I Will Change My Destiny

I Will Change My Destiny
Aku membutuhkan teman



"Katanya... ada yang mau di bicarakan denganmu"


"Oh begitu ya, ok terimakasih"


Tok...tok...tok


"Vanessa masuklah"


Vanessa masuk dan memberi salam dan duduk di sofa, Duke bangkit dari tempat kerjanya dan duduk di sofa berhadapan dengan putrinya


"Nak, bagaimana keadaanmu sehat?" ucap Duke sambil meletakkan satu-satu persatu dokumen di hadapan Vanessa


"Aku sehat ayah, aku dengar ibu sakit ya?"


"Tenang saja, ibumu suda di periksa oleh dokter katanya hanya perlu istirahat. ayah pun sempat khawatir karena ibumu banyak berkerja


Vanessa melihat dokumen yang tertera di meja, Stella melihat gambar gadis bangsawan, mau di apakah oleh ayahnya pikir Stella


"Ayah ini... kenapa di tunjukkan kepadaku??" Stella melihat-lihat gambar setiap gadis bangsawan dan ada catatan siapa mereka, keluarga mana mereka semuanya lengkap


"Ayah melihatmu selalu berada di kamar terus, apa kamu tidak punya teman sama sekali??"


"Ayah aku tidak selalu di kamar juga, aku sering ke ibu kota. untuk membeli jajanan atau beli kue" ya kalau teman sih aku tidak punya hehe


Aku dulu terlalu sibuk untuk mencari perhatian Caesar, padahal banyak undangan pertemuan dari nona bangsawan lainnya, tapi aku malah mengabaikan nya.


"Kalau begitu, lihatlah ini nona Alice dari keluarga count. kamu tahu itu putrinya tuan Meshach, dan ini nona lovely dari keluarga Marques putrinya tuan Simon, yang pernah kemari?"


Aku lupa akan itu, mungkin tuan Simon pernah kesini bulan lalu. mata Stella teralih kan kepada gambar seorang perempuan berambut coklat atau mungkin merah bata, dengan bola mata yang sama persis


"Dia sepertinya tidak asing bagiku..."


"Apa kau tertarik dengannya!, dia adalah nona dari keluarga baron, nona mina. dia seusia denganmu"


Mina dia!? batin Vanessa


Kilasan masa lalu tiba-tiba teringat di kepala Stella, apa yang di perlakukan Mina terhadapnya membuatnya teringat dengan ucapan sebelum kepalanya di penggal


"*Kau!! dasar gadis ular, merebut suamiku dan segalanya!" teriak vanessa


"K-kamu menyebutku g-gadis ular. hiks.. hiks.. seperti ini kah yang di sebut sahabat" dia berpura-pura menangis mengandalkan aktingnya untuk di perhatikan. dia bersandar pada dengkapan suaminya


"Pengawal! cepat penggal dia!! aku tidak mau melihatnya di dunia ini lagi!"


"Vanessa Lauren La cedric, telah meracuni ratu kekaisaran secara diam-diam, perbuatan yang sangat keji tidak bisa di maafkan hukuman yang pantas di berikan adalah. penggal kepala!"


"Dengar kaisar brengs*k!, walaupun aku mati. arwahku akan bergentayangan setiap malamnya di sisi ranjangmu*!!"


Stella sudah jangan di ingat lagi, itu adalah masa lalu yang ku alami, mungkin akan berubah kalau kita tidak berteman dengannya. aduh gara-gara aku teringat kepalaku tiba-tiba pusing sekali


"Kamu kenapa Vanessa?"


"Ayah kepalaku tiba-tibq pusing, aku kembali ke kamarku"


"Apa kamu baik-baik saja putriku?"


"Tenang saja ayah, aku akan meminta dokter memeriksaku. itu kalau masalah teman untukku, terserah ayah asal tidak nona mina" Stella pamit dan keluar dari ruangan dengan terhuyung-huyung


"Baiklah, aku akan melakukan apapun untuk putri ku, kalau begitu mungkin nona Alice, nona lovely, nona..."


Duke sedang memilih mana yang akan jadi teman untuk Vanessa dan mempersiapkan pertemuan pesta teh, kecuali Mina tidak akan di masukkan karena putrinya tidak menginginkannya ada


Stella kembali dengan wajah pucat pandanganya sangat kacau, rasa seperti berputar. marie melihat Stella terhuyung-huyung segera memegang Stella dan menidurkan nya


"Nona kenapa dengan anda?"


"Aku sangat pusing, panggilkan dokter"


"Baik kalau begitu anda tunggu sebentar, saya akan kembali" ucap Marie dengan berlari panik


Beberapa menit dokter datang dan memeriksa keadaan Stella


"Sepertinya nona terlalu memikirkan sesuatu dengan keras dan emosi anda meledak, apa anda mempunyai masalah?" tanya dokter


"Masalah..." itu hanya masa lalu


"Dokter nona tidak mempunyai masalah dengan siapapun, apa nona begini karena kelelahan?"


"Mungkin bisa di sebut ya, saya sudah menulis resep di kertas ini tolong untuk minum sehari 3x, walaupun mungkin akan pahit anda bisa makan manis untuk menghilangkan pahit di dalam mulut anda" dokter itu memberi resep pada Marie dan pamit keluar


"Nona kalau ada apa-apa anda tinggal cerita pada saya, mungkin saya bisa membantu anda"


Marie gadis yang sangat baik, dia selalu berada di sisiku dan mendukung ku. terimakasih untuk di masa lalu kau tetap ada untukku Samapi ajal menjemputku


"Terimakasih Marie, kau masih saja sama seperti dulu. terimalah untuk selalu di sisiku"


"Saya selalu di sisi anda, di mana pun anda berada"


...****...


"Marie apakah aku harus meminum racun ini??" ucap Vanessa melihat mangkuk yang berisikan obat warnanya yang hitam seperti racun mematikan


"Nona anda harus meminumnya, kalau anda ingin sembuh!"


"Haish kau sangat galak!"


Mendengar Omelan Marie, dengan terpaksa Vanessa meminumnya dengan langsung tanpa berhenti, karena kalau dia berhenti mungkin dia tidak akan meminumnya


"Huweee!!, ini obat yang sangat pahit!!" ucap Vanessa dan dia langsung memakan gula-gula dan pahit di mulutnya sedikit menghilang


"Nona ini baru satu kali, anda harus meminum ini seminggu. nona nanti akan benar-benar sembuh"


"Vanessa!, apa kau baik-baik saja. aku dengar kau pusing kemarin?" Davide datang tergesa-gesa dan menghampiri Vanessa


"Aku baik-baik saja kak, aku merasa baikan kok"


"Apa kau sudah meminum obat?"


"Sudah, rasanya sangat pahit!!"


"Kau akan segera sembuhkan??"


"Ya aku akan segera sembuh dalam seminggu, memang kenapa?"


"Karena Minggu depan akan ada acara pemburuan, pemburuan ini hanya ada 1x dalam 3 tahun"


"Maksudmu, kau ingin mengajakku untuk ikut ke acara pemburuan itu begitu??"


"Ya, ada nona bangsawan lainnya yang menemani kakak mereka dan ayah mereka, masa kamu tidak ingin" ucap Davide dengan ekspektasi sedih seperti anjing kecil yang basah payuh


"Bagaimana ya..." ucap Stella memikirkan perkataan Davide, Davide dengan mata berbinar-binar mengharapkan ucapan dengan harapan setuju


"Haishh kak, tidak usah memandang seperti itu. aku kan jadi jijik lihatnya hmm ok lah. aku akan ikut" aku perlu berbaur di sana juga dengan yang lain kan?


"Apa kau serius?!"


"Ya davide!" ucap jengkel Vanessa


"Kalau begitu cepatlah sembuh!!, ok?. sampai jumpa" ucap Davide mengusap kepala Stella dengan acak-acakan setelah itu pergi dengan senang


"Dia membuat rambutku berantakan!!" ucap Vanessa mencoba merapikan rambutnya


"Biar saya sisir rambut anda kembali" Stella senang bila di sisikan oleh marie


"Nona apa anda akan membuat kembali sapu tangan, untuk tuan muda??"


"Sapu tangan, hmmm... mungkin tidak kan sapu tangan waktu itu masih bisa di gunakan lagi?"


"Nona tapi saya melihat sapu tangan itu sudah kotor sedikit bercak darahnya... apa anda yakin?, tapi saya sudah mencucinya"


"Hmmm... ya sudah aku akan membuat ulang untuk nya" ucap Vanessa di balas oleh Marie dengan anggukan dan kembali menyisir


"Nona anda sangat tertutup sekali ya, ini pertama kalinya nona ikut dalam acara pemburuan"


"Ya, aku terlalu terdiam di kamarku... aku perlu datang ke acara-acara seperti itu kan?"


"Saya akan menemani anda di sana, anda tidak perlu takut dan canggung kalau ada nona bangsawan yang menghampiri anda" jangan seperti dulu lagi, saat di pesta ulang tahun nona


Flashback on


Di acara debutan di kerajaan, Vanessa berdiam diri di pojok melihat kerumunan orang-orang yang sedang berbicara, Vanessa begitu menikmati pestanya dengan meminum anggur yang di sajikan oleh pelayan


"Nona apa anda tidak lelah, terus berdiri??" ucap Marie


"Tidak, aku suka berdiri seperti ini"


Pasangan bangsawan mulai berdansa di aula, Vanessa hanya melihat dan menikmatinya dari pojokan. Duke yang melihat putrinya diam di pojokan hanya diam, karena dia pernah meminta putrinya untuk berbaur tapi dia tidak mau katanya dia ingin seperti ini, seperti saat ini sendiri lagi


Seorang nona bangsawan mencoba menghampiri vanessa


"Salam nona Vanessa, semoga anda di lindungi oleh Dewi aries"


Vanessa menoleh melihat gadis itu memberi salam padanya hanya di balas dengan anggukan dan setelah itu meneguk minumannya


"Apa saya menganggu anda?" tanyanya


"Menurutmu?"


"Saya dengar anda bertunangan dengan putra mahkota, dan sebentar lagi akan segera menikah??"


"Ya tentu!, aku akan menikah dengannya dan menjadi seorang ratu"


"Anda sangat cocok dengan putra mahkota, saya sangat iri~. kapan pernikahan anda di selenggarakan?"


"3 bulan lagi"


"Apa saya boleh datang di acara pernikahan anda, saya sangat terhormat kalau anda mengizinkan nya"


"Tentu saja, aku mengundang semua bangsawan di negara ini dan negara tetangga"


"Anu... saya rasa kita sudah cukup dekat, apa saya boleh memanggil nama anda?"


"Huh?, memangnya kita sedekat itu. kau hanya basa basi"


"No-nona" ucap Marie


"Baiklah mungkin saya harus berusaha supaya saya dan anda menjadi dekat dengan anda!, saya akan mengundang anda lain kali kerumah saya"


"Terimakasih atas undangannya nona" ucap Marie


"Oh ya, nama saya mina. tolong ingat nama itu nona vanessa" ucap gadis yang bernama Mina


Flashback off


Hei, hei, hei!! aku kembali lagi, sesuai janjiku aku kembali pada tanggal 6 tapi maaf aku upload nya hari ini bukan kemarin, ya karena kemarin lagi mikir mau bikin cerita apa, nanti aku upload lagi kan 2x ini baru 1 nanti aku upload insyaallah sore atau maleman lah ok :v


Tolong dukung like komen dan vote


Terimakasih ^^