
"Kak ayo buruan, katanya mau ikut"
"Ya, sebentar aku kancing lenganku dulu"
Tadinya aku mengajaknya untuk ikut tapi tidak mau ya sudah aku kesana akan dengan marie, tapi kakak tiba-tiba berubah pikiran katanya ingin ikut jadi kita berangkat berempat dengan ksatria kakak yang bernama john. aku memanggilnya sir john
"Kita benar-benar akan mengemis" tanya davide
"Me-mengemis?" ucap marie dan john
"Ya tidak mungkin kita mengemis kakak, kan aku sudah bilang... tidak!" mau apa kita mengemis kalau kita sudah mempunyai uang yang banyak
"Kakak mau buat berita?"
"Berita? maksudnya?"
"Berita yang berisi 'anak dari duke alpha duduk di pinggir jalan dengan mengemis kecantikan dan ketampanannya' mau?"
"Aku tidak mau!, nama keluarga kita akan hancur nantinya"
Ya kenapa masih ingin mengemis, kakakku. rasanya ingin ku sentil ginjalnya:)
"Nona anda ingin jalan-jalan kemana?" tanya marie
"Mungkin ke taman alun-alun" menemani kakakku yang strees dengan pemilihan pasangannya
Kami telah sampai di taman Rose Garden sesuai namanya taman ini di penuhi oleh bunga rose dengan berbagai warna
"Kakak duduk di sini" kami duduk di bangku taman melihat air mancur di depan kami dan di atasnya terdapat patung dewi aries
"Terus? setelah kita duduk?"
"Yah! menikmati pemandangan bodoh!" lihatlah ke sekeliling begitu indah, marie dan sir john juga menikmati keindahan taman ini.
"Kurasa aku tidak bisa menikmati, aku akan jalan-jalan sebentar. kalian di sini saja, aku akan segera kembali"
"Ya sudah sana, aku akan menunggumu di sini"
Davide pov
"Adikku itu, membawaku ke tempat yang bagiku tidak menyenangkan. dan sekarang aku berinsiatif jalan sendiri dan sekarang aku mau kemana" aku menendang batu kecil pelan, suapaya tidak kena orang lain. tidak di sangka aku menabrak seseorang ketika akan mendongkak
"Aww! jalan pakai mata bukan pakai kaki" ucapku dengan nada marah
"Aku sudah pakai mata, kamu sendiri yang pakai kaki. jalan kok nunduk" ucap seorang wanita memarahi davide
"Kenapa menyalahkanku!"
"Terus ke siapa yang harus aku salahkan, kalau bukan kau yang menabrakku"
Gadis ini semakin membuatku bertambah kesal, aku kesini untuk menghilangkan kesal ku karena ibu. tapi dia membuatku tambah kesal
"Hei! gadis, kusarankan kau menyingkir dari jalanku"
"Kok kau seperti itu, bukannya minta maaf"
"Oke!, aku minta maaf atas menabrakmu dengan sengaja. kalau begitu sampai jumpa"
"Semua pria tidak tahu minta maaf!" teriak gadis itu
"Gadis sialan itu, semoga kita tidak bertemu lagi" ucapku menggurutunya
"Lebih biak aku minum alkohol sedikit" toko ini terkenal ramai, banyak orang datang kesini karena kesal, galau ataupun senang. aku salah satunya
"Minuman alkohol 1" pintaku pada pelayan. "Baik"
Aku mendengar orang bergosip di belakang "Kalian tahu, putri vanessa. dia sangat cantik"
"Yah dia sangat cantik, bahkan di juluki wanita tercantik di kekaisaran"
Memang adikku sangat cantik batin davide
"Ini tuan minumannya" pelayan itu menyodorkan gelas yabg berisi alkohol
"Tapi, kalian tahu nona mina seorang gadis baron itu. dia tak kalah cantiknya dari putri vanessa"
"Benar, dia sangat baik seperti malaikat rumornya. berbeda dengan putri vanessa dia memiliki sifat yang buruk, bahkan lebih buruk dari pada anjing"
"Jangan berbicara keras-keras, nanti orang mendengarnya"
"Lagi pula, tidak ada yang mendengarnya"
Dan, byuurr!
Davide menuangkan minumannya pada kepala orang yang bergosip tentang adiknya
"Siapa kau!, berani menyiram minumanmu padaku!!" teriak pria itu marah
"Eh!, d-dia kan tuan muda davide. keluarga duke"
"Apa kau ingin mati!" ucap davide. mata ungunya bersinar seperti pedang yang tajam dan mengkilat
"Tolong jangan membuat keributan di toko kami" ucap pelayan, memberhentikan mereka
"Kau selamat hari ini!, aku akan mengingat wajahmu. ini uangnya aku bayar 2 kali lipat atas kekacauan di toko ini" davide pergi dengan amarahnya. beraninya pria itu telah menggosip kan adiknya
"Aku malah menjadi 2 kali lipat kesal, dari sebelumnya. kurasa benar, vanesaa menyuruhku untuk menikmati pemandangan saja untuk menghilangkan kesalku ini"
aku kembali ke taman yang di mana vanessa ada, dan aku melihat vanessa tidur di pundak marie pelayannya
"Apa dia tidur tadi" tanyaku
"Nona telah tidur 10 menit yang lalu, apa sebaiknya kita pulang"
"Ya ayo pulang, biar aku saja yang menggendongnya" terkadang aku melihat sifat dewasa vanessa sebelumnya, tapi kalau dia sedang tidur seperti anak kecil
...****...
Normal pov
Aku membuka mataku pelan-pelan dan duduk. aku sudah berada di kamar, setelah aku ketiduran di taman. mungkin kakakku yang menggendongku, memalukan sekali aku tidur dalam gendongannya. pasti dia mengira aku seperti anak kecil ketika tidur
"Nona anda sudah bangun, anda tidur selama 3 jam. apa anda merasa lapar" tanya marie
"Tidak. tolong buatkan aku teh saja" ucapku. dan beranjak pada sofaku sambil menunggu marie datang membawa teh
"Aku sepertinya tadi mengantuk. sampai tidur 3 jam"
Tak lama marie membawa teh yang di minta vanessa, vanessa menyesap teh nya hati-hati karena agak panas.
"Marie, bukannya malam ini festival akan di mulai"
"Ya nona, ternyata sudah dekat yah"
"Kalau begitu siapkan gaun untuk nanti malam. aku ingin yang sederhana dan tidak mencolok dan mudah untukku berjalan" pintaku
"Baik nona, nanti saya mencarinya"
Suara ketokan terdengar dan masuklah pria berambut putih dengan mata ungu lavendernya yang mirip dengan vanessa
"Kau sudah bangun"
"Ya, aku sudah bangun. kak bagaimana dengan jalan-jalanmu tadi sendirian untuk menghilangkam kesalmu itu?" tanya vanessa ingin tahu
Sebenarnya davide sama sekali belum meredakan kesalnya, dan tidak berhasil sehingga ia kembali ketaman untuk di sana. tapi melihat adiknya tertidur ia memutuskan untuk pulang saja
"Mungkin sudah" jawabnya tersenyum
"Mungkin?, apa benar-benar sudah hilang?" tanya sekali lagi
"Aku kan sudah bilang kesalku sudah hilang, berkat melihat adikku yang lucu ini" davide mencubit kedua pipi vanessa. saking gemasnya melihat adiknya tidak percaya pada dirinya
"Ah!. kakak hentikan pipiku bisa melar nanti" vanessa memukul dada kakaknya karena mencubitnya terlalu sakit
"Memang kau ini pakaian. hahaha"
Ia rasa kesalnya benar-benar hilang setelah bergurau dengan adiknya. sekarang posisi davide sedang tiduran di kedua kaki vanessa sambil memainkan jarinya
Dia memikirkan gadis bertudung hitam tadi, yang menabraknya. sifat yang pemarah sama dengan dirinya mengingatkan pasangan yang di pilih ibunya
Dia sama dengan levyna, biasanya orang kalau menabrakku langsung minta maaf mau itu pria atau wanita. tapi dia malah sebaliknya malah memintaku yang meminta maaf padanya.
Jelas-jelas dirinya lah yang menabrakku jalan masih luas, malah jalan ke arahku.
Davide mendengus kesal, menggerutu gadis itu
"Kakak, kenapa tiba-tiba seperti orang kesal" tanya vanessa melihat sang kakak
"Tidak, aku hanya memikirkan festival nanti akan banyak orang" ucapnya berbohong
"Ya lah kak, di mana-mana festival banyak orang masa hanya 1. itu namanya bukan festival dong kak" kakakku ini aneh aja
"Kak bukannya sekarang kau ada latihan pedang dengan gurumu"
Ah bagaimana aku bisa lupa, aku akan di hukum guru kalau terlambat
Davide segera bagun dan langsung pergi setelah di ingat oleh vanessa
"Dasar kakak, pasti setelah ini dia di hukum karena terlambat" bisa-bisanya dia lupa kalau sekarang dia mempunyai jadwal latihan pedang
Tolong dukung like, komen dan vote
Terimakasih ><