I Will Change My Destiny

I Will Change My Destiny
Festival



"Nona 3 jam lagi kita akan ke ibu kota untuk merayakan festival"


"Aku tidak sabar... untuk melihat kembang api"


3 jam lagi, festival akan di adakan jam 7 malam aku sudah tidak sabar. sekarang aku sedang di ruang berkumpul keluarga kami membicarakan festival malam ini


"Malam ini akan ada banyak kembang api dan pertunjukan. davide, bawalah levyna sekalian ya"


"Ibu kenapa aku harus mengajak dia!"


"Ibu kakak mengeluh lagi" ucapku


"Untuk pendekatan kalian lah, kalian sama sekali tidak akrab kalau ibu lihat...pria itu harus bisa dekat dengan wanita supaya luluh. seperti ayahmu"


"Wah!, apa ayah seperti itu ceritalah sedikit ayah tentang kalian berdua"


Aku benar-benar ingin mengetahuinya bagaimana ibu dan ayah dekat sampai menikah dan mempunyai kami


"Ehem!, ayah akan menceritakan sedikit. jadi saat itu ayah seorang duke"


"Ya terus?" ucap davide mendengar dengan serius


"Ayah pergi ke kerajaan untuk merayakan ulang tahun kaisar ke-34, yang adalah kakak kaisar sekarang. saat itu semua berdansa... saat itu ayah belum mempunyai pasangan dansa, dan kalian tahu mata ayah tertuju pada wanita cantik di sela-sela keramaian"


"Ah ayah, ibu kan jadi malu" ucap duchees


"Sayang, aku serius kamu itu cantik"


Cie... batin vanessa


"Setelah itu ayah menuju pada ibumu dan mengajaknya berdansa, di sana ibumu sangat pandai berdansa sehingga orang-orang terus melihat kearah ibumu. di sana ayah terus menatap wajah ibumu sampai lagu terakhir selesai ayah dan ibu berpamitan"


"Hah?, apa segitu saja" ucapku setelah ayah menyelesaikan kalimat terakhirnya


"Tidak vanessa, ayah hanya menjeda supaya kalian penasaran"


Hah!? batin vanessa dan davide


"K-kalau begitu aku penasaran!" seru davide


"Hahaha! bagus, bagus. jadi setelah pesta itu ayah sering mengundang ibumu untuk minum tea dan mengajaknya jalan-jalan ke taman atau pergi berwisata atau bisa saja mengelilingi istana"


"Mengelilingi istana? apa kita se-gabut itu... dulu?" tanya duchees sambil berpikir apakah mereka pernah mengelilingi istana


"Hah? memang dulu kalian se-gabut itu!?" ucap davide


"Eh, eh. tidak seperti itu maksudnya gini istriku anakku... kami berencana mengelilingi istana duke yah... untuk pendekatan"


"Oh seperti itu aku kira ayah dan ibu memang seperti itu hehe" ucapku dengan tawa canggung


"Terus ayah?" ucapku semakin penasaran


"Setelah berminggu-minggu, ayah melamar ibumu, tapi ada kesulitan mendalam di sana" keluhnya


"Kesulitan, apa itu ayah?" tanyaku


Ayah yang akan berbicara terpotong oleh seseorang yang menyuruh ayah untuk kembali mengerjakan dokumen yang katanya sangat menumpuk


"Sayang! katanya kamu sudah menyelesaikannya?"


"Haha 😅, itu... aku hanya ingin berbicara dengan istri dan anak-anakku"


"Haishh, ayah. kalau begitu ayah akan di kejar dokumen menumpuk lebih baik tadi selesaikan. sekarangkan tidak ada waktu untuk berbicara lagi, sana segera selesaikan" ucapku dengan tegas


"Putriku mengusirku" Duke dengan ekspresi sedihnya


"Ayah Vanessa benar. segera selesaikan ayah" ucap davide membenarkan ucapan Vanessa


Duchees hanya bisa menggelengkan kepala, sedangkan anak-anaknya menatap mengusir ayahnya untuk segera menyelesaikan dokumen yang berada di mejanya


"baiklah... anak-anak tampaknya ayah tidak bisa ikut festival, jadi kalian dengan ibu saja tidak apa-apa kan?"


"Tidak ayah, tidak apa-apa" ucapku dengan tersenyum


"Kalau begitu ayah pamit yah"


"Ayah kalian selalu saja seperti itu" ucap duchees menggeleng kepalanya lagi


"Ya, tidak tahu kenapa" jawabku


"Eh! ya kakak, jangan lupa ajak nona levyna yah. mending sekarang beri surat kepadanya" usulku


"Ya, ya! haishh" davide pergi dari ruangan dengan malasnya, itu kebiasaanya


"Ibu!, kakak kapan akan menikah?"


"Tidak sekarang atau nanti, kita lihat sampai mereka benar-benar dekat dan jatuh cinta satu sama lain"


"Oh begitu yah, tapi kenapa aku yang duluan"


Aku berharap aku menikah setelah kakak saja deh, aku tidak enak mendahuluinya. tapi yah itu di tangan caesar sendiri, jadi itu keputusannya okelah aku tidak akan ikut campur


...****...


"Nona ayo, kita berangkat!"


"Ya, ya sebentar"


Setelah yang di tunggu-tunggu, kami segera berangkat dengan menaiki kereta kuda dengan simbol burung phoenix dan pedang menyilang di belakangnya.


"Ibu, kakak di mana?... apa kakak tidak akan ikut??"


"Oh kakakmu!, itu ada di belakang kereta kita. kakakmu kan bersama levyna"


Aku menoleh kebelakang yang di mana ada kereta kuda, kurasa aku mendengar kerusuhan di sana. sepertinya mereka tidak akur sudah seperti kucing dan tikus


Sepertinya di suruh oleh ibu untuk berdua, ibu kan ingin kakak dekat dengan nona levyna. kurasa pilihan ibu tidak akan benar tidak akan sesuai ekspektasinya


"Bisakah kau mundur yang jauh kalau bisa lebih jauh!" ucap wanita berambut kuning, yang sedang marah-marah


"Bagaimana aku bisa menjauh memang sudah seperti ini jaraknya!, kalau kau ingin... mending kau keluar saja!"


"Aku tidak mau!, ini sudah terlanjur jalan" apa dia tidak berpikir apa, memangnya kita membawa kereta tambahan?


"Ya sudah, kau diam... jangan mengeluh. nanti buatkan saja kereta kuda di rumahmu menjadi lebih luas!" repot juga bersama wanita satu ini, apa semua wanita selalu marah-marah seperti ini


Hah harusnya aku tidak menuruti kata ibu untuk berdua dengan wanita ini, perjalanan hanya 20 menit tapi terasa sehari kalau bersama dengan wanita ini


Dia sudah seperti ibuku saja. oh yah mereka kan wanita yah pasti sama!


Normal POV


Kami sampai duluan di festival, kakak dan nona levyna masih belum datang mungkin masih jauh saat itukan rodanya rusak seperti sedang di ganti oleh kusirnya


"Wah festival kali ini ramai sekali" ucapku kagum


"Ya vanessa, jarang-jarang festival ada... kamu tahu kan festival hanya 3 bulan sekali"


Ah ya festival hanya ada 3 bulan sekali jadi wajar kalau ramai seperti ini sudah seperti ikan-ikan yang berkumpul


"Vanessa, Vanessa! ayo kita main ke toko ini" kakak kau sangat cepat sampai!


Jarang sekali dia menarik tanganku hanya untuk ketoko, eh ini toko memasukkan bola kepada ember yang berisi poin dan hadiahnya. boneka!. dia ingin boneka? apakah kakakku sudah lupa gendernya?


Vanessa ayo, ayo berpikir positif dia ingin memberi boneka itu ke, ke, ke siapa yah mungkin ke nona levyna tapi kan mana ada kakak mau memberikannya dia kan orangnya seperti itu. mungkin untukku?


"1 silver 5 kesempatan" ucap penjual toko itu


"Baik, ini. berikan bolanya" ucap davide memberi koin silver pada penjualnya


Dan lihat lah bolanya sangat banyak 1 ember kecil mungkin berisi 5 lebih


"Ayo kak! kau pasti bisa!" ucapku menyemangatinya


"Ah baik!"


Davide melemparkan bola kecil yang di gengamnya dan dia bola itu masuk yang di mana poinnya 10


"Wah kak kau hebat"


"Tentu saja kakakmu ini sangat hebat" yah tebar kesombongan tidak apa-apa kan


"Kau ingin boneka apa?" tanya davide


Boneka yah? emm ah! "Kak, kak! boneka singa itu saja dia sangat lucu" ucapku menarik ujung kain lengannya


"Kau... yakin?"


"Kenapa? apa terlalu banyak poinnya?"


"Tidak, tidak... hanya saja lucu dari mana. mata yang tajam dengan mulut terbuka seperti ingin memakan yang ada di dekatnya, kau bilang itu lucu?"


Kakakku ini kenapa?, lihatlah singa dengan mata yang tajam dengan bulu yang tebal di kepalanya dan giginya yang seperti tajam itu sangat lucu


"Pokoknya aku mau itu!"


Apa adikku ini sudah lupa dengan kelucuan, sepertinya aku terlalu mengajaknya untuk melihat pemandangan yang tidak senonoh. batin davide


Aku terlalu mengajaknya untuk memburu di hutan dan melihat aku membunuh hewan yang lucu baginya dan sekarang kebalikannya dia merasa yang besar dan menakutkan menjadi lucu, aku gagal menjadi kakak


Ada apa dengan muka kak davide... dia sungguh... sangat jelek! batin vanessa



Tolong dukung like, komen dan vote


Terimakasih ^^