I Will Change My Destiny

I Will Change My Destiny
Aku maafkan



"Sudahlah burung itu sepertinya tidak aman bagimu"


"Kenapa?, tadi kau dengar burung itu mau berbicara!"


"Aku sebelumnya tidak memanggilmu Vanessa, tapi tiba-tiba burung ini, burung ini mengetahui namamu?, bukankah itu aneh"


"Justru itu luar biasa, jangan-jangan burung ini pesulap seperti ada di koran"


"Ada-ada saja kau ini!"


"Anggap kau tidak mendengar apapun dariku, jadi mau apakan burung ini"


"Kalau di buang sepertinya sia-sia, kalau di bakar,..." Davide menjilat mulutnya, dia memikirkan makanan


"Di bakar sepertinya enak!"


"Di bakar?!" Vanessa memukul kepala Davide


Davide memegang kepalanya sakit di pukul oleh adiknya. "jadi mau kau apakan?"


"Hemmm... berikan burung itu padaku!"


"Kenapa? kau menginginkan burung itu"


"Haisshh, aku sedang mencari informasi dari burung itu, dia terlihat pintar pasti mengerti apa yang aku katakan"


"Baiklah aku akan memberikannya, tapi kalau ada sesuatu yang aneh pada burung ini kau segera panggil aku ya!" ucap Davide sambil memberi sangkar burung kepada Vanessa


Vanessa mengambilnya. "ya kak, kakak tidak tahu kehebatan burung ini, pikirnya selalu negatif mulu" ucap Vanessa dia keluar kamar setelah itu


"Aku terlalu berpikir negatif?"


Vanessa masuk ke kamarnya dan di sambut oleh Marie yang sedang merajut sapu tangan. Vanessa meletakkan sangkar burung di meja dan dia duduk berhadapan dengan marie


"Nona itu apa?"


Vanessa membuka kain itu dan memperlihatkan burung kakak tua kepada marie


"Nona itu burung beo ya?, dari mana Anda dapat"


"Aku mendapatkan nya dari kakak, dia menemukan nya di pohon dekat kamarku, katanya burung ini terus menatap jendela kamarku"


"Halo..."


"Halo!, halo!"


"Nona burung ini menjawab saya tadi!"


"Ya aku dengar, aku sedang mencari informasi pada burung ini"


"Nona?, memangnya burung ini mengerti kalau anda memberi pertanyaan padanya"


"Dia burung yang pintar, dia mengerti kok"


"Oh... apakah anda sudah menjahit sapu tangan seperti saya?" Marie menunjukkan


"Sapu tangan... aku belum membuatnya, nanti aku akan membuat nya"


"Baiklah..."


"Untuk siapa itu Marie?" tanya Vanessa perihal sapu tangan yang dibuat oleh Marie


"Oh ini... untuk seseorang nona" pipi Marie terlihat merah jambu


"Ohh~, apakah itu orang yang disukai Marie?"


"Bagaimana ya nona...aduh saya malu" Marie menutupi mukanya yang merona


Marie sekarang mulai menyukai seseorang, siapapun lelakinya tolong buat marie-ku bahagia, dia dulu mengabaikan semua lelaki hanya untuk menemaniku di kerajaan yang dingin, setidaknya aku tidak ingin membuat Marie kesulitan karena aku lagi


"Baiklah terserah, siapapun orang yang disuka Marie, tolong buat marie-ku bahagia" ucap Vanessa mengembangkan senyuman terindah nya


"Ahh~ nona... saya jadi terharu sekaligus sedih, terdengarnya saya seperti akan meninggalkan anda" ucap Marie air matanya membendung


Vanessa mengambil tangan Marie dan menggenggamnya sangat hangat


"Sudah seharusnya di kehidupan ini marie bahagia dengan orang yang di cintai Marie, Marie sudah banyak membantu ku dulu" dulu di kehidupan pertama


"Nona... anda membuat saya sedih mendengarnya, saya akan selalu di sisi anda walau saya sudah menikah sekalipun hiks.. hiks"


Vanessa memeluk marie, dia juga tidak ingin kehilangan orang yang selalu di sisinya dan yang membantu dirinya


"Sudah sana buat sapu tangannya, mungkin dia menunggu sapu tangan dari seseorang"


"Baik nona!"


"Umm... Cleo?, Cleo sebelumnya aku bertanya padamu kau dikirim oleh siapa?, dan apa maksudmu minta maaf??"


"Cleo hanya menyampaikan saja"


"Kalau begitu siapa yang mau minta maaf padaku, masa ya kau Cleo kita baru saja bertemu?"


"Putra mahkota!, putra mahkota!, dia merasa bersalah, minta maaf, minta maaf!"


"Putra mahkota?, maksudmu Caesar!?"


Putra mahkota di negara ini adalah Caesar, maksud nya dia minta maaf untuk kejadian apa, aku cepat sekali lupa


"Kau tahu maaf atas kejadian apa?"


"Cleo tidak tahu, tidak tahu!"


Bagaimana aku bisa memaafkannya kalau aku tidak tahu masalahnya, begini saja. Vanessa mengambil secarik kertas cantik dan pena dia sedang menulis sesuatu


"Mungkin dengan begini akan selesai, walau aku tidak tahu apapun..."


**To. Caesar


...Kau mengirimkan burung beo?, dia terlihat pintar bahkan dia mengerti dengan pertanyaan yang ku lontarkan, aku tidak mengerti apa maksudmu 'meminta maaf'?, aku tidak tahu masalahnya aku lupa.... aku memaafkanmu atas kejadian entah itu apa, mungkin aku juga melakukan kesalahan aku juga meminta maaf ......


Vanessa Esmeralda**


Vanessa segera menggulung kertas itu dan melingkarkan kepada kaki burung kakak tua dengan tali sebagai penahan kertas


"Kau bukanlah burung pos, tapi mungkin kau akan mengerti kenapa aku mengikatkan kertas padamu, berikan kepada Caesar itu adalah jawabanku" Vanessa mengelus burung itu dan memangkunya, membuka jendela dan menerbangkannya


"Semoga sampai di tempat tinggalnya"


Kediaman Caesar


"Anda dari tadi apa tidak pusing berjalan bolak-balik?" tanya Roy


Caesar berjalan bolak-balik, dia sedang menunggu burung miliknya apakah akan datang atau tidak, mereka tiba-tiba terdiam mendengar suara ketukan dari jendela itu burung beo milik Caesar, segera Caesar bukakan jendela


"Bagaimana!, tapi... pasti Vanessa tidak menjawab apa-apa" ucap Caesar wajahnya terlihat sedih


"Surat! surat!" burung itu menundukkan kepala maksud mengambil kertas di kakinya, Roy yang mengerti terlebih dahulu melepaskan tali di kaki burung itu


"Pangeran, ada surat di kaki burung milik anda, mungkin ini surat dari-" Caesar segera mengambil surat dari tangan Roy


Caesar membuka surat itu dan membacanya


**To. Caesar


...Kau mengirimkan burung beo?, dia terlihat pintar bahkan dia mengerti dengan pertanyaan yang ku lontarkan, aku tidak mengerti apa maksudmu 'meminta maaf'?, aku tidak tahu masalahnya aku lupa.... aku memaafkanmu atas kejadian entah itu apa, mungkin aku juga melakukan kesalahan aku juga meminta maaf ......


Vanessa Esmeralda**


"Bagaimana pangeran!"


"Dia memaafkan ku"


"Kalau begitu baguslah pangeran"


"Tapi dia tidak ingat dengan kejadiannya"


"Ah!, itu tidak masalah... Anda kan sudah di maafkan yang penting itu saja"


Walaupun aku juga tidak mengerti maksudmu aku telah menyakitimu dulu, sungguh mungkin itu menyakitkan bagimu, aku meminta maaf atas yang ku lakukan dulu


"Pangeran jangan bersedih... bagaimana kalau kita pergi latihan, saya menantang anda duel dengan saya"


"Baiklah, mungkin seterusnya aku akan menang"


"Saya akan berusaha menang dan mengalahkan anda kali ini"


"Hahaha, oke, oke aku tunggu"


"Kalau saya menang maukah anda memberi saya cuti 2 hari?"


"Aku akan memberikan seminggu kalau kau bisa menang dariku"


Caesar kembali bahagia, mungkin segalanya harus dilupakan dan kita berusaha keras untuk tidak mengulangi nya.


Vanessa sedang menikmati tehnya dengan memandang langit biru entah apa yang dia pikirkan, tapi dia tersenyum samar


Tolong dukung like komen dan vote


Terimakasih ^^