sihirnya aku harus gunain sihir apa aja Dhai Kenja?, Tolong rekomendasiin sihir serangan.”
...BAIK. DENGAN LEVEL ATRIBUT SIHIR TUAN, TUAN HANYA BISA MENGGUNAKAN SIHIR TINGKAT RENDAH....
“Oke, gak pa pa, kalo gitu apa aja tuh? Males gw inget-inget :v.”
...SAYA MEREKOMENDASIKAN SATU SIHIR DARI MASING-MASING ATRIBUT....
“SIHIR BOLA AIR” MENGKONSUMSI 50 MANA BOLA AIR SEUKURAN KEPALAN TANGAN, JIKA LEBIH BESAR MAKA MANA YANG DIKONSUMSI AKAN MENINGKAT.
“SIHIR TEBASAN ANGIN/ WIND SLASH” MENGKONSUMSI 100 MANA. MENGELUARKAN SIHIR ANGIN BERWUJUD TEBASAN PEDANG MELENGKUNG, BISA MEMOTONG POHON KECIL SEKALI TEBAS, JIKA UKURAN SIHIR DIPERBESAR, KONSUMSI MANA AKAN MENINGKAT.
“SIHIR BOLA API” MENGKONSUMSI 50 MANA BOLA API SEUKURAN KEPALAN TANGAN, JIKA LEBIH BESAR MAKA MANA YANG DIKONSUMSI AKAN MENINGKAT.
“SIHIR DINDING TANAH” MENGKONSUMSI 100 MANA. MEMBUAT TANAH MENJULANG NAIK DARI TANAH MEMBENTUK TEMBOK, LEBIH BESAR UKURANNYA LEBIH BANYAK MANA YANG DIPERLUKAN.
“BOLA PETIR” MENGKONSUMSI 100 MANA BOLA PETIR SEUKURAN KEPALAN TANGAN, JIKA LEBIH BESAR MAKA MANA YANG DIKONSUMSI AKAN MENINGKAT.
...ITU SAJA TUAN....
“Okey! Yossh, saatnya berlatih di tempati ini mulai sekarang.”
Mulai dari sekarang keseharianku mulai berubah. Dalam waktu luang aku pergi ke ruang hampa untuk berlatih berbagai atribut sihir. Dan juga sesekali melihat pelatihan kakakku dari jendela, kakak terlihat bersemangat dan juga ia memiliki potensi dalam berpedang, aku bisa mengetahuinya karena mantan ahli pedang.
Setiap hari melatih sihir, sihir dan sihir terus menerus dengan waktu panjang. Berlatih dan terus berlatih, mengendalikan jalur tembakan sihir, melatih penggabungan sihir agar lebih mahir dalam menguasai sihir, berlatih bermacam-macam teknik sihir lain-lainnya sampai dapat menguasai pengendalian sihir. Selepas mahir dalam sihir tingkat rendah, baru menggunakan sihir tingkat menengah, selepas itu tingkat tinggi, dan juga beberapa sihir tingkat bencana. Dhai kenja membantuku dalam mencarikan sihir yang ada dalam ingatanku dulu. Sihir yang ada dalam ingatanku saat membaca buku dari dewa dulu, adalah buku-buku tentang sihir kuno karena sudah 1000 tahun lamanya sudah tidak dipakai, dalam beberapa tumpukan buku itu terdapat satu buku yang sepesial, saat aku menanyakan buku itu kepada dewa dia hanya menjawab “ buku itu adalah sekumpulan kekuatan magis dari para dewa-dewa lainnya, yah… ada alasan lain lah kenapa aku bisa tahu kekuatan dari dewa lain. Kalau kau mau membacanya baca ajah, bagiku udah gak guna tuh…” toh begitu katanya, yaudah aku sekalian baca ajah, walau agak bingung dengan penggunaannya. Aku menanyakan pada dhai kenja cara menggunakan kekuatan dewa gimana eh… malah gak tahu lagi, pasti bersangkutan dengan level pada skillnya.
Dan begitulah keseharianku pada saat itu dan sekarang keseharianku akan menjadi berubah karena sekarang, aku sudah berumur 5 tahun. Saatnya menggunakan tubuh untuk melatih diri.
...TO BE CONTINUED...