
Setelah makan, aku duduk di sofa di temani oleh makanan ringan dan manis juga teh hangat. bagaimana setelah aku hidup kembali apa yang harus aku lakukan?, apa benar dewi menjawab doaku.
"Marie"
"Ada apa nona?"
"Apa kau yakin dewi aries benar-benar ada?" tanyaku.
"Dewi aries benar-benar ada nona, dia memanjatkan doa semua orang" jawabnya dengan memegang kedua tangannya
"Apa aku harus percaya. sang dewi menghidupkan aku kembali?"
"Nona bicara apa?, saya tidak mengerti"
"Tidak, bukan apa-apa" ucapku tertawa canggung
Aku berpikiran tentang kehidupan pertamaku, mina memasuki racun yang tentu kata dokter itu adalah racun mematikan. tapi bagaimana mina bisa sembuh dari racunnya sendiri. aku harus mencari tahu!
"Marie, apa kau bisa membawa buku tentang segala racun dan penyembuhannya" pasti ada di perpustakaan. "Baik nona, saya ambilkan
Marie pergi dan menghilang dari balik pintu. dokter bilang racun di dalam minumannya berasal dari bunga, tapi bunga apa? di negara ini banyak bunga beracun yang tentu sangat langka.
"Nona saya sudah mengambilnya" marie memberi buku kepada vanesaa. "Terima kasih"
Mari kita lihat, aku membaca setiap halaman pada buku. bunganya berbeda jenis dan tentu terdapat penawarnya, tapi aku tidak menemukan racun yang persis dengan racun yang di katakan dokter itu.
Dan akhirnya aku menemukannya, terdapat 2 bunga yang mematikan. bunga pertama bernama Linden dan bunga kedua bernama Callas, bunga ini sama-sama beracun hanya ada 2 di negara ini. sepertinya bunga beracun yang lainnya belum di temukan
Bunga linden adalah bunga yang berwarna kuning dengan benang sari merah. bunga ini bisa membuat orang yang memakan atau meminumnya akan merasakan sakit di jantung dan mati, tapi di sini terdapat penawarnya hanya bisa di sembuhkan oleh bunga krystal, bunga yang tumbuh saat musim dingin. kelopaknya putih seperti salju daunnya berwarna hijau dan tidak memutih karena salju
Bunga callas, adalah bunga yang seperti teratai kelopaknya berwarna merah muda, bunga ini biasanya tumbuh di perairan. bunga ini menyebabkan kelumpuhan dan sakit-sakitan membuat korbannya mati dengan perlahan-lahan. ini pun terdapat penawarnya, yang di mana penawar ini hanya ada di hutan lembab, penawarnya berbentuk daun pandan tapi terdapat totol-totol putih di daunnya yang di mana di sana terdapat hewan mistis yang di sebut 'maou' hewan kecil tapi mengerikan
"Jadi yang mana racun yang di pakai oleh gadis ular itu..." ku berpikir keras dan melihat kedua halaman itu, dengan bergantian.
Aku mengingat-ingat saat memberi minuman pada mina dan dia memasuki racun itu sendiri
"*AKHHHH!!" rintih mina
"Kau kenapa? mina" apa ada yang salah dengan minumannya, aku tidak memasukkan sesuatu. dan aku sendiri yang memasukinya
"Mina!?, kamu kenapa?" tanya kaisar, yang baru masuk karena mendengar mina kesakitan
"B-baginda!, aku tadi minum tea buatan vanessa t-tapi setelah itu aku kesakitan seluruh tubuh, dan aku tak bisa berdiri" lirih mina dan dia pun pingsan
"KAU!!, masukkan apa kepada minuman mina?" teriak kaisar pada vanessa. "Aku, aku tidak memasukkan apapun!"
Seingatku aku hanya memasukkan kantong tea dan gula seperti biasa dan aku tidak meninggalkan cangkir minuman itu
Kaisar menyuruh pelayan memanggil dokter, dan dokter pun masuk dan memeriksa mina yang berada di ranjang
"Bagaimana keadaannya?" tanya kaisar. ia duduk di sisi mina dan mengusap rambutnya
"Menjawab baginda, ratu mina mengalami kelumpuhan dan pasti merasa kesakitan di seluruh tubuhnya biasanya akan membuatnya mati perlaha-lahan" jelas dokter
"Apakah ada penawarnya?, kau pasti tahu!?"
"A-ada baginda. ha-hanya 1 penawarnya yaitu daun cendeli , terdapat di hutan yang lembab. tapi di sana terdapat penjaga. orang menyebutnya hewan mistis bernama maou"
"Maou? makhluk seperti apa itu?"
"Menjawab baginda, maou adalah hewan mistis berukuran kecil tapi mengerikan baginda*"
*Mengerikan apa semengerikan itu? aku harus mendapatkan penawarnya sendiri. kalau tidak mina akan mati itu tidak boleh terjadi batin kaisar
"Aku akan pergi ketempat itu sendiri dan beberapa ksatria!"
Ja-jangan baginda, itu berbahaya" aku memegang ujung kain lengannya dengan kuta
"Jangan menghentikanku!, ini semua karenamu. apa segitunya kau membenci mina sahabatmu" kaisar menepis tangan vanessa, membuat vanessa terjatuh
"No-nona!" marie memegang vanessa dan membantunya berdiri
Sahabat?. sahabat katanya sahabat apa yang merebut segalanya dan termasuk kau suamiku.
dia bahkam rela masuk ke hutan lembab untuk istrinya, dan aku? dia tidak pernah melakukan apa-apa untukku*
"Kalau aku ingat-ingat sakit juga, dia bahkan rela mengambil penawar yang justru di sana terdapat penjaganya"
Hari yang cerah begini, aku ingin jalan-jalan ke ibu kota. "marie, aku ingin jalan-jalan ke ibu kota. tolong siapkan gaun biasa"
"Baik, nona"
aku bersandar pada sofa dan menutup mataku sebentar. "masih ada yang harus aku lakukan, supaya tidak terjadi lagi"
"Nona!, ini gaunnya"
"Terima kasih"
Kami pergi ke ibu kota dengan kereta kuda, perjalanan masih jauh.
"Nona, memang anda ingin apa untuk ke ibu kota"
"Aku ingin beli roti, kau tahu? aku sangat merindukan makanan itu dan aku juga aku ingin membeli puding" yah makanan yang ku rindukan saat di penjara bawah tanah, di sana aku hanya memakan sop dan nasi. itu yang di makan di penjara
Setelah berbincang tentang makanan, kami pun sampai di ibu kota. sangat ramai banyak orang yang berlalu lalang dengan kesibukan masing-masing. banyak jajanan di pinggir-pinggirnya
"Marie ayo kita ke toko roti dan puding di sana" tunjukku
"Nona, toko itu bukankah masih baru?"
"Justru baru, aku ingin mencobanya" aku berlari kecil seperti anak kecil yang menginginkan permen
"Nona! jangan berlari-lari" marie mengejar nonanya. "nona, mau saya belikan?"
"Tidak-tidak, aku ingin masuk. kau juga temani aku membeli roti, aku akan memilih puding"
"Baik nona!" marie memilih roti yang berjejer di rak dan masih hangat, sedangkan aku memilih puding di depan kaca penjualnya
"Nona, ada yang bisa saya bantu" ucap penjual itu ramah
"Tidak apa, aku akan memilih sendiri" penjual itu mengangguk dan melayani pembeli. yah pembeli itu memakai jubah hitam dari tingginya sepertinya pria, tapi aku tak peduli. aku ingin puding~
Semuanya berbeda rasa dan pasti enak dan manis. aku melihat-lihat dari ujung sampai ujung lagi, aku membulatkan mata terdapat puding berbentuk ikan koi di bawahnya adalah puding rasa vanila
"Maaf, ini puding ikan koi yah?" tanyaku menujuk puding. "Ya, nona ini adalah puding isengan para pelayan. ini hanya ada 1 untuk di pajangkan"
Bentuknya menarik dan pasti lucu. aku ingin ini karena ini hanya ada 1. "aku ingin puding itu!!" ucapku bersamaan dengan sosok pria berjubah hitam itu
"Maaf?" tanya penjual itu bingung, karena ada 2 orang yang ingin puding itu
"Saya yang melihatnya duluan" ucapku tersenyum
"Tapi nona, saya juga melihatnya duluan" apa pria tidak bisa mengalah pada perempuan. "anda kan belum membayarnya, belum tentu itu milik anda, karena saya akan membayar duluan"
Ayolah hei pria tak di kenal aku yang melihat duluan dan bertanya duluan pada penjualnya!
"Tapi saya bertanya duluan pada penjualnya dan saya ingin puding itu!" ucapku dengan menatapnya
"Walaupun anda bertanya, tapi saya tidak peduli. karena saya yang menujuk duluan"
Marie yang melihat pertengkaran majikannya dan pria berjubah hitam, dia langsung menghampirinya "No-nona, tolong jangan bertengkar. roti yang anda minta sudah saya ambil"
"Baiklah" aku membayar roti yang di pegang marie. "ingat! pria tak di kenal. aku tidak akan kalah denganmu lagi, ayo kita pergi marie"
"Ba-baik nona!"
"Dasar gadis ikan koi" timbul serempat siku di bibirnya. "Kau lihat tadi Roy?"
"Ya yang mulia, saya lihat ia adalah putri duke vanessa lauren cedric"
"Gadis itu sangat menarik, bahkan katanya dia tidak akan kalah dariku lagi" ucapnya terkekeh
"Apa anda sudab selesai, mari kita pulang"
"Ah ya, ayo" pria itu merangkul pada ksatria yang bernama roy itu
"Apa yang mulia menyukai nona vanessa?" tanya roy. "Tidak tahu" ucapnya tersenyum
Tolong dukung like, komen dan vote
Terimakasih ><