
"Nah..." ucap davide memberikan boneka singa yang di inginkan Vanessa
"Terimakasih kak, selain boneka singa kakak memberi banyak boneka. dari kelinci, kucing, beruang dan harimau hehe"
"Sama-sama yang penting kamu senang" ucap davide mengusap rambut adikknya dengan lembut
"Ayo kita cari ibu"
"Ya kak"
Malam ini aku senang, kakak telah memberiku banyak boneka. sepertinya aku seperti anak kecil yang menginginkan banyak permen sambil merengek haha itu lucu
Ah itu ibu, tunggu ibu dengan, ibu dengan nona levyna. tapi lihatlah raut mukanya saat melihat kami. tidak, maksudku melihat kakak
"Kalian dari mana saja?" tanya duchees
"Ah! kami habis bermain dan kakak mendapatkan boneka yang ku inginkan hehe"
"Kalau begitu bagus, vanessa sekarang bersama ibu ya. davide bagaimana kamu ini... levyna kasihan di tinggal sendiri saat kamu turun"
"Tidak apa-apa bibi, mungkin davide ingin bersama nona Vanessa. itu wajar bibi" ucap levyna dengan tersenyum hangat
"Nah kau tahu sendiri" ucap davide
"Davide! sekarang kau temani levyna dan bermain lah. sampai jumpa, ayo Vanessa"
"Y-ya" sampai jumpa kakak
"Ibu!, kenapa kamu meninggalkan ku dengan wanita ini"
"Ibu... sepertinya kakak tertekan"
"Biarlah, dia memang seharusnya di seperti itukan"
Kita mau kemana? ibu mau mengajakku kemana. aduh boneka ini kalau ku pegang lama aku akan pegal. kan aku bisa memasukkan boneka kedalam pola sihir untuk menyimpannya
Ku buat pola sihir, ini adalah sihir penyimpan selain di benda kita bisa membuat pola sihir. warna pola sihir berbeda-beda, warna pola sihir keluargaku. keluarga duke adalah ungu
Sudah. ku masukkan jadi aku tidak perlu memegang apa-apa jadinya, aduh tiba-tiba aku lapar. apa di festival ada roti atau kue
Saat sedang berjalan di khalayak ramai seperti ini harus pegang tangan, karena mereka seperti arus di dalam air. jadi aku harus berhati-hati.
Apa ini. aku melihat orang yang tidak Kusuka di depan sana, yang sedang di kerumuni beberapa orang, lihatlah dia sok baik, sok tampan lah. eh dia melihat ke arah sini, dan jalan kesini, sudahlah aku sembunyi di belakang ibu saja
"Salam putra mahkota, semoga dewi aries menyertai anda dan menerangi setiap langkah anda"
"Halo nyonya duchees, apa kabar?"
"Saya baik-baik saja, pangeran caesar?. apa anda bersama baginda, biasanya Baginda sangat suka festival dan sering datang"
"Ah... beliau sangat sibuk jadi tidak bisa datang, padahal aku sudah bilang untuk tidak terlalu bekerja dan biar aku saja. tapi beliau sangatlah keras kepala"
"Haha sepertinya beliau, tidak ingin memberikan pekerjaannya"
"Vanessa kenapa kau bersembunyi?" ucap caesar
"Eee.. a-aku?. aku hanya melihat kebelakang haha" ucap Vanessa dengan tawa canggung
"Kau tidak bersembunyi karena tidak ingin terlihat olehku kan?"
"Ti-tidak!, aku serius aku melihat ke belakang. dan tidak menyadari kehadiranmu"
Putra mahkota datang kemari, ini kesempatan bagus! untuk vanessa dan putra mahkota beduaan dan menikmati moment ini. batin duchees
"Ada apa dengan ibu?, aku merasa ada hal buruk yang akan menimpaku nanti" gumam vanessa
"Pangeran caesar. sepertinya saya harus mencari suami saya, apakah anda bisa mengganti saya bersenang-senang dengan vanessa"
Sudah kuduga... batin vanessa
"Baiklah, aku akan bersamanya jadi duchees tidak perlu khawatir"
"Terimakasih pangeran caesar, jadi.... sampai jumpa vanessa!" ucap duchees meninggalkan mereka berdua
Ibu aku akan membuat perhitungan dengan ini. batin vanessa
"Ayo" ajak caesar
"Kau mau membawaku kemana?"
"Aku akan membawamu membeli makan. aku mendengar perutmu keroncongan lho"
D-dia mendengarnya. vanessa memegang perutnya, merasa malu telah mendengar suara perutnya. walaupun itu hal biasa tapi itu sangat memalukan
"Kau!..."
"Hahaha, tidak mungkin. aku tidak mendengar sama sekali, tapi yang pasti kamu sedang merasa laparkan?. ayo kita mengunjungi toko kue"
"Dia sedang mencoba baik" gumam vanessa mengamati sosok yang berjalan di depannya
"Apa kau tadi berbicara sesuatu?"
Toko ini... bukankah toko ini aku pernah ingin membeli sebuah puding dan terjadi pertengkaran di sini dan pelakunya adalah pria di depanku ini
"Ayo masuk"
Aku hanya mengangguk dan mengikutinya, ternyata toko ini buka saat festival ku kira tidak.
"Pilihlah" ucap caesar
Aku ingin roti yang berada di kaca ini, banyak sekali variannya. apaka ada roti yang di dalamnya coklat dan atas roti di taburi kacang
"Selamat datang, anda ingin memesan apa nona?"
"Anu.. aku ingin roti coklat dengan atasnya di taburi kacang apakah ada?" tanyaku
"Ah!, nona yang waktu itu ya?. yang ingin membeli puding ikan koi"
Pelayan ini ternyata masih mengingatku, walau sudah lama aku tidak kemari. dan jangan ingatkan aku dengan puding ikan koi itu
"Ya, betul"
"Ah baguslah!, sebentar" ucap pelayan itu mengambil sesuatu. "nah..."
Vanessa mengambil tas kecil yang di tangan pelayan itu, dan isinya adalah puding ikan koi yang sempat ku inginkan
"Anu..."
"Tidak apa-apa, ini adalah hadiah dari saya. melihat nona sangat ingin waktu itu, saya langsung meminta pelayan untuk membuatkan jika nona akan kemari. dan nona sekarang kemari, jadi tolong terima"
"Ahh... terimakasih, padahal tidak apa-apa itu udah berlalu"
"Ini semua gara-gara pria bertudung hitam itu!, dia tidak ingin mengalah pada nona. maafkan saya jika hari itu saya akan memukulnya"
Dia tidak tahu padahal orang yang sangat ingin dia pukul ada di depannya, dan dia seorang putra mahkota kekaisaran ini. tapi aku akan mendukungnya kalau hari itu dia benar-benar melakukan nya
"Boleh aku minta roti yang ku minta..."
"Ah tentu, tunggu sebentar. nah, ini rotinya." ucap pelayan itu memberikan rotinya
"Jadi berapa?, dengan puding itu" ucap Caesar
"Puding tidak usah di bayar, jadi 2 perak saja"
Setelah membayar, kami keluar dari toko itu dan aku memakan roti itu selagi hangat sambil berjalan
"Terimakasih" ucapku
"Untuk apa?"
"Telah membayar rotiku"
"Oh tidak apa-apa"
Rasanya aneh jika berada di sisinya, aku merasakan ada yang aneh dengan dadaku. ada apa ini?. tidak kusangka kami berjalan sampai tempat sepi ini di belakang festival
Aku bisa melihat langit luas dari sini dengan banyak bintang.
"Apakah indah?" tanya caesar
"Tentu saja, kau tidak lihat banyak sekali cahaya bintang yang menerangi seluruh bumi dan juga ada bulan"
"Indah yah" gumam caesar
Aku jadi ingin duduk batin vanessa, dia benar-benar duduk di tanah
"Eh! apa yang kau lakukan?"
"Duduk"
"Tapi itu kotor!"
"Apakah kau tidak suka?, maka menjaulah. walaupun orang akan bilang putri duke duduk di atas tanah sangat tidak elegan. aku tidak peduli!"
"Ck!, bukan begitu. kau bagunlah dulu"caessar bermaksud seperti itu bukan untuk melarangnya duduk. tapi itu kotor dan dia melepaskan jasnya untuk menjadi tilaman untuk vanessa duduk
"Duduklah" ucap caesar
"Kau gila! membiarkanku duduk di atas jas mu. jas mu akan kotor"
"Tidak apa- apa, duduklah"
Terkadang caesar sangat aneh, perilakunya sangat berbeda. dari masa lalu kekejemanmya, kesadisannya, dan juga kebenciannya padaku tidak ada. seolah-olah itu hilang tertiup angin sama dengannya debu ketika di terpa angin akan menghilang entah kemana
Tolong dukung like, komen dan vote
Terimakasih ><