
"Marie, bukankah kakakku seram hihi" aku sudah selesai makan malam dan aku berada di kamar sedang membaca buku
"Ya nona, tuan muda kalau sedang marah memang terlihat seram. oh! nona"
"Ada apa marie?"
"Nona anda tahukan!, besok festival musim semi. akam di adakan malam"
Ah ya! besok festival musim semi dan hanya ada 1 tahun sekali perayaan, semua orang akan menyalakan kembang api dan bersenang-senang
"Ya!, apa kita bisa pergi kesana besok" ku harap tidak ada halangan. "Tentu bisa nona!, saya juga tidak sabar untuk melihat kembang api dan perayaan lainnya"
Apakah di sana aku akan menemukan pasangan takdirku yang di berikan oleh dewi aries nanti, aku berharap pria itu baik dan setia
"Dan nona nanti akan ada 'bunga permohonan'!. saya berharap nanti saat di sana, saya mendapat pria yang baik untuk saya" ucapnya sambil berputar-putar
"Kau sangat senang sekali yah" ucapku tersenyum melihat tingkahnya
"Tentu nona!, semoga dewi aries mengabulkan permohonan saya" harapnya. dengan memegang kedua tangannya
"Nona. kalau anda nanti akan meminta permohonan apa?" tanya marie
"Kau ingin tahu"
"Ya nona!" serunya.
"Aku ingin di jauhkan segala bahaya nantinya di masa depan dan juga aku ingin mempunyai pria baik dan setia"
"Bukannya nona, sudah ada putra mahkota?" ya juga kenapa aku lupa, kalau yang aku bicarakan adalah orang lain. bisa-bisa aku di omeli marie
"Eee... itu maksudku yah putra mahkota" ucapku tertawa canggung
"Anda tadi berharap mempunyai pria lain selain putra mahkota" ucapnya melirik. sudah kuduga kamu sangat peka, tapi aku harus berpura-pura kalau di katakannya adalah salah
"Mana ada, aku seperti itu. kau tahu kan aku suka putra mahkota" aku tidak menyukainya sama sekali. "jadi mana ada aku ingin pria lain"
"Ya juga yah, nona kan sangat suka pada putra mahkota" ucapnya sambil menyentuh dagu berkali-kali dengan jarinya
"Nah!, kau juga tahu kan. jadi jangan menuduhku" aku menang dalam berpura-pura :b
Marie melihat jam yang di mana jam menunjukkan jam 09:53. "nona sekarang sudah jam 09:53, saya harus kembali dan tidur l. anda juga segera tidurlah"
"Ah ya ya, aku akan segera tidur nanti" kataku sambil melambaikan tangan padanya dan mataku sedang membaca buku
"Anda tidak akan bergadangkan?" ucap marie berada di balik pintu, hanya kepalanya yang muncul
"Ya ya, aku akan tidur sekarang. jadi marie juga tidur, aku tidak akan gadang janji!" ucapku dan meletakkan buku pada laci dan segera menatik selimut
"Baiklah nona, selamat tidur nona" ucapnya seiringab dengan pintu di tutup
"Ya selamat tidur!" akhirnya aku bisa baca buku lagi, tapi setelah aku tidur seperti ini aku mengantuk yah?, ya sudah aku tidur saja nanti akan kulanjutkan besok
...***...
"Olivia bagaimana dengan pasangan kakakmu ini?" tanya duchees memperlihatkan gambar seorang nona bangsawan
"Kurasa nona ini, bagus untuk kakak" sambil ku lirik kakakku. yah sekarang adalah melihat-lihat calon pasangan buatnya
"Ayah, ibu, apa kalian tidak capek memilih pasangan dari tadi aku di sini 2 jam" keluh davide
"Sabar davide, kamu tidak lihat ibumu yang memilih bukan ayah, kalau dengan ayah. ayah langsung memilih satu dan selesai, tapi ini beda cerita kalau oleh ibumu" ayah benar ibu akan lama memilih pasangan hanya untukku, aku terserah mau nona bangsawan mana pun, tapi tidak harus selama ini
"Bu, kurasa kak davide sudah tidak ada energi"
"Apa kau sedang mengeluh davide?" tanya duchees. "Kurasa ya ibu, aku sedang mengeluh lamanya hanya memilih pasangan. harusnya ayah tidak memberi tanggung jawab ini pada ibu"
"Kenapa jadi ayah yang di salahkan?" ucap duke sambil mengangkat alisnya
"Apa kamu tidak ingin ibu pilih?" ucap duchees sinis. "Aku sangat mau!, tapi ku kira akan cepat dan selesai. ternyata tidak, harusnya oleh ayah saja"
Aku hanya bisa tertawa melihat ibu dan kakak saling berdebat kecil, memang kakak di kehidupan sebelumnya kakak tidak menikah jdi dia lajang tua. mataku teralihkan oleh perempuan berwarna biru dengan rambut kuning
"Ibu, siapa nona ini?" tanyaku
"Oh ini anak terakhir dari keluarga marquees dari 2 saudara laki-laki. namanya 'Levyna Camellia Va Pasrich', ibu tahu dia cantik tapi harus kamu ketahui dia 100 persen mirip dengan sifat kakakmu"
"Ibu, mau aku jodohkan aku dengannya?. aku tidak mau"
Sepertinya akan cocok dengan kak davide
"Ibu, sudah. jangan dengarkan kakak, jodohkan saja nona ini dengannya bu!"
"Alasan apa kau!, menjodohkanku dengannya. memang kau siapa!?" tanya davide dengan nada yang sedikit tinggi
"Karena dia sangat mirip dengan kau kak, dan aku ini sebagai adikkmu mendukungmu, bahkan ibu pun setuju" kataku sambil mengangguk
"Apa ibu menyetujuinya!?, kurasa tidak kan bu, ibu tahu dia aneh kan. masa anakmu di jodohkan dengannya" sepertinya kakak sudah kepedean :)
"Ibu akan menjodohkan dengan putri marqueeas levyna, dia sangat cocok denganmu. bukannya kamu tidak ingin perempuan yang genit dan manja kan?. adikmu ini benar-benar sangat pintar memilih untuk kakaknya!" duchees dan vanesaa ber-tos senang
"Ibu yakin?"
"Ya"
"Ibu tidak ingin anakmu ini gila karenanya?"
"Tidak" ucapnya tersenyum
"Karena sudah tahu siapa yang akan menjadi pasangan davide, ayah akan memberitahukan pada marquees. bahwa kau ingin dengan putrinya" ucap duke mengambil gambar para nona bangsawan dan pergi bersama dengan duchees di belakangnya
"Ayah!, ibu!. kalian jahat"
"Kenapa begitu?, kan kata kakak terserah mau siapapun. ya sudah aku pilih nona itu dan ibu pun setuju. dia sangat baik walau sifatnya mirip denganmu" ucapku
Davide menghela nafas. "Baiklah, karena aku tidak bisa apa-apa, ya sudah"
Kakak sangat mengeluh rasanya, aku akan menghiburnya. "Kak bagaimana kita ke ibu kota!" ajakku
"Untuk apa?" tanya davide. aku melangkah menuju kaca. "Untuk menghilangkan keluhmu"
"Nanti kita di sana mau apa?" tanya davide lagi
"Mau mengemis :)" jawabku
"Gila!!, kau mengajakku mengemis dan itu cara menghilangkan keluhku?"
"Lagian kesana kan kita jalan-jalan, kenapa kau harus bertanya kita mau apa di sana?. memang mau mengemis!?"
"Mungkin kita bisa, duduk di pinggir jalan" ucapnya sambil menyilangkan tangannya pada dadanya
Kakakku ini mengajakku menjadi gila, banyak orang yang akan melihat kita. nantinya akan ada berita anak dari duke alpha duduk di pinggir jalan dengan mengemis kecantikan dan ketampanannya. aku tidak mau!!
Aku menarik tangan kakakku "Kau mengajakku pergi sekarang?" tanya davide
"Tidak. aku mengajakmu untuk pergi ke dokter. gilamu kurasa sudah kambuh" ucapku tersenyum
"Sejak kapan aku gila!!. hei, aku hanya bercanda"
"Kukira kau gila beneran" ucapku sambil memegang dahiku. "Sejak kapan aku punya adik gila sepertimu?"
"Sejak zaman purba kak" ucapku tersenyum lebar. "Mana ada kau lahir di zaman itu!?"
Kakakku memang sudah gila. "ya mana ada aku lahir di zaman purba, IQ kakak berapa sih?" tanyaku dengan mengangkat alis
"IQ ku 120. memang kenapa?"
Aku menepuk bahunya. "Kakak harus giat berkomunikasi dengan benar. akan ku cari guru untukmu kak"
"Mana ada guru seperti itu!!" buahaaa, memang tidak ada \= ̄ω ̄\=
...-Levyna Camellia Va Pasrich-...
Tolong dukung like, komen dan vote
Terimakasih ><