I Will Change My Destiny

I Will Change My Destiny
Pura-pura



"A-apa maksudmu!" gila kenapa tadi aku harus terkejut sih, jadi diakan curiga. jangan-jangan dia mau mengadukan kepada ayah!


"Yah bisa diartikan kalau kamu hanya berpura-pura sakit saja" ucap caesar


Mampus aku, dia bisa di ajak kompromi tidak yah. supaya dia tutup mulut


"Tolong jangan kasih tahu ayah dan ibuku, aku memang berpura-pura untuk tidak ikut makan siang karena aku tidak ingin semeja dengamu"


Dia sangat jujur sekali. sampai aku tercengang baru ada orang jujur di hadapanku, apa segitunya dia tidak ingin makan siang bersamaku.


"Buat apa aku laporkan, tidak ada gunanya untukku toh. aku kesini ada alasan... aku sudah membuat surat pernikahan kontrak kau hanya perlu mendantangani saja" caesar menyodorkan kertas kepada vanessa bersamaan dengan penanya


"Dan aku buat syarat yang kau bilang kemarin, kalau tidak percaya baca saja" caesar beralih duduk di sofa dengan tangan di lipat di dada


Aku mulai membaca syarat-syarat yang di katakannya benar memang ini yang aku ucapkan, wah dia ternyata tidak lupa. tapi di sini di tambahkan lagi syaratnya. dan di sini tertulis untuk tidak memberitahu orang tua masing-masing dan bisa berekting


Berekting? maksudnya. "maaf, tapi maksud berekting di sini apa?, apakah ada keuntungannya untukku"


"Aku tidak tahu kau itu bodoh atau memang benar-benar bodoh sejak lahir. maksudnya kita harus seperti pasangan suami istri yang romantis dan harmonis, mau itu didepan orang tua kita, para bangsawan dan juga rakyat"


Oh seperti itu, aku bisa melakukannya dengan baik. tapi untungnya apa?, dan tadi dia barusan berkata bodoh padaku!


"Jadi keuntunganku apa?"


"Keuntungannya, tidak ada. tapi kita bisa menipu mata para bangsawan"


Tidak ada?. memang kalau ku pikir-pikir memang tidak ada untungnya untukku, ini hanya untuk menipu mata semua orang dan mereka melihat kami benar-benar seperti pasangan suami istri pada umumnya. oke tak apa lah


Tanpa lama lagi, aku segera mendantangani yang dekat dengan tanda tangan caesar. akhirnya selesai, aku memberikan kepada caesar,kami hanya perlu menentukan hari pernikahannya saja. tapi ada satu masalah setelah nanti menikah dan mengucapkan sumpah palsu kami. kami akan melakukan seperti orang menikah ialah.....


BERCIUMAN!


Berciuman nggak tuh, aku tidak ingin kehilangan ciuman pertamaku nantinya. ini hanya untuk jodohku yang sebenarnya, aku harus berbicarakan ini dengannya


"Caesar, setelah kita melakukan sumpah di depan semua orang. pasti akan ada yang namanya ciuman... TAPI AKU TIDAK MAU!" tolonglah aku tidak ingin


Benar, juga setelah itu pasti kami harus melakukannya. aku harus mencari alasan nantinya agar kami bisa menghindarinya


"Tenang lah, aku juga tidak mau berciuman denganmu. lagi pula siapa yang mau... aku akan mencari alasan nantinya. tenang saja"


"Aku percayakan padamu!, benar-benar jangan sampai ya"


"Ya, ya..."


"Jadi karena urusannya selesai, silahkan anda pergi" ucapku tersenyum dan membukakan pintu untuknya


"Kau mengusirku?, baru pertama kali ada orang yang berani mengusirku"


"Apakah aku melakukannya dengan kasar. tidak!, jadi keluarlah yang mulia, apa kau ingin melihat aku membuka pakaian hah?" kalau ya berarti dia mesum


"O-oke, aku akan pergi sekarang. dan sampai jumpa" semoga kita tidak berjumpa lagi


Huh, setelah dia pergi dia tidak akan berbelok keruangan ayah kan, tidak. lagi pula apa untungnya bagi dia ya kan. sudahlah aku ingin melepas gaun


"Marie!"


"Ya nona"


"Tolong bantu aku buka gaun ini, dan aku ingin mengenakan gaun yang seperti biasanya. dan ambil aksesoris yang ada tubuhku dan di rambutku juga. aku sudah seperti badut" ucapku dengan datar, aku benar-benar seperti badut, hanya untuk bertampilan di depan caesar


"Haha, baik. tapi nona apa ada badut secantik nona, kalau ya dia tidak terlihat jelek tapi cantik"


"Apa kau baru saja mengejekku marie?"


"Tidak nona, saya memuji anda. kalau kedengarannya seperti itu maafkan saya"


Setelah melepas gaun dan aksesoris, aku mengenakan gaun yang biasa ku pakai saja. lagi pula aku hanya akan ada di rumah saja


"Nona saya membawa makan untuk anda, karena anda tadi tidak makan siang"


"Terimakasih marie, kamu tahu saja aku sedang lapar" aku memakan dengan tenang dengan makan sedikit-sedikit supaya tidak habis, sebenarnya aku bisa saja minta lagi. tapi aku sedang diet


"Nona. saya ingin bertanya, tadi yang mulia masuk ke kamar anda katanya untuk menjenguk anda ya?"


Bukan menjenguk, tapi memberi secarik kertas. dia tidak ada niatan seperti orang menjenguk memberi buah-buahan tidak.


"Ya dia... menjengukku tadi" aku hanya bisa berbohong, aku tidak bisa memberi tahu


"Tadi saya mendengar teriakan nona, apa tadi nona dengan yang mulia sedang...." hentikan pikiran kotormu itu marie!, kami tidak melakukan apa-apa


"Kau sa-salah mendengar marie, aku hanya teriak seolah-olah seperti orang sakit, bukannya orang sakit selalu seperti itu"


Apa orang sakit perlu dengan teriakkan yah..., mungkin ya! batin marie


"Ah seperti itu, saya kira apa... nona apa anda ingin menambah lagi?"


"Tidak usah, aku sedang diet hari ini..."


"Nona ini, tidak biasanya anda diet"


...****...


"Yang mulia, bagaimana makan siangnya... apakah anda bertemu dengan nona vanessa?" tanya seorang pria di hadapan caesar


"Semuanya berjalan baik, dan aku bertemu dengannya"


Di kamarnya batin caesar


"Katanya nona vanessa sangat cantik, apakah itu benar... saya ingin melihatnya"


"Apa setelah kau melihatnya, kau ingin merebutnya dariku. steven?"


"Mana ada saya berani melakukan itu, kepala saya akan copot nantinya" ucap pria bernama bernama steven


Dia adalah ksatria yang selalu berada di sisi caesar, dia selalu di sisi caesar saat perang. dia berumur 21 tahun dia dulunya adalah anak desa biasa, tapi suatu hari dia bertemu dengan caesar, dan caesar saat itu melihat steven bisa berpedang walau tekniknya masih salah. dan mengajaknya untuk mejadi ksatria dan menjadi orang yang berada di sisinya


"Cantik dari mana dia sangat cerewet, tidak ada cantiknya tuh."


"Aduh mata yang mulia kenapa sih?, apa anda tidak pernah liat lebih mendalam... nona vanessa sangat cantik dengan mata ungunya yang bersinar~"


Apa segitunya. mata ungu yang bersinar... saat memarahiku memang sangat cantik dengan bibir tipis merah muda yang memikat. membuat orang tergila-gila


Astaga apa yang ku pikirkan tentang gadis itu, yang pasti dia tidak ada cantiknya. sudahlah dari pada aku membayangkan, lebih baik aku kerjakan dokumen di hadapanku ini


Ini sangat banyak dan akan membuat aku lelah nantinya.


"Yang mulia, mau saya bantu mumpung saya sedang baik hati"


"Benar juga!. ini kerjakan semuanya, aku ingin keluar"


"Hah!?, saya hanya bermaksud membantu anda sedikit bukan sebanyak ini... pada akhirnya aku yang mengerjakan. lain kali aku tidak ingin membantu yang mulia lagi 〒_〒"


Akhirnya ada orang yang sangat ingin membantuku, dia berkata mumpung sedang baik hati. nanti akan ku beri hadiah atas kerja kerasnya. aku ingin pergi ke kamar untuk tidur~



Tolong dukung like, komen dan vote


Terimakasih ><