I Will Change My Destiny

I Will Change My Destiny
Alasan



Entah kenapa setelah aku hidup kembali, aku merasa di hantui, aku takut kejadian terulang lagi. di pikir-pikir dulu aku memang jahat tapi aku tidak sejahat itu sampai aku meracuninya. dulunya aku hanya ingin cinta caesar jadi aku berusaha untuk menyingkirkan mina dengan cara mencari kesalahannya


Pada akhirnya aku di tuduh sebagai pelakunya gegara fitnah gadis ular itu, aku akan membalas dendam atas kematianku.


Sudahlah, kalau ku ingat-ingat lagi rasanya akan pasti. ku pikir minum teh sambil makan puding stoberi rasanya pikiran negatif akan hilang, terimakasih untuk marie yang membuatkan puding dan makanan lainnya


Memang marie sangat handal dalam memasak dan juga peka dengan keadaan, dialah pelayan yang setia padaku, sampai hayat hidupku


"Nona, dari tadi anda tersenyum-senyum kepada saya. saya kan jadi takut"


"Maafkan aku marie, aku hanya senang kamu selalu di sisiku"


"Saya memang selalu ada di sisi nona, memangnya saya mau kemana lagi" ucap marie kembali bertugas menyapu kamar vanessa


Melihat gaya bicaranya memang marie, tapi aku masih tanda tanya, penampilan marie bukan 22 tahun. melainkan seperti umur kakak, kakak dan marie berumur sama di kehidupan lalu. apakah sekarang juga sama?


"Marie" ucapku, membuat marie menoleh ke arahku. "Ada apa nona?"


"Kamu sekarang berumur berapa?"


"Aishh... nona ini, nona kan tahu umur saya. nona berkata nona tidak akan pernah lupa dengan umur saya"


"Tapi sekarang aku lupa hehe"


"Nona ini. umur saya tahun ini 20 tahun sama dengan umur tuan muda"


Aku hidup kembali di tahun 910 tahun kekaisaran dan peristiwa itu terjadi tahun 912. berarti di mana tahun itu marie berumur 22 tahun, dan tahun ini umurnya berbeda yaitu 20 tahun.


Aku hanya mengangguk kecil. sampai di mana pelayan yang tidak kutahui namanya datang ke kamarku dan dia bilang bahwa makan siang hari ini akan kedatangan tamu yaitu putra mahkota yang dimana dia ikut makan siang juga, dan ayah berpesan padaku dari pelayan itu. kenakan pakaian cantik di depan si caesar itu


"Ah, rasanya aku malas makan siang, bisakah bawa makan siang ke kamarku saja" pintaku


"Nona, bagaimana bisa seperti itu. calon suami nona kesini masa nonanya ada di kamar. saya akan mencari gaun yang cantik" ucap marie dengan bernyanyi senang sambil mencari gaun


Rasanya akan buruk aku makan dengannya, aneh. sebelumnya caesar tidak pernah kesini mau itu urusan politik atau ikut makan siang seperti ini.


...****...


"Nona anda sangat cantik mengenakan gaun kuning dengan pita merah kecil di bawahnya mengintari semuanya" puji marie


"Pasti nona sekarang gugup dan berdegup kencang, karena putra mahkota ada di sini. seperti biasanya"


Mana ada aku gugup maupun berdegup kencang, aku tidak ingin makan satu meja apalagi dekat dengannya. apa aku cari alasan saja supaya aku tidak ikut makan siang. ide bagus vanessa!


Aku segera luncurkan akting yang sudah kupendam di masa lalu, aku pasti tidak di bolehkan pergi keruang makan hehe


"A-aduh!, marie perutku sakit. tolong aku" lirihku. dengan memegang perut, seolah-olah aku keracunan makanan


"Nona, a-anda kenapa!?" panik marie segera menghampiri vanessa yang terjatuh


"Sepertinya aku keracunan makanan yang kita beli!, aww sakit sekali" maafkan aku makanan. aku menuduhmu yang tidak-tidak, tapi sebagai gantinya aku akan membeli kawan-kawanmu untukku makan, tenang saja


Marie yang tadinya panik menjadi tenang dan tersenyum


Eh kenapa dia tersenyum, apa aku ketahuan. eh tapi mana ada, aktingku selalu manjur setiap adengan dulu. mustahil


"Nona, anda pikir saya tidak tahu apa. anda memakan makanan yang di beli saat itu 2 jam yang lalu, mana ada anda keracunan sekarang. kalau ya anda keracunan sudah 2 jam tadi anda mulai keracunan" jelas marie


Ke-kenapa bisa dia cerdik, sepertinya aku kalah dengan adengan ini. marie sangat cerdik tidak seperti pelayan lain langsung percaya ketika aku seperti ini


"Sudahlah, anda segera bangun dan ayo kita pergi ke ruang makan. yang lain pasti sudah menunggu" ucap marie membantu mengangkat


Vanessa terjatuh kembali setelah marie membantu vanessa untuk bangun.


"Ka-kalau begitu, berarti teh dan makanan itu. ya! itu pasti ada racunnya!" tunjuk vanessa ke makanan yang di meja


"Nona menyalahkan saya?, saya yang buat itu. tidak ada campur tangan sama sekali dengan orang lain, jadi anda menyangka saya yang meracun nona?"


Aduh!, aku lupa bahwa makanan dan teh itu buatan marie. "tidak-tidak, aku hanya, aku hanya..."


"Nona, berhentilah berpura-pura" ucap marie membantu berdiri kedua kalinya


"Marie, bisakah kamu berbohong pada ayahku. bahwa aku sedang sakit. kumohon" ucapku dengan puppy eyes andalanku


"Eee, nona ini. saya bisa melakukannya tapi kalau ada sesuatu nona yang menanggung semuanya ya" ucap marie pasrah


Akhirnya pasrah dengan puppy eyesku ini.


"Ya tentu saja!" ucapku tersenyum. dan vanessa segera berbaring di ranjang seperti orang sakit pada umumnya


Sebenarnya marie bukan pasrah karena keimutan atau puppy eyesnya vanessa, tapi dia sudah pasrah atas kelakuan vanessa yang menolak makan siang


"Kalau begitu saya akan ke ruang makan, dan memberitahu bahwa nona sedang sakit dan tidak bisa pergi keruang makan" ucap marie dan menghilang di balik pintu tertutup


"Yes!, akhirnya aku tak payah untuk makan semeja dengan pria itu. aku hanya perlu berpura-pura seperti orang sakit."


Setelah beberapa menit di ranjang, aku merasa ngantuk. marie belum kembali ya sudah aku tidur, orang sakit bukankah harus tidur supaya sembuh. sudahlah aku tidur tidak perlu menunggu marie.


Wah!, aku ada di mana ini. ini awan dan aku bisa loncat ke awan satunya lagi ini terasa menyenangkan. sambil ku bernyanyi, ini mimpi aku tahu ini mimpi, tapi biarlah aku berlanjut sebentar. ngomong-ngomong ternyata siang.


Eh, kok tiba-tiba malam sih? bukannya tadi siang yah, mungkin memang seperti ini mimpi selalu berganti alur cerita. tapi aku tetap bisa berlompat-lompat dengan tenang, wah ada bintang banyak di mana-mana.


Aku mencoba berbaring di awan yang empuk dan menghitung bintang, tapi aku tidak bisa karena bintang sangat banyak sulit ku hitung.


ya sudah aku akan mencoba menggaris bintang dengan tangan dan akan berbentuk apa jadinya.


Yang ini berbentuk burung oh dan yang ini kupu-kupu wah cantik sekali, dan ini... bukankah itu aku haha. kok bisa yah, ingat vanessa ini mimpi. yang tidak mungkin di sini menjadi mungkin


Dan yang di sebelahku itu, eh bukankah itu caesar ya. kok dia di sebelahku dan kenapa dia tersenyum dan bergerak. gila ini kok jadi horor bintang berbentuk mukaku tidak bergerak, tapi ini. aku ingin bangun saja!


"Oh, jadi ini orang sakit yah"


Eh suara siapa ini?, ayah atau kakak tapi ini beda suaranya. ini lebih ke mendekat dan suaranya sexy, aku keadaan sudah bangun tapi mataku belum kubuka. ya sudah aku buka saa bisa jadi dia adalah pangeran yang seperti di dongeng


Ku buka mataku mataku pelan-pelan dan aku menoleh ke arah seorang pria, wah silaunya.


"Sudah bangun yah, kenapa terkejut?"


Aku segera bangun dan menjauh darinya, ternyata suara caesar yang sexy itu. astaga untuk apa dia di sini.


"Kenapa kau di sini!?, siapa yang mengizinkanmu datang kesini!"


"Aku sudah mendapat izin kok, dari ayahmu. niatku baik lho datang untuk melihatmu yang sakit ini, tapi... entah kenapa reaksimu padaku seperti orang tidak sakit" ucap caesar sambil mengelus dagunya dan smirk



Tolong dukung like, komen dan vote


Terimakasih ><